Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
babak ketiga


__ADS_3

Cemani, si pemuda kecil yang berkulit hitam legam mendahului menyerang Fatih.


Kelincahan si pemuda kecil sungguh sungguh sangat mengejutkan Fatih.


Fatih harus berkonsentrasi penuh untuk mengetahui serangan-serangan dari cemani!


"Awas serangan Atas!" seru cemani memperingati Fatih.


Fatih segera mengarahkan tebasan tangannya keatas dan benar, memang Cemani mengarahkan serangan nya keatas..


Di lain waktu cemani berteriak.


"ke arah samping kanan!" serunya.


Dan benar saja , serangan tendangan cemani mengarah ke pinggang Fatih !


Fatih segera menangkis tendangan cepat dari pemuda kecil item ini!


Sebenarnya memang Fatih sudah kesulitan mendeteksi arah serangan dari si pemuda kecil dan item ini.


Untunglah si cemani kecil ini setiap kali menyerang dia selalu meneriakkan arah serangannya, sehingga Fatih selalu bisa tahu arah serangan si Cemani kecil ini.


Beberapa kali Cemani jujur dengan arah serangannya, tapi sebenarnya dia tidaklah sejujur itu..


Ini hanyalah taktiknya belaka!


Dan pada suatu kesempatan si Cemani kecil ini berteriak keras;


"Atas ! awas Atas!" serunya.


Fatih dengan segera menyambut serangan si cemani kecil dengan memapaki serangan yang mengarah ke atas....


Tapi kali ini alangkah terkejutnya si Fatih!


Pukulan si Cemani kecil ternyata tak kunjung datang!


Dan, diluar dugaan Fatih, ternyata tendangan yang sangat cepat telah datang menerjang perutnya yang tanpa pertahanan!


Fatih sudah terlambat untuk menyadari serangan ini!


Dan...


"Duakk,,,,,!??"


Tendangan cepat dan kuat dari Cemani kecil dengan telak menghantam perut Fatih.


"Ugh,!!" teriak Fatih kesakitan dan memegang perut nya yang tertendang ! belum sempat Fatih menyadari keadaanya, si Cemani kecil ini menghantam tengkuk dari Fatih dengan sikunya!


"Desss,..!!".


"Augh,,!" Fatih seketika jatuh tertelungkup dan tidak mampu bangkit lagi.. Pingsan dengan sukses.


Pertandingan selanjutnya Roy dari kelompok Jadug yang turun Arena melawan seorang Lawan .


Dan seperti juga Mawar dan Jadug.


Roy ini yang mengalahkan lawan-lawannya tanpa ampun.


Dalam waktu kurang dari seperempat jam, Roy sudah berhasil membuat lawan nya terluka berat !


Dan sebagai pertandingan terakhir di malam ini, tenyata dua orang tidak hadir.


Sehingga seorang pemuda dinyatakan sebagai pemenang tanpa bertanding. karena seharusnya ada lima pertandingan dan seorang akan maju ke babak ketiga tanpa bertanding.

__ADS_1


.


Begitulah pada malam itu selesai sudah babak kedua.


Dan besok malam akan berlanjut ke babak ketiga.


Setelah pertandingan usai, Tirta Bayu dan Adnan kemudian menuju ke puncak gunung Ijen.


Walaupun sudah berhasil menguasai aji Suryo Dahono tingat ke dua , Tirta ingin tetap berlatih untuk lebih menyalurkan aji Suryo Dahono yang di kuasainya.


***


Malam ini cuaca cerah, tanpa kabut!


Bulan bersinar terang!


Malam ini tampak nya pertarungan akan semakin seru dan sengit.


Ki Seno Aji sudah naik ke panggung dan mengambil lipatan kertas dari dalam toples kaca.


Setelah di buka, dia segera menyebut nama Mawar dan seorang pria dari perguruan silat dari Pacitan.


Seperti sebelumnya, Mawar pun mengalahkan lawannya dengan sangat mudahnya.


Seorang Laki laki gagah yang menjadi lawannya kali ini Tidak dapat menguasai dirinya begitu berhadapan dengan wanita cantik dan montok ini.


Aji Gendam kantil masih terlalu tangguh dan tidak ada obatnya!


Demikianpun pada pertandingan Kedua.


Dimana Mahardhika turun tangan menghadapi lawan dari sebuah padepokan silat dari Mojokerto.


Hanya dalam beberapa gebrakan saja Mahardhika sudah berhasil menghentikan perlawanan dari perguruan silat dari Mojokerto.


Pertandingan ketiga ini berjalan dengan sangat seru.


Ludiro dengan bakat alaminya dan latihan latihan kerasnya! Berhadapan dengan Roy si pemuda tampan dan kelihatan ramah akan tetapi bertangan gapah dan kejam.


pertarungan sudah berjalan hampir satu jam.


