Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
hampir


__ADS_3

Tirta yang merasa ada yang tidak beres pada sikap Randi segera memutar balik mobilnya, kembali ke arah rumah Rani.


Ketika sampai di rumah Rani dia sempat menyaksikan mobil yang di kendarai Randi pergi meninggalkan rumah tersebut.


"Aku curiga akan gerak gerik Randi, Din !"


Mungkin dia akan melakukan hal hal yang tidak baik ," kata Tirta.


"Sebaiknya kita mengikuti mobil itu," kata Tirta.


"Iya, aku juga merasa ada yang tidak beres dengan Randi," kata Nadine..


Tirta dan Nadine segera mengikuti mobil didepannya. Untunglah mobil itu melaju tidak terlalu kencang, sehingga Tirta dengan mudah mengikutinya..


Tirta tidak begitu hafal akan jalan-jalan di Jakarta ini, kalau sampai kehilangan jejak akan sangat sulit untuk menemukannya kembali.


Setelah beberapa saat, mobil yang di kendarai Randi ternyata memasuki halaman sebuah rumah di kawasan yang agak jauh dari pemukiman penduduk..


"Kita berhenti disiani Nadine, aku akan akan memasuki rumah itu," kamu disini saja, kata Tirta pada Nadine..


"Iya Ta, tapi jangan lama- lama yaa, aku takut ,,kata Nadine..


"Iya, kamu tutup mobilnya rapat ya,," pesan Tirta pada Nadine untuk berjaga-jaga, jadi mobil sebaiknya di tutup.


Tirta segera mengendap-endap memasuki halaman , dan kemudian mendekati rumah besar itu.


***


Di dalam kamar tempat Rani di sekap.


Kedua pria tersebut segera keluar ketika terdengar langkah-langkah kaki mendekati kamar tersebut.


Di depan pintu kamar, kedua pria tersebut bertemu sang bos gendut dan botak .


"Sudah bos, gadis itu sudah kami ikat bos, biar mudah dan tidak berontak terus ," kata salah seorang dari dua pria itu.


"Ya , kalian sana jaga diluar dulu , tiba juga nanti kalian dapat bagian," kata sang bos gendut dan botak itu.


"Siap bos!" seru kedua pria itu.


Sang bos gendut dan botak segera memasuki kamar tempat Rani di sekap,, kamar itu cukup besar , terletak di lantai dua rumah besar itu dengan jendela menghadap ke halaman rumah.


Rani yang melihat sang bos botak memasuki kamar berusaha


melepaskan dari ikatan di tangan dan kakinya, tapi tampaknya ikatan kedua pria tersebut sungguh sangat kuat bagi Rani..


"Ha, ha , ha sungguh beruntung kali ini aku! serunya penuh kegembiraan dan nafsu..

__ADS_1


"Hmm, sungguh benar-benar cantik menarik!" dengan mata mesum dan pandamgan penuh nafsu bos gendut dan botak menatap tajam kearah Rani yang telentang dengan ikatan di tangan dan Kakinya...


Dia segera mendekati Rani dan duduk di pinggir pembaringan ,, tangannya segera melepas lakban yang menutupi mulut Rani.


Begitu mulutnya terbuka, Rani segera memohon.


"Tolong, jangan sakiti akuuu ...hu hu huu,, saking Takut nya Rani menangis histeris, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan menimpa dirinya .


"Jangan takut manis,, nikmati saja, kamu pasti tidak akan menyesal," kata si pria gendut dan botak itu ...


Dia segera meraih baju yang di kenakan Rani, dengan kasar ditarik nya baju yang di kenakan Rani hingga robek sehingga memperlihatkan bra merah muda yang di kenakan oleh gadis itu.


Pria gendut dan botak itu sampai melotot melihat ini, seketika tangannya meraih bra itu hingga sekarang terlihatlah dua gundukan kecil yang sangat menarik hatinya


Rani hanya bisa berteriak teriak..dan menangis,


"Laki- laki Bang**t, cabul,, jangan lakukan ini padaku ,,, ! huu huu huuu...


***


Tirta yang mengintip dari luar sangat terkejut ketika dilihatnya, ternyata Rani menjadi tawanan mereka.


Ketika Rani sudah dibawa dua pria keatas lantai dua,, Tirta segera bermaksud menerjang masuk , akan tetapi ternyata langkahnya di ketahui dua orang penjaga rumah,,


Hei, siapa kamu, seru dua orang penjaga tersebut,,


Tanpa menyahut Tirta langsung melayangkan pukulan sambil melompat cepat kearah kedua pria penjaga tersebut..


