
malam itu seluruh penghuni padepokan bergegas naik ke puncak gunung Ungaran.
Sudah cukup lama Tirta Bayu dan Adnan tidak mengikuti latihan padepokan yang memang selalu di lakukan di atas puncak gunung Ungaran.
Tirta , Bayu dan Adnan tampak bersemangat mengikuti latihan di puncak gunung Ungaran ini.
Latihan kali ini di pimpin oleh Mbah Hardjo.
Mawar juga tampak bersemangat mengikuti pendakian ke puncak gunung Ungaran ini!
Demikian juga dengan sepasang pedang iblis yaitu Tan Siang Ki dan Tan siang wi .
Sebagai penghuni baru padepokan mereka benar-benar suka dengan cara- cara pelatihan di padepokan ini.
Apalagi segenap penghuni padepokan ini rata-rata punya ilmu kanuragan yang mumpuni dan berbeda dari padepokan-padepokan di luar sana.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di sebuah tanah yang cukup lapang di puncak gunung Ungaran yang memang selalu dipergunakan untuk berlatih bagi mereka para penghuni padepokan ini .
Dan beberapa saat kemudian mereka melakukan pemanasan sebentar dan di lanjutkan dengan latih tanding.
kemudian kang Damar melakukan latih tanding dengan bang Leo,
Mereka sudah sering melakukan latih Tanding seperti ini.
Beberapa saat kemudian terlihatlah bagaimana bang Leo sudah sangat maju dalam olah Kanuragan nya .
Tampaknya Mbah Hardjo sudah mulai mengajarkan olah tenaga batin pada Bang Leo!.
Mbah Hardjo sudah mulai bisa menilai sifat sifat bang Leo, sehingga Mbah Hardjo sudah percaya sepenuhnya pada bang Leo.
Ketika latih tanding mulai panas, maka terlihatlah bagaimana kang Damar mulai tidak sanggup menghadapi sepak terjang dari bang Leo!
Tampak kang Damar mulai keteteran dengan sepak terjang dari bang Leo!
Dan keduanya segera berhenti ketika tampaknya kang Damar sudah tampak mulai kelelahan.
Berikutnya giliran si Siang mo kiam yang menunjukkan kemampuan mereka!
Berdua kakak beradik ini menunjukkan kemampuannya..
Dan semua penghuni padepokan. kecuali Tirta Bayu dan Adnan serta Mawar tampak kaget dengan kemampuan si sepasang pedang Iblis ini..
Pedang keduanya benar-benar sudah diluar jangkauan penalaran manusia biasa..
Dan memang kemampuan keduanya sendiri di negara asalnya, sudah sangat sulit di cari banding nya! bahkan di masa lalu pendekar yang mampu menguasai pedang sampai tingkat menyatu dengan pedang dan mampu mengeluarkan kiam Ki hanya ada beberapa saja!
Dan sekarang semua penghuni padepokan dapat melihat bagaimana sebuah pedang seakan akan hidup dan menyatu dengan pemiliknya!
"Uhh,, luaarrr biasaa! " seru bang Leo!
Walaupun dia sendiri sudah luar biasa, akan tetapi melihat kemampuan bertarung dan menguasai ilmu pedang dari kakak beradik ini sungguh hebat dan luar biasa sekali..
__ADS_1
Keduanya tampak Ingin juga menunjukkan kemampuan mereka berdua ! walaupun mereka juga tahu kemampuan mereka juga masih belum bisa mendekati kemampuan dari Tirta jayakusuma! pemuda yang telah menundukkan mereka!
Eyang Pandu dan Mbah Hardjo pun tak menyangka dengan kemampuan yang luar biasa dari si sepasang pedang iblis ini..
Pohon-pohon di sekitar arena pun bertumbangan karena terpotong terkena kiam Ki dari keduanya!
Dan yang menjadi pertanyaan dari Eyang Pandu dan Mbah Hardjo sekarang adalah....
Seberapa kuat Tirta jayakusuma sekarang ini, sehingga bisa menundukkan si sepasang pedang iblis (Siang Mo Kiam) dari negeri Tiongkok ini?! batin kedua orang tua ini.
Dari kemampuan yang di tunjukkan si sepasang pedang iblis ini, tampaknya belum ada penghuni padepokan ini yang sanggup bertahan jika harus berhadapan dengan kedua kakak beradik Tan Siang Ki dan Tan Siang Wi ini.
Dan mungkin hanya bang Leo yang mungkin sedikit bisa mengimbangi permainan pedang dari salah satu Siang Mo Kiam ini.
Akhirnya untuk mengobati rasa penasaran nya Eyang pandu dan Mbah Hardjo ikut turun ke gelanggang, menguji Tirta Jaya Kusuma secara langsung!
Pertarungan antara dua dedengkot ilmu Kanuragan menghadapi anak didiknya segera berlangsung seru!
Tirta di minta oleh kedua orang gurunya untuk menunjukkan hasil latihan nya dalam menguasai aji Suryo Dahono tingkat ke dua di kawah Gunung Ijen.
Dan alangkah terkejut dan gembira nya kedua orang tua ini begitu mengetahui peningkatan ilmu Kanuragan secara keseluruhan yang telah di kuasai oleh Tirta Jaya Kusuma.
Beberapa saat keduanya sudah keluar dari arena pertarungan, karena tampaknya mereka sudah mulai keteteran dan kedodoran!
Nafas memburu dan tersengal sengal!
Maklum nafas tua!
