
Sore itu dengan berat hati Iza melepas kepergian Tirta jaya Kusuma karena nanti malam rencananya Tirta dan Kawan kawannya akan berangkat menuju kota Jakarta..
kelompok Sadewa berangkat naik kereta,demikian pula dengan kelompoknya Ludiro. Sama sama menggunakan kereta api akan tetapi dalam jam berbeda dan kereta yang berbeda pula..
Ki Sadewa, Ki Wigati, Jaladri, Kerto dan orang-orang padukuhan Srengseng juga Wuni di dampingi oleh kang Damar.
Jika tidak didampingi di kawatirkan mereka tidak akan sampai tujuan!
Mereka adalah orang -orang dukuh yang lugu yang belum pernah keluar dari padukuhan mereka..
Setahu mereka dunia ini hanyalah tempat mereka di lahirkan dan di besarkan..
Mereka sangat takjub! ternyata ada dunia yang jauh berbeda dengan dunia mereka yang serba sederhana!
Seperti bumi dan langit!
"Wahh, besar sekali Ular ini!" seru Brangah ketika sampai di stasiun kereta api Tawang dekat kota lama kota Semarang!
Jalu dan Kerto juga tampak takjub dengan Ular besar itu.. lebih takjub lagi ketika dilihatnya di perut Ular besar itu bisa terbuka dan ada orang orang yang keluar masuk dari perut ular besar itu!
"Wah ini kayaknya negeri para dewa! seru Kerto ..
"orang bisa keluar masuk dari perut Naga!" serunya lagi.
Kang Damar tampak tersenyum mendengar percakapan orang- orang dari padukuhan Srengseng ini..
__ADS_1
"Ahh, jangan malu-maluin gitu,," seru Ki Sadewa yang tampaknya pernah keluar dari padukuhan Srengseng sehingga dia sedikit banyak lebih paham tentang dunia luar..
Kemarin sewaktu datang ke kota Semarang, Mahardika menyewa bus, jadi mereka hanya bisa menikmati dunia luar dari balik kaca bus..
Tapi sekarang ! Dunia penuh cahaya dan penuh warna ada di depan mereka!
Sedangkan Tirta, Mawar, Bayu, dan Adnan serta Nastiti, menuju kota Jakarta menggunakan Alphard Hitam..
Kyai Wonokerti, Tomy, Irman dan Eyang Pandu berangkat dengan menggunakan mobil pribadi pak Michael yang di tinggal di rumah nya di dekat padepokan lereng gunung Ungaran..
Rombongan Ki Sadewa dan Ludiro sampai di kota Jakarta dan telah di jemput anak buah bang Leo dan ditempatkan di sebuah rumah besar yang juga milik Pak Michael yang letaknya sekitar dua kilometer dari rumah besar yang di tempati oleh pasukan kecil yang terdiri dari mantan anggota Cakar Iblis dan kelompok kecil yang di pimpin oleh Mahardhika.
Dan malam nya rombongan Tirta Jaya Kusuma berangkat sekitar pukul delapan malam..
Dengan adanya jalan Tol , perjalanan menuju Jakarta menjadi singkat!
Kurang lebih lima jam sudah sampai di ibu kota jakarta.
Dan ternyata Tirta di minta untuk menuju ke rumah pak Michael yang baru, yang berada di daerah padat penduduk di Bekasi.
Dengan share Lok, Tirta jaya Kusuma dengan mudah menemukan rumah pak Michael yang berada di Bekasi di daerah Jati Asih.
Setelah beberapa saat menyusuri gang-gang sempit dan padat penduduk,
GPS, menunjukkan sudah sampai di lokasi tujuan.
__ADS_1
Tirta berhenti di sebuah pintu pagar besi besar dengan cat yang berwarna coklat kusam.. dengan halaman cukup luas...
Halaman tampak di di hiasi dengan berbagai macam tanaman yang cukup rindang.. dan di bagian pintu pagar bagian dalam terdapat pos security.
Bayu segera turun dari mobil dan segera mengetuk pintu pagar dengan sebuah batu kecil sehingga mengeluarkan suara yang nyaring!
Seorang penjaga segera melongokkan kepala keluar dari jendela pos security .
Ketika dia melihat seorang pemuda sebesar anakan gajah sedang berdiri di luar pagar dia segera tergopoh-gopoh keluar dari posnya dan mendekat ..
"Mas Bayu!" serunya yang segera saja mendorong pintu pagar besar tersebut ..
Tampaknya si penjaga ini masih kenal Bayu yang memang sangat mudah di kenal dan di ingat karena fisiknya !.
"Ayo mas, silakan masuk!
Kalian sudah ditunggu tunggu pak Michael dan mbak Nadine!" seru si penjaga ini .
Mobil Alphard hitam ini segera memasuki halaman yang luas ..
Tirta, Adnan dan lainnya segera turun !
Dari jauh terlihat gadis cantik dan sexy dengan wajah khas campuran pribumi dan Eropa berlari kecil,....
Kedua tangannya terbuka dan menyongsong Tirta jaya Kusuma yang baru saja turun dari mobil .
__ADS_1
"Tirtaaaa,,,,!" seru Nadine gembira melihat Tirta jayakusuma yang sudah lama tidak di jumpai nya!
Rasa rindu yang meluap-luap membuat Nadine tidak memperdulikan lagi keadaan di sekitarnya yang banyak. orang!