Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
persembunyian Hendra


__ADS_3

Setelah memberi nasehat panjang lebar pada adiknya yang semata wayang, Leo segera mengajak Tirta Bayu dan Adnan untuk berangakat menyatroni tempat persembunyian Hendra!


Malam itu Leo juga mengajak Jim dan Gendon.


Di dalam mobil Van , Leo mengatakan tidak ikut menyerbu kedalam karena tidak enak pada Hendra dan Ramon yang sebelumnya menggunakan jasanya.


Beberapa saat mereka sampai di daerah Jakarta selatan. Mereka berada tepat di pintu gerbang sebuah perumahan elite yamg di jaga security selama duapuluh empat jam nonstop.


Leo segera turun dari mobil van dan berbicara dengan security.


Entah apa yang di bicarakan oleh Leo, tapi dengan pengalaman nya dia kemudian kembali dan mereka bisa masuk komplek perumahan Elit ini..


Satu unit rumah disini beharga puluhan milyar, rumah nya besar besar dan mewah.


Leo segera menghentikan van agak jauh dari rumah yang di tuju.


"Itulah rumah yang ditempat Hendra dan Ramon." kata Leo menunjuk Rumah yang ada agak jauh di depan mereka.


Terlihat rumah yang besar dan mewah dengan pintu pagar yang agak tinggi telihat terang benderang, dengan halaman yang sangat luas dan tanaman-tanaman hias yang indah.


Tirta, Bayu dan Adnan mengamati rumah besar tersebut dari jarak agak jauh..


Tampaknya tidak ada aktivitas apapun di rumah itu.


"Aku khawatir Hendra dan kelompoknya sudah mencium kemunculan kita, kata Adnan,!


"Sebaiknya aku duluan yang kesana, kalian tunggu aba-abaku dariku!" kata Tirta.


Feeling Tirta mengatakan ada yang tidak beres dengan rumah persembunyian kelpmpok Hendra.


Adnan yang peka dan pengamatanya selalu tepat juga curiga dengan keadaan rumah yang terkesan sunyi senyap.


Tirta dengan segera


berjalan menuju rumah mewah itu.


Tidak ada satupun mobil yang terparkir di halaman terlihat sangat sunyi.


Tirta perlahan dengan santai melangkah mendekati pintu gerbang. Tidak terkunci!


Tirta semakin waspada!

__ADS_1


Dibukanya pelan-pelan pintu gerbang halaman itu, diperhatikannya setiap penjuru halaman.


Dipasangnya pendengaran nya dengan Aji Panggraito Pangrungu!.


Sebuah Ajian seperti halnya Lembu Sekilan , dan Ajian lainnya yang di kuasai Tirta yang merupakan ilmu kanuragan warisan leluhur! di turunkan dari Eyang Pandu.


Ilmu ini didasarkan pada getaran udara menjadiakan perasaan lebih peka dan dapat mendengar suara suara halus melalui getaran udara di sekitar nya.


"Dihalaman ini tidak ada gerakan apapun" pikir Tirta, kemudian dia melanjutkan langkahnya mendekati pintu utama rumah mewah tersebut.


Pintu yang besar terbuat dari kayu yang tebal dan kuat!


Dengan sedikit dorongan pintu segera terbuka, tampak kalau seperti di sengaja, supaya orang bisa masuk.


Begitu pintu terbuka Tirta meraskan keberadaan beberapa orang yang tersembunyi.


Tirta waspada akan gerakan berikutnya dari orang orang yang tersembunyi tersebut.


Dan benar saja, detik berikutnya terlihat dua orang yang sedang menodongkan senjata api jenis pistol dengan peredam suara di ujungnya dan langsung menarik pelatuk nya. Pistol meletus dengan suara yang pelan. Tirta yang sudah bersiaga sejak semula dan sudah mendeteksi keberadaan lawan, secepat kilat melompat menghindar dari terjangan peluru,


Dia masih khawatir dengan Aji Tameng Waja apakah mampu meredam kekuatan sebuah peluru dari pistol jadi dia tidak mengambil resiko.


Tembakan pertama sudah dielakkan dan dengan cepat melompat kearah orang yang memegang pistol itu!


Tirta melenting lagi dengan cepat nya seperti bayangan saja! Tubuhnya benar- benar ringan seringan kapas!


Tebakan kedua juga berhasil di elakkan, kini posisinya sudah berjarak lima meter saja dari penembak pertama.


