
Ketika hari semakin larut malam, semakin banyak saja orang-orang yang nampaknya dari perguruan silat yang datang, ini dapat dilihat dari cara berpakaian mereka yang cenderung ingin menonjolkan diri mereka !
Ada yang berkelompok cukup banyak mencapai puluhan orang. Ada pula yang hanya terdiri dari tiga atau empat orang saja.
Ketika malam mulai gelap , Tirta dan rombongan memutuskan mengikuti rombongan orang-orang dari beberapa perguruan silat naik ke Gunung Ijen.
Dalam suatu kesempatan, Bayu yang memang mudah sekali bergaul, sempat menanyakan tentang tujuan orang-orang dari perguruan silat ini naik ke gunung Ijen.
Tenyata mereka berkumpul di puncak gunung Ijen ini adalah agenda tiga tahunan dari perguruan perguruan Silat di daerah Jawa Timur untuk menentukan perguruan mana yang paling hebat dan kuat. dan pemenangnya berhak memimpin perguruan silat yang ada di seluruh Jawa Timuran termasuk Madura dan Bali selama tiga tahun kedepan.
Ketika perjalanan hampir sampai di kawah Ijen, ternyata orang orang ini membelokkan langkah ke sebuah lembah yang ada di sebelah kiri jalur pendakian menuju kawah Ijen.
Untuk menuju dasar lembah ini memerlukan waktu kurang lebih satu jam melalui jalanan terjal dan berbatu.
Setelah sampai di lembah yang cukup luas, tampaklah hamparan rumput luas, dimana banyak tenda-tenda di dirikan di sekitarnya.
Dan di tengah tengah lembah ini berdiri sebuah panggung sederhana.
ketika Tirta dan rombongannya tiba di sana, suasana sudah sangat ramainya.
Tirta, Bayu, Adnan serta Mahardika dengan anak buahnya segera mencari posisi untuk menonton keramaian ini.
Ketika waktu menunjukkan pukul 8.30 malam Wib. Tampaknya acara segera akan di mulai.
Tampak seorang tinggi besar naik ke panggung yang ada di tengah tengah lembah tersebut.
Pria itu kemudian berbicara dengan pengeras suara ;
"Para perwakilan perguruan Silat yang kami hormati, pada malam hari ini dan beberapa hari kedepannya, kita akan mencari pemimpin dari perguruan silat yang ada di Jawa Timur ini, Saya mohon setiap perguruan silat mempunyai satu perwakilan !" seru pria tinggi besar tersebut dengan suara besar dan terlihat sangat berwibawa.
Tampak dia menekankan suaranya dengan sebuah dorongan tenaga batin, sehingga membuat suaranya sangat mantap dan berwibawa, membuat orang-orang yang mendengarkan seakan akan tergoncang dadanya.
"Tiga tahun lalu, perguruan silat "Nogo Bumi" yang berhasil memenangkan pertandingan ini dan telah memimpin perguruan perguruan silat di tlatah wetan ini dengan baik, dan sekarang kita akan memilih untuk tiga tahun ke depan siapa yang akan memimpin kita,!" seru pria tinggi besar tersebut.
Pria tersebut segera mengumumkan nama-nama perguruan perguruan silat yang mengirimkan perwakilannya.
Total ada lima puluh dua perguruan silat dengan lima puluh perwakilan untuk mengikuti pertandingan.
Sedangkan dua perguruan silat tidak mengirimkan perwakilan dalam perebutan perguruan silat terkuat.
Diantara lima puluh perwakilan, ternyata ada tiga orang yang diwakili oleh seorang wanita.
__ADS_1
Sedangkan dari Bali di wakili oleh tiga perguruan Silat dan dari Madura diwakili oleh dua perguruan silat juga.
Dan ketika waktu semakin malam, maka pertandingan pun mulai di langsungkan.
Sorak-sorai pendukung dari masing- masing perguruan silat yang sedang bertanding membuat ramainya suasana di lembah itu.
Hingga tiba giliran pertandingan partai ketiga, terlihat seorang gadis cantik manis dan lincah sudah melompat ke atas panggung dimana pertandingan di laksanakan.
Intan! ya nama gadis itu adalah Intan.
Gadis ini adalah wakil dari perguruan silat Rogo Sejati. Dia telah mewarisi ilmu-ilmu hebat dari Kyai Syahroni Ayahnya yang juga pemimpin perguruan silat yang turun-temurun dari leluhurnya.
Dia berhadapan dengan seorang pemuda yang juga terlibat cukup lincah. Pemuda ini bernama Rayhan seorang pemuda yang cukup tampan menawan murid yang paling diandalkan dari perguruan silat Nogo Bumi !
