
Tirta hanya menunggu ketika tampak olehnya Aryo Seto sedang memulihkan dirinya dari luka dalam, efek dari benturan sangat hebat yang barusan terjadi.
Ketika kemudian Aryo Seto membuka matanya, maka terlihat matanya memancarkan cahaya biru tipis. Telihat sangat mencolok di tengah gelapnya malam itu !
"Hmm tak kusangka aku mendapatkan lawan yang benar-benar tangguh," geram Aryo Seto. sambil bangkit dari duduknya.
"Tapi jangan bangga dulu Tirta! aku masih belum kalah!" seru Aryo Seto setelah dia tegak berdiri.
Aryo seto segera bersiap untuk mengadu kekuatannya lagi dengan pemuda di depannya ini lagi.
Aryo Seto pun menyadari, bahwa jika pertarungan di lanjutkan kembali, dirinya belum tentu bisa menang ! bahkan dalam hati kecilnya dia mulai meragukan kemampuannya untuk bisa keluar sebagai pemenang dalam pertarungan kali ini.
Tapi dengan egonya dan kesombongan nya, dia menolak untuk kalah !
Dia segera berteriak keras, mengerahkan akal budinya, berusaha mengumpulkan semua tenaga wadag dan batinnya.
Secara perlahan-lahan cahaya biru tipis menyelimuti seluruh tubuhnya. Cahaya seperti ini tidak akan telihat pada siang hari.
Berhubung ini adalah malam hari maka menjadi telihat sangat jelas.
Tirta segera mengetahui jika Aryo Seto sedang bersiap dengan aji Suryo Dahono.
Tirta segera mempersiapkan dirinya juga denga Aji Suryo Dahono.
Perlahan-lahan cahaya biru tipis juga menyelimuti tubuhnya.
Kedua-duanya tampak di selimuti cahaya kebiruan.
"Hyaaa !,,,,,.
Dengan lengkingan keras, Aryo Seto melompat cepat kearah Tirta.
Tirta juga melompat dengan cepat untuk menyambut serangan dari Aryo Seto!
"Bum,!,,,,. dua kekuatan segera beradu kembali, dua cahaya biru sama-sama terlontar kebelakang.
Tapi begitu menyentuh tanah keduanya langsung melenting kembali dengan cepat saling menyerang kembali.
"Bum,,,! Bum,,,! Duar,,!"
Beberapa kali kekuatan yang sama saling berbenturan.
Berulang terus- menerus.
Lobang kawah yang terbentuk semakin lama semakin lebar dan dalam, debu dan pasir mulai menutupi pandangan para penonton yang menyaksikan perang tanding ini.
Ki Ranu yang berada di dipinggir arena tampak mengerutkan keningnya.
Nastiti juga tampak khawatir, karena tidak terlihat siapa yang lebih unggul, hanya terlihat bayangan- bayangan biru samar tertutup oleh debu yang melingkupi kedua orang yang sedang bertarung itu.
Gelegar Suryo Dahono dari keduanya semakin sering terdengar bahkan beberpa kali kilatan sinar biru me-mancar keluar menembus putaran debu yang membumbung tinggi dan seakan-akan membungkus dua pemuda yang sedang mengadu ilmu kanuragan.
__ADS_1
Aryo Seto tampak mulai kepayahan, sedikit demi sedikit tandangnya mulai surut. Sedangkan Tirta Jayakusuma masih tampak segar bugar.
Pakaian yang di kenakan keduanya tampak compang camping karena pengaruh dari ajian- ajian yang di gunakan keduanya.
Aryo Seto tampak semakin menyadari lambat atau cepat dia akan kehabisan tenaga dan tiap saat dia akan kalah.
Sedangkan pemuda yang dianggapnya bau kencur dan lemah ini semakin lama tandangnya semakin nggegirisi, tampak semakin kuat saja.
Dalam kondisi seperti ini, Aryo Seto berpikir dengan keras untuk dapat mengubah keadaan yang tidak menguntungkannya..
Hingga terlintas pikiran untuk berbuat curang !
Aryo Seto tahu, Tirta Jayakusuma adalah pemuda yang jujur dan lurus.
Dia akan memanfaatkannya !
Dalam suatu kesempatan , ketika terjadi benturan yang sangat kuat, Aryo Seto pura-pura terlontar dengan keras.
Aryo Seto menjatuhkan diri terguling guling di tanah..
Aryo Seto tahu bahwa Tirta Jayakusuma tidak akan menyerangnya ketika dia terjatuh.
Dengan tangan kanannya Aryo seto meraup segenggam pasir!
Kemudian Aryo Seto melompat berdiri lagi !
Secepat kilat pula Aryo Seto melompat menerjang kearah Tirta Jayakusuma.
