
Topan yang sudah merasa gatal dengan kelompok pemuda di depannya segera melangkah lebih mendekati Tirta, akan tetapi langkahnya segera terhenti karena seorang pemuda tinggi besar dengan anggota tubuh yang tampak besar semua menghadang langkahnya.
Dengan mendongakkan kepalanya, barulah, dilihatnya wajah chubby yang lucu dari Bayu.
"Eh, anak kecil, mulutmu tajam sekali ya," kata Bayu sambil tersenyum pada topan, pemuda bewajah garang di depannya ini..
"Kamu pasti sedang cari muka di depan gadis itu kan," kata Bayu sambil menunjukkan jarinya ke arah Intan..
"Gadis, seperti itu mah, banyak sekali di kota Topaaaan,, ?!" kata Bayu dengan penekanan dalam kata katanya, sehingga wajah Intan merah padam mendengar kata-kata dari Bayu.
Sungguh kata-kata yang melecehkan buat Intan yang merasa paling cantik dan paling hebat ini.
"Nih, aku kasih tau kau Topan, di Semarang tuh ada namanya daerah yang namanya Sunan Kuning! di sana tuh tempatnya cewek-cewek cakep! kalo kamu mau ikutan kami akan aku ajak kau mampir kesitu,.!" canda Bayu.
Kali ini Topan , Intan dan kawan-kawan nya tampak bingung.. setau mereka tidak pernah dengar nama sunan kuning?!
Sedang Adnan dan Tirta yang mendengarkan ini, hanya tersenyum simpul mendengar candaan berbau ejekan dari Bayu, yang artinya hanya di ketahui oleh Tirta, Bayu dan Adnan saja .
"Apa maksud kata katamu hah,?" bentak si Topan mendengar omongan Bayu tentang Sunan kuning ini.
"Ah, bujangan tua seperti kamu gak tau Sunan Kuning?!"
"Ter, la,,luuuu! jawab Bayu yang kali ini tidak dapat menahan tawanya,,,
"Ha, ha, ha,,,, Ter laaa luuu... !"
Perut Bayu yang sebesar Gentong itu berguncang keras.. sampai ber goyang naik turun..
Kali, ini, Wajah cantik Intan makin panas saja.
"pasti ada yang gak beres dari omongan Bayu tentang Sunan Kuning ini!" batin Intan.
"Kang Topan! cepetan kasih pelajaran gentong itu!" seru Intan dengan suara yang terdengar seperti hampir menangis karena marah dan malu.
Topan segera bergerak mengayun kan tinjunya mengarah perut Bayu yang berguncang-guncang karena tawanya itu.
Bayu yang tau akan gerakan dari Topan sengaja pasang perutnya untuk di pukul, dia hanya mengerahkan sedikit ilmu kebalnya saja, yang akhir akhir ini di pelajari nya dari Tirta Jayakusuma!
Dan ....
"Bamm,, !!" pukulan keras menghantam perut Bayu yang sebesar gentong itu dengan keras nya.
Ini seperti stik yang memukul drum saja!
Tapi bukannya Bayu yang jatuh ataupun kesakitan, tapi justru Topanlah yang terlontar dan jatuh berdebam di tanah yang keras.
Sesaat dia menggeliat dan meringis kesakitan, karena tampaknya pantat dia terbentur batu yang cukup tajam.
Setelah rasa sakit di pantat Topan mereda, Topan segera melenting Bangkit!
__ADS_1
Kemarahannya benar-benar memuncak sampai ubun-ubunnya kali Ini.
Dengan lompatan panjang, kembali dia menyerang Bayu dengan segenap kekuatan yang di milikinya.
"Hyaa,,!!!" serunya keras mengerahkan pukulan ke arah Wajah Bayu.
Akan tetapi dengan mudahnya Bayu menangkis serangan Topan ini dengan tangkisan lengan Bayu yang sebesar pohon pisang itu.
Dan,,,!
"Duagg!!",,,, dua kekuatan saling berbenturan!
Kembali Topan terbanting lebih keras lagi ke tanah,,!
kejadian tadi terulang lagi, akan tetapi efeknya kali ini jauh lebih menyakitkan bagi Topan.
Dia terbanting lebih keras dan lebih jauh, dengan pantatnya kembali merasakan benturan dengan batu-batu yang memang banyak berserakan di sekitar situ..
"Aduhh, aduhh,,, aduhhh,,,,!" rintihnya menahan rasa sakit di bokongnya yang terepes!
"Hi, hi, hi,,. sekarang kucingnya sudah jinak Ta,, !" seru Bayu tertawa mengejek..
