Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Bos Diky


__ADS_3

Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul empat sore.


Tirta, Bayu dan Adnan segera bergegas kembali ke kampus!


Dan Dinda ternyata ikutan pula dengan membonceng motor Tirta yang sekarang tidak butut lagi!


Beberapa hari ini, Dinda tampak bahagia karena Tirta Jaya Kusuma selalu ada untuk dirinya.


Mereka sampai di kampus pukul lima kurang tiga puluh menit.


Setelah memarkirkan motor-motor mereka di tempat parkir kampus. Berempat mereka menuju kantor bu dosen Devania.


Dinda menunggu sendirian di bawah pohon Angsana tempat dimana Tirta, Bayu dan Adnan tadi menunggu!


Tirta , Bayu dan Adnan segera memasuki ruangan dosen tersebut.


Ternyata di ruangan itu sudah kosong tinggal Bu Devania saja yang masih duduk diam.


Mereka bertiga segera mendekati meja tempat Bu dosen Devania.


"Sore Bu Devania, kami kemari lagi Bu! sesuai perintah dari Bu Devania!" kata Adnan di buat sehalus mungkin.


Bu Devania tampak diam,!


pandangannya lurus ke depan... tapi dia seperti orang yang sedang linglung..


"Sore Bu Devania! " ulang Adnan lagi.


Kali ini Bu Devania tampak tergagap dan segera bangun dan tersadar dari keadaannya!


"Iya,, sore,, !" jawab Bu dosen ..


"Kalian kan saya suruh jam lima sore kan?! ini belum ada jam 5 sore! silakan tunggu di luar dulu!" kata Bu Devania cuek


Tirta, Bayu dan Adnan tampak terkejut,,, Sungguh keterlaluan dosen yang satu ini! pikir mereka dalam hati.


Dengan langkah putus asa, ketiganya berjalan keluar dari ruang dosen..


Diluar tampak Dinda memandang heran pada ketiga nya.


"Loh, ngapain kalian langsung keluar???" tanya Dinda..


"Ini, dosen bener-bener keterlaluan, tadi kita di suruh kemari jam lima! lah ini jam lima kurang dikit, dia tetap minta jam lima tepat! " jawab Adnan dengan muka keruh.


"Ya udah kita tunggu sebentar sampai jam lima tepat! Ndak papa bentar lagi kok!" Tirta berusaha menyabarkan kawan-kawannya!.


Beberapa saat kemudian , ketika waktu menunjukkan pukul lima kurang dikit, ketiganya sudah berdiri dan bersiap melangkahkan kaki ke dalam ruangan dosen, mendadak seorang pria muda berjalan cepat memasuki ruangan dosen tersebut.


Dan beberapa saat kemudian terdengar suara pertengkaran di dalam ruangan dosen!


Tirta, Bayu dan Adnan serta Dinda tampak saling pandang! mereka tampak ragu-ragu untuk memasuki ke ruang dosen tersebut.


Dan sesaat kemudian terdengar suara bentakan dan seperti suara tamparan dan di ikuti suara tangis seorang wanita!


Tirta, Bayu dan Adnan segera bergegas untuk melihat apa yang terjadi!


Terlihat Bu Devania sedang menangis dengan seorang pria muda yang tadi masuk berusaha untuk menarik dan menyeretnya keluar!


Bayu segera mendekat sambil berseru,


"Ehh,, ehh, mas, lepaskan Bu Deva!" seru Bayu..


"Heh anak gendut! jangan ikut campur urusan kami ya! " bentak pria muda itu sambil terus menyeret Bu Devania..


Tapi langgkah pemuda itu segera terhenti manakala Bayu dengan tubuh besar nya menghalangi langkah pria muda tersebut!


"Eh, aku bilang jangan ikut campur urusan kami! bentak pria muda tersebut..


"mau berlagak jadi jagoan ya! atau berlagak jadi pahlawan!?" gertak si pria muda tersebut..


"Hmm, tidak mau mundur juga tampaknya! seru pemuda itu seraya melayangkan sebuah pukulan lurus ke arah perut Bayu yang Segede gentong itu.


"Bug...!" pukulan cukup keras menerpa perut besar Bayu,,,!


Tapi Bayu tampak cuek saja! sepertinya tidak merasakan pukulan dari pemuda itu..


Selanjutnya Bayu mengibaskan tangan kanannya yang segede batang pisang itu.


