
"Hati- hatilah Angger Tirta, angger Bayu dan Angger Adnan, langkah kaki kalian masih jauh..!"
"Ilmu-ilmu kalian sudah sangat hebat, tinggal lebih mendalami dan mematangkannya saja !" pesan kyai Wonokerti.
Malam itu Kyai Wonokerti memberikan banyak wejangan pada mereka bertiga.
***
Tirta, Bayu dan Adnan sampai di tenda ketika malam masih gelap.
Begitu masuk tenda, Ketiganya langsung terbang ke alam mimpi.
Pagi itu Tirta bangun terlebih dahulu daripada Bayu dan Adnan.
Mata nya masih terasa berat, akan tetapi sudah kebiasaan untuk bangun dan melaksanakan ibadah di waktu fajar.
Begitu terbangun alangkah terkejutnya Tirta ketika matanya tanpa sengaja menatap salah satu sudut tenda!
Ternyata di salah satu sudut tenda itu telah duduk seseorang ..
"Sudah bangun mas Tirta,,!?" sapa orang itu yang ternyata bersuara lembut merdu dan membuat mabuk siapa saja yang mendengarnya.
Tirta sudah sangat hafal dengan suara ini!
Mawar ,,, ! ya mawar ,,, sosok wanita yang paling di takuti oleh Tirta Jayakusuma!!
"Ma,,, mawar ,, mbak Mawar!?"
"Aaa,, aadaa ,,, aapaaa mbak !?" seru Tirta Kaget setengah mati melihat keberadaan wanita yang sangat di takutinya ini sudah berada di dalam tendanya!
Spontan Tirta segera menggeser tubuhnya dan menjauhi Mawar sambil menyambar handuk yang tergantung di tali yang melintang di dalam tenda itu...
Kebiasaan Tirta, Bayu dan Adnan ,,,kadang tidur hanya memakai ****** ***** atau kolor saja atau kadang bertelanjang dada!.
Ini adalah kebiasaan lelaki pada umumnya! tak terkecuali tiga pemuda ini.
Dan di tambah kebiasaan alami pemuda-pemuda yang selalu saja terjadi di pagi hari....
Adik,,, kecil mereka selalu bersitegang ..
"Mas , itu handuknya kenapa bisa gerak - gerak sendiri yaa??!" celetuk Mawar yang dari tadi menyaksikan kesibukan Tirta..
Tirta segera menyadari ada yang tidak beres dengan adik kecilnya!
Tirta sangat malu sekali wajahnya memerah seperti kepiting rebus!
"I,,ii ni... iii nii,,,,!??" Tirta sampai gagap.
Hi, hi, hi,,,,.......Mawar tertawa geli melihat hal yang memalukan dan konyo ini...
Ternyata Tirta Jayakusuma yang sangat hebat ini bisa juga menjadi konyol abis!!!!
"Maaf,,,, maaaf seru Tirta kaget, dan segera berbalik arah ..
Setelah agak mereda protesnya sang adik kecil....
"Ada apa mbak Mawar kemari!?" tanya Tirta Jayakusuma.
"Mbak kan sudah bilang pada mas Tirta, kalo mbak ingin berbicara dengan mu mas Tirta Jayakusuma ,,!" jawab Mawar geregetan..
__ADS_1
"Aku masih terluka mas Tirta, akibat pukulan-pukulan mu kemarin, juga aku terluka oleh perlakuanmu pada mbak !" bisik Mawar lembut dan ada kesedihan di sana.
"Lihatlah ini,!" bisik Mawar yang segera membuka baju di bagian pinggang nya yang ramping,,
"Eh,, eh jangan di buka mbak!" seru Tirta..
Tapi tetap saja Mawar membuka baju dan menunjukkan nya pada Tirta.
Terlihat luka seperti luka bakar di pinggang ramping dan putih itu.
"Juga ini,, Mawar kemudian membuka kancing baju bagian atas, sehingga memperlihatkan pangkal lereng gunung yang masih belum terjamah oleh tangan tangan kasar!...
Di lereng gunung itu terlihat bekas terbakar yang cukup nyata, menodai lereng gunung kembar itu!
Tirta tampak memejamkan matanya!
"Lihatlah akibat dari perbuatanmu mas Tirta Jayakusuma!" lanjut Mawar.
"Lihatlah ini,, apakah mas Tirta tega membiarkanku terluka,, ?" lanjut Mawar lagi..
"Aku janji tidak akan menggoda mas Tirta , aku datang kemari karena aku sayang pada mas Tirta,, dan aku menyesal dengan apa yang telah aku lakukan pada mas!" terdengar suara Mawar yang lembut mendayu.
Katanya tak akan menggoda, tapi setiap kata dan tingkah laku Mawar membuat siapapun akan tergoda.
Dengan kata-kata lembut Mawar berusaha mengambil hati Tirta Jayakusuma.
Dalam keadaan bingung dan bimbang, mendadak penutup tenda bagian depan terbuka!
Tampak seraut wajah cantik tapi terkesan angkuh dan sombong sudah nongol di depan tenda..
"Intan! ?" seru Tirta..