Tirta segera bergerak masuk ke ruang dalam, ternyata disana ada lima orang pria lagi dan Randi yang tampaknya sedang fly..


Mengetahui ada seorang pemuda memasuki markas mereka, salah satu penjaga segera berseru;


"Hei siap kamu! " seraya berdiri.


"Ooh aku kesini mau menghajar kalian semua," seru Tirta.


Mendengarkan perkataan ini para pria ini langsung tertawa terbahak bahak .


"Ha, ha ha,ha,, kamu ini siapa,,!? ngaca dong ngaca,,!" seru salah seorang pria itu .


"Tampaknya kamu kesasar kemari ya adek kecil... !" terlihat mereka sangat meremehkan sekali pada Tirta..


Salah seorang diantaranya segera mendekati Tirta, tangannya segera melayang bermaksud menggampar Tirta..


Tanpa menghindar, tangan Tirta segera menyambut tangan yang bermaksud menggampar nya, tangan itu begitu terpegang oleh Tirta langsung saja di tarik kedepan oleh Tirta sehingga orang tersebut langsung jatuh tersungkur. Begitu jatuh di samping Tirta , kaki sebelah kanan Tirta langsung menginjak dengan keras,,, leher belakang pria itu,,,


Seketika terdengar suara "kretek,,!" dan pingsan lah pria penjaga itu..

__ADS_1


Kejadian ini sangat cepat,, kawan-kawan si penjaga hanya bisa melongo karena terkejut..


Begitu mereka tersadar, mereka segera berteriak.


"Anak Gilaaa,, anak haram! kurang ajar!"


Keempat pria tersebut secara beramai-ramai memburu Tirta..


mereka bermaksud menghajar pemuda gila ini,,


Tapi tak di sangka , begitu mereka bergerak , meraka langsung terlempar jatuh beberapa meter jauhnya, dengan kaki patah ataupun terkilir..


Keempat-empatnya dalam waktu yang hampir bersaman terlontar dan jatuh menghantam perabot perabot di ruangan itu, sehingga menambah rasa sakit di badan keempat orang itu.


Dan pada detik berikutnya Tirta mendengar suara Rani yang berteriak-teriak dari lantai atas rumah itu..


Tirta secepat kilat munuju ke sumber suara Rani..


Begitu dia menemukan kamar dari suara Rani, Tirta langsung menendang pintu kamar itu dengan keras.


"Brak,!" satu tendangan langsung menghancurkan pintu kamar yang cukup kuat karena terbuat dari kayu yang cukup tebal.


Begitu pintu terbuka , Tirta di buat terkejut melihat pemandangan di depannya..


Sosok pria gendut dan botak tanpa baju, seperti bola daging sedang menindih Rani yang sudah hampir terlepas semua pakaiannya, tubuh putih Rani sedang berontak di bawah tindihan pria gendut dan botak ini.


Tirta sangat-sangat marah melihat kejadian ini.. tendanganya langsung menghajar pria gendut botak yang sedang menikmati tubuh di bawahnya,, pria itu langsung terlempar terbang menghantam dinding kamar.


pria itu seketika pingsan dengan sempurna.


Rani terlihat shock, air mata mengalir di kedua pipi nya..


Tirta segera bergerak cepat melepas ikatan di tangan dan kaki Rani. Begitu ikatan di tangan dan kakinya terlepas Rani langsung memeluk dan mendekap Tirta erat.


Tangisnya meledak di dada Tirta,,


"Trimakasih Tirta,, hu, hu, hu... Hampir saja aku kehilangan semuanya, hu...hu...hu..!"


Tirta menjadi gelagapan karena kondisi tubuh Rani yang hampir hampir telanjang bulat, tangannya tidak berani balas memeluk.


Tirta segera mendorong tubuh Rani dan memungut baju dan celana yang terhampar di lantai kamar, yang tampaknya milik pria gemuk dan botak itu.


"Pakailah ini Rani,, kata Tirta seraya mengulurkan baju itu ke arah Rani.


Rani segera menerima dan memakai baju itu yang tampaknya kebesaran,, tapi itu lebih baik daripada tubuh Rani yang indah itu di umbar umbar..


Setelah memakai baju yang kedodoran, Rani segera memeluk Tirta lagi, kali ini Tirta tidak menolaknya.. Dia menghibur dan Menenangkan Rani.

__ADS_1


Sudah Rani, semua sudah aku bereskan, bisik Tirta di telinga Rani..


Rani hanya bisa mengangguk,, tangis dan rasa syukur bercampur menjadi satu.


__ADS_2