Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
mulai penyerbuan markas Cakar Iblis


__ADS_3

Tirta Jaya Kusuma dan regunya bergerak menuju Jakarta Selatan dan sebelum sampai di markas Tirta akan bergabung dengan regu bang Leo guna menyatukan kekuatan , karena markas ini cukup dekat dengan markas pusat sehingga di mungkinkan markas pusat cakar iblis bisa memberikan bantuannya ketika markas cabang nya sedang dalam kesulitan.


Di sebuah tempat yang jaraknya sudah cukup dekat dengan markas Cakar Iblis ini, Tirta dan bang Leo bertemu ! Kemudian mereka bergerak bersama menuju markas Cakar iblis.


Tirta jaya Kusuma yang sudah paham dengan keadaan markas Cakar Iblis ini segera berkata pada bang Leo...


"Kita lompat melewati pagar saja bang Leo!" kata Tirta jaya Kusuma.


"Kalau kita lewat pintu gerbang mungkin mereka sudah bersiap-siap dan kemungkinan juga tidak mungkin mau membukakan pintu gerbangnya !" lanjut Tirta Jayakusuma!


"Ok mas Tirta ! kita yang akan melompat pagar ini dulu,. siapa tahu di balik pagar ini sudah ada orang orang yang berjaga dan bersiap menyergap kita!" jawab bang Leo.


Keduanya segera melompat keatas pagar tembok setinggi dua meter tersebut .


Dari atas tembok tampak suasana lengang di halaman markas Cakar Iblis ini, hal ini menimbulkan kecurigaan pada diri bang Leo maupun Tirta Jaya Kusuma..


Suasana di markas cakar iblis kali ini memang agak janggal!


Melihat suasana seperti ini, bang Leo segera berkata pada Tirta..


"Tampak nya kedatangan kita sudah di endus oleh mereka!" bisik bang Leo.


Belum selesai bang Leo berkata ,,, tiba-tiba....


"Dor,, dor,,, dor...!"


Terdengar suara letusan senjata api dari dalam bangunan markas Cakar Iblis...


"Lompat bang Leo!" seru Tirta, seraya melompat turun ke halaman markas Cakar Iblis di ikuti oleh bang Leo...


Cepat bagai kan kilat, Tirta dan bang Leo bergerak kearah datangnya suara tembakan beruntun tadi..


Di ikuti tembakan berikutnya ..


Disela sela hujan peluru, Tirta jayakusuma dan bang Leo sudah tiba di depan orang orang yang sedang membidik kan pistolnya kearah mereka!


Alangkah kagetnya orang orang yang memegang pistol dan membidik Tirta Jayakusuma dan bang Leo ketika mereka kehilangan sasaran tembak dan justru sasaran nya sudah berdiri tepat di depan mereka.


Dengan satu gerakan cepat bang Leo sudah menyabetkan pisau belati lengkung yang ada di tangan kanan dan kiri...


"Srert...!"


"Srert ...!"


"Arghhh!.."


"Arghhh!"..

__ADS_1


terdengar erangan yang menyayat hati ketika


Belati lengkung di tangan kanan bang Leo sudah menyambar cepat menggores leher lawan di sebelah kanannya...


Begitu juga dengan belati lengkung di tangan kanan bang Leo yang juga menyambar leher lawan yang berada di kiri bang Leo!


Cepat, Tepat dan Brutal serangan bang Leo ini tanpa merasa ragu sedikitpun! Jiwa pembunuh bang Leo telah bangkit akibat lawan menggunakan senjata api yang dapat membahayakan dirinya dan juga anak buahnya !


Dua tubuh manusia segera jatuh terjungkal dan berkelojotan beberapa seenak sebelum diam tak bergerak untuk selamanya!


Tubuhnya bermandikan darah segar...


Pada saat yang bersamaan Tirta sudah menyarangkan pukulan dan tendangan yang di lambari aji Bayu Bajra !


Tiga orang langsung terpental di terjang tendangan dan pukulan dari Tirta Jaya Kusuma.


Semua tidak sempat mengelak atau menghindar!


Tiba- tiba saja tubuh mereka sudah jatuh berdebum di tanah dan seketika mereka terdiam tak bergerak!


Tersisa dua orang pemegang senjata api yang telah siap membisikkan senjata nya ke arah Tirta dan Bang Leo...


"Dor..!"


"Dor..!"


