
Setelah puas berkeliling di markas pusat cakar iblis yang sudah kosong ini,
Tirta dan Nadine kemudian duduk di salah satu ruangan yang terlihat paling mewah di antara semua ruang yang ada di ruangan markas ini.
Nadine kemudian menyuruh anak buah bang Leo untuk meninggalkan mereka berdua..
setelah anak buah bang Leo pergi Nadine kemudian berkata pada Tirta..
"Apa rencana kamu ke depan Ta... tanya Nadine setelah duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut..
Sedangkan Tirta segera meraih sebuah kursi kecil dan ditariknya di depan sofa yang diduduki oleh Nadine.
"Tidakkah kamu ingin tinggal di Jakarta menemani aku saja!?"
"Kamu bisa mengembangkan usaha dari aset yang ditinggalkan Cakar Iblis! kamu bisa mengembangkan sesuai keinginan mu?" kata Nadine.
Tirta tampak terdiam mendengar kata- kata Nadine!
Dia tahu arah dari perkataan dari Nadine yang menginginkan dirinya untuk tetap berada di Jakarta dan menemani Nadine!
"Aku belum punya pemikiran ke arah sana Nadine! aku masih ingin menyelesaikan kuliahku dulu!" jawab Tirta pelan
"Kan kamu bisa kuliah di Jakarta saja? tidak harus di Semarang ?" bantah Nadine!
"Aku kurang cocok dengan kehidupan di Jakarta ini Nadine!" kehidupan di Jakarta ini terlalu keras bagiku! terlalu materialistis terlalu hedonis!" jawab Tirta Jaya Kusuma ..
Mendengar semua jawaban sang pemuda tampaknya Nadine kurang begitu Sreg.
Dia sebenarnya berharap supaya Tirta Jaya Kusuma mau hidup di Jakarta!
Apapun pasti akan di lakukannya asal Tirta bersedia hidup di Jakarta ini..
Dan secara tidak sadar dengan cara- cara yang seakan santai dan cuek seperti ini telah membuat Nadine semakin penasaran pada sang Pemuda .
Banyak pemuda ganteng, artis ternama, pemuda kaya raya yang berharap cinta
Nadine dan rela melakukan apapun pada gadis blasteran ini! tapi Nadine tak pernah menanggapi mereka semua!
Dan kini dia telah bertemu dan melabuhkan hatinya pada pemuda kalem, pendiem dan super cuek ini yang meluluh lantakkan hatinya!
Membahas tentang Tirta, memang karakter Tirta ini adalah karakter pemuda yang slow, santai dan cuek, tapi di balik karakternya yang seperti itu ada daya tarik tersembunyi yang membuat para gadis klepek klepek dibuatnya .
Tipe pemuda seperti ini tidak perlu bersusah payah mengejar cinta para gadis, akan tetapi para gadislah yang datang mendekat padanya.
Tirta jaya Kusuma ibaratnya bebek Jantan yang selalu diikuti kemanapun perginya oleh beratus ratus bebek betina.
Ada sebuah kepercayaan di masyarakat bahwa bagi siapapun yang ingin di cintai banyak wanita, ambillah bulu ekor bebek jantan yang sudah lepas dari ekornya secara alami! dan simpan maka dalam waktu singkat pasti dia akan di ikuti oleh para gadis baik yang cantik maupun tidak cantik.
(Silahkan mencoba??).
Nadine tampak pusing juga mendengar semua jawaban Tirta ini..
Padahal Nadine yakin bahwa Tirta juga menanggapi cintanya !
Berkali-kali dia sudah berhasil membuat sang pemuda hampir saja kehilangan kendali akan dirinya ! Berkali-kali dirinya sudah membuat nafsu sang pemuda hampir lepas kekang!
"Kamu ini susah sekali sih Ta... Tahukah kamu, aku dan Papa sudah melakukan semuanya untuk kamu?" kata Nadine dengan nada agak Tinggi...
"Bahkan jika kamu mau memindahkan rumah kami ke kota Semarang pun pasti Papa dan semua keluarga kami pasti setuju!"
