
"Bay, kamu ambil kayu balok itu , seru Tirta, kamu bantu Adnan," Tirta memberikan perintahnya pada Bayu.
Bayu segera mengambil dua buah balok kayu sebesar betis orang dewasa dan panjang satu meteran yang ada di dekat situ.
Dia segera terjun ke arena pertarungan antara Adnan dan tiga orang penjahat.
Kayu di tangannya langsung di ayunkan dengan kuat dan cepat, dengan menimbulkan suara angin yang tersibak, wezzz! kayu meluncur dengan kuatnya mengarah salah satu pengeroyok Adnan.
"Duakk!!!" terdengar suara benturan antara parang yang di pegang sang penjahat untuk menangkis dengan balok kayu yang di gunakan Bayu.
Parang tidak sanggup di pertahankan dari pegangan sang penjahat.
"Klonthang" parang jatuh ke lantai dan lengan sang penjahat terkulai lemah.Tidak sampai di situ saja, kaki bayu yang segede bumbung segera meluncur menghantam dada penjahat itu , sehingga sang penjahat jatuh telentang dan pingsan. ( bumbung : bambu besar dan biasa digunakan oleh orang desa untuk menyadap aren atau legen atau tempat air)
"Ad ini, buat kamu," Bayu melemparkan balok yang dipegang dengan tangan kirinya ke arah Adnan.
Adnan segera menangkap kayu balok yang di lontarkan Bayu dengan tangan kanannya, dan langsung membuat satu ayunan deras ke arah dua lawannya.
Kali ini Adnan tidak perlu berlompatan lagi menghindar, justru lawannya lah yang sibuk menghindar dan menangkis serangan Adnan.
Di tempat lain, Tirta sudah menghadang enam orang penjahat yang keluar dari dalam rumah utama. Orang-orang tersebut terkejut ketika langkah mereka di hadang seorang pemuda jangkung.
Tanpa basa-basi lagi sang pemimpin sudah melompat menyerang dengan samurai di tangannya. Tidak seperti anak buahnya yang menggunakan parang, sang pemimpin ini menggunakan samurai yang cukup panjang. Terlihat samurai itu berkilat- kilat terkena cahaya lampu. kelihatan sangat tajam dan menakutkan, membawa perbawa yang dingin membeku.
Tirta waspada, dia segera mengerahkan Tameng Waja, karena senjata yang di pegang sang pemimpin penjahat tersebut tampak luar biasa,
Dari beberapa serangan pemimpin penjahat, dia sudah bisa mengukur kecepatan dari sang pemimpin ini.
Perawakan pemimpin ini tidak terlalu tinggi, juga tidak pendek, sedang-sedang saja, tapi gerakannya sangat lincah apalagi di tambah senjata di tangannya yang luar biasa itu, membuat setiap gerakannya sangat berbahaya bagi lawan-lawannya.
Akan tetapi bagi Tirta, ini seperti mainan anak kecil saja.
Kecepatan Tirta sudah tidak bisa di ikuti pandangan mata orang biasa sudah diluar nalar, apalagi kekuatannya.
Dalam beberapa gebrakan berikutnya, samurai sudah terlontar melayang jatuh.
Sang pemimpin segera berteriak memerintahkan anak buahnya menyerbu Tirta secara bersamaan ! segera saja Tirta di keroyok oleh enam orang sekaligus.
Senjata bedesing-desing berseliweran mengurung Tirta dari berbagai penjuru.
Bayu yang sudah tidak punya lawan segera berlari masuk dalam rumah, dilihatnya seluruh penghuninya berkumpul di ruang tamu dengan ketakutan, dan ada seseorang dengan parang ditangan yang menjaga mereka.
Melihat kedatangan Bayu, orang tersebutsegera melompat sambil mengayunkan parang ke arah Bayu yang barusan masuk.
__ADS_1
Para perempuan berteriak histeris, melihat ini,
"Ahh hati hati mas Bayu!", teriak Latifah dengan menjerit sekuatnya.
Mereka takut membayangkan tubuh Bayu berlumuran darah terkena sabetan parang dari penjahat ini.
Bayu segera menangkis parang yang menyambarnya dengan balok kayu di tangan.
Seketika parang terpental, balok kayu ditangan Bayu segera berubah menjadi memukul penjahat itu dengan kerasnya!
Terdengar teriakan kesakitan ketika balok kayu mengenai pinggang penjahat tersebut tanpa bisa di tangkis atau di hindarinya.
Tubuh penjahat itu terlontar hingga menabrak guci besar di pojok ruangan hingga hancur berkeping-keping.
Penjahat itu langsung pingsan di tempat.
Bayu segera keluar dari ruang tamu dengan di ikuti penghuni rumah.