Dan..!

__ADS_1


"pannng!! ... Gubrak..!"


Tubuh si pemuda dengan telak tergampar oleh tangan besar Bayu dan langsung jatuh menabrak meja yang ada di sebelahnya!


Dan sialnya bagi si pemuda, hidungnya terbentur oleh pinggiran meja!


Darah segar muncrat dari hidungnya!


"Aduh,,, duh,, sialan kalian!" seru sang pemuda sambil memegangi hidungnya yng mengeluarkan darah segar!


Dia segera bangkit dan pergi dengan marah- marah!


"Awas kalian ya,, urusan ini tidak akan berhenti sampai disini!" ancamnya menutupi kelemahannya.


Beberapa saat terlihat Bu Deva masih menangis sedih, sambil menutupi wajahnya dengan kedua belah tangannya yang berjari lentik!


Tirta, Bayu dan Adnan tampak menunggu di depan Bu Deva, sedangkan Dinda tampak berusaha menenangkan dosen cantik tersebut!


Setelah reda tangisnya!


Bu Deva tampak menarik nafas panjang ..


Dia tampak berdiam saja sambil menunduk kan wajahnya yang tampak sedih dan murung!


Sirna sudah kesombongan dan kejudesannya yang tadi di tunjuk kannya pada Tirta, Bayu dan Adnan!


"Maaf Bu Deva, sebaiknya ibu pulang dulu, buat nenangin hati! lagian hari Sebentar lagi gelap!" saran Tirta.


Bu Deva mengangguk lemah!


Sebaiknya aku temani pulang Bu, saya khawatir ada apa- apa di jalan!",, Tirta menawarkan bantuan nya..


Bu Deva tampak diam saja.


Kelihatan sekali dirinya masih shock dengan kejadian yang menimpa dirinya barusan..


Dengan begitu, Tirta paham, kalau Bu Deva tidak keberatan menerima tawaran Tirta Jaya Kusuma!


Tirta segera membimbing Bu Deva berjalan menuju tempat parkir mobil


"Ayo, kita antar Bu Deva sampai rumah nya.!" kata Tirta pada Bayu, Adnan dan Dinda.


Mereka tampak tidak keberatan sama sekali!


Mereka kemudian masuk ke mobil kecil milik Bu Deva!


Adnan yang bertugas sebagai Driver, dengan Bayu di sampingnya. Sedangkan Bu Deva di kursi belakang bersama Tirta dan Dinda..


Semalam Tirta, Bayu dan Adnan sudah ke rumah Bu Devania, jadi Adnan langsung menuju arah rumah Bu Deva tanpa bertanya lagi.


Beberapa saat ketika mobil yang di kendarai oleh mereka melintasi jalanan yang agak sepi, mendadak ada mobil yang mendahului dan berhenti tepat di depan mereka!


Adnan tampak tak mampu mengendalikan mobilnya!


Alhasil benturan tak dapat di elakkan!


Dan,.....


"Bruakkkk!!....


Moncong mobil menghantam pantat Pajero !


Mobil Bu Deva seketika ringsek bagian kap mesinnya..


Kaca depan mobil pecah berhamburan !


Adnan dan Bayu sigap mengerahkan ilmu kebalnya!


Tirta juga dengan sigap melindungi kedua gadis di sampingnya dengan tenaga batin..


Bu Deva dan Dinda serentak menjerit ketakutan..


Otomatis Dinda dan Bu Deva memeluk Tirta, karena walaupun posisi Tirta di pinggir dekat pintu dan Bu Deva di Tengah, ketika terjadi benturan Tirta langsung bergerak cepat melindungi keduanya.


Beberapa pria kekar tampak keluar dari mobil Pajero di depan yang ditabrak oleh Adnan..


Begitupun Adnan dan Bayu segera saja keluar dari mobil yang ringsek ini!


Tampak nya beberapa ini bermaksud tidak baik..

__ADS_1


Mereka tampak menggunakan tongkat besi sepanjang setengah meter.


Seseorang yang terdekat tanpa basa basi langsung memukulkan tongkat besinya ke arah Adnan.


Adnan hanya menggeser sedikit tubuhnya kesamping maka tingkat itu sudah lewat begitu saja,


orang itu tampak tidak mau berhenti begitu saja, dia segera mengayunkan tongkat kembali dengan gaya membabat seperti menggunakan pedang!


