
Di lorong sebelah kanan, para penyerang sudah di buat keteteran dengan sepak terjang Damar dan eyang Pandu, kedua-duanya seperti tidak punya lawan yang mampu mengikat mereka dalam satu lingkaran pertarungan.
Karena memang kemampuan lawan- lawannya masih jauh di bawah mereka.
Dalam sekejap salah satu lawan Damar sudah tergeletak, pingsan! Ketika Damar dengan serangan kilat berhasil menyapu kaki lawan sehingga terjatuh dengan keras di ikuti injakan di perut lawan, dan dalam waktu yang bersamaan pula eyang Pandu berhasil menendang pantat salah satu lawannya hingga terjerembab dan menghantam tembok hingga wajahnya bonyok dan jatuh tertelungkup dan tak mampu bangkit lagi..
Di sudut lain di area lorong hotel sebelah kanan, Dalam gelapnya ruangan, tiba- tiba ada seseorang yang memasuki arena pertarungan dan langsung menyerang kawan Jim yang posisinya berada dekat dengan tangga darurat, tampak nya orang itu muncul dari tangga
darurat..
Pukulannya cepat dan kuat langsung mengejar kawan Jim,, yang sedang bertarung dengan seorang penyerbu.
Dia yang masih sibuk menghadapi lawan tanpa disadari ada serangan mengarah dirinya dari samping!
Jim segera berteriak, keras memperingatkan kawannya.
" Udiiin...Awas di sampingmuu,,,??" teriak Jim memperingatkan kawannya ..
Teriakan memang di dengar oleh Udin, tapi sudah terlambat! jarak pukulan dengan dirinya hanya tinggal beberapa centi saja.
Dan..
"Desss,,,!!" pukulan orang itu menghantam kepala bagian kiri Udin yang membuat Udin terpuntir kepalanya dan jatuh seketika!
Darah keluar dari hidung dan telinga Udin, entah masih hidup atau mati si Udin Ini.
Detik berikutnya Jim dengan marah yang meluap- luap melompat meninggalkan lawannya,, Tanpa memperhitungkan kekuatan dirinya dan kekuatan lawan, dia langsung menerjang menyabetkan belatinya bergantian kanan dan kiri silang menyilang.
Seluruh kecepatan dan kekuatannya di kerahkan karena marahnya.
Serangan Jim benar- benar membabi buta, belati lengkungnya menyambar dari kanan ke kiri dan dari kiri ke kanan, akan tetapi tampak nya lawannya dengan gerakan enteng saja menghindari semua sabetan dari Jim...
Sementara lawan Jim yang ditinggalkan oleh Jim segera mengeroyok kawan Jim yang satunya lagi, segera saja kawan Jim jatuh dalam tekanan berat. Dan sesaat kawan jim sudah terluka di beberapa bagian tubuhnya, untunglah eyang Pandu dengan cepat datang untuk menyelamatkannya.
Jim yang kalap benar-benar mata gelap.. dalam pertarungan seperti ini adalah sangat penting untuk tetap berkepala dingin dan memperhitungkan segala langkahnya dengan matang..
Dan benar saja, dalam gebrakan berikutnya lawan Jim sudah berhasil menghantam bahu Jim dengan tangan petirnya!! Ya tampaknya orang ini adalah salah seorang Tiongkok yang di temui Leo tadi sore di lobi hotel mewah ini..
__ADS_1
"Bress,!!.." pukulan dengan kuat dan cepat sudah menghantam dengan keras bahu Jim, dan membuatnya terlontar ke belakang beberapa langkah, dengan menahan rasa nyeri yang diakibatkan bahunya yang bergeser dari tempatnya nya..belum sempat Jim berdiri tegak, si Tangan petir tanpa memberikan Jim untuk bernafas sudah melompat menyusuli dengan tendangan kilat yang menghantam ulu hatinya.
"Arghh,!" teriak Jim keras begitu tendangan yang cepat dan kuat menghantam ulu hatinya!
Kali ini Jim terbanting cukup keras di lorong hotel tanpa bisa bangun lagi.
Sementara Damar yang menyaksikan semua ini terlambat untuk memberikan pertolongan tepat waktu, karena perubahan di arena pertarungan benar-benar mendadak dan sangat cepat. Dia segera melakukan pukulan dengan sangat cepatnya pada lawan yang paling dekat dengannya, satu pukulan melingkar tanpa ampun menghajar kepala lawan tanpa bisa si hindarkan.. cukup satu pukulan saja lawan jatuh tanpa ampun
"Bopo Pandu, aku akan menghadang orang ini!" serunya pada eyang Pandu.
