Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Penanjakan 1


__ADS_3

Setelah sampai di puncak Penanjakan 1, Guntur dan rombongan WanaHardi segera mendirikan tenda- tenda kecil yang sudah mereka persiapkan sebelumnya. Mereka membawa tujuh tenda-tenda kecil..


Mereka beristirahat sambil menunggu sunrise di puncak Penanjakan.. View di puncak Penanjakan ini adalah tempat terbaik untuk menikmati sunrise di Bromo.


Beberapa anggota sudah mempersiapkan kamera untuk mengabadikan momen golden sunrise gunung Bromo.


Semakin malam, jumlah pendaki semakim banyak dan segera mendirikan tenda-tenda di puncak Penanjakan ini..


Tanpa disadari tenda-tenda dari Wanahardi ini berdekatan dengan tenda-tenda yang didirikan oleh mapala dari Surabaya.


Tirta kali ini satu tenda dengan Bayu dan Adnan serta seorang cowok satu angkatan dengan mereka bernama Deka.


"Ad, Ta, aku laper nih, ke sana yuk, cari ayam kryspi, kata Bayu pada kedua kawannya, karena di dalam tenda , teman mereka yang satunya sudah tewas, tergeletak dengan pulas.


"Hmm kenapa gak cari sekalian pizza atau Es krim , biar beku sekalian kamu disini," gurau Adnan..


"Ada- ada saja kamu Bay," kata Tirta..


"Pokoknya aku mau nyari apapun yang bisa dimakan!" seru Bayu tegas.


Mereka segera beranjak dari tenda.


Belum satu langkah mereka berjalan, sudah nongol wajah cantik Iza dari tenda kecil di depannya tenda kecil Tirta, jadi Iza tau kalau Tirta, Bayu dan adnan mau keluar mencari makanan.


Iza segera menghampiri Tirta dan dengan manja langsung menggamitnya, di ikuti oleh sosok cantik lagi di belakang nya dan juga langsung menggamit Adnan dengan latah..


"Huh kalian. ini... berpasangan,, aku sama siapa dong,?" keluh Bayu..


"Sana ajak windu atau Alex saja," seru Iza..


"Hmm,, ogah ah,, bisa maen pedang-pedangan nanti kami," jawab Bayu..


Mereka berlima kemudian berjalan mencari warung yang sekiranya cocok di sepanjang puncak Penanjakan ini.


Di salah satu warung mereka berhenti, Rata-rata warung di sini hanya menjual makanan dan minuman-minuman ringan , juga mi instant..


"Bu, Mie instan enam ya bu, pedes semua," Bayu segera memesan.


"Why enam Bay?" Faiza terkenyut..


"Biasa dia Iza,!" pasti dua porsi, kata Tirta..


"Ohh gitu to, pantas-pantas !?"sela Selvi,, pantas apanya Sel?" tanya Adnan.


"Pantas menjadi bengkak!" canda Selvi..

__ADS_1


Ketika mereka sedang menunggu mi instan matang, terlihat serombongan pemuda datang dan dengan segera berkata pada pemilik warung ;


"Mak, mi nya rebus lima ya,, gak pake lama ya Mak," kata seorang pemuda dengan suara lantang, yang tampaknya menjadi pimpinan di antara mereka.


"Iya Mas, jawab si ibu pedagang yang tampaknya sudah mengenal si pemuda dengan baik dan tampaknya juga agak segan dengan pemuda itu dan teman- temannya..


Ketika mie sudah matang, ibu pedagang tersebut tampak ragu untuk memberikan mi tersebut.


Dan tiba-tiba si pemuda yang baru datang segera merebut mi yang sedang berada di tangan si ibu pedagang..


"Buat aku dulu ya Mak!" katanya tanpa ragu dan tanpa basa basi .


Teman- temannya juga segera menyerobot mangkuk- mangkuk berisi mie yang masih panas yang memang siap di berikan pada rombongan Tirta.


Tirta, Bayu dan Adan serta Iza dan Selvi sontak kaget dengan kelakuan si pemuda,


Sontak Iza nyeletuk,


"Siapa yang datang duluan , siapa yang pesen duluan, ? Dasar tidak punya sopan santun!"


