
Sementara pada waktu yang sama,
Malam itu Tirta sedang ada di rumah Nadine.
Tirta duduk-duduk berdua di kursi kayu di depan rumah, Sedangkan Bayu dan Adnan yang ikut ke rumah itu tampak berada di sudut teras yang lain. Mereka tampaknya memberikan kesempatan pada Tirta dan Nadine .
Tampak mereka duduk berdekatan dengan Nadine menyandarkan kepalanya di pundak sang pemuda.
Beberapa saat ketika memasuki waktu Isya.
"Eh, Bay ada mobil kesasar kemari tuh, " seru Adnan pada Bayu yang tiduran di kursi panjang.
Bayu dan Adnan memang hari itu menemani Tirta berjaga- jaga di rumah pak Michael yang memang rumahnya dekat saja dari padepokan mereka.
"Hmmm , paling-paling juga orang kesasar !" jawab Bayu sekenanya..
"Dua mobil Bay," kata Adnan lagi..
"Ahh biarin, paling juga mau tanya alamat, jawab Bayu lagi sambil menguap lebar, kayak kuda Nil yang lagi menguap..
"Ehh yang turun kok Banyak Bay!" seru Adnan yang mulai curiga Dangan keberadaan dua mobil dan orang-orang yang mulai turun dari kedua mobil itu..
"Ah paling mereka mau mencari ikan disungai di belakang," jawab Bayu konyol.
"Hmm, dasar anak Gajah, katrok !" sungut Adnan yang segera berdiri meninggalkan Bayu.
Tirta segera bangkit, perasannya mengatakan bahwa orang-orang ini mempunyai niat yang tidak baik.
"Nadine, masuk rumah dan hubungi padepokan ,, kata Tirta kepada Nadine,, " Nadine segera masuk kedalam rumah, dimana pak Michael juga tampaknya bermaksud untuk keluar tapi di cegah oleh Nadine .
Tampak sepuluh orang dengan Jaket kulit hitam memasuki halaman rumah pak Michael dengan gerakan cepat.
"Ayo Bay,,! kelihatannya malam ini kita kedatangan tamu yang sudah kita tunggu-tunggu," seru Adnan..
"Huh mengganggu saja," seru Bayu sambil ngedumel tidak karuan
Ketika mereka sudah dekat.
Terdengar komando untuk segera membereskan tiga pemuda yang ada di hadapan mereka ini .
Orang-orang berjaket hitam ini dengan sigap menyerang Tirta, Bayu dan Adan..
Tadinya mereka menganggap ringan saja tiga pemuda ini.
Akan tetapi begitu serangan mereka mulai berbenturan, tampak wajah-wajah kaget dan terkejut .
__ADS_1
Beberapa orang yang berbenturan dengan lengan sebesar batang kelapa langsung terpental , sedangkan beberapa orang yang lain yang berbenturan dengan Tirta dan Adnan merasa tangan-tangan mereka kesemutan seperti terkena aliran listrik..
Seorang pemuda yang cukup ganteng dan gagah yang tampaknya adalah pemimpin di antara mereka tampak mengerutkan keningnya.
"Tampaknya aku akan menghadapi lawan tangguh malam ini," batinnya.
Pria-pria berjaket hitam ini, segera melanjutkan serangannya lagi, mereka harus tetap maju demi hadiah satu Milyar yang telah di janjikan oleh Peter bagi mereka jika mampu menyelesaikan tugas ini, apalagi bagi mereka yang belum mendapatkan hadiahnya.
beberapa orang yang merasa bahwa mereka menghadapi lawan yang tangguh segera mengeluarkan senjata-senjata mereka.
Ada yang bersenjatakan celurit, ada yang memegang golok dan ada yang bersenjatakan pedang panjang.
Mengetahui orang-orang berjaket hitam ini pada mengeluarkan senjata tajam, Bayu dan Adnan segera mengeluarkan senjatanya pula.
Adnan yang sewaktu merantau ke Jakarta menggunakan tongkat baja yang di ketemukan di jalan kali ini bersenjatakan belati lengkung milik Bayu yang diberi oleh Leo. Sedangkan Bayu sendiri kali ini memegang tongkat hitam sepanjang setengah depa yang terbuat dari kayu Stigi pemberian dari mbah Hardjo.
Pertarungan antara sembilan orang melawan tiga pemuda segera pecah.
Tampaknya anak muda yang merupakan pemimpin dari orang-orang ini belum ikut terjun ke arena.
Hingga suatu ketika, Bayu dengan tongkat hitamnya berhasil menghajar dengan telak salah seorang pria berjaket hitam ini pada bahunya.
