
Sementara itu kelompok bang Leo yang melintasi puncak gunung Ungaran kemudian turun melalui jalur Sidomukti dan sampai ke Villa yang di gunakan oleh kelompok Cakar Iblis.
Dengan bantuan kakek google posisi Villa segera ditemukan.
Leo dan kawan kawan masuk melalui pagar tembok belakang yang cukup tinggi.
Setelah memasuki vila dari halaman belakang, suasana terasa lengang tanpa seorangpun penghuni.
Dari halaman belakang, bang Leo, kang Damar, Mawar, Irman dan Tomy segera bergerak memasuki ruangan dalam Villa yang ternyata cukup luas ini.
Ketika mereka masuk kedalam, terlihat dua orang sedang berjaga di depan sebuah kamar.
Dua orang penjaga ini terkejut ketika dilihatnya beberapa orang memasuki villa itu dari arah belakang,!
Siapa kalian! " seru salah seorang diantar dua penjaga yang segera menyerang Leo dengan cakarnya yang berwarna hitam.
Dengan satu gerakan menghindari yang ringan Leo sudah berhasil menghindari sabetan cakar besi dan dengan gerakan cepat pula bang Leo sudah berhasil melukai tangan kanan penjaga ini yang memegang cakar besi di lanjutkan dengan cepatnya bang Leo sudah menyerang penjaga yang satunya lagi.
Pisau lengkung atau kerambitnya dengan mudah melukai dada si penjaga ..
Kedua penjaga tersebut hanya bisa merintih kesakitan dan jatuh terduduk.. darah mengucur dari luka luka yang di akibatkan oleh serangan pisau lengkung bang Leo.
Bang Leo segera membuka pintu ruangan kamar yang di jaga kedua orang anggota cakar iblis ini.
Begitu pintu kamar terbuka, tampak lah seorang wanita di ikat di atas ranjang dengan kedua tangan dan kedua kakinya terikat dalam keadaan tidur.
Kondisinya sangat mengenaskan dengan rambut awut awutan dan pakaian robek robek disana sini.
Mawar segera bergerak cepat membebaskan ikatan tangan dan ikatan kaki dari gadis tawanan ini.
__ADS_1
"Apakah kamu Bu dosen Devania, dosennya Tirta, Bayu dan Adnan ?" tanya Mawar pada gadis ini..
Gadis yang tampak masih shock dan bingung hanya bisa mengangguk pelan..
"Kami adalah kawan kawan Tirta jaya Kusuma , Bayu serta Adnan! " terang Bu Devania.
"Bu Deva sudah Aman sekarang!" lanjut Mawar.
"Ayo kita bergerak ke depan, tampaknya Tirta jaya Kusuma sedang bertarung di halaman Villa ini!" ajak bang Leo!
Mereka segera bergerak menuju keluar Villa, dimana terdengar suara-suara yang menunjukkan sedang adanya pertarungan yang sangat seru!
Ketika sampai di halaman villa ini, terlihatlah pertarungan yang sangat seru!
Dua bayangan saling serang dan saling terjang dengan cepatnya, berkelebatan cepat.
"pertarungan sudah hampir selesai!" Bisik kang Damar pada bang Leo.
***
Sementara itu,
Pertarungan sudah berlangsung hampir dua jam. Udara semakin panas saja di sekitar arena pertarungan
Peluh sebesar jagung menetes dari leher dan dagu Patrik..
Dia sudah mengerahkan tinju Maut andalannya dengan kekuatan puncaknya, akan tetapi tiap kali terjadi benturan selalu saja Patrik terpental kebelakang dan lengannya terasa seperti terbakar dan ngilu yang amat sangat!
Kepalan besarnya selalu saja tergetar seperti bertemu dengan palu Godam yang sangat kuat.
__ADS_1
Tinju Maut nya seperti palu karet saja ketika membentur telapak tangan terbuka dari Tirta jaya Kusuma.
Lambat laun rasa panas yang diakibatkan oleh benturan dengan Tirta Jaya Kusuma semakin tidak tertahankan.. hingga suatu saat ketika terjadi benturan yang sangat hebat..
"Duarr,,,, !"
Patrik terpental ke belakang dan jatuh di halaman dengan kerasnya!
"Blammm!" tubuh Patrik yang tinggi dan besar seperti layang-layang putus benang!
Jatuh berdebam dengan keras nya!
Wajahnya pucat pasi! darah kental keluar dari mulutnya..
Tapi Patrik tampak tersenyum!
"Sungguh hebat,,, sungguh hebat !" seru Patrik.
"Aku puas bisa berkelahi dengan mu Tirta jaya Kusuma!
Aku bisa merasakan pertarungan yang benar benar luar biasa ini!" seru Patrik menggunakan sisa-sisa tenaganya yang mulai melemah!
"Lain kali aku ingin bertarung lagi dengan mu lagi!" lanjut nya makin lemah saja. Setelah berkata demikian Patrik tampak terkulai ! tampak nya Patrik sudah jatuh pingsan.
"Patrik boleh kalah, sekarang giliranku yang menghabisimu Tirta jaya Kusuma!" seru Ujang sang pemimpin cabang Bandung dari organisasi cakar Iblis ini!
Ya Ujang ini adalah pimpinan cakar iblis dari wilayah Bandung dan sekitarnya.
" Ayo,. semua maju ! " seru Ujang pada anggota cakar Iblis yang ada !
__ADS_1
Empat orang anggota cakar iblis bersenjatakan cakar perak, Udin, Aksan dan seorang anak buah Ujang dan seorang anak Patrik serta beberapa anggota lain dengan tingkatan yang lebih rendah tampak mulai bergerak mengepung Tirta jaya Kusuma dan kawan kawannya..
Tirta jaya Kusuma, Bayu, Adnan dan dua bersaudara sepasang pedang iblis siang mo kiam terkepung di tengah tengah orang orang cakar iblis ini!