
"Tampaknya mereka orang-orang professional Ta," kata Adnan ketika mereka berjalan menuju hotel tempat mereka menginap.
Tirta membenarkan pendapat Adnan. Kemudian berkata;
"Kita sudah memulai perang melawan kejahatan! Mulai sekarang kita harus selalu waspada," Tirta berhenti sejenak kemudian melanjutkan lagi perkataannya.
"pengembaraan ini semakin berbahaya! dan orang-orang tadi tampaknya sudah tau tentang kita! kemungkinan dia adalah orang suruhan dari kelompok Hendra! yang tampaknya mulai mengincar kita!"
"Benar Ta,!" Sahut Bayu.
"Aku harap kalian semakin berhati-hati." Tirta menutup pembicaraan karena mereka sudah memasuki lobi hotel.
Ketika mereka bertiga masuk ke lobi, tampak resepsionis cantik tapi judes dan meremehkan mereka kemarin tampak tergesa- gesa mendatangi mereka.
Dengan rambut panjang terurai, menebarkan aroama harum, sepatu hak tinggi serta rok pendek selutut memperlihatkan kaki jenjang nan indah!. Dia menghadang jalan Tirta, Bayu dan Adnan.
Tirta, Bayu dan Adnan segera berhenti dan menunggu sang resepsionis.
Setelah mereka berhadapan si gadis resepsionis segera menelangkupkan kedua telapak tangan di dadanya dan Berkata,
"Mas Tirta maafkan saya, kemarin sudah berlaku tidak menyenagkan pada kalian." katanya dengan mimik muka menyedihkan dan penuh penyesalan.
"Ehh Mbak,,, mbaknya salah makan apa yaa," seru Bayu yang terkejut melihat perubahan si gadis resepsionis ini
"Tidak salah makan mas.." jawabnya.
"Saya benar-benar minta maaf, saya menyesal sekali," lanjutnya.
"Tolong sampaikan pada pihak manajemen pusat, kalau Mas Tirta sudah memberikan Maaf, kalau tidak, saya bisa di pecat Mas," kata si gadis resepsionis memelas dan sedih.
Tirta bingung, begitu pula Bayu dan Adnan tambah semakin Bingung.
"Tunggu- tunggu Mbak! kami tidak pernah bercerita kepada siapapun kata Tirta dan kamipun tidak mempermasalahkan kejadian kemarin kata Tirta."
"Iya Mas terima kasih, tapi tolong bicaralah pada Manajer saya!" kata si gadis memohon.
"Baiklah , mana manajer kalian?" kata Tirta.
"Belum datang Mas, nanti kalau sudah datang akan saya beritahukan pada Mas," jawab si gadis.
Tirta segera berlalu bersama Bayu dan Adnan kembali ke kamar mereka di lantai lima hotel tersebut.
Hari ini mereka agak santai dengan berdiam diri di dalam kamar sambil bermain game.
Pagi ini Iza melakukan panggilan Video, wajahnya terlihat segar dan senyum menghiasi bibirnya yang basah nan indah dan merah lembut. Tampaknya Iza sudah kangen pada pemuda pujaannya ini.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu pagi ini sayang," Iza menyematkan panggilan baru pada Tirta, ya sejak pak Fajrul yang secara tidak langsung mengikat hubungan mereka Iza semakin perhatian dan sayang pada Tirta.
Dan sejak kepergian Tirta, tiap hari Iza selalu menghubungi Tirta.
Tirta pun merasakan hati yang hangat pada Iza, sungguh beruntungnya dirinya, bisa mendapatkan hati gadis secantik Iza ini.
"Iya aku baik baik saja," jawab Tirta kalem,
"Sudah makan sayang?" tanya Iza lagi.. Sudah jawab Tirta ..
"Iza aku kemarin cerita ke kamu tentang si resepsionis itu kan,, tadi pagi dia mendatangi kami dan meminta maaf,
"Hi,, hii , hii memang aku sengaja sayang,, biar tau diri itu resepsionis, bisa rusak image hotel kalau ada sepuluh orang saja seperti itu di hotel.. jawab Iza .
"Kok kamu bisa membuat resepsionis itu jadi nyesel kayak gitu Za, tanya Tirta penasaran.
"Bisalah sayang!?" jawab Iza.. "Kamu lupa ya Papa itu pengusaha apa?" Iza balik bertanya pada Tirta.
"Ohh iya ya," Tirta segera teringat kalau pak Fajrul seorang pengusaha perhotelan ternama.
"Hotel yang kamu tempati memangnya punya siapa hayooo ...??" tanya Iza..
"Hotel itu, termasuk jaringan Hotel milik Papa tauuu...!!"
"Makanya,,, aku langsung bilang ke Papa, biar dididik itu manajemennya di sana,, !"
