
Sebenarnya Wulungan bukanlah pemuda yang mata keranjang ! justru dia sebenarnya adalah seorang pemuda yang setia akan cintanya!
Sehingga ketika Nastiti tidak membalas cintanya dan lebih memilih Tirta Jayajusuma ! hati Wulungan menjadi sangat sakit ! Sakit yang sebenarnya sakit ! lebih sakit daripada sakit gigi! (kata pak Hamdan ) padahal sakit gigi benar benar sakit yang luar biasa !
Dan Wulungan tidak bisa melakukan apa apa! karena ternyata Tirta Jayakusuma ada lah seorang pemuda yang luar biasa dan lebih segala-galanya di banding kan dengan dirinya!
Ditambah kegagalannya dalam pemilihan Jagabaya, membuat hatinya benar-benar hancur lebur! malu dan terluka!
Wajah di depannya ini benar benar membuat dirinya terpesona! kelelakiannya benar-benar bangkit!
Sementara seorang pemuda yang lain nya yang merasa tak mampu menaklukkan sang Wanita cantik ini segera melipir dan berusaha menolong kawan-kawan nya.
"Siapakah kalian tanya wulungan?"
"Ehh, kang Gajah,, eh gagah, kami sedang di uber orang nih, ! jawab Wanita cantik di depannya ini dengan manja.
"Katanya disini tempat paling aman di dunia!?" lanjut wanita cantik itu..
"Makanya kami mencari tempat sembunyi disini ," lanjut si wanita.
Tampak Wulungan sangat senang dengan cara bicara si wanita yang lembut mendayu, enak di dengar di telinga Wulungan. Apalagi ditambah body aduhai dari Wanita cantik ini.
"Iya Mbak,, disini adalah tempat paling aman bagi orang yang lari dari kejaran pihak berwajib! aman bagi para pejabat!! eh salah,,,para penjahat! para penipu , perampok dan bentuk kejahatan yang lain mbak!" terang Wulungan ramah!
Belum pernah Wulungan seramah ini pada orang lain! kecuali pada Nastiti seorang.
"Mas gagah ! namanya siapa ya Mas!" tanya Wanita itu lembut.
"Aku Wulung Mbak! Wulungan! akulah yang bertanggung jawab dengan keamanan padukuhan Wuni ini!" jawab Wulungan dengan bangga!.
"Oh kang Wulungan ternyata orang yang gagah dan sangat hebat,, !" Sanjung Mawar yang membuat kepala Wulungan membesar ! kakinya seakan akan tidak menginjak bumi di puji wanita secantik ini.
"Maaf mbak dari tadi mbak belum memperkenalkan diri ..."
"Oh ya kang, saya Marni dan ini kakek ku Ki Kerti," jawab Mawar yang memang sudah berencana dengan Kyai Wonokerti, bahwa nama mereka akan di ganti sebagai Ki Kerti dan Marni untuk kepentingan penyamaran ini.
"Hmm ,, sungguh nama yang sederhana tapi manis semanis orangnya, " jawab Wulungan.
"Ya sudah kang, Marni akan kembali ke tempat Marni menginap dulu!" kata Mawar lembut.
"Kalian menginap di mana Marni? Kek? setelah aku selesai berkeliling padukuhan, aku nanti akan ke tempatmu,!" kata Wulungan bersemangat!
Marni segera menunjuk ke satu arah dan memberikan sebuah nama dari pemilik rumahnya.
__ADS_1
Wulungan tampak bersemangat, wajahnya tampak sangat puas bisa berkenalan dengan wanita ini.
***
Sebelumnya di padukuhan Srengseng.
Ki Sadewa bingung mencari orang orangnya yang tidak di kenal oleh Aryo Seto, Karena hampir semua penduduk besar kecil, tua dan muda telah dikenal oleh Aryo Seto.
Dalam kebingungannya inilah akhirnya Mawar mengajukan dirinya untuk menjadi telik sandi menemani Kyai Wonokerti.
Ki Sadewa tampak agak berkhawatir,,
Tapi , Tampaknya Tirta, Bayu dan Adnan Sangat setuju dengan keinginan Mawar,, karena mereka sudah tahu tentang mawar! Seorang wanita yang sangat berpengalaman dan sangat menakutkan jika menjadi lawan akan tetapi sangat menguntungkan jika menjadi kawan!
Pada suatu kesempatan Ki Ranu juga berpesan pada Ki Wonokerti untuk mencari tahu keberadaan pimpinan padukuhan lama yang telah di gulingkan oleh Aryo Seto. yang bernama "Ki Wigati!"
Ya Ki Wigati adalah pemimpin padukuhan Wuni sebelum Aryo Seto memaksa Ki Wigati untuk lengser.