Walaupun si pria berjaket hitam sempat menangkis dengan goloknya, akan tetapi tenaga yang tersalur di tongkat hitam demikian besarnya sehingga tak mampu di tahan dengan golok.
Pria ini segera jatuh terduduk sambil memegangi bahunya yang tampak sudah tidak bisa di gunakan untuk menggerakkan tangannya lagi, golok yang digunakannya jatuh di tanah karena tangannya sudah tak mampu untuk menggenggam gagang golok lagi.
Tandang Bayu yang semakin beringas membuat lawan-lawannya menjadi keder!
Mengetahui hal demikian, pemuda yang tampaknya adalah pemimpin dari orang-orang berjaket hitam ini segera terjun ke medan laga dan langsung menghadang sepak terjang Bayu.
Pemuda ini segera memapak serangan Bayu dengan dengan tangan kosong.
Dua kekuatan besar bertemu...
Bayu dengan tongkat hitamnya dan tangan pemuda tampan yang tampaknya sudah di aliri suatu ajian.
"Duarr,,!" benturan keras terjadi ketika kekuatan Bayu dengan landasan Bayu Bajra bertemu dengan kekuatan si pemuda tampan ini..
Keduanya terjajar kebelakang, detik berikutnya si pemuda tampan ini secepat kilat melompat menyerang Bayu lagi!
Dalam kegelapan malam tampak tubuh pemuda ini berselimut cahaya kemerahan..
"Tapak Geni !" batin Tirta terkejut ketika menyaksikan pemuda tampan itu tampak mempersiapkan ajian yang agaknya adalah aji Tapak Geni!
"Siapa pemuda tampan ini sebenarnya?" pikir Tirta.
__ADS_1
Segera Bayu Bajra di tangan Bayu kembali berbenturan dengan kekuatan si pemuda tampan . Tapi kali ini tampaknya si pemuda tampan melambari kekuatannya dengan aji Tapak Geni..
Duarr,,,,!!!! dua kekuatan Gajah saling beradu..
"Bruagg,, Argh ,! tubuh Bayu yang sebesar anak Gajah, terjajar kebelakang kemudian jatuh terduduk.
"Bayu !!! " teriak Tirta kaget melihat Bayu terjatuh ! Akan tetapi Tirta tidak bisa segera menolong Bayu!
Dengan wajah pucat pasi , tampak Bayu memegang dadanya!
Sedangkan si pemuda tampak hanya terdorong ke belakang beberapa langkah.
Sementara Adnan yang dengan kedua belati lengkungnya tampaknya sudah menjatuhkan seorang kawan.
Belatinya yang tajam berkilat- kilat tertimpa cahaya bulan sangat menakutkan, gerakan-gerakan dari Leo sudah merasuk dalam diri Adnan. Sigap, cepat dan cekatan
akan tetapi keganasan dan kebrutalan Dari Leo saja yang tidak bisa ditirunya karena latar belakang yang berbeda.
Dengan sabetan kilat, Adnan buat seorang pria berjaket Hitam mandi darah, ketika sebuah goresan dari belati Adnan menyayat dadanya.
Untunglah Adnan memang tidak berniat membunuhnya.
Jika Adnan berniat membunuhnya, pasti tidak hanya luka luar, pastinya akan menggores lebih dalam lagi di dadanya..
Tirta Ketika melihat lawan dari Bayu tampaknya punya kemampuan yang berbahaya Tirta segera menjatuhkan dua lawan sekaligus. Pukulannya yang hanya mengandalkan Bayu Bajra dan Tameng Waja sudah cukup membuat dua orang yang menghadangnya tersungkur karena tamparannya membuat dua orang harus terbanting ketanah tanpa bisa berdiri lagi. tangkisan dari dua golok tak mampu membendung tamparannya.
***
Setelah menjatuhkan dua lawannya, Tirta segera melompat berdiri di depan pemuda tampan itu.
Keduanya segera bertatap tatapan, tampak mereka seperti mengukur kemampuan masing-masing.
Pemuda tampan ini berkulit putih bersih, tidak terlalu tinggi. Lebih tinggi Tirta Jayakusuma. Akan tetapi mempunyai badan yang lebih berisi.
"Sebenarnya siapa kalian," seru Tirta...
"Kami adalah orang-orang Mr Budiman," seru pemuda itu terus terang...
"Hmm , , benar dugaanku, kalian adalah orang-orang yang tidak baik," seru Tirta..
Si pemuda tampaknya juga tidak ingin terlalu berbasa basi..
Dengan teriakan keras dia mengerahkan Tapak Geni!
Tubuh nya segera mengeluarkan cahaya tipis berwarna merah keemasan keemasan, getaran ilmunya mulai dirasakan oleh Tirta yang berjarak beberapa meter di depan si pemuda tampan ini.
__ADS_1