
Dan,,,
"Duarrrr,,,,!!!"....
Ledakan keras terjadi !,.....
Disusul,,,,
"Krekk,,,, kreeekkk kretekk !!!"....
"Bruakk,,,,!!!".....
Tejadi benturan besar di ikuti dengan ambruknya panggung tempat arena pertarungan akibat benturan maha dahsyat dari dua kekuatan gajah yang saling berbenturan.
Panggung dengan tiang tiang penyangga dari Glugu (batang kelapa) utuh itu tak mampu lagi menahan efek getaran dari bertemunya dua ajian kuno!
Aji Tapak Geni dari Tirta Jayakusuma dan aji Tapak Lodra.
Dua ajian yang sama- sama hebatnya yang muncul kembali di jaman ini!
Tirta Jayakusuma terpental jatuh di antara reruntuhan arena, begitupun Jadug!
Segenap yang hadir di sekitar arena sudah berlari menjauh menghindari reruntuhan arena yang bisa saja mengenai mereka..
"Kekuatan apa ini,, panggung arena sekuat ini bisa ambruk," batin Kyai Syahroni dan semua penonton..
Rata-rata yang hadir adalah pegiat olah Kanuragan pada umumnya dan silat pada khususnya.
Mereka terbiasa melihat pertarungan-pertarungan hebat!
Akan tetapi malam ini mereka di buat terpana dengan kekuatan Jadug dan Tirta Jayakusuma yang di luar batas nalar manusia!
Dengan kokoh keduanya tampak berdiri di atas reruntuhan arena yang ambruk itu.
Mata mencorong semakin berkilat-kilat dari Jadug.
Kembali Jadug sudah mempersiapkan aji Tapak Lodra..
Kali ini tampak telapak tangannya di angkat tinggi!
Terlihat tangannya seperti di selimuti warna merah terang , sebagai pertanda aji Tapak Lodra yang semakin tinggi tingkatannya!
"Hmm tak aku duga kamu ternyata sangat kuat Tirta Jayakysuma!"seru Jadug!
Ya Jadug tak menyangka bahwa pemuda di hadapannya ini mampu menahan aji Tapak Lodra yang di lontarkan nya .
Ketika warna merah di tangan Jadug semakin pekat, dengan teriakan menggelegar dan membuat gendang telinga tergertar.
Jadug menerjang ke arah Tirta Jayakusuma dengan Dahsyatnya.
Agak jauh di satu sudut yang gelap, tampak seorang tua berdiri mengawasi jalannya pertandingan itu..
"Aji Gelap Ngampar!" batinnya. Ternyata Jadug juga menguasai ajian ini !
__ADS_1
"Hmm, siapa sebenarnya Jadug ini, batin orang tua ini yang ternyata adalah Kyai Wonokerti! seorang Tua yang akhir-akhir ini membimbing Tirta Jayakusuma!
Tampak wajah tuanya sangat khawatir dengan perkembangan pertarungan!
Tirta yang berada di depan Jadug juga merasakan dadanya seperti di gedor-gedor, mendengar suara Jadug yang menggelegar dan menggetarkan Jantung ini.
Tirta sudah bersiap ketika serangan Jadug datang lagi.
Aji Tapak Geni membuat tubuhnya membara,,,
Aji tapak Geni di ungkapkan secara penuh dalam telapak tangannya Tirta Jayakusuma..
Tameng Waja dan Lembu Sekilas pun sudah diterapkan sejak tadi.
Tirta belum pernah menggunakan aji Tapak Geni dengan kekuatan penuh nya untuk menghadapi lawan-lawan nya selama ini.
Melawan Aryo Seto pun yang merupakan lawan terkuat nya,
dia menggunakan tidak dengan sepenuh tenaga nya, begitupun dengan Mahardika dan lain nya!
Kembali benturan terjadi dengan lebih Dahsyat!
" Duarr!!!!,,
Ledakan yang lebih keras terjadi lagi!
Reruntuhan dari arena yang sudah ambruk terlontar ke berbagai penjuru..
Banyak penonton yang masih berada di dekat arena yang sudah ambruk itu, lari pontang panting menyelamatkan diri karena reruntuhan yang terlontar sangatlah berbahaya..
Kali ini di tengah tengah arena sudah bersih dari reruntuhan dan terbentuk kawah kecil di tengah tengahnya.
Tirta tamak berdiri dengan Kokok di tempatnya, begitupun dengan Jadug !
"Berhenti ! waktu sudah habis! seru Ki Seno aji..