Ki Wigati adalah seorang yang jujur dan lurus! Dia selalu menentang keinginan Aryo yang melanggar paugeran di padukuhan Wuni dan paugeran bebrayan di masyarakat.
***
Hari itu setelah matahari condong ke barat, Ki Wonokerti dan Mawar yang menyamar menjadi seorang tukang tipu yang berasal dari Surabaya akan berangkat menuju dukuh Wuni untuk menghindari pengejaran dari pihak berwajib..!
Dengan penyamaran Seperti ini, mereka kakek dan cucu perempuannya yang cantik menarik berhasil masuk ke padukuhan Wuni !
***
Tujuan mereka kali ini adalah rumah Ki Wigati! sebuah rumah yang agak jauh dari padukuhan induk Wuni!
Dari informasi penduduk yang tahu, rumah Ki Wigati ini ternyata telah pindah ke pinggiran padukuhan wuni!
tepatnya ada di sebelah Utara padukuhan induk!
Untuk menuju kesana harus melewati jalanan kecil dan melewati persawahan juga pategalan yang berkontur naik turun karena berada di lereng pegunungan Tengger.
Malam itu kabut turun lumayan tebal.
Kyai Wonokerti dan Mawar berjalan melalui jalanan setapak kira- kira setengah jam melewati pategalan, persawahan dan juga lereng curam dan Terjal , maka terlihatlah beberapa rumah rumah kecil dengan penerangan redup yang lamat- lamat terlihat menembus di sela- sela dinding kayu rumah rumah tersebut.
Untuk di ketahui jarak antar satu rumah dengan rumah yang lain di pinggiran dukuh Wuni ini cukup berjauhan! biasanya beberapa rumah dengan beberapa kepala keluarga berkumpul jadi satu.
Sedangkan untuk padukuhan induk Sendiri jarak rumah relatif berdekatan.
__ADS_1
Setelah berada di depan rumah sederhana dengan dinding dari kayu jati berbentuk Limasan (mirip joglo tapi atapnya seperti rumah adat Sumatra Selatan), Kyai Wonokerti segera mengetuk pintu pelan dan mengucapkan salam.
Beberapa saat kemudian seorang gadis remaja keluar.
"Benarkah ini rumah Ki Wigati Nduk?" tanya Kyai Wonokerti.
Tampak gadis remaja itu memandang Tamu di depan nya dengan pandangan bercuriga!
Kyai Wonokerti tersenyum ramah, sehingga membuat gadis remaja itu agak lega..
"Siapa Nduk,?" terdengar suara seseorang dari dalam.
"Ada orang tua yang mencari Bapak!" jawab si gadis remaja..
"Persilakan masuk dulu Nduk," terdengar lagi suara dari dalam.
Kyai Wonokerti dan Mawar kemudian di persilakan masuk oleh si gadis remaja kedalam rumah.
Didalam ruang tamu hanya terlihat kursi kayu kuno dan meja berbentuk bundar dengan kendi di atasnya ! sangat sederhana.
Setelah beberapa saat kemudian seorang pria tengah baya keluar menemui kyai Wonokerti.
Kyai Wonokerto kemudian memperkenalkan dirinya dan Mawar .
"Sebenarnya kami adalah urusan Ki Ranu dari padukuhan Srengseng!"
Demikan Kyai Wonokerti mulai memperkenalkan dirinya.
Tampak Wajah Ki Wigati sangat terkejut dengan pernyataan Kyai Wonokerti ini.
"Nduk tutuplah pintu depan, agar angin malam tidak masuk kedalam?" kata Ki Wigati pada gadis remaja tersebut.
Kemudian Ki Wigati Berkata pelan;
"Aku khawatir kalian di awasi oleh orang-orangnya Aryo Seto!"
Tampak kyai Wonokerti tersenyum mengangguk dan berkata;
"Tak usah berkawatir Ki Wigati, kami cukup berhat-hati,, sepanjang jalan kemari tak ada seorangpun yang mengikuti kami!".
Kemudian kyai Wonokerti menyampaikan tentang keadaan yang telah terjadi akhir-akhir ini dengan padukuhan Wuni ini dan padukuhan Srengseng!
Mendengar semua cerita kyai Wonokerti, Ki Wigati tampak sangat bersedih.
__ADS_1
"Aku juga tak bisa berbuat apa-apa kyai, Aryo Seto terlalu kuat untuk kami lawan ! apalagi akhir -akhir ini dia semakin menggila! padukuan ini menjadi sarang maksiat dan tempat berkumpulnya para penjahat dari dunia luar,,!" kata Ki Wigati sangat sedih.
"Apakah Ki Wigati tidak ingin mengubah semua yang terjadi ini!?" kata Kyai Wonokerti memancing pendapat Ki Wigati.