"Ada apa dengan kamu Ta! geram Nadine..
Tirta tampak terdiam mendengar kata-kata Nadine!
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Ta, Bahkan kalau engkau mau papa akan menyerahkan salah satu perusahan nya padamu! " Lanjut Nadine!"
"Maafkan aku Nadine, aku tidak bisa...!" lirih jawaban Tirta Kayakusuma .
Dalam kejengkelannya Nadine tampak berdiri dari duduknya dan menghampiri Tirta yang duduk tepat di depannya !
Setelah tepat berada di depan sang pemuda, tangan kanan Nadine tampak melayang dan ..
"Plaaak! "
Tangan Nadine telah menampar pipi kiri sang pemuda dengan keras,!
Tirta hanya diam membeku di tempatnya!
Wajahnya tertunduk dan tidak berani memandang wajah Nadine .
Setelah tangan nya berhasil menampar sehingga membekas telapak tangan merah di pipi sang pemuda, Nadine tampak termangu mangu!
"Maafin aku Ta,, maafin aku!" bisik Nadine..
Sudut matanya terlihat mengembeng air mata .
Penyesalan menyesakkan dadanya..
Dengan perasan sangat menyesal Nadine kemudian menundukkan wajahnya dan mencium wajah sang pemuda dengan penuh penyesalan.
"Maafkan aku Ta,,, huu ,huu, huu... maaafkan aku..!"
Tangis Nadine pecah dalam pelukan Tirta Jaya Kusuma.
Wajah yang sembab dan penuh air mata dengan lembut menciumi wajah Sang penida sehingga membuat air mata sang gadis membasahi wajah sang pemuda .
Setelah beberapa saat tangis Nadine sudah mereda , Tirta segera mendudukkan Nadine dengan lembut ke tempat semula.
"Maaf kan aku Nadine! maafkan Aku!.
Bukan maksud aku menolak semua tawaranmu sehingga menyakiti hatimu!
"Sebenarnya lah sudah ada yang mengharap diriku di Semarang! jauh sebelum aku mengenal dirimu ..
Aku sudah berjanji untuk nya ! dan aku sudah menyanggupinya ! bisik Tirta Lembut.
Sampai disini Tirta berhenti sejenak dan kemudian di pandanginya gadis cantik di depannya ini! bukan hanya cantik sangat cantik malah!.
Dengan mata besar , hidung mancung dan lancip dagu lebar khas gadis bule !
Sungguh wajah yang teramat sempurna bagi Tirta yang hanya pemuda miskin yang tidak terlalu berharap mendapatkan gadis secantik Nadine ini!
"Apakah dia lebih Cantik dari aku Ta!?" bisik Nadine yang mulai dapat mengendalikan dirinya !
"Kalian sama-sama cantik Nadine!"
"Tidaklah ada seorang pemuda pun yang mampu menolak hatimu!" kata Tirta..
"Tapi kamu telah menolakku Ta..!" bantah Nadine..
"Karena sudah ada yang lebih dahulu mengisi hatiku Nadine!" jawab Tirta pelan.
"Aku bukanlah pemuda yang cocok untukmu Nadine!"
Aku hanya seorang pemuda Miskin.... Bukalah hatimu untuk pemuda pemuda baik di luar sana ,,,, suatu saat pasti kamu akan mendapatkan.
Seorang pemuda yang mencintaimu dengan sepenuh hati dan kamu juga mencintainya dengan sepenuh hatimu! lanjut Tirta..
__ADS_1
Nadine tampak terdiam mendengar kata kata Tirta jaya Kusuma..
Selanjutnya.mereka tampak terdiam dengan pemikiran masing masing..
Ketika matahari mulai condong ke arah barat, Tirta segera bangkit dan mengajak Nadine untuk meninggalkan bekas markas Cakar iblis tersebut dan selanjutnya mengarah ke bekas markas iblis yang berada di dekat markas pusat ini yakni bekas markas cabang Cakar iblis Jakarta Selatan .
