Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Jatuhnya markas Cakar iblis Jakarta Utara.


__ADS_3

Dan benar saja,,, Dalam suatu serangan yang sangat cepat dan brutal George yang sudah sangat terdesak tampak mengayun golok besarnya dengan membabi buta! Dia sudah tidak bisa mengikuti gerakan-gerakan bang Leo!


Ketika belati di tangan kanan bang Leo berhasil menahan golok besar di tangan George, maka belati lengkung di tangan kiri bang Leo secepat tatit sudah menyabet ke arah leher George!


Gerakan yang brutal dan tanpa ragu dari bang Leo !


Gerakan ini dilakukan sambil melompat ! karena tubuh George yang memang lebih tinggi dari bang Leo!


Dan .....


Tubuh besar itu ambruk ke lantai marmer !


Berdebum dengan keras!


Da***h mengalir dan terciprat ke mana- mana membasahi lantai marmer yang putih bersih dan memberikan pemandangan yang mengerikan !


Berakhir sudah riwayat salah satu ketua cabang Cakar Iblis pemegang Cakar Emas yang hidupnya bergelimang kejahatan!


Semua anak buah Cakar Iblis langsung terkejut dan kaget!


Mereka tidak menyangka, ketua mereka yang sangat hebat ini bisa dengan cepat terbunuh dalam duel satu lawan satu melawan pemimpin para penyerbu ini!


Selama ini mereka sudah sangat yakin, tidak ada orang yang mampu mengalahkan George ini!


Mental mereka down!


Serentak mereka melemparkan senjatanya ke lantai rumah mewah markas mereka.


Bang Leo segera memerintahkan anggota cakar Iblis yang menyerah untuk di ikat dan di kumpulkan menjadi satu dan di kurung di salah satu ruangan dalam markas tersebut!


Ternyata selain sang ketua cakar iblis Jakarta Utara ini, total ada lima orang yang tewas mengenaskan serta puluhan lainnya terluka oleh senjata tajam!


Selesai sudah perlawanan dari kelompok Cakar Iblis yang menguasai daerah Jakarta Utara!


***


Sementara di waktu yang bersamaan ...


Adnan, Bayu , Tomy , Irman, kapten Waringin jati dan yang lainnya juga terlibat pertarungan sengit di dalam markas cabang cakar Iblis di Bekasi tepatnya di daerah Jati Asih!


Markas ini agak jauh masuk dalam perkampungan dan agak jarang rumah penduduk di daerah tersebut.


Pertarungan di markas ini ternyata tidak berlangsung terlalu lama!


Dengan adanya salah seorang sing mo kiam dengan kiam khi nya , dalam sesat lima orang sudah jatuh tersungkur tersayat oleh kiam khi.


Tan Siang Wi sendiri bertarung menurut kehendak hatinya ! tidak ada yang di takutinya kecuali Tirta Jaya Kusuma.


Tiap sabetan pedang nya pasti membawa korban !

__ADS_1


Sementara sang pemimpin sendiri sedang bertarung seru melawan Adnan, sedangkan Bayu dan kapten Waringin Jati masing masing bertarung melawan seorang anggota cakar Iblis bersenjatakan Cakar Perak.


Sementara yang lainnya bertarung secara acak dan mengerubuti Tomy, Irman , si kumbang dan lain lainnya.


Dalam pertarungan campuh seperti ini mudah sekali terkena serangan bokongan.. sehingga Irman , Tomy dan juga anak buah kapten Waringin Jati bertarung sambil beradu punggung! untuk menghindari serangan dari belakang .


Si kumbang tampak melompat kesana kemari, dengan cakar nya yang tajam si kumbang menerkam orang orang cakar iblis..


Dalam sesaat dari Empat puluh orang anggota cakar iblis yang sedang berada di markas ini, kini tinggal separuhnya saja!


kini tekanan yang di rasakan Irman , Tomy dan Juga anak buah kapten Waringin Jati sudah Jauh berkurang!


Bayu yang kali ini bertarung dengan senjata andalannya yaitu sarung yang terbuat dari kulit yang sangat kuat dan ulet sehingga mampu menahan bacokan senjata tajam.


Lawannya adalah seorang Anggota Cakar Iblis bersenjatakan Cakar perak!


Dengan kemampuannya saat ini, dengan mudahnya Bayu mengatasi perlawanan si Cakar perak ini.


Dengan kekuatannya yang luar biasa , Cakar perak yang berusaha menahan pukulan tangan Bayu yang sebesar batang pisang tetap tertembus juga!


Tangan yang kuat dan berat tetap menghajar Dada si cakar perak dengan kerasnya sehingga terpental dan menghantam tembok ruangan itu dengan kerasnya!


Entah hanya pingsan atau sudah lepas nyawanya.


