Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
lamaran


__ADS_3

Hari Minggu pagi , Tirta , Bapak , Ibu Irman dan Lebih sudah bersiap-siap.


Mereka menggunakan mobil tua bapak, walaupun sebenarnya tidak terlalu tua, akan tetapi jika di bandingkan mobil mobil mewah pak Fajrul sangatlah berbeda.


"Ayo Irman cepetan !" seru Ibu.


Si Irman ini memang terkenal paling lemot dalam melakukan segala sesuatu.


Untuk makan saja bisa memakan waktu sampai dua tiga jam, karena sambil main game online . parah memang..


Pagi itu rencananya Mereka akan mampir terlebih dahulu di salon untuk mendandani Tirta..


"Biar tidak malu- maluin," kata Ibu.


Setelah semua siap mereka kemudian mampir ke salon rias terlebih dulu,,


Dengan setelan jas warna biru tua Tirta terlihat cakep dan gagah.


"Anak Ibu, ganteng banget !" seru Ibu begitu Tirta keluar dari salon.


"Iya dong, kayak Bapak,, !" seru Bapak..


"Huh, ganteng Tirta lah !"!seru Ibu protes.


Beberapa saat kemudian Tirta dan keluarganya sudah sampai di rumah rumah sang besan.


Setelah sampai di rumah pak Fajrul disana ternyata sudah ada Bayu dan Adnan juga Mbah Hardjo dan eyang Pandu.


Mereka tampak berbincang di teras rumah dengan akrab.


Setelah keluarga Tirta sampai, pak Fajrul segera mengajak mereka semua ke halaman belakang, dimana segala sesuatunya telah di persiapkan.


Walaupun acara hanya di hadiri keluarga dan kerabat dekat saja dan itupun tidak lebih dari limapuluh orang, akan tetapi halaman belakang telah di sulap layaknya pesta pernikahan yang sangat mewah..


Segenap penjuru di hias dengan bunga-bunga warna putih ...nuansa putih memang di pilih oleh Iza.


Iza memakai gaun juga serba putih layaknya bidadari, wajahnya penuh senyum bahagia..


Demikianlah acara pertunangan tersebut berjalan dengan lancar.


Wajah-wajah bahagia terpancar dari kedua belah pihak.


Setelah acara selesai semuanya mohon diri dan hanya Tirta saja yang tinggal di rumah pak Fajrul.


"Syukurlah acara berjalan dengan lancar ya Mam,!" kata pak Fajrul pada istrinya.


"Iya Pa,, Kita sudah punya anak laki-laki lagi, pengganti Farhan Pa,," jawab sang Istri.


"Papa harap pertunangan ini bisa membuat kalian lebih dekat dan memahami karakter kalian masing-masing. Dan Papa harap bisa lancar sampai waktunya tiba ke jenjang pernikahan kalian," pak Fajrul memberikan nasihat nya panjang lebar.


***


Beberapa bulan kemudian.


Tirta selesai ujian semester genap dan memasuki semester 3, dia dan kawan- kawannya sedang menikmati masa-masa liburannya.


Pada saat-saat seperti inilah Bayu menyampaikan bahwa dirinya ingin melamar juragan cantik Latifah..


Semua penghuni padepokan hampir tak percaya dengan keputusan Bayu ini...

__ADS_1


"Serius nih Bay," tanya Adnan..


"Dua rius lah," jawab Bayu,,


"Ya sudahlah, kita sih setuju-setuju saja Bay," kata Tirta.


"Semua keputusan mu masih sudah kamu pikirkan masak-masak," kata Tirta lagi.


"Kapan rencananya Ngger," tanya Mbah Hardjo.


"Rencananya sih akhir pekan ini Mbah." jawab Bayu.


"Cepet Banget Bay," kata Adnan.


"Kamu pasti sudah ngebet banget sama juragan mu itu ya..?" seru Adnan lagi..


"Mas Bayu sudah punya calon kok gak pernah cerita sama aku ya," celetuk Irman..


"Iya,, Ir, kalau ketahuan sama kamu bisa kamu buly habis habisan si Bayu," Adnan yang menjawab.


"Aku harap Mbah Hardjo juga kawan-kawan disini bisa datang dan menemani aku jika waktunya tiba," pinta Bayu..


Demikianlah direncanakan hari Sabtu mereka berangkat ke Wiradesa, sedangkan Bayu akan menjemput terlebih dahulu kedua tuanya dan juga kakaknya.


Hari Sabtu setelah Subuh, padepokan tampak ramai,,mereka bersiap-siap ikut ke acara lamarannya Bayu..


Ternyata Dinda, Tia dan Nani sudah ada di padepokan, mereka ikutan juga ke acara lamarannya Bayu.


Di padepokan hanya tertinggal Eyang Pandu dan Mahardika yang tidak ikut..