Berikutnya Bayu, Adnan , Tomy serta Mawar yang turun dalam gelanggang latih tanding?"
Ternyata kemampun dari Bayu dan Adnan sudah meningkat dengan pesat nya dan demikianpun dengan Tomy.
Sedangkan Mawar pada malam itu hanya menunjukkan kemampuannya yang biasa- biasa saja! takutnya kalau dia menunjukkan aji Gendamnya bisa-bisa seluruh penghuni dari padepokan ini menjadi jatuh cinta padanya! kan jadi merepotkan juga....
Sedangkan Irman tidak mau menunjukkan kemampuan kanuragannya karena setiap harinya dia tidak berlatih Kanuragan!
Dia hanya ikutan kesana kemari untuk menguatkan badannya saja karena kemampuannya memang tersembunyi dibalik keceriaan dan tingkah konyolnya.
Malam itu mereka kembali turun kembali ke padepokan setelah lewat dari tengah malam..
***
Pagi itu, Bayu berencana mengunjungi juragan cantik Latifah yang sekarang sudah resmi jadi istrinya..
Sedangkan Tirta dan Adnan berangkat ke kampus mengikuti perkuliahan seperti biasa..
Sedangkan Mawar lebih banyak menggunakan waktunya untuk berjalan jalan berkeliling di sekitar kota Semarang bersama si sepasang pedang iblis, terkadang juga dengan bang Leo!
***
Waktu berlalu dengan cepat!
__ADS_1
Tanpa terasa Usai sudah ujian semester.
Tirta, Bayu dan Adnan Sudah akan memasuki libur semester setelah beberapa waktu yang lalu mengikuti ujian semester , dan hasilnya nilai mereka jeblok! karena ada beberapa mata kuliah yang absensi nya parah ! sehingga sang dosen pengampu menolak memberikan nilainya!
Karena dalam mata kuliah ini cukup disipilin dan ketat!
Dinda, Nani dan Tia tidak bisa mencuri absen buat Tirta, Bayu dan Adnan!
Dan parahnya lagi sang dosen ini merupakan pengampu dua mata kuliah sekaligus!
Atas saran dari Iza yang memang lebih berpengalaman. Tirta, Bayu dan Adnan di sarankan untuk berkunjung ke rumah sang dosen untuk meminta tugas tambahan agar nilai mereka bisa dikeluarkan!
Sebenarnya Tirta, Bayu dan Adnan sudah berusaha menghubungi dosennya ini melalui WhatsApp chating maupun video Call! akan tetapi selalu ditolak oleh sang dosen dan disarankan untuk mengulang lagi di tahun depan!
Dan Hari itu setelah mereka mendapatkan alamat dari sang Dosen yang ternyata bernama
ibu Devania,...
Malam itu setelah lepas Magrib.
Tirta, Bayu dan Adnan meluncur mengunakan Alphard hitam mereka menuju ke arah rumah sang ibu dosen di daerah Semarang timur..
Sebelumnya mereka mampir dulu di toko roti langganan mereka di Tlogosari! Toko Roti Virgin... yang memang sudah menjadi ikon kota Semarang dalam memenuhi kebutuhan roti yang murah meriah dan berkelas!
Ternyata rumah dari Bu Dosen ini ada di komplek perumahan dekat toko roti ini.
Dan setelah dari toko roti ini, Mereka sejenak berputar putar dan bertanya kesana kemari mencari letak rumah Bu Devania ini..
Baru setelah bersusah payah selama kurang lebih setengah jam, mereka segera mendapati sebuah rumah mungil yang tampak bersih dan terawat dengan pagar rumah berwarna krem dengan hiasan lampu taman di kedua sisi pagarnya serta tanaman-tanaman hias yang tampak terawat di halaman rumah.
Mereka segera memarkir mobil Alphard hitam itu di jalanan yang agak luas di komplek itu agar tidak menggangu pengguna yang lain.
Ketika mereka sampai tampaknya sedang ada tamu di sana!
Tirta, Bayu dan Adnan tampak ragu ragu dan berdiri di luar pagar rumah Bu Devania.
Setelah seorang pria muda yang tampak nya tamu bu Devania itu keluar dari rumah mungil tersebut,
Tirta,.Bayu serta Adnan kemudian memasuki halaman karena pagar yang masih terbuka dan tampak seorang gadis muda berambut lurus sebahu berdiri memandang kearah kepergian pria muda tersebut.
Wajahnya tampak suram dan ada gurat gurat kesedihan di sana.
"Selamat malam mbak,, ,!", sapa Tirta, Bayu dan Adnan kompak
Karena suasana malam dengan lampu yang temaram di teras rumah tersebut jadi Tirta, Bayu dan Adnan hanya bisa melihat postur tubuh dari gadis dewasa yang indah mempesona di depannya ini!
Sang gadis kemudian mengalihkan pandangan nya yang tadi fokus memandang kepergian pria muda tadi kini memandang tiga pemuda yang barusan masuk ke halaman rumahnya ini.
"Si,,, siapa kalian?!" kata si Gadis sangag kaget karena dia tidak mengetahui kapan tiga pemuda ini masuk! dan tiba tiba saja sekarang sudah berdiri di depannya!
Begitu Tirta, Bayu dan Adnan sudah berada dekat dengan si gadis , Mereka bertiga tampak terkejut sekali..
__ADS_1
"Bu,,, bu,,,, Bu Devania!" kompak Mereka bertiga tergagap gagap!
Ternyata gadis muda ini ternyata adalah Bu Devania yang sedang mereka cari- cari!