
Sementara Tirta dalam keadaan sedih tengah memacu motornya melewati jalan jalan yang sepi menuju arah padepokan lereng gunung Ungaran ..
Tanpa di sadarinya sebuah mobil blind Van warna putih terus saja membuntuti dirinya sejak keluar dari rumah Iza.
Ketika sampai di sebuah jalanan yang sepi, mobil Van putih ini tampak dipacu lebih cepat!
Bukan untuk mendahului tapi sengaja akan menabrak motor yang di kendarai oleh Tirta jaya Kusuma!
Tirta yang masih belum sadar akan situasi ini Tiba- tiba saja dirasakan nya sebuah benturan menghantam motor dan dirinya.
" Bruaak!"
Sebuah benturan keras terjadi.
Otomatis Tirta jaya Kusuma mengerahkan kekuatannya untuk melindungi tubuhnya yang terlempar belasan meter dan terguling guling ke arah lereng terjal di sebelah kiri jalan yang memang banyak terdapat di sepanjang perjalanan menuju gunung Pati dari arah desa Cangkiran.
Tubuhnya terhenti oleh sebuah pohon sengon yang cukup besar yang ada di lereng tersebut!
Setelah menyadari apa yang terjadi , Tirta segera bangkit berdiri dan melenting tinggi kembali ke arah jalanan di atasnya.
Motornya tampak teronggok di pinggir tebing dengan ke adaan rusak yang cukup parah.
Untunglah motor itu tidak ikut terjun ke dasar tebing sehingga bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah lagi.
Ketika posisi tubuhnya sudah kembali di jalanan , tampak beberapa pria sudah keluar dari mobil tersebut..
Mereka tampak sangat terkejut melihat pemuda yang sudah terhantam oleh mobil mereka dan terguling ke tebing tiba- tiba bisa seperti terbang dan dengan Kokoh sudah berdiri di pinggir jalanan tersebut.
Dengan tenang, Tirta Jayakusuma sudah berjalan mendekati kearah lima orang yang berdiri tidak jauh darinya itu.
"Hmm, siapa kalian ? kenapa berusaha membunuhku!" seru Tirta Jaya Kusuma.
Tanpa berkata apapun atau menjawab pertanyaan Tirta,
tiba- tiba lima orang langsung saja menyerbu kearah Tirta jaya Kusuma dengan golok teracung..
Tirta tampak tenang,
dia segera menyambut dengan beberapa pukulan ketika orang-orang ini sudah menyabetkan golok- golok mereka..
"Brak, bruk....
Brak, bruk...
Brak, bruk...!"
Tubuh tubuh mereka seperti batang -batang pisang yang jatuh tersungkur di pinggir jalan tanpa bisa menghindar ataupun menangkis serangan Tirta Jaya Kusuma.
"Aduh.. Aduhhh...aduh ..!"
Rintihan terdengar dari mereka berlima...
Mereka tak mampu untuk kembali berdiri..
Tirta segera berjalan mendekati salah seorang dari mereka..
Dia berjongkok di sebelah seorang yang tampak merintih rintih kesakitan karena tangannya tak bisa di gerakkan dan jari -jarinya telah patah karena terlihat posisinya seperti tertekuk kearah berlawanan dengan sendinya..
"siapa yang menyuruh kalian! " tanya Tirta jaya Kusuma.
"Kami tidak di suruh siapapun ! kami hanya ingin membegal saja! " kata orang itu .
"Huh, kalau mau membegal , apa yang akan kalian begal dari diriku ini..!" jawab Tirta.
"Satu satunya barang yang bisa kalian begal adalah motorku itu! tapi kalian telah menghancurkan motorku itu ." bantah Tirta..
"Baiklah jika kalian tidak mau mengatakan yang sesungguhnya siapa yang menyuruh kalian,,"
"akan aku lempar kalian kedasar jurang !" ancam Tirta jaya Kusuma.
"Oh, jangan , jangan ! jangan lempar aku ke dasar jurang ..." seru pria itu menghiba..
