Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Mawar


__ADS_3

Malam itu di lembah di lereng gunung Ijen sudah terlihat ramai oleh kehadiran para pendukung dari para petarung.


Ki Seno Aji dan segenap anggota padepokannya tampak sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara malam ini.


Ketika itulah Jadug dan kawan-kawannya mendekati Ki Seno Aji.


Setelah dekat, tanpa basa-basi dan tanpa unggah-ungguh sama sekali, dia langsung berkata dengan kasar.


"Ki Seno, aku tahu Ki Seno lah yang mengatur para petarung untuk saling berhadapan ! kami kurang senang dengan cara-cara yang tidak jujur ini!" kata Jadug dengan suara yang cukup keras dan terdengar kasar!


Ki Seno Aji yang memang belum begitu menyadari sepenuhnya kedatangan dari Jadug tampak terkejut melihat Jadug yang datang-datang langsung terkesan marah-marah padanya!


"Harusnya Ki Seno berbuat jujur dengan mengundi para petarung yang saling berhadapan ! Bukannya malah menentukan seenak udel mu!" Seru Jadug dengan nada yang masih tinggi.


"Sabar, sabar Cak," Ki Seno Aji tampak berusaha meredakan amarah pria ini.


"Sebagai pimpinan dari perkumpulan perguruan silat disini, sudah seharusnya Ki Seno Aji berlaku jujur dan adil," seru Jadug.


"Maksudnya Cak,?" tanya Ki Seno Aji pura- pura tidak tahu dan berlagak pilon.


"Halah ! janganlah berpura-pura lagi Ki Seno!" Seru Jadug lagi.


"Aku tidak mau tahu ! Ki Seno harus jujur dalam penentuan siapa- siapa yang saling berhadapan nanti," lanjut Jadug dengan masih emosi.


"Aku akan menyuruh orang-orang ku mengawasi kalian! aku tidak ingin penentuan di tentukan oleh kalian saja!" Demikianlah akhirnya Jadug meninggalkan tempat itu sambil menggerutu.


Dia segera menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengawasi siapa- siapa saja yang akan saling berhadapan kali ini.


"Baiklah, baiklah cak!" kata Ki Seno Aji mengalah karena memang dirinya merasa tidak enak pada Jadug yang walau bagaimanapun belum menunjukkan kecurangan nya !


Ketika waktu tepat jam delapan malam, Ki Seno Aji segera membuka acara!


Kali ini dia memanggil secara acak para petarung yang lolos ke putaran kedua ini. Dia merasa tidak enak dengan Jadug yang telah protes padanya.


Dia segera mengambil lipatan kertas berisi nama-nama para petarung yang lolos babak kedua ini.


Ketika kertas pertama dibuka terlihat nama Mahardhika dari padepokan Watu Gunung.


Mahardhika langsung melompat dengan ringan ke atas panggung tempat arena pertarungan.


Gerakannya sangat gesit dan cepat seperti burung Garuda turun dari Udara!


Banyak para penonton berdecak kagum menyaksikan kemampuan Mahardhika, apalagi mereka sudah menyaksikan bagaimana hebatnya Mahardika ketika mengalahkan lawannya kemarin malam.

__ADS_1


Kemudian Ki Seno Aji segera mengambil kertas kedua !


Di lipatan kertas kedua ini tertera nama Maliki, berasal dari perguruan silat Walet Ireng, dari Sampang Madura.


Maliki adalah seorang pemuda kalem dengan tubuh biasa-biasa saja, tanpa mempunyai ciri khas tertentu.


Ki Seno Aji segera memberikan aba-abanya tanda pertarungan bisa segera di mulai!


Keduanya secara bersamaan segera menerjang kearah lawan !


Pertarungan segera terjadi!


Seperti pertarungan pertama, kali ini pun Mahardika ingin segera menyelesaikan pemuda yang menjadi lawannya kali ini dengan cepat.


Perbedaan kekuatan segera terlihat oleh para penonton!


Mahardika mengerahkan aji Tapak Geni, dia tidak ingin meremehkan dan juga tidak mau membuang waktu dan tenaga dengan berlama lama bertarung.


Dalam sekejap , Maliki yang hanya mengandalkan kemampuan wadag nya saja sudah harus pupus harapannya untuk memenangkan pertarungan kali ini!


Dia jatuh dari atas arena pertarungan dengan menderita luka dalam yang lumayan berat!


Dadanya terasa panas dan sesak akibat pukulan telapak tangan dari Mahardhika!


Kemudian selanjutnya Ki Seno Aji mengambil lipatan kertas berikutnya.


