Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
pembunuh bayaran


__ADS_3

Malam itu mereka bertiga tidur dengan nyenyak, kamar Vvip ini sungguh lucks dan luas dengan dua kamar tidur yang besar.


Walaupun ada dua bed disana, tapi kebiasaan mereka adalah tidur barengan dengan Bayu ditengah.


Kebiasaan ini muncul sejak mereka tidur di padepokan dengan beralaskan tikar pandan. Dan karena udara di lereng gunung Ungaran sangat dingin. Walau tidak sedingin di Dieng, tapi sudah membuat orang menggigil di waktu pagi.


Jadilah mereka bertiga tidur sambil berpelukan seperti pengantin baru dengan satu suami dan dua istri! Tapi mereka tetap pria tulen, bukan pria jadi jadian ataupun gay.


Dan disini yang menjadi korbannya adalah Bayu, karena Bayu tidur di tengah dan tidurnya relatif tenang tidak banyak bergerak!. Cuma memang dengkurannya saja yang cukup keras.


Dan selalu saja kaki atau tangan dua kawannya di kanan kirinya pasti akan menimpa tubuh Bayu, walaupun kadang sudah disingkirkan oleh Bayu.


Akan tetapi seringnya Tirta dan Adnan pasti berhasil menimpa dan memeluk Bayu dari kanan dan kiri karena kalau sudah Tidur Bayu sangat jarang nglilir (terjaga) pada malam hari.


Seperti kebiasaan pemuda -pemuda pada umumnya pasti kalau pagi ada bagian tertentu yang mengeras, ini menjadikan Bayu pasti marah-marah pada dua kawannya ini, karena bagian itu pasti terkena tindihan lutut dari Adnan ataupun Tirta!!!!


Dan Bahkan kadangkala tangan Adnan yang nggratil sengaja menyentuh nya, sehingga sukses membuat Bayu marah dan akhirnya bangun.


Pagi ini kejadian itu terulang.


Tirta yang tidur telentang di sebelah kanan Bayu tiba-tiba tangan kirinya mampir di wajah Bayu, sedangkan kaki kirinya juga menimpa paha Bayu yang segede batang kelapa.


Adnan yang tidur di sebelah kiri pun tidur dengan miring menghadap Bayu, tangan kirinya memeluk perut Bayu yang segede gentong dan parahnya lututnya Adnan menimpa bagian tubuh Bayu yang mengeras. Sejenak Bayu diam saja karena dirinya sedang bermimpi indah bersama juragan cantik Latifah.


Tapi.... dirasa kannya lama-lama bagian tubuhnya yang mengeras kok tertekan, dan nafas nya jadi sesak!. Alhasil dia segera membuka mata! hancur semua mimpi indahnya!


Ketika mata terbuka dan tersadar,


"Hei,, parah kalian ya, enak aja kalian jadikan aku guling!" teriaknya, seraya menyingkirkan tangan tangan dan kaki kaki dari tubuhnya.


Dia segera bangkit berdiri dan dengan tubuh nya yang besar di tindihnya tubuh Adnan! Jadilah pagi itu keributan di kamar mereka.


Pagi itu sebelum Sholat Subuh berjamaah Bayu terpaksa mandi dulu akibat mimpinya semalam bersama juragan cantik Latifah. Baru setelah bersih mereka Sholat Subuh berjamaah di dalam kamar hotel.


Setelah sholat Subuh mereka keluar hotel dan berjalan ke alun-alun kota tegal, jalanan masih lengang dan sepi.

__ADS_1


Pedestrian di alun-alun pun juga terlihat masih sepi tanpa hilir-mudik pengunjung. Mereka joging mengitari alun-alun kota Tegal beberapa putaran.


Setelah beberapa kali putaran, mereka berhenti di salah satu sudut alun-alun dan duduk-duduk di bangku yang memang disediakan bagi para pengunjung.


Mereka menikmati hawa sejuk pagi di alun-alun kota tegal yang Indah ini Ya banyak alun alun di kota kota yang di sulap jadi indah untuk memanjakan warganya, termasuk kota Tegal ini.


Setelah puas menikmati hawa segar di alun alun kota Tegal, kemudian mereka berjalan kembali ke hotel mereka menginap.


Di tengah- tengah perjalan ketika mereka melewati sebuah taman,


Tirta, Bayu dan Adnan di kejutkan oleh serombongan pria berbadan tegap dan rata-rata bertampang kasar dan beringas yang memenuhi jalan yang di lewati Tirta, Bayu dan Adnan. Mereka ini berjumlah lima orang.


Tirta, Bayu dan Adnan segera waspada, tampaknya rombongan pria ini ada gelagat mencari gara-gara!