Dan Ludiro sudah tampak terdesak oleh serangan serangan dari pemuda tampan tersebut.


Hingga pada suatu kesempatan Roy berhasil memaksa Ludiro turun dari arena pertandingan, akibat tidak mampu menghindari sebuah serbuan yang di lakukan Roy!


Pukulan dengan dua kepalan tangan sekaligus tak mampu di bendung nya.


Tenaga yang di keluarkan Roy benar benar sangat lah besar dan kuat sehingga kuda kuda dari Ludiro menjadi goyah dan dia jatuh terlempar dari atas arena pertandingan.


Selanjutnya Pertandingan ketiga !


Ternyata Tirta Jayakusuma yang turun gelanggang!


Dia berhadapan dengan Cemani, si kecil hitam.


Kali ini Cemani pun menggunakan cara- cara seperi kemarin!


Dia memberikan petunjuk akan arah serangan-serangannya.


Akan tetapi kali ini lawannya adalah Tirta Jayakusuma ! pemuda yang menguasai berbagai ilmu warisan leluhur tanah Jawa.. Ilmu yang sudah lama terkubur dalam-dalam seiring dengan kemajuan jaman.


Tirta Jayakusuma pada awalnya hanya mengikuti arah serangan dari si Cemani kecil saja. Walaupun si Cemani memberikan petunjuk arah serangannya, Tapi Tirta tidak begitu mendengarkan.


Dan ,,,, ..

__ADS_1


Tirta hanya tersenyum kecil ketika pada suatu kesempatan si Cemani kecil menipu Tirta dengan seruannya!


Tirta tidak mungkin tertipu oleh seruan-seruan si Cemani kecil.


Secepat apapun dan sekuat apapun si Cemani kecil menyerang tetaplah dia tidak dapat mengenai tubuh Tirta Jayakusuma.


Hingga beberapa saat berlalu, Si Cemani akhirnya benar benar merasa putus asa!


Serangan serangan nya tak ada satupun yang bisa menyentuh tubuh Tirta Jayakusuma .


Dan ketika Tirta mulai balas menyerang, si Cemani kecil sudah tidak mampu lagi untuk mengelak!


Sebuah tendangan dengan di landasi aji Bayu Bajra menyapu tubuh kecil dan hitam dari si Cemani kecil!


"Blammm,,,,!" tubuh Cemani kecil terpental terkena sapuan kaki dari Tirta Jayakusuma.


Tubuh kecilnya melayang dan terbanting dengan keras di tanah!


Berikutnya berturut-turut Jadug, Intan dan Mahardhika yang turun gelanggang.


Jadug dan Mahardhika dengan mudah mengatasi lawan- lawannya.


Terutama Jadug yang hanya membutuhkan tiga kali serangan saja untuk menghancurkan lawannya!


Sampai membuat lawannya muntah darah terkena tinjunya yang tepat menghantam dada lawannya itu.


Demikianpun dengan Mahardhika yang dengan mudah menundukkan lawannya dalam beberapa gebrakan saja!


Sedangkan Intan harus agak bersusah payah mengalahkan lawannya.


Demikianlah pada malam itu enam pertandingan sudah terselesaikan.


Mawar, Roy, Jadug, Mahardhika, Tirta Jayakusuma dan Intan yang keluar sebagai pemenang pada babak ketiga ini.


Dan setelah menyelesaikan babak ketiga ini, Ki Seno Aji sekalian menentukan lawan untuk besok malam.


Pertama-tama Mawar akan berhadapan dengan Tirta Jayakusuma!


Kedua Jadug akan berhadapan dengan Intan!


Dan ketiga Mahardhika akan berhadapan dengan Roy!


Malam semakin larut , ketika Tirta Jayakusuma bersama Bayu dan Adnan berjalan menuju puncak gunung Ijen.


Dan ketika Tirta, Bayu dan Adnan melewati sebuah tempat yang penuh batu batu andesit dengan berlompatan.


Mendadak mereka di kejutkan dengan Sosok bayangan manusia yang mendadak saja muncul menghadang Tirta, Bayu dan Adnan!


"Hai, siapa di situ!" seru Bayu yang segera saja melompat mendekati bayangan di depan mereka.


Begitu sampai di depan bayangan manusia itu .. Bayu segera berteriak;


"Kunti,,,,!!! kuntilanak!!" teriaknya keras!


"Huh, siapa yang kau kira kuntilanak ! anak Gadjah! "


terdengar suara merdu mendayu dari bayangan itu .


Sebenarnya Bayu pun tahu bahwa bayangan di depannya ini adalah seorang wanita cantik!


Akan tetapi memang Bayu sengaja menggoda wanita cantik nan sexy di depannya ini .


Ya,. wanita cantik sexy dan montok dengan senyum menggoda ini adalah Mawar!

__ADS_1


__ADS_2