Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
usaha Stefan


__ADS_3

Ketika asap mulai memudar, semua yang hadir dalam ruangan itu segera berebut keluar..


kecuali Tirta dan kawan kawannya serta pria pengusaha properti dan para pengawalnya yang masih bertahan di ruangan yang sudah porak- poranda ini..


Mengetahui kelompok cakar Iblis sudah di gulung oleh orang orangnya pak Michael, banyak dari para pemimpin perusahaan yang tadi berebut keluar kali ini menunggu keluar untuk menunggu pak Michael di lorong depan ruangan tersebut..


Sementara Stefan yang mengetahui kegagalan dari kelompok Cakar Iblis kini berubah haluan..


"Syukurlah kalian bisa mengalahkan kelompok Cakar Iblis ini!" serunya seraya mendekat ke tempat pak Michael yang sedang berbincang dengan pria pengusaha property yang ternyata memang sudah mengenal pak Michael.


"Hmm, tidak ada urusanmu di sini,, pergilah !" kata pak Michael ketus, mengusir Stefan..


Stefan tahu sekarang ini posisinya di depan pak sekarang tidak menguntungkan dirinya..


Tapi Stefan berpura-pura bodoh,,


Stefan kemudian berjalan mendekati Nadine yang sedang bersama Tirta.


"Syukurlah Nadine,, kelompok Cakar iblis bisa kita hancurkan ," kata Stefan.


"kan kalian sudah berhasil mengatasi kelompok cakar Iblis ini?!" jawab Stefan ..


"Hah,, kita !?" maksudnya apa Stefan!?" jawab Nadine ketus!


"Kamu lah yang mengusulkan supaya kita mengalah! sekarang kamu ikut ikutan senang dengan keberhasilan kita hah!" bentak Nadine jengkel.


"Bukan begitu Nadine ,, aku kan tidak tahu kalau kalian punya jagoan jagoan hebat seperti mereka! " jawab Stefan membela diri.


Sudahlah Nadine,, tidak apa apa.. Stefan pasti nya juga ikutan senang dengan keberhasilan kita ini,, kata Tirta meredakan kejengkelan dari Nadine.


Mereka kemudian keluar dari ruangan itu tanpa memperdulikan lagi Stefan yang membuntuti mereka.


Pak Michael kemudian mengadakan rapat darurat dengan di hadiri oleh para pengusaha yang merasa berhutang budi pada pak Michael karena mereka merasa bahwa orang orangnya pak Michael lah yang menyelamatkan mereka kali ini.


Para pimpinan perusahaan ini meminta pada pak Michael untuk menjaga perusahaan- perusahaan mereka yang berkantor di gedung pencakar langit ini..


Dan pak Michael pun menyatakan kesediaan nya ..asalkan mereka percaya dan mendukung upaya dari pak Michael dan juga orang-orang padepokan dari lereng gunung Ungaran dalam melawan kelompok cakar Iblis.


Sore itu, Tirta , Bayu , Adnan bang Leo juga pak Michael serta Nadine sudah sampai di base ment tempat mobil di parkir..


Mereka sudah akan memasuki mobil ketika tiba tiba saja Stefan sudah berlari lari kecil mendekati ke arah mereka..

__ADS_1


" Tunggu pak Michael, Nadine!" seru Stefan..


Setelah Stefan berada di antara mereka Stefan segera berkata...


"Maafkan aku pak Michael, Nadine! " kata Stefan.


"Bukannya aku tidak mendukung kalian! tapi itu semua terdorong oleh rasa khawatir akan keselamatan kalian ! juga kekhawatiran akan nasib perusahaan ini!" kata Stefan menerangkan akan tindakannya tadi.


Apa yang di ungkapkan oleh Stefan memang lah benar..


"Bisa saja Stefan memang mengkhawatirkan tentang perusahaan ini,," pikir pak Michael.


Sedangkan Nadine sepertinya masih tidak percaya dengan omongan Stefan ini..


Nadine tampaknya masih belum begitu saja mempercayai kata-kata Stefan! Tapi dia tidak bisa membuktikan kecurigaannya ..


"Saya minta maaf Nadine, Pak Michael! tapi percayalah tidak ada maksud buruk dari saya,, saya hidup dari perusahaan ini,," lanjut Stefan


"Tak mungkin saya menjerumuskan perusahaan ini dan kalian..


