Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
gugurnya tetua Sangga Bumi


__ADS_3

Tirta jaya Kusuma bertarung tidak pernah mengelak ataupun ataupun menangkis setiap serangan yang mengarah pada dirinya!


Setiap serangan pasti gagal menjangkau tubuh ceking Tirta Jaya Kusuma!


Lama kelamaan para pengeroyok menjadi frustasi ! mereka seperti bertarung dengan setan saja!


Hingga suatu saat ketika Tirta Jaya Kusuma mulai meningkatkan tenaganya , maka udara di sekitarnya mulai berubah panas dan terasa bagi lawan-lawan yang terutama berkemampuan agak rendah menjadi kesulitan bergerak ! Udara malam yang tadinya dingin semakin panas dan membuat tubuh sudah bergerak leluasa karena dipenuhi aura aji Bayu bajra dan Tapak Gen,!


Dan ketika pukulan tangan kanan Tirta Jaya Kusuma telah menyerang dua orang dari jarak sekitar dua meter , maka seketika dua orang pemegang cakar perak langsung tergetar mundur tiga langkah dan kemudian jatuh terduduk ! Terlihat wajah nya pucat pasi!


Terasa dadanya seperti terkena bara yang sangat panas!


mereka tak mampu lagi untuk berdiri dan melanjutkan pertarungan !


Dengan jatuhnya dua orang ini, pekerjaan Tirta menjadi berkurang sedikit!


Sementara itu pertarungan bang Leo yang menghadapi tetua Sangga buana berjalan dengan sengitnya !


keduanya sama sama hebat dan kuat!


Tetua Sangga Buana sudah mengeluarkan aji Reco Pitu dan juga aji Tapak Iblis andalannya!


Sedangkan bang Leo, seperti di biasa nya! bertarung dengan cara nya sendiri mengandalkan kecepatan gerak, efektifitas serangan dan gerakan yang tidak bisa di duga arah nya serta mengandalkan hawa belati lengkungnya yang sudah mampu menjangkau lawan dalam jarak sepuluh meter sekalipun!


Walaupun pada awalnya bang Leo mengalami kesulitan menghadapi aji Reco Pitu karena halaman markas iblis yang tidak terlalu terang karena lampu taman yang berjauhan ! akan tetapi karena sudut pertarungan yang berubah ubah, kadangkala bang Leo melihat bayangan dari tetua Sangga Buana!


Setelah bertarung beberapa saat, tetua sangga buana mulai merasakan luka akibat pukulan aji Suryo Dahono mulai terasa nyeri dan membuat pergerakannya menjadi terganggu!


Sang Tetua kini bertarung sambil menahan luka dalam yang mulai pecah sehingga akhirnya dia menarik kembali aji Reco pintunya!


Napasnya mulai memburu begitu tujuh bayangan tubuhnya kembali menyatu dalam satu tubuh!


Mau tak mau tetua Sangga Buana harus melakukan hal ini, jika tidak ingin kehabisan tenaga akibat pengerahan aji Reco Pitu yang memang sangat menyedot tenaga batinnya.


Melihat hal ini, bang Leo segera mulai paham bahwa tetua Sangga Buana ini sudah mulai susut tenaga batinnya!


Tirta jayakusuma memang tidak bercerita pada bang Leo akan luka akibat pukulan aji Suryo Dahono pada diri Tetua Sangga Buana ini, akan tetapi Tirta Jaya Kusuma pernah bercerita sedikit tentang pertarungannya melawan sang tetua Sangga Buana!


Melihat keadaan sang lawan, bang Leo semakin meningkatkan serangan serangannya !


Belati lengkung di tangan kanan dan kirinya terus saja memburu kemanapun tetua Sangga Buana menghindar!


Pelan tapi pasti tetua Sangga Buana mulai terdesak hebat!


Tubuhnya mulai terluka terserempet oleh belati lengkung di tangan bang Leo!


Jika saja dirinya tidak punya ilmu kebal, sudah sejak tadi pasti dia sudah mati tertembus belati lengkung yang sangat menakutkan di tangan sang lawan!

__ADS_1


"Jika begini terus aku pasti akan mati sia sia di tangan orang ini!" batin tetua sangga Buana!


"Paling tidak kematianku harus di ikuti pula oleh nya!" pikir sang tetua Sangga buana!


Dengan berpikir demikian sang Tetua telah berniat untuk membawa bang Leo mati bersamanya!


Sementara pertarungan antara anggota Cakar iblis di markas ini menghadapi regu bang Leo dan orang orang dukuh Srengseng yang di bawa Tirta jaya kusuma juga mendekati titik akhir !


Korban dari pihak Cakar Iblis cukup banyak !


Sekarang ini tinggal beberapa orang saja yang masih bertahan !


Hingga akhirnya beberapa anggota kelompok Cakar Iblis ini menyerah dan tidak ingin melanjutkan pertarungan !


Sementara itu Tirta Jaya Kusuma sudah memukul jatuh Tony yang merupakan penguasa di markas cabang Cakar Iblis di Jakarta Selatan ini!


