
***
Ki Ranu dan Ki Pradigdo, dua orang mantan sahabat kini berdiri saling berhadapan sebagai musuh!
"Kita selesaikan sekarang Digdo..!
Limapuluh tahun sudah aku menahan diri,,,!
Kegilaanmu harus kamu hentikan sekarang juga Digdo..!" kata Ki Ranu pelan tapi tegas.
"Sudah cukup aku mengalah selama ini,"... kata Ki Ranu lagi.
"Ranuuu,, Ranuu.... kamu memang pantas mendapatkan ganjaramu!"
kamu terlalu lemah! lemah menghadapi dirimu dan lemah mengadapi orang lain!"
"Ha,, haaa,, haaa", Ki Pradigdo tampak mengeluarkan senyum sumbang ..
"Mari,,, mari,,, kita. selesaikan semuanya malam ini ..!"
Ki pradigdo tampak mulai bersiap menyerang!
Begitu selesai berkata-kata, Ki Pradigdo segera menyerang Ki Ranu yang juga sudah bersiap !
Dengan berseru keras Ki Pradigdo melompat cepat menerjang ke arah Ki Ranu!
Dua tenaga Tua saling berbenturan dengan dahsyatnya menggetarkan seluruh halaman rumah itu dan menggugurkan dedaunan yang ada di sekitarnya!
Tanpa terasa para pengikut mereka pun melangkah mundur karena tekanan udara di sekitar kedua orang gegedug dua padukuhan yang dulunya bersahabat ini saling bentrok.
Dua ajian yang sama-sama hebatnya saling bentur!
aji Suryo Dahono dan aji Sosro Godo! aji Warisan orang-orang jaman dahulu! ajian yang pada masa jayanya di gunakan untuk menguasai dan menyatukan Nuswantoro!
Mereka sudah saling mengenal kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga pertarungan berjalan dengan sengit dan berimbang!
***
Sementara itu di halaman rumah perjudian terjadi pertarungan dahsyat yang melibatkan banyak orang!
Tirta terlibat pertarungan sangat mendebarkan menghadapi Aryo Seto yang tampaknya juga sudah berhasil meningkatkan kekuatannya!
Aji Suryo Dahono di tangan kanan dan Sosro Godo di tangan kiri .
Sedangkan Tirta dengan Tapak Geni di tangan kanan dan aji Suryo Dahono di tangan kirinya..
pertarungan nya sendiri memakan tempat yang cukup luas,, Udara yang sejuk di sekitar pertarungan berubah menjadi panas dengan disertai angin yang menderu mengitari dua bayangan yang saling serang bagaikan kilat menyambar nyambar.
Bayangan-bayangan biru silih berganti saling terjang dan saling serang.
__ADS_1
Sementara agak jauh dari tempat itu Mahardhika dengan di bantu Bayu dan Adnan sedang berhadapan dengan Jadug!
Tampak jadug bertarung seperti harimau kelaparan! mata binatangnya menyorot tajam dan berkilat kilat di malam yang gelap itu.
Tandangnya benar benar nggegirisi dan menggetarkan!
Mahardika juga sudah mengerahkan Tapak Geni sedangan Bayu dan Adnan tampak mulai menerapkan aji Suryo Dahono ! ajian yang beberapa waktu terakhir mulia di perdalam oleh mereka berdua!
Dengan gabungan kemampuan mereka bertiga, pertarungan tampak berlangsung sangat seru!
Diantara mereka bertiga ini Ilmu Tapak Geni dari Mahardhika lah yang paling mapan, sedangan Bayu mempunyai tenaga alami yang besar dan kuat sehingga setiap kali terjadi benturan , Bayu tidak lebih lemah dari Jadug!
Sedangkan Adnan bertarung lebih mengandalkan kecerdikan dan kecepatan!
Aji tapak Lodra di tangan kanan Jadug tampak nya sangat mengerikan! tangan kanan yang berubah menjadi kemerahan memburu kemanapun Bayu, Adnan dan Mahardhika!
Arena pertarungan ini pun sudah tidak bisa dimasuki oleh orang orang lain baik kawan dari kubu Jadug maupun kawan dari kubu Mahardhika karena memang perbedaan kekuatan, sehingga pertarungan ini membentuk arena tersendiri.
Sementara para pengawal dari dua belah pihak juga terlibat pertarungan brutal tak jauh dari rumah perjudian itu..
Ada yang bertarung di jalanan dan juga di samping rumah judi tersebut.
Sepasang pedang iblis juga terlibat pertarungan melawan cemani , Fatih dan Joko suro.
Sepak terjang dari siang mo kiam ini juga sangat menakutkan ,, keduanya ternyata telah mencapai tingkatan tertinggi dalam ilmu pedang!
