Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
godaan berlanjut


__ADS_3

Keduanya merasa sangat pusing, Tirta seperti malaikat maut saja,!


Apalagi Denis dan Rian bukanlah pemuda yang mendalami ilmu beladiri , mereka lebih mengandalkan tampang ganteng tubuh atletis dan kekuatan uang orang tua mereka.


Denis dan Rian sudah sangat ketakutan, tapi tangan mereka masih masing sudah patah dan wajah bengkak besar.


Denise segera melangkah mundur sambil di papah oleh Lola!


Sedangkan Rian memegangi tangan kanannya yang patah dengan tangan kirinya.


"Ayo Lola! seru Denis pada Lola, Lola segera memegang setir mobil dan pergi membawa Denis dan Rian.


Nadine dan Nadia terlihat lemas dan terduduk setelah di lepaskan oleh Denis dan Rian tadi. Mereka berdua duduk bersimpuh di halaman Villa.


Tirta segera memapah keduanya memasuki Vila. Di tangan kanan Nadine dan di tangan kiri ada Nadia!


Wajah Nadine dan Nadia memerah seperti kepiting rebus, keduanya merintih-rintih kepanasan.


Pelukan Nadine sangat erat ke Tirta, keduanya dipapah dengan setengah di seret menuju kamar.


Sejak di papah keduanya hanya bergelayutan di tubuh Tirta.


Sepertinya mereka antara sadar dan tidak, keduanya seperti menginnginkan sesuatu dan berharap Tirta memberikannya pada mereka..


Ketika sampai di kamar, Tirta hendak mendudukkkan mereka di pinggir ranjang, tapi tangan-tangan juga tubuh Nadia dan Nadine seperti ular saja! Memeluk, mencium semua anggota Tubuh Tirta!


Pakaian yang menempel di tubuh Nadine sudah hampir terbuka, karena tadi dia hanya mengenakan tank top saja.


Tank topnya sudah melorot , sesuatu yang berbentuk bundar dan putih hampir saja melompat keluar!


Tirta sudah panas dingin di buatnya, imannya mendapatkan ujian yang sangat berat,..!


"Huft, gimana ini pikir nya," Dia hampir gila menghadapi keduanya!


Dua- duanya wanita yang sangat cantik dan sexy, yang di incar bayak pria seperti Denis dan Rian..!


Tanpa terasa kaus atas Tirta sudah hilang sejak tadi, dia sekarang ini bertelanjang dada dengan Nadine dan Nadia di kanan dan kirinya..


Nadine dan Nadia merintih dan sangat berharap..!!!?


Dalam kekacauan pikiran, terlintas ide di otak Tirta! ya kenapa tidak aku kunci saja meraka dalam kamar!? pikir baik Tirta yang bekerja.


Mumpung ada kesempatan, kapan lagi dapat tubuh molek dan indah kayak gini, kesempatan kayak gini tidak datang dua kali! kali ini pikiran kotornya bekerja!


"Huft, tidaaaak!" akhirnya Tirta berhasil menyingkirkan pikiran kotor dari benaknya.


Dia segera memapah Nadine keluar kamar dan meninggalkan Nadia di kamar sendirian dan menguncinya dari luar..


Dia harus melakukan ini, agar tidak terjerumus lebih dalam lagi! masih ada sedikit kesadaran di otaknya.


Dia khawatir kalau keduanya di jadikan satu juga tidak baik pada keduanya!


Nadine segera dipapah Tirta menuju kekamar lainnya yang kosong!


Dalam perjalanan menuju kamar kosong Tirta hampir hampir goyah kembali.

__ADS_1


Tapi dengan sekuat tenaga, di tekannya semua keinginan yang melonjak lonjak di dirinya! Sungguh perjuangan yang luar biasa berat! tak ada yang mampu menahan hal seperti ini walau sekuat apapun iman seorang pemuda, tapi ternyata Tirta mampu melakukannya!


Setelah sampai di kamar kosong, Tirta segera melepas rangkulan Nadine, dan secepatnya pergi meninggalkan Nadine dalam kamar sendirian dan memguncinya dari luar!


"Huft , hampir saja!" batinnya.


Terdengar suara Nadine memanggil manggil Tirta dan menggedor gedor pintu kamar,


Tapi kali ini Tirta menguatkan batinnya untuk tidak membuka pintu kamar tempat Nadine di kurung!


Di kamar lain, Nadia pun terdengar memanggil-manggil Tirta, Suaranya sungguh-sungguh menggairahkan! Hampir hampir hatinya goyah kembali,


Dua orang gadis yang sama-sama cantik! yang satu gadis keturunan Eropa cantik sexy dan satunya gadis timur cantik manis..


Tirta menahan hatinya, kemudian dia berjalan menuju kolam renang di belakang Vila. Dia segera melompat ke kolam untuk mendinginkan kepala dan perasaan nya!