Beberapa saat kemudian mereka sudah berangkat menuju Wiradesa dengan menggunakan dua Toyota Alphard hitam peninggalan kelompok Peter.


Mereka memutuskan melalui jalan Pantura.


Beberapa saat ketika mereka sampai di daerah Banyu putih yang masuk dalam kabupaten Batang,


Ponsel Tirta tampak berdering...


Diliriknya ponsel yang ada di sampingnya , karena Tirta lah yang memegang setir mobil.


Tertera nama Bayu di sana,,


"Coba angkat itu panggilan dari Bayu Din," kata Tirta pada Dinda yang duduknya memang berada di depan, di sebelah Tirta Jayakusuma yang bertindak sebagai driver.


Dinda segera mengambil ponsel nya Tirta dan segera menjawab panggilan Bayu..


"Halo,,Ta,,, Tirta..!" seru Bayu ..


"Iya Bay,, ini Dinda...!" seru Dinda.


"Aku mau bicara sama Tirta Din..!" seru Bayu yang suaranya tampak bergetar dan panik..


Dinda segera menyerahkan ponsel pada Tirta..


"Halo Bay, ini Tirta...!" seru Tirta..


"Taaaa,, !!! tolong aku Taa,,,,!!! seru Bayu..


"Iya, iya, ada apa Bay!" seru Tirta ikutan panik..

__ADS_1


Tirta belum pernah melihat Bayu sepanik ini sebelumnya,, walaupun menghadapi lawan-lawan tangguh yang bisa membahayakan nyawanya sekalipun.


"Mbak Latifah Taa....! mbak latifah,,! seru Bayu tampak panik..


"Mbak Latifah kenapa Bay!?" seru Tirta..


"Mbak Latifah di culik Ta,,! di culik,, aku tak mampu melindunginya,,,, !Hu, hu, hu,, " Bayu tampak menangis sesenggukan..


"Dia di culik oleh kawanan Hendra, Hu,, hu,, hu,,,,"


"Aku tak mampu melindunginya,,, Hu, hu,, hu."


Tirta juga tampak sangat terkejut mendengar berita ini dari Bayu..


"Iya, iya Bay , sebentar lagi kita akan sampai disana, ini sudah sampai di Banyu Putih," seru Tirta.


"Tenangkan hati mu Bay, kami pasti akan menyelamatkan mbak Latifah,!" kata Tirta menenangkan Bayu..


"Iya,, cepetan ya Taa.. seru Bayu yang mulai agak tenang setelah mendengarkan kata-kata Tirta ini.


Bayu selalu percaya dengan Tirta, sejak dia memutuskan untuk mengikuti Tirta sejak mula mereka masuk kuliah.


"Din, kabari Adnan di mobil belakang, kita harus secepat nya sampai ke Wiradesa," kata Tirta pada Dinda.


Sesaat kemudian Tirta menginjak dalam dalam pedal gas Alphard hitam tersebut. untunglah pagi itu arus lalu lintas di jalanan Pantura terlihat masih lengang dan sepi.


Kurang dari satu jam, dua mobil Toyota Alphard warna hitam sudah masuk halaman yang luas rumah dari juragan Latifah..


Tirta segera bergegas memasuki rumah besar tersebut..


Tampak Bayu bersender di tembok ruang tamu tersebut dengan di kelilingi orang orang yang Tirta tidak mengenalnya, kecuali Zahra.


Ta,. seru Bayu kegirangan seperti tidak melihat sahabatnya ini bertahun tahun..


Tirta segera mendekati Bayu,,, tampak ada luka bekas seperti cakaran di dada Bayu..


Tirta segera memeluk sahabatnya dengan erat..


Air mata meleleh di kedua pelupuk mata Bayu juga Tirta Jayakusuma.


Tak pernah disaksikannya kondisi Bayu separah.. ini!


Wajahnya pucat dan nafasnya agak berat..


Aku akan menyembuhkan mu dulu Bay bisik Tirta.


Tirta dengan cekatan segera memijit beberapa bagian tubuh Bayu, kemudian disalurkannya tenaga batinnya membersihkan darah dan melindungi jantung Bayu.


Beberapa saat kemudian peluh sudah menetes di leher Tirta..


Dan beberapa saat kemudian tampak Bayu memuntahkan segumpal darah hitam kental dari mulutnya..


Semua yang hadir di ruangan itu tampak sangat khawatir dengan keadaan Bayu..


Setelah itu Tirta segera menghentikan pengobatan nya pada Bayu.


"Sudah, insyaallah sudah tidak membahayakan nyawa Bayu,"!kata Tirta pada orang-orang yang hadir di ruangan itu.


Sebenarnya lah luka-luka yang di derita Bayu memang sangat berbahaya, karena tampaknya mengandung racun, jika terlambat sedikit saja dalam pengobatan , maka nyawa lah yang akan menjadi taruhannya..

__ADS_1


__ADS_2