"Sayang,..! jangan lama-lama dong perginya,, satu minggu saja ya,, jangan lebih,, aku sudah nyiapin kejutan buat kamu disini !
Selanjutnya Iza yang nyerocos terus tanpa berhenti, bercerita tentang apapun pada Tirta yang hanya mendengarkan dan melihat bibir merekah yang terus bergerak lincah, ingin rasanya menggigit bibir itu!.
Di sudut lain di kamar itu, Bayu dan Adnan juga sibuk ber video call an. Bayu juga sedang berbincang dengan juragan cantik Latifah, dan Adnan dengan Nani...
Nani menceritakan akan sepinya hari-hari tanpa Adnan, Bayu dan Tirta, juga tentang kesedihan Dinda karena Tirta..
Bayu dengan gembira mendengar kan celotehan putri kecilnya mbak Latifah yang ikutan nimbrung.
Mbak Latifah juga ikutan menanyakan kabarnya Tirta karena di suruh oleh Zahra adiknya..
Kini semuanya mempunyai kehidupan cinta sendiri-sendiri.
Ketika sedang asyik nya mereka ber video call an, mendadak pintu kamar di ketuk dari luar.
Adan yang paling dekat dengan pintu kamar segera melangkahkan kakinya ke pintu dan membukanya.
Di luar si gadis cantik resepsionis segera menyapanya, dia ternyata bersama seorang pria umur tigaluhan berpakaian rapi dan berdasi.
__ADS_1
Kenalkan Mas, ini manajer hotel ini, pak Atilla! Kami kemari ingin bicara dengan kalian. Bolehkah kami masuk kata si gadis resepsionis.
Iya, silakan-silakan, Adnan segera membuka pintu lebar-lebar dan membiarkan si gadis resepsionis dan manajer nya masuk kamar hotel..
Tirta dan Bayu terkejut melihat ada orang lain masuk kamar mereka.
kamar hotel Vvip di sini memang di lengkapi kursi tamu sehingga penghuni kamar bisa menerima tamu di dalam ruangan kamar.
Bayu yang masih mengenakan kolor melotot marah pada Adan, "Huh sialan anak ini," pikirnya.
Sedangkan Tirta hanya mengenakan handuk saja yang melingkari pinggangnya.
Jadilah Tirta dan Bayu salah tingkah, apalagi di situ ada gadisnya.
Bayu dan Tirta segera saja berebut masuk kamar mandi dan berganti dengan kaos yang lebih sopan.
Si gadis resepsionis dan Atilla si manajer di persilakan duduk dulu oleh Adnan.
Gadis resepsionis ini termasuk gadis cantik dan elegant dengan rambut panjang dan wajah bulat telur.
Dia duduk dengan menumpangkan kaki jenjangnya secara bersilang, benar-benar indah dipandang, apalagi dengan rok pendeknya membuat sebagian paha mulusnya terpapar dengan jelas.
Setelah Tirta dan Bayu selesai dari kamar mandi. Segera Dia dan Bayu bergabung dengan Adnan dan dua tamunya,, duduk dengan santai,
Kemudian barulah si gadis menyampaikan maksudnya.
"Saya sangat menyesal atas kejadian kemarin Mas, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tolonglah mas!" kata si gadis.
"apa yang menjadi syarat supaya mas mas bisa memaafkan saya akan saya lakukan mas."
Sang manajer juga ikut berbicara.
"Benar mas tolonglah kami, karena kejadian itu sudah sampai pada pimpinan pusat kami. Jadi saya mewakili jajaran manajemen hotel disini sangat berharap mas-mas ini bisa menyampaikan permohonan maaf kami dan tidak memberi sangsi berat pada kami."
"Sebenarnya lah saya tidak ingin menyulitkan kalian. kejadian inipun saya tidak sengaja, hingga bisa sampai di dengar manajemen pusat kalian. lanjut Tirta.
Tirta berbicara agak tidak nyaman karena di depannya ada paha jenjang mulus dan putih, yang entah sengaja atau tidak bergerak gerak seperti ular saja.
Sebagai pemuda normal,, beberapa kali Tirta melirik dengan sudut matanya,
"Uhhh bener bener paha yang indah dan mulus!" pikir nya.
Tirta tidak berani memberikan janji pada dua orang tamunya ini, karena memang dia tidak berhak! Dia hanya bisa meminta tolong saja kepada Iza supaya mempertimbangkan semuanya sebaik- baiknya.
Ketika hari beranjak siang Bayu dan Adnan bermaksud turun mencari kebutuhan pribadi di minimarket di sebelah hotel sedangkan Tirta tidak ikut, dia sedang seru-serunya bermain game di hapenya.
__ADS_1