
Pak Fajrul segera menghubungi beberapa orang koneksinya untuk membereskan semua urusan di lokasi ini.
Sebagai orang yang kuat dan berkuasa, walaupun bukan penguasa. Sangatlah mudah baginya untuk menutup apa yang terjadi disini.
Tirta, segera mengawal Iza dan pak Fajrul menuju rumah pak Fajrul di komplek Graha Taman Bunga dimana rumah pak Fajrul berada .
Sedangkan kang Damar dan bang Leo langsung menyusul Adnan dan kawan- kawan ke arah daerah Bandungan.
Sementara itu di jalanan arah candi Gedong Songo.
"Gang depan itu belok kekanan Mas !" seru Irman.
Tampak didepan ada sebuah gang kecil yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil..
"Masih jauhkah Ir? tanya Adnan..
"Harusnya sudah hampir sampai mas," jawab Irman..
"Apa tidak sebaiknya mobil kita tinggal di pinggir jalan ini saja," kata Adnan..
"Iya Ngger, kalo sudah dekat sebaiknya kita tinggal dulu disini," kata mbah Hardjo menambahkan.
Mereka segera turun dari mobil dan menyusuri jalanan kecil tersebut dengan hati-hati..
Ternyata di jalan tersebut berdiri beberapa buah vila di kanan dan kirinya.
Setelah berjalan kurang lebih seratusan meter, ternyata mereka sudah hampir sampai di ujung jalan itu..
tampak ada tiga buah villa yang saling berhadapan.
"Aku tidak dapat memastikan di mana Mbak Dinda disekap akan tetapi aku merasakan bahwa satu dari tiga bangunan itu yang di gunakan untuk menyekap mbak Dinda," kata Irman.
Mereka segera bergerak menuju Vila pertama yang terdekat.
Tampak vila ini sangat sepi ,, setelah memeriksa vila ini yang tampaknya kosong, mereka bergerak ke arah vila kedua di depannya.
Di vila ini ada beberapa pasangan yang sedang menginap disini tapi mereka tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan.
mereka segera menuju bila yang letaknya di ujung jalan ini.
Ini adalah harapan terakhir untuk menemukan Dinda.
***
Sementara itu di dalam vila tempat Dinda ditawan.
__ADS_1
Gali yang sejak awal melihat Dinda sudah sangat terangsang dengan tubuh molek Dinda segera mencekoki Dinda dengan obat perangsang dan ekstasi. Sehingga membuat Dinda menjadi setengah sadar dan merasakan perasaan sensitif di tubuhnya.
Dalam keadaan demikian dia tidak menyadari ketika tangan-tangan besar dan kasar dari Gali sudah menjamah tubuhnya dengan sangat bernafsu..
Tanpa sadar Dinda mengikuti semua kemauan Gali.
baju nya sudah terlepas , kulit putih mulus tanpa cacat terhampar, membuat air liur Gali menetes , belum pernah dia melihat tubuh wanita seindah ini..
Apalagi ketika terlihat gundukan ranum tertutup bra tipis,,, membayang indah...
Ketika semuanya hampir saja terjadi ,!???
Tiba-tiba...
"Bruagg,,!" tubuh gali yang tinggi besar dan penuh tatto terlempar dari atas tubuh molek Dinda yang setengah telanjang..
Gali terkejut bukan alang kepalang.
Dengan menahan rawa sakit di pinggangnya dia segera berdiri .. Pandangannya segera terbentur pada sosok pemuda gagah yang mendadak muncul di depannya..
"Bang***t,, bedebah ,,!" serunya keras!!
"Siapa kamu ! berani beraninya mengganggu ku," seru Gali.
Tanpa berkata- kata lagi, dengan kalap Gali yang masih telanjang bulat segera mengarahkan kepalan tangannya yang sebesar buah kelapa kearah pemuda di hadapannya ini yang telah mengganggu kesenangannya.
Dengan mudah pemuda ini yang ternyata adalah Adnan segera menghindar kesamping dan dengan lututnya segera bergerak menghantam perut Gali ,yang tinjunya gagal mengenai si pemuda sehingga tubuhnya terbawa tenaga pukulannya sendiri, dan pada saat itulah lutut kanan Adnan menghantam perut Gali.
Gali jatuh terjengkang ke belakang dengan memegangi perutnya yang terkena hajaran lutut Adnan.
Gali, memanglah bukan lawan yang sepadan bagi Adnan yang akhir-akhir ini juga mengalami kemajuan yang pesat dalam olah kanuragan.