Tertera nama I Made Dipta, dari perguruan silat Kebo Liwa, Gianyar Bali.


Dan selanjutnya Ki Seno Aji kembali mengambil lipatan kertas berikutnya untuk menentukan lawan dari dari I Made.


Tertera nama Mawar dari padepokan Tamansari dari Banyuwangi.


Ya Mawar dari kelompok Jadug ternyata mewakili padepokan silat di lereng gunung Ijen ini.. Sebuah padepokan silat yang ada di desa Tamansari di lereng Gunung Ijen.


Dengan gerakan gemulai dan lembut Mawar melompat ke atas arena pertarungan.


Mawar memasang senyum yang sangat menawan untuk membuat lawan terpesona dan menjadi lengah!.. Senyuman mawar memang sangat menarik dan menggairahkan ! juga membangkitkan hasrat bagi laki laki normal! tidak terkecuali I Made ini, yang menjadi lawan Mawar.


Wajah cantik, bibir merah tebal seperti bintang film barat Angelina Jolie dan pandangan mata penuh ajakan ! Siapakah pria yang mampu berbuat kasar pada mawar?


Apalagi mawar ini mempunyai aji yang mampu membuat pria-pria terpancing hasrat ke kelelakiannya!


Dan sekarang tampaknya I Made sudah berada pada pengaruh ajian "Gendam kantil" milik Mawar!

__ADS_1


Sebuah ajian yang bisa membuat lawan jenis takluk dan hanya menginginkan hasratnya bisa tersalurkan ! tanpa dia bisa mengontrol dan menyadari ke adaan dirinya .


Sebuah ajian yang benar-benar sangat berbahaya bagi kaum Adam.


I Made bukannya bersiap-siap menyerang, akan tetapi dia malah melompat sambil merentangkan kedua tangannya dan bersiap menubruk dan memeluk Wanita cantik dan mesum di depannya ini.


Tubuh montog dan sexy dari Mawar sudah benar-benar membuat hasrat kelelakiannya meletup- letup tak terkendali.


Dibawah pandangan ribuan pasang mata penonton, sungguh ini adalah sebuah hal yang sangat memalukan.


Wayan Sudhiaarte sampai berteriak-teriak keras dari bawah panggung menyaksikan tingkah muridnya ini.


Wayan Sudhiarte sendiripun tidak tahu-menahu dengan apa yang telah terjadi sebenarnya pada anak murid terbaiknya ini!


Sementara di atas panggung, perubahan keadaan segera terjadi.


Mawar sengaja menerima pelukan dari I Made, akan tetapi belum sempat melakukan gerakan lain, mendadak tubuhnya terjengkang dan jatuh dari atas panggung.


Ternyata Mawar tidak perlu mengeluarkan keringat untuk mengalahkan I Made Dipta, seorang pemuda perkasa dari padepokan Gajah Liwa dari Gianyar, Bali !


Mawar Hanyar mendorong dengan kuat saja I Made Dipta! itu sudah cukup membuat I Made jatuh ke bawah panggung.


Begitu tubuhnya menghantam tanah, dia segera menjadi tersadar kembali.. Tapi dia sudah terlanjur jatuh dari atas panggung yang berarti dia telah kalah!


Kekalahan yang memalukan!


Wayan Sudhiarte segera mendekati I made.


"Ada apa denganmu Made! " tanya gurunya ini yang terlihat sangat kecewa dan malu melihat kekalahan I Made yang tidak biasa ini.


"Maaf guru, maafkan aku !" kata Made penuh penyesalan dengan apa yang barusan telah terjadi.


"Tiba-tiba saja aku tidak mampu mengendalikan hasratku pada wanita itu guru," terang I Made Dipta dengan sangat malunya! tapi dia harus mengatakan yang sebenarnya, agar gurunya tidak salah paham pada dirinya.


Wayan Sudhiarte tampak terdiam mendengarkan keterangan murid andalannya ini.


Wayan Sudhiarte sebenarnya juga mengakui kalau Mawar adalah seorang wanita yang benar- benar mempunyai daya tarik yang luar biasa.


Selain cantik dan menggairahkan, wajah mesumnya mampu meruntuhkan pertahanan seorang laki-laki apalagi didukung tubuh montog dan sexy.


"Akan tetapi diatas panggung yang terbuka seperti ini ? Muridnya bisa hilang akal sehat nya! ah sangat mustahil sekali!" batin Wayan Sudhiarte.


Padahal setahunya muridnya ini juga sering bergaul dengan bule bule cantig dan montok di Bali?!

__ADS_1


"Pasti ada hal- hal lain yang terjadi ," batin Wayan Sudhiarte!


__ADS_2