
Setelah selesai pembicaraan di ruang tamu pak Fajrul mengajak pak Joyo berkeliling di sekitar rumahnya, ternyata di belakang rumah besar tersebut masih ada kolam renang dan juga kolam yang ikan yang indah berisikan ikan-ikan koi. Juga halaman belakang yang cukup luas yang di tata sedemikian rupa menambah asrinya halaman belakang.
"Bagaimana kalau acara pertunangan mereka kita adakan disini saja pak Joyo," kata pak Fajrul.
"Terserah pak Fajrul saja," kata pak Joyo..
Telah disepakati oleh mereka tadi, acara pertunangan akan diadakan pada hari Minggu, minggu depan. Dengan hanya disaksikan oleh keluarga saja.
Setelah puas berjalan di halaman belakang rumah, pak Fajrul kemudian mengajak pak Joyo berkeliling di halaman depan rumah.
Seperti halnya di belakang rumah, dihalaman depan juga sangat luas, jalan dari pintu gerbang sampai ke rumah jaraknya juga cukup jauh..
Ketika mereka melewati bangunan dihalaman yang merupakan tempat parkir mobil, pak Fajrul segera mengajak pak Fajrul melihat- lihat isi di dalamnya.
Terlihat deretan mobil berbagai jenis ada disana.
"Wah, bagus-bagus mobilnya pak !" seru pak Joyo, sambil memegang-megang mobil-mobil di garasi besar itu yang semuanya tampak bersih dan terawat.
"Bagaimana kalau pak Joyo mengambil salah satu mobil ini?" tanya pak Fajrul.
"Maksud pak Fajrul?" tanya pak Joyo.
"Ya ambil saja buat pak Joyo," jawab pak Fajrul.
"Maksud pak Fajrul buat saya? tanya pak Joyo kaget.
"Saya nggak punya duit buat membelinya pak,, usaha kami sedang ada penurunan, buat bertahan saja sangat susah apalagi buat beli mobil ini, " jawab pak Joyo..
"Bukan begitu maksud saya pak," balas pak Fajrul.
"Maksudnya itu mobil bukan tak suruh beli, tapi silahkan, di bawa saja, gak usah dibeli!" jawab pak Fajrul lagi.
"Maksud pak Fajrul, saya di pinjemin gitu,?" tanya pak pak Joyo..
"Iya pak, saya pinjemin tapi gak usah di kembalikan,, buat pak Joyo selamanya!" jawab pak Fajrul lagi.
"Loh....!?"
"Wah gak berani pak Fajrul,, jangan pak, lagian di rumah masih ada mobil walaupun sudah agak tua," tolak pak Joyo.
Sementara itu Iza dan Tirta duduk di kursi ayun di salah satu sudut halaman yang luas, mereka duduk dengan jari jemari bergandengan tangan sambil kepala Iza bersandar di pundak Tirta..
Tangan Tirta merangkul pundak Iza dan dengan lembut mencium rambut hitam panjang tersebut.
"Ta,,, !?"
"Hmmm,. iya.."
"Aku bersyukur sebentar lagi kita akan bersatu walaupun belum resmi menikah, Jagalah hatimu selalu untukku," bisik Iza lembut.
"Aku tahu banyak wanita yang mendekatimu, tapi tolong jaga hatimu buatku seorang," lanjut Iza lirih.
__ADS_1
Iza kemudian menengok dan mendongakkan wajahnya memandang wajah Tirta.
Kedua wajah bertemu, mata Bening dan jernih memandangi mata yang teduh dan tajam dari Tirta Jayakusuma.
Entah siapa yang mendahului, bibir keduanya sudah bersatu pelan dan lembut.. Mata jernih Iza tampak tertutup menikmati sentuhan lembut bibir sang pemuda.
Keduanya larut dalam perasaan hangat dan manis..
Dada keduanya serasa berdebaran tidak karuan. Detak jantung bertambah cepat dan nafas memburu...
Hingga tampak pipi lembut Iza berubah, merah merona seperti tomat setengah masak!?....
***
Setelah puas berkeliling dan hari sudah mulai gelap, pak Fajrul dan pak Joyo segera menuju halaman belakang.
Kemudian mereka berkumpul lagi di gazebo sebelah kolam ikan yang letaknya tidak jauh dari kolam renang.
Ternyata Ibu Tirta dan Mamanya Iza sudah menjadi sedemikian akrab. Juga Iza dan Tirta juga sudah ada di sana.
Makanan besar sudah disiapkan disana.
Demikianlah keakraban yang tercipta oleh dua keluarga ini.