"Cepat katakan!" seru Tirta Jaya Kusuma.
__ADS_1
"Kami di suruh seseorang !" kata pria itu .
"Iya kamu disuruh seseorang! tapi siapa orang itu." seru Tirta.
"Kami disuruh seseorang yang bernama Jody..!"
kata pria tersebut...
"Jody,,, Jody ? siapa dia ?" batin Tirta .
"Rasanya aku tidak kenal dengan orang yang bernama Jody..."pikir Tirta..
"Antar aku kepadanya!" kata Tirta Jaya Kusuma.
"Tapi kami tidak tahu dia tinggal dimana..selama ini kami hanya bisa berhubungan lewat ponsel saja," kata pria ini..
"Bayaran kami terima lewat transfer bank!," lanjut pria tersebut.
Tirta tampaknya bingung mengatasi persoalan ini .
Bagaiman caranya untuk bisa menangkap orang yang menyuruh membunuh dirinya..
"Baiklah jika begitu terpaksa aku akan mematahkan tangan dan kaki kalian agar kalian tidak berbuat kejahatan lagi..!"
Tiba-tiba saja Tirta sudah meraih tangan salah satu dari mereka..
Dan ...
"Kreek" ! suara tangan patah terdengar ..
"Arghhhhh .. !" terdengar teriakan kesakitan ketika tangan orang itu di patahkan bergitu saja oleh Tirta Jaya Kusuma.
Tidak biasanya Tirta Jaya Kusuma Bertindak sadis seperti ini.
Ini semua karena pikirannya kacau memikirkan sikap Iza padanya.
"Ini belum seberapa," tiba- tiba kembali tangan Tirta sudah meraih kaki kanan dari orang lainnya lagi.
Akan tetapi sebelum tangan Tirta bertindak untuk mematahkan kaki nya, orang ini dalam takutnya berteriak. ..
"Hmmm, coba , apa caramu !" kata sang pemuda.
"Jika caramu bagus dan bisa mempertemukan orang yang menyuruh kalian, maka aku akan mengampuni kalian!" kata Tirta jaya Kusuma .
"Aku akan bawa mas untuk menemui orang yang melantarkan kami pada orang yang menyuruh kami itu." seru orang itu dengan wajah ketakutan.
"Baik sekarang antarkan aku menemui penghubung mu itu." kata Tirta Jaya Kusuma.
Beberapa saat kemudian orang tersebut menghubungi seseorang ..
"Iya Jon, aku ingin ketemu .. dimana??"
"Ok, di depan stasiun Tawang saja ya..!
ya.. ya di polder stasiun Tawang.."
"Sudah mas, aku sudah janji ketemu orang ini di depan stasiun kereta Tawang," kata orang ini..
"Ok bentar aku akan menghubungi kawanku untuk ngambil motorku!" kata Tirta..
"Halo,. Bay, tolong jemput aku di Daerah Cangkiran ya,, bawa mobil pick up nya kang Damar! ajak pula Adnan atau siapapun ya.." kata Tirta Jaya Kusuma..
"Ada apa sih Ta,, kok harus bawa mobil pick up segala! ?" tanya Bayu.
"Motorku rusak di tabrak orang dengan sengaja Bay,," jawab Tirta..
"Wah sial sekali orang itu Ta,,,
"Loh napa yang sial malah orang yang nabrak Bay?!" Kata Tirta..
"Ya iyalah , siapa dulu yang di tabrak! bener-bener sial orang itu nabrak kamu!" canda Bayu..
"Sudah, sudah cepetan gih kemari!" kata Tirta..
__ADS_1
"Ya, ya aku segera meluncur!" jawab Bayu.
Setengah jam kemudian Bayu sudah sampai di tempat Tirta jaya kusuma..
Dan ..
"Ha, ha, ha,,, benar dugaan ku! bener bener sial orang orang ini!" seru Bayu sambil tertawa terbahak bahak..
