
***
Jauh di suatu tempat yang sangat rahasia.
Di dalam rumah yang cukup besar dan mewah, dengan pengawalan berlapis-lapis dari orang-orang yang tampak tegap kekar dan bersenjatakan pistol dan juga senjata laras panjang Ak 47 yang legendaris dalam perang di vietnam dan perang di negara negara teluk.
Seorang gemuk dan botak tampak duduk di sofa sebuah ruangan yang mewah dengan ditemani dua wanita sexy yang memakai lingerie warna merah menyala dan pink, dengan tubuh padat berisi.
"Peter !" teriaknya keras!
Seorang pria usia empat puluhan, tinggi dan berambut panjang dikuncir segera mendekat.
"Peter, bagaimana perkembangan penyelidikan anak anak muda yang mengganggu bisnis kita itu?" tanya orang gemuk dan botak itu pada asisten setianya yang bernama Peter tersebut..
"Lumayan Bos, sudah mulai kita telusuri jejaknya," jawab Peter.
"Ceritakan hasil penyelidikan mu Peter ," kata sang Bos botak.
"Orang-orang kita sudah menyelidiki tentang pemuda-pemuda itu bos, di bantu sama kelompoknya Hendra." kata si Peter lagi.
"Ternyata ketiga anak muda itu bernama Tirta, Bayu dan Adnan.
Ketiganya masih kuliah di Semarang Bos, " kata Peter.
Selanjutnya peter segera menceritakan segala sesuatu yang di ketahui nya berdasarkan hasil penyelidikan anak buahnya yang memang tersebar hampir di semua kota di pulau Jawa dan bali juga beberapa kota besar di luar jawa seperti Medan, Makassar, Palembang dan lain lain.
Ya Pria Gendut dan botak ini adalah Mr Budiman yang misterius. Dia masih dendam pada ketiga pemuda yang telah mengganggu usahanya.
Setelah mendengarkan segala sesuatunya tentang Tirta dan kawan-kawannya, Mr Budiman tampak berdiam diri, tampaknya sedang memikirkan sesuatu.
"Siapkan orang-orang mu Peter, suruh mereka mengawasi Tiga pemuda itu. Laporkan tiap saat perkembangannya kepadaku, kata Mr Budiman.
"Kali ini aku tidak ingin gagal untuk yang ketiga kalinya Peter,, tambah lagi orang-orang baru Peter, orang- orang yang lebih hebat dari orang yang kemarin. Bayar setinggi-tingginya asal mereka berkemampuan tinggi," Mr Budiman berdiam sambil mencium gadis cantik yang memakai lingerie warna merah.
Beberapa saat kemudian baru melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Atau adakan kompetisi beladiri tertutup, siapkan hadiah yang besar, biar mereka-mereka yang punya kemampuan mau ikutan." kata Mr Budiman.
"Baik Bos, memang sebaiknya kita adakan kompetisi bela diri di dunia bawah tanah." jawab peter membenarkan ide Mr Budiman.
"Siapkan hadiah sepuluh milyar peter, umumkan pada semua tentang kompetisi ini kepada semua preman atau jagoan atau pembunuh, perampok atau siapapun mereka." kata Mr Budiman.
Demikianlah, Mr Budiman tampaknya benar-benar mengerahkan semua kemampuannya dan daya upayanya untuk menyingkirkan Tirta, Bayu dan Adnan yang di anggapnya sebagai batu sandungan dalam bisnis Narkoba yang di jalankan Mr Budiman.
"Peter, bagaimana pengiriman Ganja nya, apakah sudah kamu distribusikan ke para bandar di kota-kota besar? tanya Mr Budiman lagi.
"Sudah sebagian Bos, tapi ada sedikit kendala akhir-akhir ini Bos!"
"Tampaknya polisi sedang getol -getolnya melakukan operasi peredaran Narkoba, sehingga para pengedar kecil dan besar lebih berhati-hati." kata Peter.
"Dan ada dua bandar besar kita yang sudah ditangkap polisi ! juga satu kiriman kita ke Jakarta yang tertangkap di pelabuhan Merak Bos," lapor Peter.