"Ambil alih lawan-lawanku Bopo!" seru Damar.
"Tampaknya orang ini sangat berbahaya, tambah Damar.
"Baik Damar!" seru eyang pandu yang segera mengumpulkan lawan-lawannya dalam kurungan nya. Kali ini eyang Pandu memghadapi tujuh orang sekaligus.
Damar dengan sigap melompat mendekati orang Tiongkok ini.
Damar segera disambut dengan pukulan-pukulan yang sangat kuat dan cepat.
Dua kekuatan gajah segera berbenturan, tampak kedua duanya terpental ke belakang beberapa langkah,,
Gaya bertarung mereka kali ini agak mirip karena warisan ilmu kanuragan dari para pendiri Nusantara ini kebanyakan menitik beratkan pada kekuatan tangan.. Sedangkan si tangan petir ini juga menitik beratkan pada kecepatan dan kekuatan pukulan tangan..!
Berbeda dengan temannya si kaki kilat yang mengutamakan kecepatan dan kekuatan tendangan.
Kedua duanya adalah jago yang pilih tanding, dari latar belakang ilmu beladiri yang berbeda, Benturan benturan keras segera terjadi. dengan masing-masing melambari dengan tenaga dalam yang berbeda..
Si tangan petir dengan iwekang (tenaga dalam) yang bersifat panas (yang) berhadapan dengan Damar yang menggunakan tenaga kebatinan yang di gali dengan mesu diri dengan pengolahan akal budi yang bersumber dari para pendiri Nusantara!
Getaran- getaran pukulan terjadi ketika dua kekuatan saling bertemu, saling mendesak dan saling menekan.
Benar-benar pertarungan yang langka yang jarang terjadi.
Beberapa saat pertarungan berjalan dengan seimbang karena kedua-duanya tampak sangat berhati-hati..
Sementara pertarungan Leo berhadapan dengan Si kaki kilatpun berlangsung dengan sengitnya.
__ADS_1
Sepasang belati Leo berputaran mengarah bagian- bagian tubuh yang berbahaya dari lawannya.
Sementara si kaki kilatpun tak kalah cepatnya dengan tendangannya..
Dua gaya bertarung yang sangat bertolak belakang!
Leo menyerang dengan
belati lengkung , sedangkan si kaki kilat menyerang dengan dua kakinya yang sangat cepat dan kuat apalagi di sisi luar sepatunya juga terdapat pisau tajam yang dapat menggores tubuh lawan jika lengah.
Leo seperti biasa, bertarung dengan lincah brutal dan ganas dengan dua belah belati lengkungnya di tangan kanan dan kiri.
Walaupun Leo tidak menguasai tenaga batin, akan tetapi kekuatan dan kecepatannya bisa mengimbangi kekuatan si kaki kilat yang tampaknya
menguasai iwekang kas Tiongkok yang bersifat Dingin (im).
pertarungan antara keduanya adalah pertarungan yang ganas dan liar, terutama karena Leo adalah lelaki ganas yamg sudah kenyang makan asam garam pertarungan yang mempertaruhkan nyawa.
Dengan kemampuan Leo ini sangat jarang orang yang mampu menahan serangan dua buah belati lengkungnya, kecuali Tirta Jayakusuma , karena memang Tirta Jayakusuma mempunyai Aji Tameng Waja dan Lembu Sekilan juga warisan tenaga batin dari eyang Wasis Jayakusuma seorang Adipati pilih tanding pada masanya.
Si kaki kilat mulai merasa terkejut, tak menyangka di Jakarta ini dia menemukan lawan setanding! Dia semakin bersemangat , dia meraung keras dan melompat kesana kemari dengan enteng , dan cepat !
Tendangan lurus, tendangan putar, tendangan samping, semua macam tendangan semua di kerahkannya untuk bisa menaklukkan lawannya yang luar biasa ini.
Semakin lama pertarungan bukannya semakin surut, malah semakin seru saja..
Leo benar- benar mendapatkan kesenangan yang berbeda,, lawan tangguh dan ulet..
Semua pengalaman di kerahkan, semua cara membunuh yang paling gila pun di coba,,
Benar-benar cara bertarung yang benar- benar sangat brutal dan ganas dari Leo akhirnya sedikit demi sedikit membuat si kaki kilat mulai terdesak ,,
Beberapa kali kaki nya sudah hampir bisa di sabet oleh sepasang belati lengkung yang belum pernah di jumpai oleh si kaki kilat.
kerambit
__ADS_1
belati Leo