"Apa kalian bertiga yang bernama Tirta Bayu dan Adna?" tanya seseorang diantara mereka yang berambut cepak layaknya seorang Tentara, dengan wajah sombong dan kesan meremehkan sekali.


"Anak- anak bau kencur begini suruh aku yang menghadapi sendiri huh,,! anak buahku saja cukup membantai anak-anak ini!" gumamnya.


Ya mereka ini adalah orang-orang suruhan Ramon yang di tugaskan menghabisi ketiga anak muda ini!


Sebagai mantan anggota pasukan khusus kemampuannya setara dengan 20 tentara terlatih. Benar benar menggetarkan!


Dia dipecat karena sudah terlalu sering melakukan indisipliner dan tidak patuh pada pimpinannya.


Leo merekrut sendiri anggota-anggota kelompoknya dan melatihnya dengan sangat keras.


Jadi pasukannya dan dirinya bisa disejajarkan dengan limapuluh pasukan khusus yang terlatih.. atau satu pleton pasukan khusus.


Walaupun berjumlah sedikit, pasukan kecil ini sudah banyak mendapatkan tugas-tugas berat!


Bahkan pasukan kecil ini sering mendapatkan job membunuh di negara-negara lain, seperti di Malaysia dan Philipina.


"Huh tugas ringan kayak gini mengharuskan aku turun tangan sendiri, merepotkan!" gumamnya,


"tapi sudahlah yang penting bayarannya gede!" pikirnya.

__ADS_1


Untuk di ketahui saja, job membunuh tauke di negeri Jiran Malaysia dia bisa mendapatkan bayaran lebih dari dua puluh milyar tergantung tingkat kesulitan dan siapa yang menjadi sasarannya. Sedangkan untuk dalam negeri Leo mematok harga 10 milyaran, untuk sasaran bos besar dan 5 milyard untuk sasaran enteng. Akan tetapi job membunuh akhir-akhir ini sedang sepi .


Dan kali ini Leo menerima bayaran lima milyar karena menganggap tugas ini enteng baginya, walaupun Ramon sudah mewanti-wanti bahwa para pemuda ini lumayan tangguh! dan Leo harus turun tangan sendiri.


Untuk Tugas di luar negeri sendiri di order oleh jaringan internasional dengan kode-kode tertentu dan melewati perintah beberapa agen. Sehingga jika terjadi kegagalan tugas, akan segera putus informasinya, seperti halnya bandar-bandar narkoba kelas kakap. Begitu kurir tertangkap maka bandar tidak akan tersentuh dan informasi terputus.


"Fred! turun tangan!" seru Leo dingin!


Seorang pria muda berusia dua puluh lima tahunan langsung melompat dan menyerang dengan belati di tangan kanan dan kirinya.


Karena posisi paling depan Adalah Bayu, maka serangan nya tertuju pada Bayu.


Tirta sangat terkejut melihat kecepatan orang yang disebut Fredy oleh Leo.


Dengan sigap Tirta melompat sambil mengerahkan Aji Tameng Waja. Tirta tahu kekuatan Bayu hanya cocok untuk pertarungan tangan kosong. Untuk bertarung melawan orang bersenjata tajam Bayu akan mengalami keaulitan jika Bayu tidak memegang senjata juga.


Dengan kecepatan nya, sangat mudah bagi Tirta untuk mengetuk pergelangan tangan Fredy yang menyerang kearah jantung Bayu,


Bayu segera melangkah surut.


Fredy merasakan nyeri yang sangat di pergelangan tangan kirinya, Belati yang tergenggam hampir-hampir jatuh karenanya.


Tirta juga terkejut karena dengan kekuatan ini dia sudah sanggup membuat lawan-lawan sebelumnya cedera, tapi kali ini tampaknya, lawan cukup kuat dan ulet.


Fredy tersentak dan kaget, dengan kecepatan Tirta, tak di sangkanya pemuda agak kurus tinggi ini punya kecepatan dan kekutan luar biasa.


Gagal dengan serangan belati kiri, belati kanan segera mengarah ke wajah Tirta dengan gerakan setengah lingkaran!


"Suiit!!" belati membelah udara dengan menimbulkan efek suara mencuit tajam. Membuat gendang telinga tergetar.


Tirta dengan santai menangkis belati yang melayang di udara dengan telapak tangan terbuka.


Fredy tersenyum penuh kemenangan, telapak tangan lawan pasti akan putus dalam dua kali gerakan saja! pikirnya.


Leo dan anak buahnya sudah tersenyum penuh kemenangan, dan bayangan uang lima milyar sudah di pelupuk mata!

__ADS_1


__ADS_2