Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Ancaman pembunuhan


__ADS_3

Pagi itu mereka sarapan di pinggir kolam renang.


Tirta menceritakan kejadian semalam pada Bayu dan Adnan. Tapi tentu saja tidak menceritakan kejadian yang menyangkut Nadine dan Nadia yang hampir saja membuat mereka akan menanggung penyesalan seumur hidupnya.


Beberapa kali Bayu dan Adnan yang mendengarkan cerita Tirta, menyatakan kemarahannya pada Denis dan Rian yang telah bertindak kelewat batas!


Mereka adalah teman-teman Nadia dan Nadine, tidak disangka mereka tega berbuat seperti ini pada Nadia dan Nadine.


"Kenapa tidak kau patahkan kedua lengannya sekalian saja Ta!" seru Bayu,,


"Betul Ta, tambahi kedua kakinya!, biar cacat seumur hidup!" seru Adnan!


Nadine dan Nadia sejak tadi hanya mendengarkan obrolan mereka saja. Karena merekalah yang mengalami peristiwa itu


Tadi malam Nadine dan Nadia mulai tahu kehebatan Tirta yang sebenarnya. Dengan mudah Tirta menghajar Denise dan Rian, yang notabene bertubuh tinggi dan kuat !


Mereka tidak menyangka Denis dan Rian bisa di hajar sedemikian rupa oleh Tirta.


Setelah selesai sarapan dan mengobrol cukup lama, mereka berencana untuk kembali ke Jakarta hari ini sekitar pukul sepuluh.


Pagi itu mereka masih menikmati suasana Vila itu beberapa saat. Ketika waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi mereka segera bergegas turun dari puncak Bogor kembali menuju Jakarta.


Dalam perjalanan, Nadine menawarkan pada Tirta dan kawan- kawannya untuk mengunjungi rumahnya.


Tirta menyanggupinya, tapi tidak untuk sekarang. Karena Tirta sudah seminggu lebih merantau.


Orang-orang yang menyayanginya sudah berharap untuk dia segera pulang ..!


Iza, Dinda, Ibu dan lain-lain sudah pada kangen.


"Lain kali saja ya Nadine, mungkin minggu depan, atau bulan depan, karena kami harus pulang dulu ke Semarang" kata Tirta pada Nadine.


Terlihat Nadine sangat kecewa dan cemberut.


"Apakah harus secepat ini kalian kembali ke Semarang?" tanya Nadine.


"Tidak juga sih!," kata Tirta.


"Kami sudah seminggu tidak masuk kuliah," Tirta memberikan alasan.


"Bagaimana kalau kalian kuliah di sini saja?" usul Nadine.


Tirta hanya tersenyum dengan usulan Nadine.

__ADS_1


Ketika mereka asik bercakap-cakap di dalam mobil, tampak Nadine mengangkat ponselnya.


"Iya Pa , Nadine sedang dalam perjalanan pulang nih, dari puncak! jawab Nadine.


Entah pembicaraaan apa lagi selanjutnya. Tapi terlihat jawaban-jawaban yang keluar dari mulut Nadine menunjukkan rasa khawatir dan kecemasan di wajahnya yang cantik itu!


Setelah beberpa saat, ponsel di tutup , kemudian Nadine tampak berdiam diri ..


"Ada apa Nadine?" tanya Nadia..


Setelah mengambil napas dalam-dalam kemudian Nadine mulai bercerita.


Papa Nadine adalah seorang expatriat dari Jerman, sedang Mamanya dari Bandung. Papanya bernama Michael !


Papanya ini Seorang pengusaha yang mempunyai beberapa bidang usaha, antara lain bergerak di bidang EMKL(ekspedisi muatan kapal laut) , pabrik mebel, juga punya beberapa saham di perusahaan-perusahaan lainnya.


Dan saat ini papanya memiliki saham sekitar tiga puluh persen di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahan minyak sawit, juga punya beberapa persen lagi di perusahaan lainnya!


Dan sekarang ini ada sebuah perusahaan konsorsium besar yang sedang berusaha mengambil alih perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahan minyak sawit.


Karena perusahaan ini memunyai kinerja sangat baik dan terus membukukan keuntungan yang sangat besar dari tahun ke tahun, maka banyak sekali orang maupun perusahaan lain yang memburu perusahaan ini.


Saham perusahaan ini sudah empat puluh lima persen di kuasai konsorsium kelas kakap ini dan tinggal enam persen saja untuk bisa memiliki kendali penuh atas perusahaan.


Sedangkan lima persen lagi di kuasai oleh perorangan lainnya.