Si pemuda yang mendengar celetukan itu segera menoleh melihat ke arah Iza,, tampak dia akan marah. Akan tetapi begitu melihat gadis sangat cantik dengan mata indah dan rambut hitam panjang yang mengucapkan perkataan itu, tampak nya dia tidak jadi marah..


"Ohh gadis cantik,, Maaf !" katanya


"Ini,,, ini kamu duluan deh , serunya sambil mengulurkan mangkuk berisi mi itu pada Faiza.


"Maaf nak,, ditunggu sebentar dulu ya Nak, " si ibu pedagang merasa tidak enak dan berusaha secepatnya membuatkan mie lagi buat rombongan Tirta..


"Sudah Iza, sudah bisik Tirta seraya menggenggam jemari Faiza untuk menenangkannya.


Ketika rombongan pemuda itu sedang makan mi dengan lahapnya mendadak...


"Duut, ,,,, pret ,,, pret,, preeet," terdengar bom kecil meledak,,!


Tersiar aroma bom, tanpa asap yang menyebar kemana mana.


Bayu yang merasa melemparkan bom kecil nya tersenyum nyegir kuda.


Sontak kelima pemuda itu menghentikan makannya dan memandang Bayu dengan wajah memerah dan sangat marah .


Bayu yang di pandang seperti itu hanya tersenyum meringis saja, sambil berkata;;


"Maaf gak sengaja, habis gak tahan sih, cacing-cacing dalam perut ku ini kalau tidak segera di isi biasa protes kayak gini," kata Bayu menerangkan..


"Salah sendiri kalian serobot makanan cacing ini

__ADS_1


," kata Bayu seraya menunjuk kearah perutnya.


"Kurang ajar!", seru si pemuda yang tampaknya adalah pemimpin di antara mereka..


Dia segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Bayu.


Bayu masih tersenyum gembira,, dia sudah berhasil mengerjai rombongan pemuda tersebut.


Si pemimpin pemuda tersebut segera menarik tangan Bayu dan diseretnya menuju lapangam rumput yang ada di depan warung itu .


Bayu hanya mengikuti saja ketika dirinya ditarik menuju lapangan itu.


Tubuh Bayu yang besar laksana kerbau, hanya diam di tuntun ke lapangan rumput oleh pemuda itu..


kawan kawan si pemuda segera mengukuti dari belakang..


"Ta,,!" seru Iza,.


"Iya, biar dulu, kita lihat dulu!" kata Tirta .


Tampak si pemuda sudah melayangkan tamparan ke arah Bayu,


Bayu hanya tenang saja menangkap tangan itu, begitu tangan kanan tertangkap oleh tangan besar Bayu, tangan kirinya segera memukul perut Bayu yang sebesar gentong dengan tangan kirinya,, tampaknya Bayu ogah menangkis nya.. pukulan menghajar perut Bayu dengan keras.


Bukan Bayu yang kesakitan kena pukulan, justru pemuda itulah yang meringis- ringis kesakitan.


Karena sewaktu tangannya menghantam perut Bayu, justru tangan kirinya di puntir keras oleh Bayu .


Terdengar suara kemretek ketika tangan di puntir ,


"Wadawww ampuun, lengking si pemuda kesakitan ..


Tampaknya dia benar- benar kesakitan. Air mata meleleh dari pelupuk matanya .


Dasar cengeng, geram Bayu seraya menendang pantat si pemuda sehingga jatuh di rerumputan hijau.


Orang- orang yang ada di sekitar warung segera berdatangan untuk melihat apa yang terjadi .


"Heh kalian jangan diam, hajar pemuda gendeng ini, seru si pemimpin pemuda itu pada kawan kawannya..


Empat orang secara bersamaan segera mengeroyok Bayu.


Mereka mengurung dan memghujani pukulan kearah Bayu.


para pengunjung puncak Penanjakan menjadi kagum dengan Bayu. Mereka bersorak memberikan dukungan pada Bayu.

__ADS_1


Seorang pemuda gendut seperti anak gajah di keroyok oleh empat orang. Dan dalam waktu singkat membuat empat pemuda pengeroyoknya jatuh bangun menerima hujan pukulan dari Bayu.


Gerakan Bayu seperti kerbau liar yang sedang marah! seruduk sana, seruduk sini, membuat lawan- lawannya tak mampu menghindar, dan dalam temo singkat mereka pada jatuh tak bisa bangun lagi.


__ADS_2