
Tangis Katrina pecah dengan sedihnya!
Tubuh gurunya kini terbaring diam dan membisu !
Sejak kecil Katrina sudah dididik oleh ketika tetua!
Semua kasih sayang dari ketiga gurunya ini tercurah seluruhnya pada diri katrina dan kakaknya, Windu Widagdo.
Akan tetapi kemudian Windu Widagdo dikirim ke padepokan eyangnya Ki Ronggo Pati ke lereng gunung Slamet ketika menginjak remaja!
Sedangkan Katrina tetap berada di Jakarta dan mendapatkan didikan olah Kanuragan oleh tetua Sangga Buana, tetua Sangga Bumi dan tetua Sangga Langit!
Jadi betapa dekatnya hubungan antara Katrina dan ketiga gurunya ini
Semetara pertarungan bang Leo sudah mendekati akhir...
Suatu saat senjata bang Leo dengan kecepatan yang luar biasa sudah menyambar perut bagian kanan dari tetua Sangga Buana!
Tampaknya sang Tetua ini sudah membuat perencanaan yang cukup matang!
Tenaganya semakin susut dan darah mulai mengalir deras dari luka luka yang di deritanya..
Dengan ganas bang Leo sidang menghunjamkan pisau belati lengkungnya di tangan kiri di perut bagian kanan sang Tetua Sangga Buana!
"Jleb! " pisau itu menghunjam dalam kedalalam perut sang Tetua!
Akan tetapi alangkah kejutnya bang Leo ketika ternyata tangan kiri yang memegang belati lengkung tidak bisa segera di tariknya!
Dalam waktu yang singkat inilah tangan kiri sang tetua Sangga Buana sudah memukul dengan telapak tangan nya mengarah perut bang Leo .!
Bang Leo segera menyadari bahwa lawannya kali ini ingin mengadu jiwa dengan dirinya!
Jarak sudah terlalu dekat! bang Leo sudah tidak bisa bergerak menangkis atau menghindari pukulan Tapak iblis dari tetua Sangga Buana!
Dalam detik yang menentukan inilah bang Leo hanya bisa menggeser tubuhnya sedikit dan dalam waktu yang bersamaan pisau belati lengkungnya segera menyambar leher tetua Sangga Buana!
Dan ...
"Desss.... !"
"Ughh....!"
"Srett,,,,,, !"
"Arghh....!"
Pukulan Tapak Iblis menghantam perut bagian kanan bang Leo!
Sedangkan sabetan belati lengkung Bang Leo telah membuat leher sang Tetua sangga Buana terluka sayat yang cukup dalam!.
Darah seketika muncrat ke mana mana karena luka menganga di leher tetua Sangga Buana!
__ADS_1
Sungguh luka yang di akibatkan sabetan pisau lengkung bang Leo ini sangat mengerikan !
Tubuh salah satu tetua Cakar Iblis ini langsung tumbang ke tanah, sedang tubuh bang Leo terjajar kebelakang beberapa langkah dan kemudian jatuh terduduk !
Tirta yang sempat melihat bang Leo jatuh segera melompat mendekati tubuh bang Leo yang sedang duduk bersimpuh!
Terlihat bang Leo menahan perutnya dengan tangan kanannya dan wajahnya berkerut kerut menahan sakit!
Gendon, Fredy dan anak buah hasil didikan dari bng Leo tampak berdiri mengitari bang Leo dengan wajah-wajah yang sangat khawatir!
Sementara , Katrina yang juga sempat melihat tumbagnya sang Guru Sangga Buana segera berlari melihat keadaan tetua Sangga Buana!
Hatinya hancur begitu di lihatnya guru yang selama ini mendidiknya membujur diam di tanah dan mati dalam keadaan yang mengenaskan !
Dalam waktu yang hampir bersamaan dia harus kehilangan dua guru sekaligus!
Tetua Sangga Bumi dan tetua Sangga Buana!
Hatinya benar-benar terpukul melihat akhir dari pertarungan ini!
Tak disangkanya Cakar iblis yang besar dan mempunyai banyak anggota harus hancur lebur!
Hatinya menjadi sangat marah pada Tirta dan kawan-kawannya!
Hati yang tadinya tumbuh perasan suka, tiba-tiba meledak menjadi kemarahan yang tidak dapat dikendalikan...
Tirta Jaya Kusuma, kamu benar-benar benar jahat! kamu benar- benar jelmaan iblis! Seru Katrina yang tidak bisa menahan kemarahan akibat kehilangan dua guru yang sangat dikasihinya !
"Awas aku akan membalas semua kejadian ini!" nyawa harus di bayar dengan nyawa! teriak Katrina lagi!
Mendengar ini, gendon dan Fredy tampak akan bergerak , akan tetapi di tahan oleh Tirta Jaya Kusuma.