Terlihat sekali Rayhan sangat meremehkan sekali si gadis cantik dari perguruan silat Rogo Sejati ini.
"Cantik, aku khawatir melukai kulitmu yang halus itu, jangan lah melawanku, jadilah istri simpannaku saja!" seru Rayhan dari perguruan silat Nogo Bumi.
Tampak sekali kalau Rayhan sangat meremehkan Intan.
Intan yang mendengar ocehan lawannya tampak sangat marah sekali.
"Plak!,, plok,!,,plak,,,! plok..!" pipi Rayhan mendadak tergampar oleh telapak tangan halus dan lembut Intan.
Dua gigi si pemuda langsung rompal oleh kecerobohannya sendiri.
"Hi, hi,,,hi,,, ternyata hanya segini saja kamampuanmu,,! tidak sumbut sama tajamnya mulutmu!" semprot Intan.
Sesaat Rayhan yang pening kepalanya yang terhajar gaplokan tangan lembut itu hanya terdiam.. tapi begitu rasa pening hilang Rayhan sangatlah marahnya.
Dengan raungan macam singa terluka, Rayhan menjadi gelap mata! dengan menyerang membabi buta ke arah Gadis di depannya yang tadinya dianggap kelinci manis yang ternyata adalah macan betina yang galak luar biasa!
Pukulan, cakaran, tendangan di lontarkan secara kalap, karena malunya.
Akan tetapi dengan sangat mudah Intan menghindari semua serangan dari Rayhan yang sedang kalap tersebut.
Dan dalam beberapa gebrakan berikutnya, sangat mudah bagi Intan untuk menjatuhkan Rayhan!
Dalam suatu serangan yang kalap, pukulan Rayhan berhasil di tangkap oleh tangan lembut Intan dan dengan sedikit hentakan saja, tubuh Rayhan berhasil di banting tanpa Rayhan bisa bangkit lagi, karena tampaknya dia terluka di punggungnya akibat jatuh dan terbentur lantai panggung pertandingan.
Dibawah sorakan dari kawan kawannya, Intan turun dari Panggung.
__ADS_1
Sementara malam semakin larut.
malam itu ternyata hanya bisa menyelesaikan lima pertandingan saja.
Rencananya pertandingan akan di lanjutkan kembali besok malam.
Tirta, Bayu, Adnan serta Mahardika dan anak buahnya kemudian melanjutkan kembali ritual mereka di kawah Gunung Ijen ! di lokasi Blue Fire.
Ini adalah hari ketiga mereka berada di kawah Gunung Ijen.
Tirta sudah mampu bertahan selama lebih dari satu jam dalam menyerap inti dari api biru dan menahan bau belerang yang sangat tajam menyengat.
Demikianlah, ketika matahari sudah menampakkan dirinya, Tirta dan kawan-kawan nya kembali ke camping ground di pos Paltuding.
Pagi itu mereka membeli jagung rebus di sekitar tempat itu yang memang banyak pedagang yang menjajakan dagangannya.,,,
Ketika mereka sedang duduk duduk di pinggir jalan di warung yang menjual jagung rebus , juga sarapan. Mendadak pandangan mereka tertarik oleh rombongan beberapa pria yang berjalan mendekat ke arah Tirta, Bayu dan Adnan.
"Tampaknya kita pernah melihat mereka," kata Bayu.
Tirta dan Adnan segera fokus memandang rombongan pria yang mendekat kearah mereka.
"Ludiro !" seru Adnan keras. Ya Adnan tidaklah mungkin lupa pada bekas lawannya ini.
"Jokosuro!" serunya lagi.
Rombongan pria ini segera menengok begitu mendengar ada orang menyebut nama Ludiro dan Joko suro.
Ya, ternyata mereka adalah Ludiro dan Jokosuro murid dari Ki Suromenggolo.
"Tirta?! Bayu!? Adnan!?" seru Ludiro dan Jokosuro begitu mengetahui yang menyebut nama-nama mereka adalah tiga orang pemuda yang pernah berhadapan sebagai lawan-lawan yang sangat tangguh yang pernah di hadapi oleh keduanya.
Mereka segera berjabat tangan dengan erat dan saling berpelukan.
"Tak kusangka kita akan bertemu di sini !" seru Ludiro.
"Padahal kami telah berjanji akan mengunjungi Kalian di padepokan kalian di lereng Gunung Ungaran !"
kata Ludiro.
"Sama saja mas, yang penting kita bertemu dalam keadaan sehat wal Afiat Mas," jawab Tirta Jayakusuma.
__ADS_1