Mereka berdua memasuki markas Cakar Iblis dengan ditemani oleh Fredy!
Frady ini adalah pengikut paling setia selain Gendon.
"Barapa tawanan anggota Cakar Inblis disini bang Fredy?" tanya Tirta ketika mereka berjalan memasuki bekas markas Cakar Iblis ini!
"Ada dua puluh orang mas Tirta! tadinya ada tiga puluh orang , tapi ternyata sepuluh di antaranya kecanduan narkoba!" jawab Fredy.
Mereka yang dua puluh orang ini mulai kita didik untuk kembali ke jalan yang benar! dan semuanya setuju untuk bekerja pada perusahaan perusahaan yang akan kita dirikan nantinya !" lanjut Fredy.
"Oh, bagus itu mas Fredy, semoga perusahaan perusahaan itu bisa segera keluar perijinannya sehingga bisa segera beroperasi! " kata Tirta menanggapi pembicaraan Fredy.
"Benarkan Nadine?" tanya Nadine..
"Nggak tau ! Jawab Nadine ketus.
Tampaknya dia masih belum sepenuhnya bisa menerima sepenuhnya pembicaraannya dengan sang pemuda tadi di bekas markas pusat Cakar Iblis..
Fredy yang mendengar kata kata Nadine ini hanya membatin saja dalam hati , bahwa keduanya pasti sedang bertengkar , apalagi masih terlihat bekas bekas air mata di pipi halus dan putih dari Nadine.
"Ah,, anak-anak muda !" batin Fredy.
"Ayo mas aku pengin melihat lihat sudut lain dari markas ini!" lanjut Tirta..
"Kalau menurutku bekas markas ini sebaiknya untuk komplek perkantoran saja mas, atau untuk komplek pergudangan !" kata Fredy ketika mereka berjalan di sekeliling bekas markas cabang Cakar Iblis ini.
Sejak tadi Nadine masih diam saja, walupun langkah kaki jenjangnya mengikuti Tirta dan Fredy.
Ketika mereka bertiga melewati sebuah ruangan yang cukup besar , tampak beberapa orang sedang menonton televisi sedang menonton siaran langsung badminton dari sebuah televisi besar yang ada di ruangan itu..
Sorak Sorai mereka membuat ramai suasana di ruangan itu...
Wajah wajah ceria dan lepas terpancar dari orang orang ini.
Walaupun sebagian dari mereka berpenampilan serat dengan tato yang menghiasi tubuh dan wajah, akan tetapi ketika Fredy masuk ke ruangan itu , orang orang yang merupakan bekas anak buah cakar iblis tampak menyapa Fredy dengan ramah!
"Eh bang Fredy,,, ! seru mereka serempak..
"Sedang nonton apa sih Kalian ! kok Ramai amat!" kata Fredy..
Ya Fredy ini juga mantan preman dan juga pembunuh profesional, jadi dia sudah terbiasa menghadapi orang orang yang seperti ini!
Orang-orang dari dunia hitam yang tiap harinya bergelut dengan kejahatan !
"Ini bang, lagi seru serunya nonton Badminton nih bang !" jawab seseorang yang dulunya adalah pemegang Cakar Perak di organisasi Cakar Iblis!
"Ginting lawan Viktor bang! seruuu bang Fred!" lanjut yang lain.
"Eh bang, bawa cewek cakep buanget kayak bintang hollywood Sacha Grey aja!" seru seseorang .
"Ugh ,,, ngawur kamu Jon!
"Ini mah mirip Caterine Zeta Jones!" seru yang lainnya lagi .
"Sudah-sudah jangan ngawur kamu Jon, ini adalah calon ibu direktur perusahaan kita nanti !"
Seru Fredy agak jengkel .. kalo membandingkan dengan Chaterine Zeta Jones sih oke-oke aja! tapi kalau dengan Sasha Grey kan berabe! batin Fredy..
__ADS_1
Dan untung lah Nadine kurang ngeh dengan obrolan itu.