Tirta Jaya Kusuma menempatkan tubuhnya di depan dua pria yang melepaskan tembakan demi melindungi bang Leo! yang posisinya memang belum siap benar..


Peluru dalam jarak dekat menghantam tubuh Tirta ....


Akan tetapi...


Dengan tetap berdiri kokoh, Tirta hanya tersenyum saja!


Dengan kekuatan aji Tameng Waja tingkat tertinggi , peluru peluru itu tak mampu menembus tubuh Tirta Jaya Kusuma!


Bang Leo sesaat tampak terkejut , akan tetapi segera disadarinya bahwa Tirta Jaya Kusuma mempunyai aji kebal yang bernama aji Tameng Waja yang tidak mempan oleh peluru maupun senjata tajam!


Detik berikutnya bang Leo lah yang kemudian melompat dan menyabetkan pisau belati lengkungnya mengarah leher kedua pria pemegang pistol di tangannya.


Dan...


"Srett...!"


"Sret...!"


Tanpa ampun pisau lengkung di tangan kanan dan kiri bang Leo dengan cepatnya menyayat leher dua orang pria bersenjatakan pistol tersebut!

__ADS_1


"Arghh...!"


"Argh h...!"


Keduanya hanya bisa mengeluh pendek sebelum tubuh-tubuh itu tumbang di halaman markas nya sendiri.


Setelah membereskan para penembak ini bang Leo segera memberikan aba- aba anggotanya juga anggota Tirta Jaya Kusuma untuk segera masuk ke halaman markas cabang Cakar Iblis ini.


Beberapa orang yang sudah masuk segera membuka pintu gerbang markas untuk memberikan jalan pada rekan rekannya yang masih ada di luar.


Sementara Tirta sudah terlibat pertarungan sengit melawan tetua sangga Bumi dan Tony, Katrina, serta beberapa pria pemegang cakar perak!


Tenyata telah terjadi perubahan mendadak karena mata-mata dari Cakar Iblis yang di tanam di sekitar rumah pak Michael dan juga Stefan yang tiap hari berkunjung ke rumah pak Stefan yang melaporkan pergerakan dari Tirta Jaya Kusuma ke arah Jakarta Selatan.


Tetua Sangga Bumi dan juga Tetua Sangga buana yang belum sembuh benar dari lukanya serta Katrina dengan cepat meluncur ke markas Cakar Iblis di Jakarta Selatan yang jarak nya cukup dekat dengan markas pusat Cakar Iblis di daerah Kemang!


Sementara bang Leo tampak meladeni tetua Sangga Buana yang belum sembuh benar dari lukanya akibat terkena Sambaran aji Suryo Dahono dari Tirta Jaya Kusuma.


Sementara itu anggota bang Leo dan juga Tirta Jaya Kusuma sudah mulai bentrok dengan anggota cakar iblis lainnya yang jumlahnya cukup banyak!


Pertarungan sengit antara dua kelompok ini mulai berlangsung dengan brutal!


Senjata tak bermata!


Dalam waktu singkat, banjir darah segera terjadi!


Orang-orang didikan bang Leo mulai menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya!


Brutal, Liar dan efektif dalam bertarung secara kelompok..


dengan di pimpin oleh Fredy dan Gendon mereka bertarung bagai banteng gila!


Sementara pertarungan Tirta Jaya Kusuma yang dikeroyok beberapa orang sekaligus berlangsung dengan serunya!


Akan tetapi kali ini tetua Sangga Bumi maupun Katrina tidak bisa mengeluarkan aji Reco Pitu (tujuh patung/ tujuh arca) karena aji Reco Pitu hanya cocok untuk pertarungan satu lawan satu dan bukan pertarungan keroyokan seperti ini.


Kali ini Tirta jaya Kusuma sudah bisa mengukur kekuatan dari lawan- lawannya !


Dia hanya melambari tubuhnya dengan aji lembu sekilan dan tangan kanan nya mengerahkan aji Tapak Geni !


Para pengeroyok tampak tak habis mengerti dengan kemampuan Sang Pemuda!


Berkali-kali pukulan, tendangan dan sabetan cakar besi selalu meleset!


Tak mampu menyentuh tubuh ceking sang pemuda yang tampak sangat ringan.


"Gila,,, ! sungguh gila kemampuan bocah ini!" batin tetua Sangga Bumi .

__ADS_1


__ADS_2