"Baiklah Stefan , aku memahami maksudmu dan percaya alasanmu berbuat demikian!" kata pak Michael.


"Kami pergi dulu Stefan,," kata pak Michael sambil menutup pintu mobil..


"Baiklah ,, ikuti saja kami," kata pak Michael..


Sebenarnya Nadine tidaklah suka akan keberadaan Stefan, tapi pak Michael sudah terlanjur menyetujui pemintaan dari Stefan.


***


Sementara itu di markas besar Kelompok Cakar iblis.


Tampak ia cakar emas yang tadi bertarung mati mati an melawan bang Leo sudah berada di dalam markas besar itu.


Sang big Bos dan beberapa orang tampak berada didalam markas..


Patrik dan Ujang tampak berada di sana , begitu pun salah seorang tetua, yaitu Sangga langit berada di sana pula.


Tampak nya si Cakar Emas ini sedang menceritakan tentang kejadian siang tadi dimana dia dan kawan kawan nya telah di hajar habis habisnya oleh orang-orang yang berada di gedung pencakar langit the Energy.


"Siapakah orang orang itu Tony?" tanya sang big Bos.

__ADS_1


"Aku tidak tau nama mereka Bos, yang saya tau mereka bersama seorang pengusaha yang bernama pak Michael." kata si cakar Emas ini yang ternyata bernama Tony.


Mendengar nama ini, si big Bos sangat terkejut.


Kemudian dia bertanya tentang ciri-ciri orang orang yang telah menghancurkan kelompok Tony ini..


Karena setau sang Big Bos, orang-orang dari pak Michael ini yang telah menghancurkan kelompok Mr Budiman beberapa waktu yang lalu.


"Seorang yang bertarung denganku adalah pria berusia empat puluh tahunan bersenjatakan sepasang belati lengkung dan gerakan sangat cepat dan tiap gerakannya sangat mengerikan,,, !"


Tony segera menceritakan tentang bang Leo di depan para pemimpin kelompok cakar iblis ini.


"Seorang lagi berbadan gemuk dan besar! tenaganya bagaikan gajah!" lanjut Tony..


"Wajahnya penuh senyum tapi tak disangka kekuatannya benar-benar mengerikan." tambah Tony.


"Dan pemuda yang lainnya seorang yang biasa saja, bertubuh tegap atletis gerakannya lincah dan kuat bersenjatakan sepasang belati lengkung seperti pria yang aku hadapi!" pungkas Tony..


"Tampaknya orang-orang ini adalah orang orang yang aku hadapi di Semarang Bos, " kata Patrik.


"Pria usia empat puluhan ini adalah Leo yang aku lawan di kota Semarang...


Sedang anak muda besar seperti anakan gajah dan sangat kuat itu adalah Bayu dan pemuda seorang lagi itu adalah Adnan.." terang Ujang.


Sang Big Bos tampak mengerutkan dahi, sesaat dia terdiam seperti memikirkan sesuatu..


"Apakah tidak ada lagi pemuda yang lainnya dalam pertarungan itu Tony?" tanya sang big Bos.


"Memang ada seorang pemuda yang penampilannya luar biasa Bos! tapi dia tidak ikut dalam pertarungan itu.." kata Tony.


Pemuda itu sangat tenang, sepertinya tidak berkuatir tentang kekuatan kami.. Tubuhnya kurus dan agak jangkung , tapi pandangannya bagaikan elang! lanjut Tony..


" Ya, benar itulah pemuda yang juga bertarung melawan ku dulu !" sela Ujang..


"Pemuda ini sangat kuat dan sangat cepat!" kekuatannya benar benar di luar nalar manusia! benar benar seperti Iblis saja kekuatannya bos!"lanjut ujang ..


Sepertinya Ujang masih ngeri dengan kekuatan pemuda yang pernah di hadapi nya sewaktu di kota Semarang .


"Ya, tampaknya pemuda inilah yang bernama Tirta Jaya Kusuma!" kata sang big Bos.


"Dialah pemuda yang selama ini berada di belakang kehancuran kelompok Mr Budiman!" terang sang Big Bos.

__ADS_1


"Dulu aku juga sudah berpesan pada kalian untuk berhati hati menghadapi pemuda pemuda ini! tetapi kalian terlalu meremehkan dan tidak mendengarkan peringatanku!"


__ADS_2