Intan yang sudah makin panas dan makin emosi, dengan gerakan yang sangat cepat dengan di barengi suara mencicit tajam karena gesekan udara dengan pukulannya yang membelah udara menuju ke arah Bayu yang sedang tertawa itu .
Tangan halus lembut tapi menyimpan sebuah kekuatan yang maha dahsyat!
"Hati, hati Bay!" seru Tirta mengingatkan akan bahaya serangan dari Intan.
Bayu segera mengerahkan lengannya yang sebesar pohon pisang menangkis pukulan Intan.
Dua pukulan saling berbenturan!
Bayu tetaplah Bayu yang pada dasarnya punya tenaga alami yang luar biasa besar. Apalagi di landasi oleh ilmu kebal dan Bayu Bajra.
"Blam,,, !!" benturan keras terjadi...
Intan terlontar kebelakang. Tapi dia sudah memperkirakan akan kejadian ini ,,
Begitu kaki- kaki nya yang kecil dan ramping menyentuh permukaan tanah, Intan segera melenting dengan cepat menyerang Bayu kembali.
Bayu kali ini tetap tidak bergerak, Dengan kedua lengannya dia menghalau setiap serangan dari Intan..
Dalam sekejap pertarungan berlangsung dengan cepatnya. Nampak sekali Intan sangat bernafsu untuk mengalahkan Bayu yang bertarung dengan santai sambil tersenyum-senyum mengejek.
"Hi, hi, hi,,, gadis ingusan yang sok ganjen, He,,, he,, he,,, sok cantik lagi!" seru Bayu.
Tak henti- hentinya Bayu berkata-kata yang memanaskan telinga si Gadis.
Intan serasa ingin menangis saja, akan tetapi dia benar-benar tak mampu untuk menaklukan pemuda besar dan gendut di depannya ini.
__ADS_1
Setiap kata- kata dan tawa Bayu, seakan akan duri- duri tajam yang menghunjam dadanya.
Dia yang sebelumnya sangat meremehkan sekelompok pemuda ini, kali ini dia merasa di permalukan habis habisan.
Tiba tiba Tirta bergerak maju. Tirta dengan gerakan sederhana menangkap tangan kecil dan lembut Intan.
Intan amat terkejut, tangan kanan yang terpegang tangan Tirta Jayakusuma seakan akan hilang tenaganya, terasa lemas dan lemah.
Tangan kirinya yang masih bebas bergerak segera memukul kearah dada sang Pemuda!"
Tirta membiarkan saja kapalan kecil tersebut memukul beberapa kali di dadanya..
Setelah beberapa kali kepalan kecil dan lembut menghantam dada Tirta Jayakusuma tanpa membawa hasil, tiba- tiba air mata mengalir dari kedua sudut mata indah dari Intan...
Mendadak Intan terisak menangis...
Tirta sangat kaget melihat kejadian Ini !
"Gadis galak dan sombong ini menangis!" batin Tirta.
"Ada apa gerangan ya?" pikir Tirta.
"Maaf, maaf seru Tirta yang segera melepaskan cekalannya pada tangan si gadis galak ini.
Tirta benar-benar bingung dengan kelakuan gadis sombong ini!
Sebentar marah marah, sebentar menangis!
Begitu Tirta melepaskan cekalannya ini, Intan yang terisak segera melompat dan berlari pergi meninggalkan tempat itu.
Intan, tunggu Intan ! seru Topan yang juga bingung dengan akhir dari semua ini.
Dia dengan tertatih Ratih merasakan sakit di bokongnya berusaha mengejar sang Gadis galak itu, begitupun kawan kawannya yang mengikuti pergerakan dari Intan.
Tirta, Bayu , Adnan dan lain-lainya memandang dengan bengong dan merasa aneh dengan perilaku Intan si gadis galak dan sombong.
Sudah ayo-ayo kita jalan lagi, ajak Tirta kemudian.
Ketika mereka sampai di Blue Fire, hari sudah mendekati Fajar.
Tirta segera melakukan ritual nya.
Ludiro yang memang penasaran dengan apa yang di lakukan Tirta Jayakusuma dan kawan-kawannya di kawah Ijen ini menjadi sangat kagum dengan kemampuan Tirta Jayakusuma.
Terlihat tubuh Tirta di selimuti oleh Cahaya biru yang makin lama makin pekat.
Hingga beberapa jam lamanya, ketika mulai terang tanah Blue Fire mulai memudar, Tirta segera menghentikan ritualnya.
Ludiro yang sedari tadi memperhatikan Tirta dari jarak beberapa meter sudah merasakan nafas nya terganggu dan tubuhnya terasa panas.
__ADS_1
Tapi Tirta Jayakusuma yang berdekatan dengan Blue Fire mampu bertahan berjam jam menyerap inti Sari dari Blue Fire.