Tirta meraih sebuah vas bunga yang ada dalam jangkauanya dan melemparkannya dengan kuat! Vas meluncur dengan cepat mengarah penembak pertama,


"Brak!!! Ahhh !!!"


Terdengar suara keras ketika vas kecil itu membentur kepala penembak pertama, yang segera saja tersungkur di lantai dengan darah segar mengalir dari mulut dan telinganya, kemungkinan mati!


penembak kedua segera akan melepaskan tembakannya lagi, tapi belum sempat pelatuk di tarik, vas bunga kecil lain sudah melayang secepat tatit (bukan *****) membentur tangan yang memegang pistol!


"prang,! Auhh!" terdengar benruran dan teruakan kesakitan dari pemegang pistol kedua.


Pistol terjatuh dan tangan terkulai dan darah menetes dari ujung jarinya. Terlihat tangan itu hancur ! tulang jari terlihat putih berlumuran darah!


Tirta tertegun memandang dua orang lawannya yang terluka parah! entah mati atau hidup..

__ADS_1


Tirta terlihat terdiam mematung, pikirannya kacau, ini tidak seperti keinginan, dia hanya ingin melumpuhkan saja, karena dua penjahat ini memegang pistol!


Tak di sangka akibatnya sangat mengerikan!


Sekarang ini banyak penjahat dan pelaku kriminal membekali dirinya dengan senjata api.


Senjata senjata ini bisa dengan mudah di dapatkan dari pasar gelap, hanya dengan dua atau tiga juta sudah bisa mendapatkan senjata api rakitan!


kalau ingin yang lebih bagus seperti di tipi tipi macam revolper yaa harus keluar uang lebih banyak, sekitar dua puluh sampai seratus jutaan.


Setelah dua penembak tak berdaya kemudian seseorang tampak melompat dari balkon lantai dua turun ke lantai satu,


gerakannya cukup ringan, diikuti dua orang lagi yang juga melompat turun dari balkon lantai atas.


Total ada tiga orang yang sekarang berdiri berhadapan dengan Tirta. Orang pertama tidak memegang senjata apapun!


Tampaknya dia cukup percaya diri akan kemampuannya! usianya sudah agak tua tampaknya, tapi masih kelihatan segar bugar dan kuat!


Sedangkan dua orang lainya memegang belati kecil di genggaman tangan kanannya masing-masing. Belati tersebut berbentuk melengkung, cara memegang nya pun, khas. di genngam tangan dan bagian tajamnya berada di bawah genggamanya. Tampaknya ini adalah sejenis belati kerambit.


Diluar halaman, Bayu dan Adan mulai kawatir, karena tidak ada kode atau panggilan dari Tirta.


"Bay sebaiknya kita masuk saja, aku khawatir pada Tirta!", kata Adnan yang mulai khawatir.


"Iya! ayo!" jawab Bayu tanpa pikir panjang lagi, keduanya berlarian masuk ke halaman dan kemudian masuk ke dalam rumah mewah itu.


Bayu dan Adnan segera melihat Tirta yang berdiri berhadapan dengan Tiga orang. Dan terlihat juga seseorang yang sedang terluka dan juga ada orang lain lagi yang telentang dengan darah segar masih mengalir di mulut dan telinganya.


"Hmmm hebat juga kamu anak muda! pantas saja Hendra kebingungan menghadapi kamu."


"Bersiaplah anak muda,!" seru orang tersebut yang segera menyerang dengan tangan kosong.


pukulannya membawa tekanan yang berat seperti palu godam saja dan gerakannya sebenarnya tidak terlalu cepat, tapi perbawa pukulan ini membuat lawan susah untuk mengelak, tampaknya pukulan orang ini dilambari tenaga batin!


Ketika orang tua itu sudah mulai menyerang, dua orang yang mengikuti orang ini dari belakang juga melompat menyerang Bayu dan Adnan.


"Hati- hati Bay, Ad! gunakan senjata kalian!" seru Tirta.


"Mereka menggunakan belati kecil di tanganya!" seru Tirta memperingatkan kedua sahabatnya itu.


Pertarungan tiga lawan tiga segera pecah!

__ADS_1


Bayu dengan senjata belati menghadapi orang yang memegang senjata seperti kerambit..


Gerakan orang ini sangat cepat dan kuat. Senjata seperti kerambit ini sangat cocok untuk pertarungan jarak pendek akan tetapi jika di gunakan untuk melawan orang dengan senjata panjang akan mengalami kesulitan karena jelas kalah jarak jangkauannya!


__ADS_2