Kepalan tangan yang sudah menggenggam pasir segera terayun !
Begitu akan berbenturan dengan tangan Tirta, mendadak kepalan tangan kanan Aryo Seto terbuka! dan terlontar segenggam pasir mengarah ke wajah Tirta Jayakusuma.
Tirta tidak segera menyadarinya!
Hingga butiran-butiran pasir lembut menerpa wajahnya dan sebagian memasuki matanya.
Tirta terkejut di buatnya , dia segera memejamkan matanya dan melompat mundur, akan tetapi Aryo Seto segera mengejar.
Dalam keadaan demikian Tirta segera berjaga terhadap segala kemungkinan,, dikerahkannya Aji tameng Waja sampai puncaknya dan juga aji Lembu Sekilan hingga sampai puncak.
Sekuat apapun seseorang , tidak mungkin bisa membuat mata menjadi kebal .. Mata tetaplah mata yang tetap bagian tubuh yang paling lemah..
Dalam keadaan yang demikian, serangan Aryo langsung menghantam dada Tirta tanpa Tirta bisa menghindarinya..
Lapisan luar dengan aji Lembu Sekilan dan kulit tubuh berlapiskan aji Tameng Waja.
Aji Suryo Dahono yang berada di tangan kanan Aryo Seto menghamtam dengan keras dada Tirta Jaya Kusuma .
"Bum!,,,,,,," Benturan sekeras guntur terdengar ketika aji Suryo Dahono membentur aji Lembu Sekilan dan Tameng Waja sekaligus.
Tubuh Tirta terlontar tinggi dan jatuh dengan keras !
__ADS_1
Sedangkan Aryo Seto juga terlempar keras beberapa meter jauhnya,, kedua-duanya sama-sama terlontar.
Ki Ranu , Nastiti , Bayu dan Adnan tercekat melihat kejadian ini.
Ki Ranu segera berseru ;
"Sungguh sifat yang pengecut dan culas !"
Para penonton sebagian tidak tahu apa yang telah terjadi, akan tetapi bagi orang-orang yang berpandangan jeli akan tahu apa yang telah terjadi.
Tirta kali ini sengaja melontarkan dirinya dan jatuh untuk meredam tenaga dari Aji Suryo Dahono.
Sungguh Tirta sangat bersyukur, dirinya telah mewarisi aji Lembu Sekilan sekaligus aji Tameng Waja.
Beberapa saat Tirta segera berdiri kokoh dengan mata agak menyipit karena masih merasakan pedih di kedua matanya.
Darah menitik dari sudut bibirnya, dan Dada yang terhajar oleh aji Suryo Dahono terasa agak nyeri.
Aryo Seto juga berusaha untuk berusaha berdiri, tampaknya luka-luka yang memang sudah di deritanya menjadi lebih parah.
Walaupun aji Suryo Dahono membentur dengan telak dada Tirta Jayakusuma tapi Aryo Seto pun merasakan tangannya membentur besi baja yang tebal dan melontarkan balik tenaganya, sehingga dadanya juga ikut tergetar dan membuat luka dalamnya menjadi bertambah parah.
Dengan susah payah Aryo seto berdiri ! tubuhnya terlihat goyah .
"Hmm, tak ku sangka yang aku hadapi adalah seorang yang licik !" Seru Tirta Jayakusuma.
Tak pernah sebelumnya Tirta semarah ini dalam menghadapi lawan lawannya.
Tapi kali ini dirinya benar benar sangat marah melihat kecurangan dari Aryo Seto.
"Pemuda sepertimu benar-benar tidak pantas memimpin padukuhan ini !" seru Tirta lagi.
Tampak Aryo Seto sudah bisa berdiri lagi , kali ini dia benar benar tidak tahu apa yang harus diperbuatnya lagi.
Aji Suryo Dahono sudah menghantam dengan telak hingga berhasil membuat Tirta Jayakusuma terjungkal !
Akan tetapi si pemuda lawannya ini masih tetap bisa berdiri dengan kokohnya.
Belum sempat Aryo Seto memikirkan cara licik nya lagi, tampak Tirta sudah menerjang dengan cepat !
Tampak tangan kanan Tirta mengepal kuat ! Cahaya biru pekat menyelimuti lengan dan tangan Tirta Jayakusuma.
Mau tidak mau , dalam kondisi yang sudah lemah ini Aryo seto segera memapaki serangan Tirta Jayakusuma.
"Bum!,,, Blang,,, !" Benturan antara aji Suryo Dahono kembali terjadi.
Tubuh Aryo Seto terlontar cukup jauh seperti layang-layang putus talinya!
Aryo Seto jatuh telentang, dengan wajah pucat pasi..
Darah segar tumpah di dadanya!
__ADS_1