Sebaliknya Mawar terlihat lebih tidak senang dengan kehadiran gadis ini..
"Ada apa wanita jal**ng ini kemari!" seru Intan ketus!
"Huh, tajam juga mulut mu gadis kecil!" balas Mawar.
"Sudah,,sudah jangan bertengkar!" kata Tirta pelan.
kemunculan Intan seakan menjadi penyelamat bagi nya.
"Masuklah Intan," kata Tirta mempersilakan Intan untuk masuk.
Lega rasa hatinya Tirta.
Beban yang menindih dadanya hilang sudah..
Intan segera duduk di dekat Tirta..
Menggunakan kesempatan ini Tirta segera membangunkan Bayu dan Adnan....
Setelah Bayu dan Adnan bangun, merekpun terkejut dengan keberadaan wanita cantik ini di dalam perkemahan mereka.
"Eh,,, Subuh-subuh kalian sudah sampai di sini,, napa nggak tadi malem aja! biar bisa nemenin kami tidur! celoteh Bayu menggoda dua wanita cantik ini.
"Tadi malem kan aku sudah mau tidur sama kalian,, eh Kalian malah lari terbirit-birit kan! jawab Mawar menggoda...
Tirta, Bayu dan Adnan kemudian berlalu untuk melaksanakan sholat Subuh.
__ADS_1
Sengaja Tirta berlama lama untuk memikirkan rencana menghadapi Mawar yang berduri ini..
Setelah beberapa saat kemudian Tirta dengan mengajak Bayu dan Adnan menemui mawar dan Intan..
Dengan menguatkan hatinya Tirta kemudian memeriksa keadaan Mawar..
Dada yang setengah terbuka, sungguh indah dan menarik untuk di pandang!!
"Ehm, ehm,,..
Tirtaaa,,!!" seru Bayu mengingatkan .
"Iya,,, iya Bay,,!" Kaget bukan buatan si Tirta ini..
Hampir saja konsentrasi nya kembali pecah.
Beberapa saat setelah memeriksa ..
Ternyata luka-luka yang di akibatkan pukulan nya tidaklah seberapa berbahaya karena tampaknya sudah mendapatkan perawatan oleh orang lain..
Tirta segera menyadari bahwa ada maksud lain dari Mawar yang berbahaya ini..
"Sudah mbak Mawar, luka-luka mbak Mawar sudah tidak berbahaya lagi.. kata Tirta,,,
Maaf mbak Mawar kami sedang bersiap-siap untuk pulang jadi aku tidak bisa menemani mbak Mawar,,!" kata Tirta lembut .
Tirta memang ingin mengusir Mawar secara tidak langsung .
"Iya mas Tirta, sekalian aku bantu membereskan bawaan mas Tirta ya." jawab Mawar yang tampaknya memang ingin bertahan di situ..
Tirta jadi tambah bingung ngadepin Mawar ini..
"Huh, wanita tidak tahu malu!" celetuk Intan pedas !
Mawar hanya tersenyum tipis mendengar celetukan Intan ini.
"Ayo aku bantu beresin barang barang kalian!" kata Mawar sambil berdiri ..
"Ah tidak usah mbak ,," jawab Tirta terkejut,, begitupun Bayu dan Adnan..
Dan tiba- tiba saja Mawar sudah berada di tempat baju baju yang berserakan dan cd cd(under wear) yang tergantung tak karuan di sudut tenda itu.
Tanpa merasa jijik jari jemari halus itu sudah melipat baju maupun dalaman yang berserakan tak karuan itu..
Bayu dan Adnan sampai melongo!!! takjub...Dan mereka tak bisa berbuat apa-apa.
Intan yang melihat ini menjadi merasa iri dengan tindakan Mawar yang terlihat sangat familiar dengan pekerjaan lipat melipat ini.
Tirta, Bayu dan Adnan hanya bisa terpaku, dalam sekejap saja semuanya sudah di bereskan dengan rapi oleh wanita cantik ini .
Hari ini Tirta akan melakukan perjalanan menuju Tengger. Mahardhika dan anak buahnya kini mendapat kawan kawan baru dan akan menuju padepokan Watu Gunung.
Ketika Tirta sudah selesai membereskan tendanya, ternyata Mawar masih menunggu di situ, sedangkan Intan yang kalah luwes, lama-lama merasa jengah dengan sendirinya, akhirnya pamit meninggalkan Tirta dan kawan-kawannya.. dengan sebelumnya saling bertukar nomor ponsel.
Dalam suatu kesempatan Mawar benar-benar menyatakan bahwa dia tidak akan menganggu Tirta dan hanya ingin bersahabat dengan Tirta dan kawan-kawannya saja..
"Entah mengapa setelah mengenal lebih dekat dengan kamu, aku merasakan hidupku selama ini sudah salah jalan! Perbuatan jahat, kotor, telah aku jalani!" kata mawar dalam suatu kesempatan berdua saja dengan Tirta.
"Kamu adalah pemuda polos, lugu juga baik...!"
__ADS_1
"Belum pernah sebelumnya aku mengenal pemuda seperti mu mas Tirta..