Dengan aji Bayu Bajra yang mengandung angin dan petir memuat Tony tak mampu menahan pukulan ini, walaupun Tony sudah menangkis pukulan Tirta Jaya kusuma ini!


"Blang!"


Pukulan Bayu Bajra menghajar tubuh kekar Tony!


Walaupun sudah memasang kuda kuda yang sangat kuat dan juga kedua lengan nya menyilang melindungi dadanya, tetap saja pukulan Bayu bajra tetap tak mampu di tahan oleh kekuatan dari Tony si pemegang Cakar Emas!


Tony terpental sejauh lima meter dan jatuh dengan keras di paving halaman markas Cakar Iblis ini..


Napasnya tinggal satu-satu,.dan jika tidak segera mendapatkan pertolongan, niscaya nyawa satu satunya yang di milikinya pasti segera pergi meninggalkan raganya!


Kali ini lawan Tirta Jaya Kusuma tinggal tetua Sangga Bumi dan Katrina!


Akan tetapi Tirta tidak pernah meladeni serangan-serangan dari katrina, karena memang Tirta, agak segan menghadapi wanita!


Dan memang Katrina pun hanya setengah hati dalam menyerang sang pemuda! apalagi menurut hati dan perasaannya, dirinya sebenarnya sudah menjadi milik Sang pemuda yang kalem akan tetapi sangat tangguh ini, akibat kakaknya Windu Widagdo kalah dalam taruhan!


Sedangkan Tirta jaya Kusuma sendiri tidak menganggap pertaruhan itu sebagai hal yang serius apalagi dia tidak meng iyakan taruhan yang di usulkan oleh Windu Widagdo sebelum duel mereka.


"Katrina, kamu mundur ! Biar aku sendiri yang menghadapi bocah gila ini! seru sang Tetua Sangga Bumi!


" Tapi guru!" sanggah Katrina!


"Jangan membantah perintah gurumu !" seru sang Tetua sangga Bumi!


"Baiklah guru!" seru Katrina yang segera melompat keluar arena pertarungan.


Tinggallah kini Tirta jaya Kusuma berhadap hadapan dengan tetua Sangga Bumi!


Sang tetua kemudian mengambil ancang-ancang dengan tangan telapak tangan terbuka menyiapkan aji Tapak iblis secara penuh di telapak tangan kanannya!

__ADS_1


Dia Tahu kemungkinan untuk menang dari pemuda ini sangat tipis!


Dia juga tidak ingin mengeluarkan aji Reco Pitu karena akan sia-sia saja jika di gunakan untuk melawan sang pemuda!


"Bersiaplah anak muda! ini adalah taruhan terakhirku !"


Setelah berkata demikian sang tetua tampak melompat tinggi sambil mengarahkan pukulan tapak Iblis ke arah Tirta Jaya Kusuma !


Tirta jaya Kusuma segera menyambut serangan dari tetua Sangga Bumi dengan aji Tapak Geni.


Dan...


"Blaaaarrrr!"...


Dua kekuatan raksasa segera bertemu di udara dan menimbulkan gelombang energi yang menyapu apapun di sekitarnya dan menimbulkan lubang kawah yang cukup luas!.


Tubuh sang tetua Sangga Bumi tampak terpental dan kemudian jatuh dengan keras!


Katrina segera melompat dan mendapati tubuh sang Guru yang pucat pasi .


Katrina tampak memeluk erat tubuh sang Guru!


Tiba tiba sang guru berkata pelan ,, sangat pelan dan tangannya sebelah kanan tampak melambai lemah pada Tirta Jaya Kusuma!.


Tadinya Tirta tidak paham , akan tetapi feelingnya mengatakan bahwa sang Tetua Sangga Bumi ingin mengatakan sesuatu padanya!


Tirta segera melangkah mendekati tetua Sangga Buana dengan hati- hati!


Bagaimanapun tetua Sangga Buana adalah musuh nya !


Dia adalah salah satu pentolan Cakar Iblis!


Setelah sampai di samping tubuh sang tetua Sangga Bumi, terlihatlah bahwa sang terus terlihat sangat lemah dengan wajah sangat pucat dan nafas tinggal satu-satu.


"Anak muda,, kamu adalah seorang pemuda yang hebat yang telah di takdirkan untuk menjadi penyelamat bumi Nusantara ini ." kata sang tetua Sangga Bumi.


"Anak muda sepertimu hanya muncul sekali dalam tiap generasi!" lanjut tetua Sangga Bumi makin lemah.


"Aku sudah salah langkah Nak! Teruskan perjuanganmu !


Aku titipkan Katrina padamu! Bimbinglah dia kembali kejalan yang benar!" desis tetua Sangga Bumi semakin lemah.


"Ka,, ka,,,,kamu sudah memenangkan pertaruhan itu... daa ... dari ... Win ..!"


Belum usai kata-kata sang tetua Sangga Buana... Napasnya sudah putus dan ruh nya sudah pergi meninggalkan raga tuanya!


Seketika pecah tangis Katrina ...

__ADS_1


__ADS_2