
Sementara itu bang leo sudah sampai di stasiun Gambir, dan dia sudah di jemput oleh anak buahnya yang sekarang ini bekerja sebagai pengawal di perusahaan pak Michael!
Sedangkan Fredy Dan Gendon! dua orang anak buahnya yang selalu mengikutinya dalam suka maupun duka, sekarang ini kedua nya berada di jalan orang-orang yang lurus ! jalan yang di ridhloi Gusti Allah dan bukan jalan orang orang dzalim yang di murkai Gusti Allah.
Leo segera mengajak pasukan kecilnya langsung menuju rumah yang sudah di persiapkan oleh pak Michael untuk di gunakan sebagai markas untuk kedepannya.
Sesampai di markas ini, bang Leo Sudah di sambut anak-anak buahnya dahulu yang masih setia kepadanya,,
Gendon segera menyambut bang Leo dengan pelukan hangat!
"Ha,,, ha,, ha,,, ha,,ha,,, akhirnya bang Leo kembali juga!" seru Gendon tampak senang akan perjumpaan nya dengan bang Leo setelah sekian lamanya mereka berpisah!
"Mari bang , masuk dulu!!" seru Gendon .. seraya menggamit tangan bang Leo seraya melangkah masuk ke dalam rumah besar itu..
Di dalam ternyata sudah menunggu rombongan yang menggunakan mobil sewaan di pimpin oleh Aksan dan Burhanudin!
Sekarang paling tidak ada dua puluh lima lebih anak buah dari bang Leo!
Setelah beristirahat sejenak bang Leo segera meminta keterangan dari Gendon dan juga Asep dan Fredy tentang perkembangan organisasi Cakar Iblis!.
Gendon lah yang kemudian bercerita tentang hasil penyelidikan dan pengamatannya..
"Organisasi ini berkembang sangat cepat dalam setahun terakhir bang Leo!..
Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan Jakarta Barat, Jakarta Utara, Bogor, Bekasi... Semua ada cabang dari kelompok Ini.".terang Gendon.
"Pemimpin markas cabang ini sudah sangat kuat bang Leo! apalagi ketuanya! pasti sangat hebat sekali!" kata Gendon yang tampaknya juga cukup keder juga dengan kelompok Cakar. Iblis ini..
Bang Leo tampak tersenyum dan kemudian berkata pada anak buahnya yang ada di Jakarta ini...
"Kenalkan , ini adalah Aksan dan Burhanudin,!" bang Leo memperkenalkan Aksan dan Juga Burhanuddin..
"Dua orang ini adalah mantan ketua cabang Cakar Iblis di kota Semarang!' kata bang Leo sambil tersenyum ..
Gendon sangat terkejut mendengar ini dari mulut bang Leo..
Dipandanginya bang Leo, juga Aksan dan Burhanuddin hampir tidak percaya dengan opa yang di katakan oleh bang Leo..
"Mereka berdua dari tingkatan cakar perak! Sedangkan yang lainnya dari tingkatan cakar perunggu dan cakar besi biasa.." lanjut bang Leo dengan keterangannya.
Gendon, Asep , Fredy dan lainnya tampak terheran heran dengan kata kata bang Leo ini..
"Sudah sudah, mereka kini adalah kawan kita! Anggota kita dan berada pada jalan yang sama dengan kita!" lanjut bang Leo.
"Dalam pergerakan melawan Cakar iblis ini kita akan bekerja sama.. Kita berada di bawah panji panji padepokan lereng gunung Ungaran dan di bawah komando Tirta Jaya Kusuma tentunya!"
__ADS_1
***
Malamnya bang Leo mulai merencanakan pengawasan dan penyusupan ke segenap markas dari kelompok Cakar Iblis!
Dengan keberadaan mantan-mantan anggota cakar Iblis ini, membuat lebih mudah dalam melakukan pengintaian dan penyusupan.
***
Sementara itu di padepokan lereng gunung Ungaran, Mahardika dengan kelompok kecil nya juga sedang bersiap siap menuju ibukota Jakarta dengan menggunakan kereta api dari stasiun Poncol kota Semarang dengan menggunakan kereta Airlangga dan berangkat dari stasiun Poncol ini pada pukul lima sore.
Mbah Hardjo, eyang Pandu dan Kyai Wonokerti melepas kepergian mereka dan mewanti wanti mereka untuk selalu waspada dan berhati hati..