Beberapa saat Cemani yang lincah dan Jokosuro serta Fatih yang liat sudah teserempet kiam khi (hawa pedang) dari sepasang pedang iblis ini....mereka sudah jatuh dalam tekanan sepasang pedang iblis (siang mo kiam)!
Jika tidak ada yang menolong mereka pasti akan menjadi bebanten (korban) dari pertarungan di malam ini.
Dalam keadaan demikian Mawar yang sedang bertarung melawan beberapa pengawal di dekat Fatih, jokosuro dan cemani segera mengetahui keadaan mereka.
Dalam pertarungan campuh seperti ini Mawar mengalami kesulitan dalam mengetrapkan aji Gendam kantilnya, karena akan berakibat kepada kawan maupun lawan!
Melihat ketiga kawannya mengalami tekanan berat dari sepasang pedang iblis, mawar segera melompat meninggalkan lawannya,,
Secepat kilat dia merampas sebilah golok dari lawannya dan menggunakan nya untuk menangkis kiam khi yang mengarah pada Fatih yang sudah jatuh terkapar...
Mawar memang berhasil menyelamatkan Fatih dari kematian! akan tetapi akibat benturan itu, Mawar pun tergetar dan ikut terpelanting jatuh!
Sementara seorang dari siang mo kiam yang satunya juga telah mengarahkan pedangnya yang menakutkan itu kearah Joko suro!
Cemani yang melihat ini berusaha menyelamatkan Jokosuro dengan melompat cepat menebas punggung si pedang iblis ini..
akan tetapi semua sudah terlambat!
Di iringi bentakan yang nyaring pedang iblis sudah bersarang di dada Joko suro ! pedang itu menancap hingga menembus sampai punggung!
Darah muncrat ketika pedang itu di tarik dari dada Joko suro! seketika Jokosuro jatuh terlentang di tanah yang becek di halaman samping rumah judi itu.
__ADS_1
Golok cemani yang mengarah ke pedang iblis pun dengan mudah di elakkan..
Jokosuro seketika mati !
Kematiannya adalah Banten dari sebuah usaha menegakkan kebenaran di dukuh Wuni! kematian dalam membela kebenaran!
Kematian yang akan selalu dikenang sebagai pahlawan kebenaran oleh anak cucu kelak!
Cemani , Fakih dan Mawar tampak terkejut dengan gugurnya Jokosuro.
"Mundur lah kalian agak jauh," seru Mawar pada Fatih dan cemani!
Kali ini Mawar mengetrapkan aji Gendam Kantilnya!
Beberapa saat sepasang pedang iblis ini seperti terpengaruh oleh aji Gendam Kantil Mawar !
Akan tetapi tiba -tiba saja Jadug mengeluarkan raungan keras nya!
Teriakan yang menggetarkan langit malam di dukuh Wuni dengan landasan aji Gelap Ngampar yang membuat sepasang pedang iblis ini tersadar dari keadaannya!
Raungan yang mengalun dan bergema di seluruh dukuh Wuni.
Raungan kemarahan yang luar biasa yang menggetarkan seluruh jagad!
Raungan harimau yang membuat segenap penghuni hutan ketakutan dan lari bersembunyi!
Begitu tersadar dari keadaan nya, sepasang pedang iblis ini segera menyerang dengan cepat ke arah Mawar!
Mawar sangat terkejut dengan perubahan keadaan ini.
Serangan sepasang pedang iblis yang menggukan kiam Khi ( hawa pedang) sangatlah susah di hindarkan.
Mawar beberapa kali melontarkan dirinya menghindari serangan serangan kiam khi ini. Beberapa kali Mawar harus menjatuhkan diri di tanah yang becek sehinga tubuhnya penuh dengan lumpur!
Sementara tidak jauh dari Mawar, Ki Sadewa tampak bertarung mati Matian melawan Wulungan!
"Sungguh kau adalah pengkhianat Wukungan!" Seru Ki Sadewa sambil bertarung melawan Wulungan!
Semetara Wulungan pun bertarung dengan kemarahan yang meluap luap!
"Kamulah yang telah menghancurkan semua mimpi mimpiku Sadewo!" seru Wulungan keras!
"Hmm, seharusnya kamu berjiwa besar Wulungan! kamu kalah dalam perang tanding yang jujur!" seru Ki Sadewo.
"Persetan Sadewo,! kita tentukan malam ini kamu atau aku yang mati !" seru Wulungan yang menyerang makin kalap pada ki Sadewo..
Mereka bertarung matian matian..
Dalam pertarungan kali ini keduanya bertarung bersenjatakan golok, berbeda dengan pertandingan yang mereka lakukan dalam pemilihan Jagabaya dukuh Srengseng beberapa saat yang lalu.
__ADS_1