Diluar Tirta masih bertarung dengan sengit nya di kerubuti sepuluh orang yang semuanya menggunakan senjata tajam! Tampaknya sang pemimpin penjahat memanggil kawan kawannya yang tadinya berjaga-jaga di luar gerbang rumah.
Sedangkan Adnan ketika Bayu keluar juga sudah menyelesaikan dua lawannya yang terlihat tergeletak di halaman rumah. tampaknya juga terluka parah oleh pukulan balok kayu senjatanya Adnan.
Bayu dan Adnan selama ini belum pernah melihat pertarungan yang sesungguhnya dari Tirta.
Latifah dan Zahra berteriak-teriak kawatir akan keselamatan sang pemuda.
"Bay , Ad tolong Tirta!, dia di keroyok banyak orang itu...." teriak Latifah histeris.
Akan tetapi begitu dia selesai berkata mendadak terjadi perubahan di arena pertarungan.
Seeorang terlontar dari arena pertarungan di ikuti orang kedua, ketiga sampai terakhir orang kesepuluh, sang pemimpin para penjahat! Mereka merintih dan mengaduh tiada hentinya. seperti lawan-lawan sebelumnya, kali ini Tirta pun tidak sampai membuat cedera parah apalagi membunuh.
Mereka hanya mengalami terkilir atau keseleo dan pergelangan tangan dan kaki yang berpindah lokasi.
Justru yang paling parah adalah lawan-lawan Bayu dan Adnan. Mereka mengalami patah tulang dan retak tulang.
Bayu segera mendekati Tirta, dan berkata sambil menunjuk orang yang kesakitan sambil memegang kedua kakinya yang tampaknya tidak bisa di gerakkan.
"Tampaknya orang ini adalah pemimpinnya Ta." Tirta mengangguk.
"Heh kalian siapa, kenapa kalian menyatroni rumah ini hah!" bentak Bayu pada pria. yang di duganya pemimpin dari orang-orang ini.
Kami hanya mau merampok mas, jawab sang pemimpin.
__ADS_1
Mau merampok kok membawa pasukan sebanyak ini, balas ,,,Bayu.
"Kalian pasti punya tujuan lain kan," tanya Bayu melanjutkan
"Benar mas kami hanya mau merampok," bisiknya mulai ketakutan.
Bayu tersenyum kejam dan berjongkok di depan pimpinan penjahat ini seraya berkata;
"Aku patahkan dua tanganmu dan dua kakimu kalau kamu tidak menjawab sebenarnya" kata Bayu penuh Ancaman.
Walaupun Bayu anak yang suka bercanda dan tertawa juga wajahnya bulat ramah, tapi sifat Bayu sangat keras jika sudah marah.
Diraihnya tangan kiri sang pimpinan penjahat, dan di pelintirnya pelan-pelan.
Ini adalah siksaan sederhana tapi sangat efektif dalam interogasi!
Sang pimpinan penjahat segera berteriak-teriak kesakitan, air matanya mulai bercucuran dengan deras. Tampaknya dia bukan seorang yang kuat menghadapi rasa sakit.
Tirta sempat mencegah Bayu melakukan tindakan lebih jauh tapi Bayu menolaknya.
"Jika kita di posisi mereka, mereka pasti akan berbuat lebih kejam pada kita," jawab Bayu.
Tirta akhirnya hanya melihat saja apa yang di perbuat oleh Bayu. Tapi jika Bayu berbuat berlebihan, Tirta juga akan tetap menghentikan Bayu.
Untunglah beberapa saat kemudian sang pemimpin penjahat itu menyerah dan segera memberikan keterangan yang sebenarnya.
"Hentikan mas, aduh,aduh," sang pimpinan penjahat mengaduh dan merintih.
"Aku akan menceritakan semuanya!" katanya Lirih.
Tirta segera mengambil Ponselnya dan merekam pengakuan dari pimpinan penjahat ini.
Dia bernama asli Anto dan dipanggil Black karena kulitnya memang agak gelap. Dia salah satu orang kepercayan Hendra yang merupakan adik sepupu dari Latifah,
Hendra sendiri mempunyai orang-orang kepercayaan yang mendampinginya, Bisnisnya mencakup banyak bidang yang semuanya adalah bisnis haram.
seperti trafficking, narkoba, penadah barang curian dan lain sebagainya.
Dalam organisasi Hendra ini terdiri dari Hendra sang pemimpin pucuk, kemudian dibantu empat orang kepercayaan nya yang bertugas dalam hal Narkoba , trafficking dan bisnis otomotif ( kusus mobil curian) serta bagian eksekusi.
Black sendiri berposisikan di bawah pimpinan bagian eksekusi. dengan membawahi tigabelas orang yang semuanya malam ini di ajak untuk menculik Latifah dan membawa truk- truk sang juragan cantik ini.
Operasional dari kelompok Hendra ini sendiri melingkupi kota-kota di sepanjang jalan pantura!
__ADS_1