"Sudah biarkan saja gadis itu!" kata Tirta jaya Kusuma.
"Dia sudah kehilangan dua gurunya sekaligus!' lanjut Tirta .
Akhirnya Gendon dan Fredy mengurungkan niatnya menangkap sang Gadis!
"Kalian bawa bang Leo.ke dalam dulu aku akan mengobati bang Leo di dalam !" Kata Tirta pada Gendon dan Fredy.
Setelah Gendon dan Fredy membawa bang Leo kedalam markas Cakar Iblis yang sudah jatuh ini, Tirta jaya Kusuma segera mendekati Katrina yang masih bersimpuh di sebelah tubuh dingin membeku dari tetua Sangga Buana!
Katrina masih menangis sesenggukan di sebelah jasad sang guru ketika Tirta menghampirinya..
"Maaf Katrina ! Semua yang terjadi adalah di luar kehendak ku dan di luar kuasaku! maafkan aku!" kata Tirta Jaya Kusuma!
Setelah berkata demikian Tirta tampak diam sambil memandang wajah gadis cantik ini dari samping!
Terlihat siluet wajah cantik manis yang biasanya terlihat angkuh dan sombong, sekarang ini terlihat begitu sedihnya!
Dalam keadaan yang demikian sebenarnya seorang wanita akan terlihat cantik di mata pria!
__ADS_1
Dan seorang pria akan berusaha memeluk dan memberi perlindungan bagi wanita ..
Akan tetapi , Tirta jaya Kusuma tidak demikian!
Dia hanya duduk di sebelah Katrina saja tanpa melakukan apapun!
Jika saja dia mau sedikit menggerakkan tangannya untuk memeluk si gadis cantik yang tak kalah cantiknya dari Iza maupun Dinda ini, niscaya sang gadis akan luluh hatinya!
Tirta Jaya Kusuma tidak melakukan itu semua!
"Aku benci! benci padamu Tirta Jaya Kusuma!" kata Katrina pelan tapi penuh ancaman dan tanpa melihat ke arah sang pemuda!
Pandangan Katrina tampak lurus menerawang jauh menembus kegelapan malam.
Setelah berkata demikian , Katrina tampak bangkit dari duduknya dan kemudian melangkah meninggalkan tempat itu masih dengan suara tangisannya !
Sebelum Katrina keluar dari pintu gerbang markas Cabang Cakar Iblis ini Katrina berseru pada Tirta Jaya Kusuma!
"Kelak aku akan menemuimu untuk membereskan semua dendam di hati ini!"
Setelah berkata demikian Katrina menghilang dari pandangan Tirta Jaya Kusuma di balik tembok pagar markas Cakar Iblis.
Tirta hanya memandangi kepergian si gadis putri sang Big Bos Cakar Iblis!
Setelah itu, Tirta melangkah kan kakinya kedalam rumah utama markas cabang Cakar Iblis ini untuk segera mendapatkan perawatan.
Sampai di dalam, bang Leo tampak terbaring lemah di sebuah sofa panjang yang terletak di tengah-tengah ruangan!
Banyak juga anggota -anggota dari regu Tirta dan regunya bang Leo yang terluka berat maupun ringan.
Akan tetapi fokus Tirta adalah mengobati bang Leo terlebih dahulu!
Tirta dengan di bantu Fredy segera membuka baju dari bang Leo!
Setelah meriksa, Tirta segera mendapati luka menghitam di perut bagian samping kanan!
"Hmm luka akibat pukulan aji Tapak Iblis!" batin Tirta Jaya Kusuma.
Sigap Tirta mengerahkan tenaga batin dari sekitar luka yang menghitam !
Dengan kekuatan yang sangat besar, Tirta Jaya Kusuma terus menyalurkan tenaga batinnya mendesak darah yang mengandung racun dari pukulan tapak Iblis!
Setelah beberapa saat lamanya, peluh sudah membasahi kening dan leher Tirta Jaya Kusuma!
Luka menghitam tampak semakin memusat di satu titik!
Walaupun sudah letih akibat penggunaan tenaga batin yang sangat besar, tapi Tirta tidak bisa berhenti walaupun sejenak!
Dia harus terus menekan semua darah yang telah terkena ajian Tapak Iblis supaya tidak menyebar lagi ke seluruh tubuh yang bisa mengakibatkan rusaknya semua pembuluh darah dan tersumbatnya jantung akibat pecahnya sel darah merah akibat racun yang terkandung dalam pukulan Tapak Iblis!
Beberapa saat kemudian terlihat warna hitam makin mengecil dan kemudian seperti gunung berapi memuntahkan lahar!
__ADS_1
Darah hitam kental dan nanah mulai keluar dari ujung luka yang menghitam seperti bisul tersebut!