"Mas,, mas,,, kalian ini bener bener sial dan goblok banget !" lanjut Bayu..
"Dia nih, namanya Tirta, Tirta jaya Kusuma! di ingat ya... Tirta jaya Kusuma!
Orang terkuat di bumi Nusantara penerus Mahapatih Gajahmada!" kata Bayu ..
"Jangankan cuma kalian tabrak! Kalian lindas dengan kereta api atau tank sekalipun tak akan mempan!" seloroh Bayu.
"Heh Bay, jangan ngarang yang enggak enggak begitu ah!" tegur Tirta Jaya Kusuma.
"Ayo kita angkat motor ini dulu .." lanjut Tirta jaya Kusuma..
Usai menaikkan motor nya yang rusak akibat di tabrak mobil orang- orang ini, Tirta kemudian menceritakan sedikit tentang kejadian tadi..
"Sekarang aku akan mengikuti mereka menemui penghubung yang di katakan oleh mereka !" kata Tirta..
"Adnan , boleh pulang, tolong bawakan motorku ke padepokan !" kata Tirta Jaya Kusuma.
"Apa tidak lebih baik aku ikut saja ya Ta..." usul Adnan.
"Kalau gak capek ya ikut saja gak papa Ad. " kata Tirta Jaya Kusuma.
Demikian lah, akhirnya Tirta mengendarai mobil yang di bawa oleh orang orang ini dengan di temani Bayu. karena semua orang kesulitan berjalan karena luka luka akibat hajaran Tirta Jaya Kusuma!
Sedangkan Adnan berkendara sendiri dengan membawa mobil pick up yang mengangkut motor Tirta yang rusak.
Mereka kemudian bergerak ke arah stasiun kereta Tawang yang letaknya berada di dekat Kota Lama!
Hampir satu jam kemudian mereka telah sampai di area Polder di depan stasiun kereta Tawang!
Polder adalah kolam retensi untuk menampung luapan banjir yang sering melanda kawasan kota Lama Semarang .
Setelah samosi di pinggir kolam Tirta segera mencari lokasi parkir di sekitar tempat Itu .
Dan dia segera memarkir mobil blind Van warna putih tersebut di depan pabrik rokok Praoe Lajar.
Sebuah pabrik rokok jadoel yang masih beroperasi di kota Semarang ini yang letaknya berhadapan dengan stasiun kereta api Tawang dan hanya terpisah Kan oleh kolam retensi atau polder !
Dah, sana telpon penghubung mu ! Kata Tirta memberikan perintahnya.
"I.. iya mas Tirta " jawab orang itu ketakutan ..
beberapa saat kemudian dia. segera terhubung dengan seseorang ..
"Jon, cepetan aku telah sampai!
"aku ada di depan polder tepatnya di depan pabrik Praoe Lajar! seru pria ini."
"Aku di dalam mobil Blind Van warna putih Yo!" Kata orang ini.
Nama Jon sendiri adalah bukan nama asli. Kadang seseorang mmanggil kawan akrab nya dengan sebutan "Jon," " Ndes !' atau sebutan lain yang menunjukkan keakraban.
Beberapa saat kemudian seseorang tampak seseorang mengendari sebuah motor matic tanpa nomor polisi mendekat mobil Van warna putih yang mereka tumpangi.
Pintu samping sliding dari mobil Van tersebut segera bergeser dan terbuka...
Dan tiba tiba saja tangan gede sebesar batang pisang sudah menarik si Jon ini masuk ke dalam mobil.
Alangkah terkejutnya si Jon ini... tapi dia tak mampu menahan tarikan dari tangan yang sangat kuat tersebut.
Begitu Sudah berada di dalam dia segera melihat orang orang yang lewat dirinya di beri tugas untuk membunuh seorang pemuda, semua berada di dalam mobil Blind Van warna putih ini.
polder Tawang, yang berguna sebagai kolam retensi di daerah kota lama Semarang .
__ADS_1
pabrik rokok jadul Praoe Lajar.