Beberapa saat kemudian dia naik ke pinggiran kolam dalam keadaan basah dan kedinginan.


Dia duduk di pinggir kolam sambil kakinya berada dalam kolam, memainkan air dengan kakinya.


Untuk pertama kalinya dia menghadapi ujian yang sangat berat dari seorang Wanita.


Dia lebih suka bertarung dengan sepenuh tenaga melawan para penjahat daripada mendapatkan ujian seperti ini.


Dia adalah lelaki tulen, yang suka pada wanita cantik dan sexy, dia tidak munafik kalau seringkali dia juga melihat dan melirik wanita wanita cantik.


***


Semalaman Tirta tidak bisa tidur, dia hanya bisa diam duduk termenung di ruang tengah, dimana kamar Nadine, Nadia dan juga kamarnya berada di kanan kirinya.


"Ta tolong buka pintunya dong!" aku pingin keluar, pinta Nadine dari dalam kamar.


"Nadine bagaimana keadaanm?" tanya Tirta


"Memangnya aku kenapa?!" teriak Nadine!


Suara Nadine tampak cukup keras,


kelihatannya Nadine benar-benar sudah kembali seperti sedia kala batin Tirta.


"Baik akan aku buka!?" seru Tirta.


Dia segera beranjak dari duduknya dan melangkah ke tempat dimana dia mengunci Nadine.


Ketika pintu terbuka, terlihat Nadine yang sudah berdiri di muka pintu dan langsung merangkul Tirta dengan kedua tangannya di leher Tirta.


Tirta sangat terkejut! dia tidak sempat mengelak ketika sebuah bibir secara sengaja menciumnya dengan panas! Bibir bertemu bibir!


Tirta gelagapan!


"Ini, inii, huft ,,,, Nadine!?" bisiknya.


Beberapa detik ciuman panas terjadi, Nadine segera melepas bibirnya dari sang pemuda,


"Trimakasih Tirta, kamu telah menyelamatkan ku tadi malam! kalau tak ada kamu entah bagaimana nasibku!"

__ADS_1


Dengan wajah merah padam dan nafas masih memburu Tirta segera keluar kamar.


Beberapa saat kemudian Nadia juga meneriaki Tirta.


"Ta,, tolong buka pintunya dong!"


kelihatannya Nadia juga mulai sadar.


Tirta jadi ragu-ragu karena kejadian dengan Nadia tadi!


Akhirnya dia meminta Nadine untuk membuka pintu kamar Nadia.


Begitu pintu kamar di buka Nadia masih dengan rambut awut awutan keluar kamar,,


Begitu dilihatnya Tirta, dia segera menghambur kearah Tirta dan memeluk Tirta dengan erat,


Tangisnya segera pecah.


Terimakasih Ta!!Hu,, huu ,,huu, kalau tidak kamu tolong hancurlah hudupku,, hu,, huu..!"


"Dasar brengsek Rian dan Denis,, hu..hu .huu....!"


Pelukan Nadia cenderung ke arah pelukan bahagia dan haru, jadi Tirta menanggapi tidak dengan ketegangan,


"Sudahlah Nadia, semua sudah berlalu, mereka sudah aku beri pelajaran setimpal! "


Nadia mengangguk angguk masih dengan sesenggukan.


Nadine, Nadia dan Tirta kemudian duduk duduk di ruang tengah.


"Syukurlah kalian sudah baik-baik kembali, tampaknya pengaruh obat sudah hilang sama sekali dari tubuh kalian!?" kata Tirta.


Nadia mengangguk dan merasa malu diingatkam tentang kejadian tadi malam, entah apa jadinya jika bertemu dengan cowok lain!


"Aku lebih suka pengaruhnya tetap ada Ta!" canda Nadia.


Tirta kaget!


"Biar aku bisa bersama kamu terus, tapi jangan kunci kamarnya ya!" kata Nadine menggoda Tirta .


Akhirnya Tirta sadar Nadine hanya menggodanya saja.


"Ta sejak tadi aku tidak melihat Adnan dan Bayu!?" tanya Nadia.


Tirta segera sadar kalau dua kawannya masih belum nongol batang hidungnya !


"Iya, ya!" jawab Tirta.


Tirta menuju kamarnya dan membuka pintu kamar.


Dilihatnya keduanya masih tidur pulas! Dia segera mendekati keduanya dane ngguncang guncang tubuh keduanya.


Beberapa kali di guncang nya tubuh mereka, setelah beberapa kali barulah Tirta sadar bahwa mereka terkena obat bius. Tapi biasanya juga efek obat bius tidak lah terlalu lama, pikir Tirta.


Tirta segera meraba simpul syaraf di tengkuk keduanya!

__ADS_1


Disalurkannya energi batinnya menyusuri aliran darah keduanya , beberapa putaran kemudian, segera terlihat Bayu yang mulai bergerak kemudian di ikuti oleh Adnan.


__ADS_2