
Dan, " dor,,,,dor,,,, dor,, !",tiga kali terdengar letusan pistol,, dua orang anggota Daeng langsung jatuh tersungkur,, tampaknya satu lagi tembakan meleset dari sasarannya.
kemudian terdengar lagi letusan pistol .
Dor, dor, dor,, tiga kali letusan pistol dan hanya satu orang berjaket hitam ini yang jatuh tersungkur di halaman rumah ini. dua tembakan lagi tidak menemui sasaran yang tepat. Mereka sudah siap sehingga tidak ada lagi orang yang jatuh terkena tembakan.
setelah melepaskan tembakan keenam tampak pak Fajrul sudah kehabisan peluru..
Total masih ada sebelas orang yang harus dihadapi Leo dan kang Damar serta dua anak buah pak Fajrul.
Sedangkan Fajrul sendiri tidak mempunyai kemampuan bertarung yang memadai.
Pertarungan segera pecah antara anak buah Daeng melawan Leo dan Kang Damar serta dua orang yang tersisa dari orang-orangnya pak Fajrul.
Kang Damar dan bang Leo kali ini mengerahkan segenap
kekuatan dan kemampuannya untuk menahan serbuan Daeng dan anak buahnya yang rata-rata juga berkemampuan cukup tinggi.
Pertarungan sengit segera terjadi, senjata berdesing desing di sekitar arena pertarungan.
Kali ini bang Leo bertarung sangat brutal, dia tak bisa mengekang dirinya lagi ! ditambah bimbingan yang di berikan mbah Hardjo selama Leo di padepokan
membuat kemampuan leo semakin bertambah tinggi berkali kali lipat.
Setiap terjangannya mengandung hawa membunuh yang kuat ! Lawan yang berjumlah cukup banyak tersebut tak lagi mampu menahan setiap pergerakan bang Leo.
Belati lengkungnya seakan akan mempunyai mata ! setiap belati tersebut lewat, ada saja lawan yang berteriak kesakitan karena tergores belati lengkungnya bang Leo,,
Mula mula hanya goresan goresan kecil saja, akan tetapi semaki lama tandang bang Leo semakin tak terbendung.
Pisau belati Leo benar-benar Momok yang menakutkan bagi lawan-lawannya.
Hingga suatu saat, Leo sambil melompat tinggi berhasil menyabetkan belati di tangan kanannya ke leher seorang pria yang terlambat menangkis.
Luka gores menganga
membuat leher yang tersayat langsung menggelepar..
tanpa bisa berteriak orang tersebut langsung jatuh tersungkur dan meregang nyawa!
Leo tidak berhenti saja si situ.. Satu sabetan belatinya juga
menghujam dada seorang lawannya yang lain yang masih dalam jangkauan bang Leo.
Darah mulai tertumpah.. membanjiri halaman rumah mewah tersebut.
Pertarungan semakin brutal,, tandang Leo benar- benar gila, dan ganas .
Dalam jarak sekitar lima meter dari Leo , kang Damar yang melihat tandang Leo juga agak terkejut,, kekuatan Leo sekarang ini benar-benar maju dengan pesatnya, apalagi di tambah oleh pengalamannya sebagai mantan pembunuh bayaran yang malang melintang tanpa tandingan.
Dalam pertarungan , Damar adalah type petarung yang tidak mudah menumpahkan darah, dia lebih cenderung untuk mengampuni lawan-lawannya, seperti halnya Tirta Jayakusuma.
Sementara, pertarungan antara Tirta sudah memasuki penentuan.. Dua kekuatan raksasa berkali-kali beradu dengan menimbulkan suara menggelegar dan getarannya sampai menggetarkan tanah di sekitarnya..
__ADS_1
Debu dan batu kerikil berhamburan,, tanah tempat mereka bertarung sudah membentuk kawah kecil berdiameter kurang lebih sepuluh meter..
Peluh mulai bercucuran di leher keduanya .
Tirta, mulai merasa Ilmu dari Aryo Seto mengalami kemajuan yang sangat pesat di banding sewaktu mereka berhadapan di padukuhan Srengseng di lereng Tengger.
Aryo Seto kali ini pun merasa bahwa kemampuan nya masih belum bisa melampaui Tirta Jayakusuma walaupun dia sudah berlatih sangat keras di bawah bimbingan langsung dari eyang gurunya, ki Pradigdo !
Ketika dia sudah benar-benar merasa tidak akan menang melawan Tirta Jayakusuma maka dia berpikir untuk melarikan diri dari medan laga.
Dia tidak ingin pengalaman buruknya ketika dia terluka parah melawan Tirta Jayakusuma terulang lagi.
Dalam satu kesempatan , sesudah terjadi benturan antara aji Suryo Dahono dan aji Tapak Geni, Tirta Jayakusuma terpental kebelakang beberapa jengkal dan Aryo Seto kali ini sengaja mementalkan dirinya lebih jauh lagi hingga mendekati tembok pagar rumah dan sekali lompat dirinya sudah berdiri di atas tembok pagar , sambil meloncat keluar dia sempat mengirim pesan pada Tirta Jayakusuma.