Tapi dengan mudah nya Adnan menangkap tongkat itu dan dengan mudah merebut nya dari tangan lawannya!


kawan-kawan dari orang ini tampak terkejut dengan kejadian ini!


Dan pada waktu hampir bersamaan terdengar deru motor yang datang dan berhentilah di sekitar tempat itu!


Ada kurang lebih sepuluh motor dengan dua puluh orang turun dari motor dan ikut mengepung Bayu dan Adnan!


Dan tiba-tiba saja seorang pria muda tampak memasuki kepungan itu..


Dan Bayu dan Adnan segera mengenali sebagai pria yang tadi sore telah mengganggu Bu Deva yang kemudian hidungnya berdarah-darah karena terbentur pinggiran meja!


Bayu yang mengenali pria muda ini kontan tertawa terbahak -bahak!


"Hua,,, ha, ha, ha.!!. he, he, he


sampai perutnya berguncang guncang keras!


Si pria muda ini tampak sangat marah di tertawakan oleh Bayu seperti ini..


"He,he,, mas! mas! cuman mimisan aja ngadu sama teman- temanmu! " seru Bayu dan kembali dia tertawa lagi dan kali ini sambil jongkok dan memegangi perutnya yang besar!


"Heh, bocah gendut gemblong! awas ya kalo kamu ketangkep akan ku jantur! biar kau terkencing-kencing mohon mohon ampun padaku! he he, he!" balas si pria muda ini..


"Sudah bos Diki, kita habisi bocah gemblong ini! " seru orang-orang ini yang tampak sudah tidak sabar untuk mengejar bocah gendut ini!


"Baik, baik, hajar mereka! " seru pria muda ini yang tampaknya merupakan Bos dari orang orang ini dan bernama Diky!


Serentak lima orang maju bersamaan sambil mengayunkan tongkat besi secara bersamaan kearah Bayu, sedangkan lima orang lagi Tampak mengerubuti Adnan!


Dan,,,


Tiba- tiba saja orang orang yang mengerubuti Bayu terpental hampir bersamaan..


"Brug, brug, brug ,brug, brug.!!!"


Lima- limanya terlontar jatuh sejauh tiga meteran dan menghantam aspal jalanan dengan pantat lebih dulu!


Mereka tampak menggeliat karena bokongnya terbentur aspal!


Sementara itu Dinda tampak sangat ketakutan!


Traumanya akan kekerasan kumat kembali!


Sedangkan Bu Devania walaupun tampak ketakutan di wajahnya, tetapi begitu dia melihat si pria muda yang ternyata memimpin orang-orang ini, keberanian dan keangkuhan nya tampak timbul kembali!


Dia tidak ingin para mahasiswa nya ini menjadi korban dari masalah antara dirinya dengan si pemuda yang bernama Diky ini!


Dan tiba-tiba saja Bu Devania sudah keluar dari mobil.


Tirta akhirnya juga ikut keluar dari mobil dengan membiarkan Dinda yang tampak menggigil ketakutan!


Tapi paling tidak Dinda aman-aman saja di dalam mobil kecil ini!


"Diky, jangan libatkan mereka dalam urusan kita!" seru Bu Devania.


"He, he, he,,, mereka sudah berani melawanku Deva!" seru Diky.


"Sekarang akan aku beri pelajaran pada mereka, siapa sebenarnya Diky ini!" seru Diky dengan sombongnya!


"Sudah Bu Deva, jangan tanggapi pria itu lagi," bisik Tirta dari samping Bu Deva.


"Jumlah mereka terlalu banyak mas!" kata Bu Deva tampak khawatir dengan ketiga mahasiswa nya itu.


"Jangan khawatirkan kami Bu Deva!" kata Tirta .


Ketika mereka sedang bercakap , mendadak orang- orang kembali menyerbu!


Kali ini sekaligus dua puluh orang bersamaan mengeroyok Adnan dan Bayu!


pertarungan dua lawan dua puluh orang segera terjadi!

__ADS_1


Jika dahulu sebelum beratih Kanuragan bersama Tirta jaya Kusuma , pastilah Bayu dan Adnan akan lari terbirit-birit.


Tapi kini dengan percaya diri Adnan dan Bayu dengan gagah berani menghadapi dua puluh orang penjahat yang mengeroyok mereka berdua!


__ADS_2