"Aduh, bang***t,,, baj,,,ngan?" kata-kata kotor keluar dari mulut Gali yang memang sudah terbiasa mengucapkan sumpah serapah seperti ini !
Adnan ternyata tidak berhenti sampai si situ saja, dia segera melompat kearah Gali yang terduduk bertelekan kedua lengannya.
Dengan lutut kananya kembali Adnan menghantam kepala Gali dengan sekuat-kuatnya..
Tampaknya Adnan kali ini benar-benar marah melihat keadaan Dinda yang seperti itu!
Bagaimanapun Adnan masih ada sedikit perasan pada Dinda..
Yang mana pada awal-awal masa kuliah, Adnan memang mempunyai perasaan suka pada Dinda, akan tetapi Dinda lebih memilih menjatuhkan perasaannya pada Tirta.
"Blang,,!!"
__ADS_1
Begitu keras benturan antara lutut Adnan dengan wajah Gali , membuat Gali seketika jatuh terkapar ! Dengan wajah di penuhi darah segar,, entah mati ataukah hanya pingsan saja..
Adnan segera berjalan menghampiri Dinda yang masih dalam keadaan setengah telanjang, di bantunya Dinda memakai baju yang terserak di pinggir ranjang..
Dinda tampaknya masih belum sadar dengan apa yang terjadi atas dirinya.
Dia memeluk erat-erat Adnan sambil merintih dan mengerang..
Dalam ketidak sandarannya terdengar racauannya yang menyebut Tirta beberapa kali..
Setelah selesai memakaikan baju Dinda , Adnan segera menggendong Dinda keluar kamar.
Semetara itu di halaman vila.
Bayu dan Tomy sedang bertarung dengan seru melawan keroyokan para penjahat anak buah Gali.
Bayu yang masih dalam keadaan terluka tidak bisa bergerak seperti biasanya, akan tetapi pada dasarnya kemampuan Bayu jauh lebih tinggi dari para penjahat ini, sehingga mudah saja baginya untuk menghadapi para penjahat ini.
Apalagi sebagian besar dari para penjahat anak buah Gali sebagian besar masih dalam keadaan fly dan mabuk berat !
Sedangkan Irman hanya menjadi penonton saja !
Walaupun dia sering pergi ke tempat-tempat yang sepi dan angker, ataupun tempat-tempat yang "gung liwang-liwung" ( belum pernah di jamah manusia dan angker) ataupun tempat yang kata orang jawa bisa menyebabkan orang masuk ke daerah itu tidak bisa keluar dalam keadaan hidup ( sato moro sato mati, jalmo moro jalmo mati).
Tapi Irman sangat takut dalam menghadapi pertarungan, dia takut akan darah !
Sementara itu di ruangan dalam vila , mbah Hardjo sedang berusaha meringkus tiga orang yang kelihatannya dalam keadaan mabuk berat.
Sebentar saja mbah Hardjo sudah membuat ketiganya pingsan,, dan saat itulah Adnan keluar dari kamar dengan menggendong Dinda..
Mereka segera keluar dari vila tersebut dan mendapati Bayu dan Tomy masih menghadapi beberapa orang ..
Mbah Hardjo segera ikut membantu menyelesaikan para penjahat ini supaya cepat selesai.
Demikianlah akhirnya mereka berhasil menyelamatkan Dinda dan membawa Dinda keluar dari vila itu dalam keadaan selamat.
Adnan segera memberitahukan orang tuanya Dinda melalui ponsel bahwa Dinda sudah di ketemukan dalam keadaan selamat agar mereka tidak perlu khawatir lagi akan keselamatan anak gadisnya.
Sementara Tomy melaporkan kejadian ini pada polisi terdekat akan kejadian tersebut , apalagi memang kawanan penjahat ini membawa Narkoba sehingga memudahkan pihak kepolisian membuat dakwaan pada para penjahat ini.
Ketika mereka sudah menyelesaikan semuanya dan sedang turun dari Bandungan menuju arah kota Semarang, mendadak bang Leo menghubungi Adnan.
"Iya bang Leo, kami sudah berhasil menyelamatkan Dinda , ini kami sedang dalam perjalanan menuju kota Semarang," jawab Adnan sambil menyetir mobil..
"Baiklah kalo begitu Ad, aku balik ke padepokan lagi yaaa,,!" balas bang Leo ..
__ADS_1