Setelah kehilangan Lawan, Bayu segera terjun dalam arena lain, dimana anak buah kapten Waringin Jati sedang berjibaku menghadapi keroyokan para anggota cakar Iblis.


Dalam keadaan terdesak oleh regu Adnan..dan tinggal menunggu sebentar saja komplotan ini akan habis.


Ternyata anggota cakar iblis yang sedang bertugas di luar mendadak pulang ke markas mereka!


Ada kurang lebih dua puluhan orang yang menyerbu masuk!


Orang-orang cakar Iblis yang tadinya sudah berputus asa, kembali bangkit semangatnya mengetahui ada bantuan dari kawan- kawan mereka!


Kembali tekanan berat di rasakan oleh regu yang dipimpin oleh Adnan ini.


Bayu kembali berhadapan dengan seorang anggota cakar iblis bersenjata kan sebuah Cakar perak!


Sementara itu Adnan masih bertarung dengan sengit dengan ketua cakar iblis cabang Bekasi ini!


Ketua Cakar Iblis ini adalah seorang pria berusia empat puluhan tahun berbadan tegap atletis dan berpenampilan rapi!


Sang ketua ini bernama Rudi!


Sudah beberapa saat mereka bertarung mempertaruhkan nyawa!


Tadinya Adnan bertarung hanya mengandalkan sepasang belati lengkung dan kecepatan saja, tanpa mengerahkan ajian seperti Bayu Bajra ataupun aji Suryo Dahono,!


Akan tetapi ternyata Si Cakar Emas ini sangat lah ulet dan bisa mengimbangi kecepatan dan kekuatan Adnan!

__ADS_1


Adnan segera menyadari jika hal dibiarkan saja maka pertarungan ini bisa terlalu lama dan berlarut-larut.


Sesaat kamudian, tubuh Adnan sudah di selimuti energi berwarna biru tipis..


Dan tiap serangan yang di lancarkan Adnan membawa angin kencang dan bergemuruh!


Menyaksikan Ini, Rudi benar benar tergetar !


"Ugh, ini,,,ini,,,, kekuatan macam apa ini!" batin Rudi begitu merasakan tekanan berat dari tiap serangan dari Pemuda yang menjadi lawnnya ini.


Kali ini gerakan dari Rudi seakan akan tidak sebebas lagi seperti tadi!


Terasa udara di sekitarnya berubah menjadi berat karena seakan akan berat jenisnya bertambah beberapa kali lipat!


Rudi seakan akan bergerak di dalam air saja!


Sementara pertarungan di sekitar Telah mengalami perubahan lagi!


Tomy, Irman Tan siang Wi sudah berhasil lagi menjatuhkan orang orang cakar iblis.


Demikian juga halnya dengan anak buah kapten Waringin Jati.


Sedangkan pertarungan kapten Waringin Jati melawan seorang yang bersenjatakan Cakar Perak juga sudah hampir usai.


Belati di tangan sang kapten beberapa kali sudah berhasil menggores tubuh lawan.


Dan ketika luka- luka dari tubuh si cakar perak semakin lama semakin banyak, maka si cakar Perak akhirnya jatuh terguling dan tak sanggup berdiri ketika sebuah tendangan lurus menghantam ulu hati si Cakar Perak ini.


Demikian pula dengan Bayu yang berhadapan pula dengan seorang pemegang Cakar Perak lagi!


Tidak butuh waktu lama, Bayu yang melambari setiap serangannya dengan aji Bayu Bajra! sehingga segera saja dia berada di atas angin!


Apalagi Bayu yang sekarang ini juga menguasai ilmu kebal walaupun masih belum sempurna benar.


Beberapa kali lawan Bayu jatuh terpental karena benturan yang terjadi.


Dan dalam sebuah kesempatan Bayu dengan kakinya yang sebesar batang kelapa ini sudah menginjak dada dari si Cakar Perak yang jatuh terlentang akibat benturan dengan Bayu !


"Ampun bang jago!" seru si Cakar Perak!


"jangan bunuh aku bang!" hibanya lagi.


"Anakku masih kecil kecil bang! ampuni aku !" si cakar Perak terus menghiba.


Akhirnya Bayu melepaskan injakan kakinya dari dada si cakar Perak ini.


Pada dasarnya Bayu juga mempunyai sifat yang welas asih! Dia tidak akan membunuh orang begitu saja !


"Sejahat jahat seseorang pasti punya sisi baiknya dan sebaik baiknya seseorang pasti punya sisi jahatnya!"

__ADS_1


Dia sering bertukar pikiran dengan Tirta jaya Kusuma mengenai hal ini, dan Bayu sangat mengagumi pandangan Tirta Jayakusuma tentang kemanusiaan dan humanisme.


Pemikiran-pemikiran dari Tirta yang demikianlah yang akhirnya meresap ke dalam diri Bayu dan Adnan.


__ADS_2