"Aku tunggu kamu di padukuhan Srengseng beberapa bulan lagi sesuai perjanjian mu dengan ki Pradigdo, jika kamu laki- laki sejati kamu pasti datang.. !" setelah itu Aryo Seto hilang di gelapnya malam.
Tirta hanya memandang kepergian Aryo Seto tanpa mengejarnya.
Tirta segera ikut membantu Kang Damar dan bang Leo yang sedang bertarung mati-matian.
Sementara begitu Welang alias Aryo Seto melarikan diri . Peter segera down nyalinya, tanpa di sangka Tirta Jayakusuma begitu tangguhnya.
Peter yang sedari tadi hanya menyaksikan pergulatan hidup dan mati dari orang- orangnya segera berusaha menyelinap masuk ke dalam rumah megah markasnya di kota ini dengan maksud menjadikan Iza sebagai sandera..
Peter segera masuk rumah besar. Dia melewati ruang tamu rumah ini yang ternyata cukup besar. Berukuran sekitar sepuluh meter kali dua puluh meter dan tidak ada barang apapun.
Sepertinya rumah ini tadinya tidak berpenghuni ! dan memang rumah ini sudah cukup lama kosong dan sekarang disewa oleh Peter sebagai markasnya.
Setelah melewati ruang tamu, Peter menuju kamar yang letaknya disebelah ruang tamu ini.. dan dalam kamar inilah Faiza di sandera oleh Peter.
Dalam kamar ini pun tidak ada barang apapun! hanya ada satu kursi yang dipakai untuk mengikat Faiza.
Begitu Peter masuk kamar ini, dia langsung menarik Faiza berdiri !
Faiza yang terkejut segera terbangun,, wajahnya terlihat kuyu dan ada bekas-bekas air mata di sana..
"Ayo jalan !" teriak Peter kasar..
Dengan setengah diseret Faiza didorong Peter keluar dari kamar.
Baru beberapa langkah keluar kamar, di tengah pintu masuk rumah terlihat seorang pemuda dengan rambut sepundak berdiri di tengah-tengah pintu dengan pandangan mata mencorong berwarna merah keemasan.
"Tirta !" seru Peter terkejut..
"Tirta,, !" seru Iza pula, dengan mata bahagia dan penuh harap,,
Air mata menetes begitu pemuda yang di harap- harapkan untuk membebaskannya berdiri di muka pintu..
Begitu di lihatnya Tirta menghalangi pintu, sambil memegang Iza di tangan kiri, tangannya mengarahkan pistol ke arah Tirta.
Minggir, teriak Peter keras dan
Dor,, dor,, terdengar dua kali letusan,,
__ADS_1
Iza yang melihat ini langsung berteriak histeris.
"Tirtaaa,,,, !!!" serunya penuh rasa khawatir.
Tirta segera melompat dengan sangat cepat laksana petir menyambar,, dan..
"blang,,,!!!" kepalan tangan kanan berisi aji Tapak Geni menghantam dengan telak dada Peter.
Seketika Peter terlontar seperti layang- layang putus tali.
Kekuatan aji Tapak Geni yang di lepaskan sepenuh tenaga membuat Peter terlempar jauh dan menghantam tembok di belakangnya.
Terlihat darah kental kehitaman mengalir dari mulut dan hidungnya, dadanya tampak membekas kepalan tangan yang masuk beberapa centi dan membuat tulang dadanya patah..
Sesaat Peter meringis dan sesat kemudian kepalanya terkulai,, nyawanya terbang meninggalkan raganya !!
Habislah riwayat orang kepercayaan Mr Budiman.
Iza segera berlari menghampiri Tirta.
"Tirtaaa,,, hu ,, hu hu..!"
Tangis Iza pecah di pelukan Tirta..
"Terimakasih Taaa, kamu telah datang untukku bisik iza di sela sedu sedannya.
Tirta membalas pelukan Iza dengan mengelus rambut hitam Iza yang panjang.
"Aku datang untuk menyelamatkanmu Iza !" kata Tirta lembut.
"Maafkan aku, aku yang menyebabkan semua ini terjadi,, semua karena aku !" kata Tirta penuh penyesalan.
Tiba-tiba...
"Ehm,, ehm ,!" terdengar suara deheman di belakang mereka.
Begitu Iza menengok ke arah belakang terlihat seorang pria tinggi besar sedang berdiri di pintu..
"Papa,,,,,! seru Iza.
Iza segera berlari memeluk pak Fajrul Papanya..
Tangisnya kembali pecah di pelukan Papanya.
"Sudah, sudah semua sudah berlalu," hibur pak Fajrul.
Sementara itu pertarungan di halaman rumah itu tinggal menyisakan pertarungan antara Daeng dan bang Leo.
Sesaat Tirta yang kehilangan Aryo Seto, lawannya tadi! Tirta menyempatkan diri terjun ke arena pertarungan antara anak buah Daeng juga sisa anak buah Welang melawan kang Damar dan bang Leo.
Hanya dalam beberapa gebrakan saja Daeng sudah jatuh dalam tekanan dari bang Leo, Hingga akhirnya dari sabetan belati bersarang di perut Daeng,,
Tamatlah pemimpin kelompok keempat ini.
__ADS_1
Iza