Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Irman dan si Kumbang


__ADS_3

Tomy tampak bersiap. dengan segala yang mungkin terjadi.


Sedang kyai tampak tenang, dan berkata..


" temui lah sahabatmu itu Muridku!" kata kyai Wonokerti pada Irman.


Irman tampak terkejut dengan kata- kata kyai Wonokerti ini, akan tetapi keterkejutannya hanya disimpan di dalam hati saja ..


Irman segera melangkah mendekati macan kumbang hitam yang tampak sedang menghadang dalam jarak sekitar lima meter dari tempat mereka bertiga..


"Hati hati Ir!' kata Tomi, mengkhawatirkan diri Irman.


Irman mengangguk pelan dan meneruskan langkah mendekati macan kumbang ini..


Setelah dekat, seperti menyambut , di macan kumbang ini mengendus enduskan hidung nya ketubuh Irman jaya Kusuma.


Si kumbang ini juga menggesek gesekkan kepalanya pada Irman jaya Kusuma dengan manja nya!


Irman dengan lembut membelai kepala dari si maung hitam ini..


Tomy yang melihat ini jadi melengak! tak disangkanya si Irman punya sahabat yang sangat menakutkan!


"Ya Tomy, harimau kumbang itu adalah sahabat Irman!" kata kyai Wonokerti pada Tomy..


"Lihatlah! macan kumbang hitam itu terlihat begitu dekat dan sayang pada Irman, begitu pun sebaliknya," kata kyai Wonokerti..


Irman memang selalu menyembunyikan kemampuan-kemampuan yang ada dirinya.

__ADS_1


"Tomy,,, bukanya aku sebagai guru kalian memperlakukan kalian berbeda atau "Mban Cinde mban Ciladan"! akan tetapi pada dasarnya , Irman sudah mempunyai kemampuan- kemampuan yang di luar nalar manusia biasa Tomy!" lanjut Kyai Wonokerti.


"Ilmu yang aku turunkan. pada kalian adalah sama! aku tidak membeda-bedakan nya!" lanjut kyai Wonokerti.


"Tapi ada ilmu-ilmu tertentu yang memang hanya di wariskan khusus pada keturunan keluarga Wasis Jayakusuma! " terang kyai Wonokerti menjelaskan pada Tomy, supaya Tomy paham dan mengetahui perbedaan ini bukan bersumber dari kyai Wonokerti sebagai guru mereka berdua.


"Iya guru, Tomy mengerti guru!" kata Tomi..


Sejak mula Tomy memang sudah mengetahui bahwa ada ilmu- ilmu tertentu yang memang tidak di ajarkan pada anggota padepokan lain kecuali pada keturunan eyang Wasis Jayakusuma.


Dan Tomy pun sudah sangat bersyukur bisa belajar olah Kanuragan di padepokan ini!


Apalagi sekarang dia bisa secara langsung diangkat menjadi murid dari kyai Wonokerti yang ilmu Kanuragan nya sudah sangat mumpuni ini.


Sementara dengan olah rasa yang ada dalam dirinya, Irman merasakan bahwa si Kumbang ini sangat ingin mengikuti dirinya..


"Guru, si Kumbang ini bolehkah ikut denganku ke padepokan?" tanya Irman jayakusuma meminta pendapat dari sang guru.


"Menurutku tidak masalah Ngger Irman, selama kamu bisa mengendalikannya dan tidak membahayakan bagi penghuni padepokan, tapi alangkah baiknya kamu meminta ijin pada Sesepuh padepokan dulu dan juga kakakmu," kata kyai Wonokerti.


Iya Guru, nanti aku akan meminta ijin pada mbah Hardjo sama mas Tirta,, jawab Irman Jayakusuma.


Demikianlah mereka bertiga kmudian melanjutkan perjalanan ke puncak gunung Ungaran dengan di Ikuti. kucing besar ini ..


Si Kumbang tampak gembira terlihat dari perilakunya yang berlari sambil berlompatan kadang mendahului dan kadang berada di tengah tengah mereka bertiga!


Ketika sampai di puncak. Ungaran, ternyata semua kelompok dan seluruh penghuni padepokan sudah berada di puncak gunung Ungaran!

__ADS_1


Mereka tampak berlatih pertarungan secara berkelompok! ada yang tiga orang lawan tiga orang dan juga ada yang Berlatih bertarung brubuh atau tawuran!


Sesampai di tempat itu, tampak si Maung Kumbang Sangat terkejut juga dengan banyaknya orang yang sedang bertarung dengan riuh!


Benturan senjata dan teriakan membuat gaduh dan ramai suasana puncak gunung Ungaran.


Si kumbang mengaum dengan keras nya!! Suara aumannya menggetarkan segenap penjuru puncak gunung Ungaran! menggema kemana-mana..


Semua kaget dan terkejut dengan suara auman si raja hutan tanah Jawa ini!


Semua tampak menghentikan pertempuran dan menoleh kearah sumber suara auman yang menggetarkan puncak gunung Ungaran !


Irman jaya Kusuma segera memeluk si kumbang untuk menenangkan nya.


Sementara orang-orang yang sedang berlatih tampak terheran heran dan takjub melihat ada seekor macan kumbang diantara kyai Wonokerti dan dua orang muridnya..


Tirta , Bayu dan Adnan yang berada di dekat kyai Wonokerti segera berseru...


"Apakah itu macan peliharaan kyai !?" tanya Tirta dan Adnan bersamaan..


Sedang kan Bayu tampak sangat takut dengan keberadaan macan kumbang besar ini!


Dengan kucing saja dia takut apalagi dengan macan kumbang!


"Aku tidak punya rejeki sebesar itu untuk bisa memelihara macan kumbang ngger!" sahut kyai Wonokerti.


Si macan kumbang menggeram dengan menunjukkan taring taringnya yang tajam pertanda ketidak sukaannya pada Tirta , Bayu dan Adnan!

__ADS_1


"Tanyakan saja pada adikmu Irman, Ngger Tirta!" jawab kyai Wonokerti sambil tersenyum.


__ADS_2