Akan tetapi tampaknya Jadug tidak menggubris teriakan Ki Seno Aji.
Jadug sudah mata gelap! emosinya sudah naik ke ubun ubin akibat semua serangan nya tidak berpengaruh pada pemuda lawannya ini.
"Akan aku selesaikan pertarungan ini Ki Seno ! sampai tuntas..!" seru Jadug.
"Setelah aku membereskan pemuda ini baru aku akan membereskan Mahardhika !" geram Jadug.
Tak disangkanya kekuatan Tirta benar- benar luar biasa.. Dengan aji Tapak Lodra yang di trapkan sepenuh nya dan juga Gelap Ngampar masih juga belum mampu menjatuhkan pemuda lawannya ini.
Kembali Jadug menyerang , suara geramannya menggelegar memekakkan telinga .
Aji Gelap Ngampar membuat suara bergema kemana-mana karena di pantulkan oleh dinding-dinding gunung Ijen ini.
Aji gelap Ngampar ini sebenarnya lebih bertujuan untuk menjatuhkan mental lawan dan menakut-nakuti lawan.. seperti halnya auman harimau yang membuat mangsanya ketakutan dan ciut nyalinya, Demikianpun dengan aji Gelap Ngampar ini. Akan tetapi bagi yang berhati kecil, bisa saja aji Gelap Ngampar ini membuat jantung berhenti berdetak seketika.
Ki Seno Aji tak mampu lagi menghentikan pertarungan ini. Mendekatinya saja sudah tak mampu.
__ADS_1
Akan tetapi hal ini sangat menguntungkan bagi Mahardhika!
Kalau dia turun gelanggang kali ini, pastilah dia akan hancur di ***** Jadug dengan aji Tapak Lodra nya.
Kali ini keduanya bertarung dengan lebih dahsyat dan lebih cepat.
Dua kekuatan yang sama sama sudah mumpuni saling beradu ..
Benturan-benruran Dahsyat semakin sering terjadi,,
Tirta semakin sadar kalo hanya mengandalkan aji tapak Geni dia agaknya akan kesulitan menghadapi tandang Jadug yang bertarung layaknya binatang liar saja.
Tirta kemudian mengetrapkan aji Suryo Dahono di tangan kirinya.
Dua ajian di tubuh Tirta , tangan Kanan dengan aji Tapak Geni dan tangan kiri dengan aji Suryo Dahono.
Jadug tampak terkejut dengan perubahan yang terjadi..
Sebagian tubuh Tirta Jayakusuma di selimuti oleh cahaya biru sedangkan sebagian yang lain di selimuti oleh cahaya kemerahan.
Kembali pertarungan sengit berlangsung.
Sementara itu di sudut lembah di lereng gunung Ijen yang lain, seorang tua dengan kepala tanpa rambut alias botak , dengan wajah garang dan sinar mata mencorong seperti halnya Jadug , tampak memperhatikan dengan seksama jalannya pertarungan antara Jadug dan Tirta Jayakusuma .
Ya, dia adalah guru dari Jadug! Ki Singo Lodra!
"Siapa pemuda ini," pikirnya.
Tampaknya dia menguasai juga aji aji kuno warisan leluhur Tanah Jawa ini!" Batin Ki Singo Lodra.
Tampak kekhawatiran nya semakin menjadi ketika terlihat Jadug sedikit demi sedikit mulai terdesak!
Tiap kali terjadi benturan, tubuh Jadug tampak tergetar dan mundur beberapa langkah ..
Sinar biru dan merah agak gelap semakin lama semakin mendominasi !
Beberapa kali aji Tapak Geni dan aji Suryo Dahono hinggap di tubuh Jadug.
Jadug pun mulai merasakan sakit di beberapa bagian tubuh yang sentuhan sentuhan tangan Tirta Jayakusuma!
Sebenarnya Jadug pun mempunyai aji Kekebalan tubuh seperti halnya Tirta Jayakusuma!
Akan tetapi karena hebatnya aji Tapak Geni dan aji Suryo Dahono, lama kelamaan pertahanan tubuh dari Jadug jebol juga.
Dan pada suatu ketika terjadi benturan yang sangat keras lagi..
"Duarr,,, !!!" ....
Tubuh Jadug terpental jauh ,, seperti layang-layang putus talinya.
Diiringi umpatan kasarnya, dia jatuh terlentang!
Dengan limbung Jadug berusaha untuk segera bangkit berdiri.
__ADS_1
Setelah tegak , terlihatlah darah mengalir dari sudut bibirnya..