"Akan tetapi tampaknya mereka masih dapat menjalankan bisnisnya dari dalam penjara .." kata Peter lagi.
"Yang tertangkap adalah bandar besar di kota Medan dan Jakarta Bos !"
"Baguslah Peter , lebih aman tampaknya dari dalam penjara.." kata sang Bos besar.
"Ha, ha , ha,, tidak perlu Peter ! didalam penjara lebih aman, mereka bisa mengendalikan anak buahnya dengan baik," jawab Sang Bos besar.
"Kamu tau ? dulu saja si Fredy bisa ngundang beberapa artis ibu kota buat nemenin dia di lapas !"
"Ha , ha, ha, ha,, apa kamu mau di dalam lapas saja Peter? tanya si Bos botak.
"Ah, tidak, tidak Bos, gak bisa bebas..!" jawab Peter.
"Jangan khawatir Peter, asal ada uang bisa kamu ubah tuh penjara jadi hotel mewah.." kata si Bos botak.
"Tidak ah Bos,," jawab Peter juga tertawa mendengar gurauan Mr Budiman.
"Oh ya Peter, bekas anak buah Fredy gimana?" tanya si Bos lagi..
__ADS_1
"Sudah jalan lagi kok Bos, omsetnya juga sudah mulai melambung tinggi ," jawab Peter.
"Oh ya Bos, banyak kurir kita yang pada ketangkep nih Bos," kata Peter lagi,
"Biar saja Peter, paling setahun dua tahun lagi juga bebas," jawab Mr Budiman..
"Yang penting begitu ketangkep jaringan distribusi kita gak kesentuh, biar putus di kurir kurir kecil saja." kata si Bos botak.
"Rekrut saja emak-emak buat jadi kurir kita Peter, lebih aman, kasih mereka beberapa puluh juta tiap pengiriman, pasti banyak yang mau tuh, kata Bos Budiman lagi.
Ya walaupun banyak sekali Bandar bandar narkoba dan juga kurir kurir kecil tertangkap dan di jebloskan ke penjara dan bahkan banyak yang di hukum mati atau di hukum seumur hidup akan tetapi peredaran narkoba bukannya makin surut, bahkan semakin meningkat saja dari tahun ke tahun.
Harga yang tinggi tidak menyurutkan orang-orang untuk mengkonsumsinya.
Bagi para artis-artis ibukota gampang saja mereka mendapatkan Narkoba karena kantong mereka yang tebal, tapi bagi mereka mereka yang berkantong tipis, jika sudah terjerat Narkoba yaa, akhirnya melakukan tindak kejahatan, seperti merampok dan mencuri, atau terjun sekalian menjadi pengedar.
Dan keuntungan yang sangat besar menjadikan para bandar beramai- ramai mengembangkan bisnis haramnya. Mereka merekrut orang-orang untuk menjadi pengedar maupun kurir Narkoba.
***
Di rumah Tirta , siang itu ada Irman dan Levi saja, sedangkan Bapak dan Ibu masih belum pulang dari kerja.
Begitu Dinda dan Tirta sampai di teras rumah, Irman sudah menyapanya..
"Mbak cantiiik, kangen sama Irman yaa... seru Irman dengan memasang wajah polos.
Dinda hanya tersenyum manis.. Dia sudah mulai mengenal watak adiknya Tirta yang satu ini, yang ceria, ramah tapi sangat suka mengganggu orang.
"Ini Ir, oleh-oleh dari Mbak, kata Dinda begitu dia turun dari boncengan motornya Tirta, sambil menyodorkan bungkusan plastik besar berisi roti yang tadi di belinya bersama Tirta..
"Wooww roti Virgin !" seru Irman yang segera menerima dan membukanya..
"Vi,,,, leviii ! ada Roti nih !" seru Irman memberitahukan sang adik..
Bukan memberitahukan kedatangan kakaknya dan Dinda yang sudah lama tidak pulang, eh malahan memberitahukan Roti yang datang... Dasar Irman !
__ADS_1
"Loh Din, aku pikir roti buat mama kamu?" tanya Tirta..
Tidak Ta, memang aku sengaja mbeliin buat adik-adik kamu kok, buat Irman dan Levi," jawab Dinda.