Maka perusahaan konsorsium tersebut mati-matian mendapatkan saham dari papanya Nadine supaya bisa mengendalikan perusahaan ini.


Sudah sejak satu bulan ini orang orang dari pihak konsorsium besar ini berusaha membujuk supaya Papanya Nadine mau melepas sahamnya. Mereka tadinya menggunakan bujuk rayu supaya papanya Nadine melepas sahamnya, akan tetapi Papanya Nadine masih belum juga mau melepaskan.


Hingga akhir-akhir ini mereka mulai menggunakan cara kasar!Mereka mulai menekan dan mengamcam Papanya Nadine!


Dan tadi barusan sang papa bercerita kalau papa dan keluarga mereka diancam akan di bunuh oleh orang yang tidak dikenal.


Memang si pengancam tidak secara langsung mengatasnamakan perusahaan konsorsium itu! Tapi papanya Nadine mencurigai konsorsium itu yang ada di balik ancaman tersebut!


Hari ini Papanya langsung menyewa bodyguard untuk melindungi keluarganya, akan tetapi papa Nadine masih saja khawatir dengan keselamatannya dan keluarganya.


Makanya hari itu dia meminta Nadine untuk segera pulang.


Mendengar cerita ini Tirta sepetinya terpikir untuk membantu, akan tetapi dia khawatir nantinya dia di anggap mengada ada dengan kemampuannya, dia hanya berkata;


"Kalau Nadine percaya pada kami, kami bersedia membantu, kami tidak berharap materi atau imbalan apa apa !"

__ADS_1


"Tapi Kami khawatir Papa nya Nadine ..."


"Iya, aku tau maksud baik kamu Ta, biarlah nanti Nadine yang akan bicara sama papa," kata Nadine.


"Tirta , Bayu dan Adnan, ! Kemarin Abang Leo bercerita panjang lebar kepadaku tentang siapa sebenarnya kalian dan untuk apa kalian datang kemari," kata Nadia.


"Benar kah apa yang di katakan Abang Leo?" tanya Nadia.


"Apa yang di katakan Abangmu Nadia," tanya Tirta..


"Abang bercerita kalau kalian lah yang menyebabkan Abang bisa kembali dari jalannya yang salah! dan katanya kamu seorang yang suka menolong pada orang yang kesusahan tanpa imbalan apapun dan bahkan tujuan mu merantau adalah memberantas kejahatan yang kalian temui!" kata Nadia.


"Ahh! Abang Leo berlebihan Nadia!, kami hanya pemuda pemuda desa yang hanya ingin menolong sesama dengan sedikit kemampuan kami," jawab Tirta merendah.


"Nadine , aku yakin apa yang di katakan Abang Leo pasti benar adanya," kata Nadia pada Nadine.


"Baiklah kami akan ikut ke rumah Nadine, dan sebaiknya Abang Leo kamu hubungi Nadia! Abangmu adalah orang yang berpengalaman! kalo bisa minta Abang leo mengajak anak buahnya menuju rumah Nadia. kata Tirta.


Nadia segera menghubungi Abangnya, Leo dan menceritakan tentang masalah yang terjadi dan dia dimintai tolong oleh Tirta untuk ikut serta ke rumahnya Nadine.


Leo tentu saja langsung menyetujui, apalagi yang memintanya adalah Tirta Jayakusuma!


"Trimakasih Tirta , Bayu dan Adnan, kalian bener-bener sahabat sejati!"


Nadine sungguh- sungguh bersyukur punya sahabat- sahabat sejati seperti mereka ini.


Ketika mereka sampai ke rumah Nadia, Tirta, Bayu dan Adnan mengambil perbekalan mereka dan bersama Nadine menuju rumah Nadine. Sedang Nadia tidak ikut karena nanti malahan menjadi beban.


Ketika mobil sampai di depan pintu gerbang rumah yang sangat besar dan mewah di kawasan pantai indah kapuk terlihat seorang security tergopoh-gopoh membukakan pintu gerbang.


Mobil segera memasuki halaman yang luas.


Terlihat ada beberapa pria bertubuh besar dan atletis sedang duduk-duduk di teras rumah.


Semuanya pria muda dengan setelan perlente! Bersepatu hitam mengkilat dan berjas serta berdasi,, bener- bener sekelompok bodyguard elite..


Ketika Nadine bersama Tirta, Bayu dan Adnan menaiki tangga teras rumah , seorang pria tinggi besar segera menghadang mereka.


"Siapa kalian dan ada keperluan apa kalian kemari!" sapa sang bodyguard tegas.


Belum sempat Nadine menjawab terdengar suara dari dalam.


"Biarkan mereka masuk, !

__ADS_1


__ADS_2