Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Nadine


__ADS_3

Pagi itu mereka bertiga berdiam diri di rumah itu sambil bermain ponsel, maklum anak muda jaman sekarang gak bisa hidup tanpa ponsel.


Biasa! isi ponsel Tirta penuh dengan pesan WhatsApp dari Iza dan Dinda, sekarang ketambahan Zahra dan Rara si resepaionist cantik dan sexy.


Entah lah ini rejeki atau kesialan selalu kemanapun dia berada selalu di kelilingi gadis-gadis cantik!


Iza yang mengungkapkan rasa sayangnya, Dinda yang kangen, Zahra yang malu-malu menanyakan keadaanya dan Rara yang terus menggoda nya ...


"Huft!" sampek bingung Tirta menjawab satu persatu..


Ketika mereka sudah jenuh bermain ponsel, Bayu mengajak keluar untuk mengetahui lingkungan yang mereka tinggali..


Mereka menyusuri jalanan cukup jauh, mereka hanya ingin melihat lihat daerah yang mereka tinggali saja..


Ketika matahari sudah tinggi mereka kembali ke rumahnya Leo.


Sesampainya dipintu pagar depan, terlihat pintu itu terbuka dan ada dua ekor mobil terparkir di halaman. Ferrari sport berwarna merah dan sebuah mobil Land Cruiser warna hitam.


Bayu kagum melihat Ferrari warna merah mencolok mata ini. Maklum di kota asalnya mobil Ferrari sport seperti ini sangat jarang di jumpai dan bahkan tidak ada sama sekali..


"Mobil yang bagus!" gumam Bayu, sambil menyentuh kap mesin mobil Ferarri merah ini.


"Iya, tampaknya punya kawannya Nadia," kata Adnan yang segera mengambil kesimpulan demikian karena di ruang tamu terdengar candaan beberapa muda mudi.


"kita sebaiknya jangan masuk dulu, kita diluar saja," kata Tirta.


"Iya!" jawab Adnan yang segera menuju satu sudut halaman yang teduh.


Meraka kemudian duduk-duduk di kursi taman yang memang ada beberapa buah di sudut-sudut halaman tersebut.


Ketika Tirta Bayu dan Adnan tadi hendak masuk, Nadia sudah tau akan kedatangan mereka, dan Nadia seperti memberi kode pada teman-teman nya yang segera mengalihkan perhatian nya pada Tirta, Bayu dan Adnan.


Teman teman Nadia ini adalah teman -teman kampusnya. Ada tiga orang cewek dan dua orang cowok.


Tiga orang cewek satu diantaranya satu jurusan dengan Nadia kedokteran gigi! sedangkan dua lainnya dari psikologi.


Sedangkan dua orang cowok berasal dari jurusan Architecture.


Tadi pagi sewaktu di kantin kampus Nadia sempat bercerita pada kawan-kawan nya. Tentang kawan- kawan kakaknya yang menginap di rumahnya.. Hal ini membuat Rian cowok yang sedang pdkt pada Nadia cemburu dan marah.


Hingga akhirnya siang ini Rian memaksa Nadia untuk ikut kerumahnya sambil mengajak seorang kawan untuk melihat orang-orang yang disebut-sebut Nadia sebagai kawan kakaknya.


Dan kebetulan juga sahabat- sahabat Nadia yang lain berencana ikutan ke rumah Nadia.


Rian ini adalah seorang cowok yang cukup terkenal di kampus, seorang cowok anak pengusaha kaya ganteng dan banyak di gilai cewek, selain Denis.

__ADS_1


Dan sekarang ini dia mengajak sahabatnya Denis, yang juga anak seorang pengusaha kaya di Jakarta yang juga pacar dari salah satu sahabat Nadia.


Ketika mereka memandang Tirta Bayu dan Adnan dari pintu ruang tamu yang terbuka lebar, Rian tersenyum.


"Hmmm mereka hanya anak-anak kampung saja Nadia!"


"Pemuda pemuda kampung!" Denis menegaskan kembali penilaian Rian.


Seorang sahabat Nadia yang lain bernama Nadine yang juga seorang model dengan tubuh bagus dan wajah seperti blasteran eropa dengan wajah khas Eropa hidung mancung dan kulit putih dan lebih tinggi dari Nadia agaknya mempunyai penilaian yang berbeda ketika melihat Tirta Bayu dan Adnan.


Dipandanginya lebih seksama.


Pertama seorang cowok jangkung berpenampilan biasa, kaus dan celana jins saja dengan tubuh agak kurus dengan alis tebal dan pandangan lembut tapi mempunyai sorot mata tajam dan membuat siapa pun yang memandangnya seperti memandang lautan yang luas tak bertepi.


Kemudian pemuda kedua pemuda besar, gendut dan wajah penuh senyuman ramah, dan ketiga pemuda agak sedikit gelap dan tubuh atletis.


Ketiganya seperti pemuda pada umumnya, Tidak seperti mereka yang berasal dari kalangan atas. yang setiap apa yang menempel ditubuhnya berharga mahal.