***
Sementara itu di padepokan, hari itu seluruh penghuni sedang berkumpul di pendopo, kecuali Tirta Jayakusuma
Hari ini mereka berencana memulai kerja untuk menambah pondok di sebelah kanan padepokan menggunakan papan papan kayu, dipimpin oleh kang Damar yang memang mempunyai kemampuan dalam pertukangan.
Dan dia mulai akrab dengan Bayu dan Adnan yang memang seusia dengan nya.
Walaupun tadinya Mahardika masih agak segan pada Bayu, karena Mahardika lah yang menyebabkan Bayu terluka dalam.
Akan tetapi karena sifat Bayu yang terbuka dan suka bercanda, lambat laun membuat Mahardika juga menjadi lebih akrab pada Bayu dan semua penghuni Padepokan.
Seluruh penghuni padepokan bahu membahu membuat pondok baru, Sebentar saja pondok baru sudah kelihatan berdiri, walau belum sempurna.
Pondok baru ini nantinya akan di gunakan oleh anak- anak muda, sedang Mbah Hardjo dan eyang Pandu serta bang Leo tetap di padepokan utama.
Siang itu ketika mereka sedang akan istirahat, Pak Michael dan Nadine tampak berkunjung sambil membawa makanan.
"Alhamdulillah, makanan sudah datang,! seru Bayu bahagia.
"Ayo Nadine taruh aja di teras padepokan !" seru Bayu sambil membantu Nadine dan pak Michael membawa bawaannya.
"Ayo ayo istirohat dulu hoi !" seru nya.
Belum selesai dia bicara tampak Delima juga tampak dateng dengan bakul berisi nasi dan juga lauk pauknya.
"Woww,, gurame datang," seru Bayu makin bahagia.
__ADS_1
Bayu segera mendahului menyerbu makanan lebih dulu..
Adnan tampak menggeleng gelengkan kepala.
"Dasar gembul ! " seru Adnan.
Segenap penghuni padepokan memang sudah hafal dengan perilaku Bayu yang memang suka kelaparan.
Akhirnya mereka beristirahat bersama-sama dan makan siang di teras padepokan.
Makan siang bersama- sama adalah nikmat yang tidak terkira, apalagi dengan jari jemari dan tanpa sendok,,,,
Mereka benar-benar menikmati suasana kebersamaan seperti ini.. makan ala desa dengan "muluk" (dengan jari tangan) menambah nikmat nya makan bersama siang itu!
"Ini mas Mahardika ikan asinnya,,, sambal ,,,? juga sayur asemnya mas?" Delima menawarkan pada Mahardika.
Tanpa Ragu lagi Mahardika mengambil apa yang di tawarkan Delima..
"Kenapa ya, yang di tawarin cuma mas Mahardika saja," celetuk Irman..
"Hmmm, iya ya,, jawab Bayu,, " disela-sela sibuknya dia mengunyah sepotong daging ayam.
"Tampaknya ada ada sesuatu ini mas Bay,,, " kata Irman lagi.
"Coba kamu cari apa itu Ir," seru Bayu .
"Ahaa,, sudah ketemu mas Bay,"!seru Irman lagi.
Tampak yang lain hanya mendengarkan candaan Bayu dan Irman, karena keduanya memang suka bercanda dan konyol!
Delima yang jadi bahan candaan tampak bersungut-sungut .
"Huh jangan ngarang yang enggak enggak ya Ir,, nanti aku aduin sama mas Tirta biar kamu di jitak ya !" seru Delima.
"Hii,,, mas Bay, gimana nih,, gualak buanget Delima !" seru Irman....
Begitulah suasana riang di siang itu...
Orang-orang tua hanya tersenyum senyum menyaksikan anak-anak muda ini bercanda....
Setelah selesai makan siang dan beristirahat , kerja segera dimulai lagi..
Sementara sejak tadi Nadine tampak celingak-celinguk mencari keberadaan Tirta Jayakusuma.. Hingga akhirnya dia bertanya pada Irman.
"Ir, kakakmu kol enggak ada?"tanya Nadine.
"Iya Mbak, entahlah kemana dia aku kurang tau, coba Mbak Nadine tanya deh sama mas Bayu, mungkin dia tahu!" kata Irman.
"Paling juga nanti sore atau nanti malam juga datang," lanjut Irman..
"Ada apa sih mbak nyari mas Tirta?" Mending nyari aku mbak,, " kata Irman tersenyum manis..
__ADS_1
"Aku gak kalah ganteng lho mbak,,!" canda Irman..
"Iya,, tapi kamu masih kuecil Irmaaaann," jawab Nadine yang mulai tahu usilnya si Irman ini.