Mahardhika segera berpamitan pada para tetua dan kawan kawannya..
"Dika berangkat dulu , kita bertemu lagi di Jakarta!" serunya pada Tirta, Bayu dan Adnan...juga pada yang lainnya.
Dalam kelompok Dika sendiri ada Intan di dalamnya.. Gadis ini selalu mengintil kemanapun Dika berada..
"Siap brother ,!" seru Bayu keras dan penuh semangat sambil mengepalkan tangannya yang besar itu...
Dan selanjutnya kelompok yang dipimpin Ludiro berangkat pada malam hari. Mereka menggunakan bus Malam PO Haryanto..dan berangkat dari Kalibanteng dan rencana nya turun di pasar Rebo pada dini hari.
***
"Mas, Tirta jadi ke jakarta ?" tanya mama Iza .
" Jadi Mam,, jawab Tirta sambil mengunyah ayam goreng renyah, yang dibuat khusus buat sang calon menantu!
Mama, ikut boleh Ndak mas! " kata Mama..
Mendengar perkataan ini, hampir saja daging ayam yang di kunyahnya terlontar dari mulutnya ..
"Mam, Tirta ke Jakarta untuk menantang bahaya,, mau membasmi kelompok Cakar Iblis,, bukan buat rekreasi atau main- main .".terang Iza pada sang Mama .
"Ah, iza ,,,, Mama kan juga khawatir pada mas Tirta ,,, Mama ingin njaga anak Mama!
Mama tidak ingin kehilangan anak Mama lagi !" bisik sang Mama sedih...
Berbicara sampai di sini , terpancar kesedihan di wajah sang Mama.
" Iya Mam, entar malah mas Tirta yang malah repot njagain Mama! " Tiba-tiba saja pak Fahrul sudah bergabung bersama mereka di meja makan.
"Tapi Mama khawatir Pa!" jawab mama Iza masih dengan wajah sedih dan khawatir.
"Papa juga khawatir Ma, dan pastinya yang lebih khawatir lagi adalah Iza, putri kita ini!
__ADS_1
Iya kan Iza?" kata pak Fahrul.
"Iya, pa,. Iza juga sangat khawatir, tapi Iza yakin dengan kemampuan Tirta kok,, orang baik pasti di lindungi tuhan,,", jawab Iza bijaksana.
Pak Fahrul tampak mengangguk puas, kemudian berkata,,, ..
"Sebenarnya papa juga sudah menghubungi sahabat sahabat papa di BIN ( Badan Intelijen Nasional)..
Mereka juga berkepentingan menumpas organisasi ini.."
lanjut pak Fahrul..
"Nanti ada yang akan menghubungi Mas Tirta jika waktunya tiba,, " kata pak Fahrul lagi.
Demikianlah hari itu Tirta jaya Kusuma seharian berada di rumah Iza, karena ketika pada siang hari ketika Tirta akan pamit tenyata Iza dan sang Mama tidak mengizinkannya...
Selalu saja jika di rumah calon mertuanya ini, Tirta di buat gembira, serasa di rumah sendiri...
Mama Iza selalu saja memanjakannya...
Tiap kali kunyahan di mulut selesai, sang mama selalu menyodorkan masakan lezatnya!
Memasak masakan yang lezat yang memang adalah keahlian sang Mama!
Tirta selalu kekenyangan jika makan bersama keluarga ini ..
Perutnya yang rata dan ramping , bisa mendadak menjadi buncit seperti sedang hamil 3 bulan!
Siang itu Tirta tampak tiduran di Gazebo di belakang rumah Iza dalam keadaan kekenyangan!
Kepalanya berada dalam pangkuan Iza , di antara rambut hitam yang terurai ..
Suasana yang romantis!
Suara degup jantung iza serasa mengantarkan tidur sang pemuda menjadi lebih lelap ..
Iza tidak berani bergerak,,, dia tidak ingin membangunkan Tirta yang tampak nya tertidur dengan lelap dalam keadaan kekenyangan !
Wajah lembut Tirta yang berada dalam pangkuannya membuat satu kebahagian tersendiri bagi Iza...
Sore menjelang ketika Tirta terbangun ...
"Ahh,,, maaf Iza, aku ketiduran.." kata Tirta lembut..
"Tidak apa apa Ta,,,,! aku senang kok ,, bisik Iza seraya membelai pipi sang Pemuda...
__ADS_1