"Biarlah aku yang akan berbicara dengan mereka Nadia," kata Nadine yang segera beranjak dari ruang tamu menuju ketiga anak muda yang sedang duduk di halaman rumah.


"Hallo mas, mas!" sapa Nadine ramah ketika sudah berada di depan Tirta, Bayu dan Adnan.


Bertiga mereka terkejut, ramah juga ini gadis bule, pikir Tirta.


Sedangkan Bayu dan Adnan saling berpandangan satu sama lain, tampaknya mereka juga terkejut dengan keberadaan gadis bule yang cukup ramah ini.


Mereka spontan berdiri dan menerima perkenalan Nadine dengan Ramah.


Setelah saling bersalaman mereka kembali duduk dan Nadine duduk di kursi kecil yang memang masih tersisa satu.


"Kalian ini dari mana ya mas?" Nadine membuka percakapan dengan kata- kata lembut khas keturunan luar negri dengan logat agak cedal.


Adnan yang kemudian menjawab;


"Kami dari dari desa kok mbak, kesini karena sedang merantau dan kebetulan bertemu bang Leo jadi kami di ajak tinggal di sini untuk sementara," jawab Adnan.


"Apakah kalian sedang mencari pekerjaan kemari?" tanya Nadine kemudian.


"Belum ada rencana kesitu sih Mbak," kata Adnan.


"Katanya kalian merantau kesini" tanya Nadine lagi.


"Iya sih Mbak!" Jawab Adnan bingung karena harus menjawab apa, karena kalau di jawab jujur bahwa mereka sedang memburu kelompok Hendra sampai kesini kan tidak mungkin.


Beberapa saat kemudian Nadine sudah tertawa- tawa bersama Tirta Bayu dan Adnan. tampak nya Nadine sangat cocok dengan kepribadian Tirta Bayu dan Adnan yang jujur dan apa adanya.

__ADS_1


Dan Nadine ini karena didikan orang tuanya yang orang bule, membuat dirinya tumbuh menjadi seorang gadis yang terbuka dalam pergaulan dan open minded.


Di ruangan tamu, Nadia,Rian Denis dan juga dua orang cewek yang satu adalah pacar Denis bernama Lola saling pandang. Mereka hampir tidak bisa percaya dengan pandangan mereka.


Nadine sang model blasteran Jerman, bisa secepat itu akrab dengan tiga pemuda kampung itu.


Dengan mata berkilat Denis memandangi keakraban dari Nadine dengan ketiga pemuda itu.


Denis ini walaupun sudah punya pacar salah satu cewek sahabat Nadia yang bernama Lola, tapi dia juga mengincar Nadine. Dia sangat terobsesi dengan Nadine , gadis kerurunan jerman, Tubuh tinggi semampai, wajah khas Eropa dengan dada dan bokong sexy, pokoknya kuda Australia deh. luar biasa ini Nadine, idaman banyak pria!


Denis yang mulai panas berniat keluar. Ingin cari gara gara dengan para pemuda desa ini tampaknya.


Lola sang pacar berusaha mencegahnya , karena itu bukan urusan Denis.


Tapi mana mau denis di cegah, hatinya sudah panas melihat Nadine berakrab- akrab dengan Tirta, Bayu dan Adnan.


"Oh ini ya pemuda kampung yang di ceritakan Nadia" Denis langsung berbicara sinis begitu dia sudah berdiri disamping Nadine.


Sontak Bayu melotot kearah Denis.


Kemudian Denis melanjutkan kata katanya.


"Hmm anak- anak kampung yang baru belajar terbang!"


"Eh kalian ini kesini mau cari pekerjaan atau sumbangan?" kata Denis memulai provokasinya.


Denis adalah anak orang kaya yang terbiasa bersikap arogan dan menginjak orang lain dan kali inipun Denis sengaja memprovokasi Tirta Bayu dan Adnan.


Dikiranya Tirta Bayu dan Adnan adalah pemuda-pemuda kampung yang akan ketakutan begitu berhadapan dengan orang-orang kaya dan menjilat untuk mendapatkan keuntungan!


Tirta sudah terbiasa di bully seperti ini! Akan tetapi Bayu tidak, kesabaran Bayu lebih tipis...


"Eh apa maksudmu berkata demikian!" sontak alis mata Bayu terangkat.


Dirinya paling tidak suka menghadapi gaya-gaya pemuda sombong dan arogan seperti yang di tunjukkan Denis barusan.


Dulu awal awal kuliah dia juga sudah pernah manghadapi orang yang demikian yaitu Aldi.


Eh sekarang dia bertemu orang model begini juga di Ibukota Jakarta.


"Kalau mau! cuciin mobil gue sana !" Denis berkata demikian dengan sengaja untuk menghina Bayu Tirta dan Adnan.


"Aku Bayar sejuta tiap orang kalau aku merasa kerjaan kalian menyenangkan hatiku,!" tambah Denis lagi.


__ADS_1


Ferrari portofino


__ADS_2