Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
pemerasan oleh Cakar Iblis


__ADS_3

Siang itu, waktu hampir mendekati pukul dua siang.


Para pemimpin perusahaan ataupun orang orang yang mewakilinya yang mempunyai kantor di gedung The Energy ini sudah memasuki sebuah ruangan di lantai empat puluh di gedung The Energy Buiding .


Ada kurang lebih tiga puluh an perusahaan yang menghadiri undangan dari Cakar iblis. Dan masing perusahaan membawa beberapa orang nya untuk menghadiri undangan dari kelompok Cakar Iblis Ini.


Pak Michael, Tirta Jayakusuma , Adnan, Bayu, Leo dan Nadine tampak berada di antara para tamu undangan yang hadir.


Waktu menunjukkan pukul dua siang, ketika serombongan orang memasuki ruangan ini..


Rombongan orang-orang ini berjumlah kurang lebih dua puluh lima orang .


Begitu memasuki ruangan ini, seseorang diantara mereka segera menempatkan diri di mimbar yang telah di sediakan..


Tanpa basa-basi orang tersebut segera berkata...


"Kami adalah kelompok Cakar iblis,, jika kalian berada dalam naungan kami, maka keamanan perusahaan kalian menjadi tanggungan kami!


Akan tetapi jika kalian menolak, maka sudah banyak contoh perusahan yang hancur karena menolak bekerjasama dengan kami!" Seru seseorang yang berdiri di atas mimbar di depan ruangan yang cukup luas dan lebar ini


Beberapa pimpinan perusahaan tampak sedang berdiskusi dengan orang-orang yang ada di sebelah nya.


"Biaya perlindungan yang kami tetap kan adalah tiga puluh persen dari keuntungan bersih kalian," seru orang yang berada di atas mimbar.


"Jumlah ini sudah kami tetapkan dan tidak ada tawar menawar lagi!" lanjut perwakilan dari Cakar Iblis.

__ADS_1


"Tampaknya mereka memang berniat untuk memeras!" bisik bang Leo.


"Kami keberatan dengan keputusan sepihak dari kalian!"


Tiba- tiba saja terdengar suara dari seseorang dari sudut yang agak jauh!


"Ini namanya pemerasan ! bukan kerjasama,!" seru seorang pria yang terlihat sangat berwibawa dengan penampilan layaknya seorang bos besar!


"Benar, memang ini sebuah pemerasan ! " seru orang yang berdiri di atas mimbar itu spontan! tampaknya orang ini tidak ingin berbasa-basi lagi.


"Jika kalian tidak bersedia, maka kalian akan kami hancurkan sekarang juga! gertak orang yang berdiri di atas mimbar itu tegas dan garang!


"Tapi jika kalian mengikuti kehendak kami, maka kalian akan aman Soleman! Kalian akan bisa menjalankan bisnis kalian dengan tenang tanpa ada yang berani mengganggu kalian!" lanjut orang Cakar iblis lagi.


Sejak tadi tangannya yang besar sudah mengepal keras!


"Tunggu dulu Bay, kita lihat dulu permainan seru ini," bisik Tirta jaya Kusuma ...


"Benar Bay, belum saatnya kita turun tangan," tambah bang Leo.


Sementara itu, pria yang tadi keberatan tampaknya juga sudah mempersiapkan diri dengan beberapa orang pengawal yang tampaknya juga cukup kuat yang berada di samping kanan dan kirinya.


Para pengawal yang di bawanya ini ada sepuluh orang pria pria muda yang gagah dan tegap dengan potongan rambut cepak, layaknya tentara!


Dan beberapa orang anggota Cakar iblis segera menghampiri pria yang tadi menolak secara terang terangan rencana dari kelompok Cakar iblis ini.

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi, beberapa orang pengawal segera melompat menghadang tiga orang anggota dari Kelompok cakar iblis!


Dengan belati di tangan lima orang ini segera menyerang tiga orang anggota cakar iblis yang menghampiri mereka.


"Sungguh orang- orang yang tak tau tingginya gunung dan dalamnya lautan !"


Seru seorang anggota Cakar Iblis , sambil mengeluarkan tangannya yang sejak tadi tertutup oleh jaket hitam yang di kenakan nya!


Seberkas cahaya perak segera memapak serangan belati dari si pengawal !


"Trang!" benturan antara cakar Iblis berwarna Silver terang dan belati terjadi!


Bunga api memercik dari benturan tersebut!


Selanjutnya duel maut satu lawan satu segera terjadi!


Semua mata segera tertuju pada pertarungan ini..


Akan tetapi , dalam beberapa gerakan saja, belati di tangan pengawal pria yang menentang Cakar iblis ini sudah terlempar jatuh! lepas dari tangan nya!


Lengannya terlihat sudah terkulai dengan luka cakaran yang cukup dalam!


Darah mengalir deras dari lengan sang pengawal!


Seorang kawannya segera menolong pengawal ini..

__ADS_1


__ADS_2