Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
bulan madu yang tertunda


__ADS_3

Malam itu mereka beristirahat komplek asrama di belakang resto, ada pula yang kembali ke tempat bang Leo..


Sedangkan Tirta jaya Kusuma harus mengembalikan anak gadis orang terlebih dahulu.


Dalam perjalanan ini Tirta jaya Kusuma lebih banyak diam...


Sedangkan Nadine yang sudah kelelahan karena membuntuti Tirta sudah tertidur di sebelah Tirta .


Beberapa saat kemudian Mobil yang di kemudikan sudah sampai di rumah pak Michael.


Dengan berat, Nadine melepas kepergian Tirta untuk kembali ke tempat semula berkumpul dengan Bayu dan Adnan serta kawan-kawan yang lain.


"Kita bertemu besok lagi ya Ta," bisik Nadine ketika melepas Tirta .


Tirta memang berencana berada di Jakarta ini Selama beberapa hari untuk melihat perkembangan perusahaan ini .


***


Keesokan harinya Tirta Bayu dan Adnan tampak bersantai di depan asrama di belakang resto bersama beberapa orang lainnya .


hari ini, mereka berencana melihat usaha yang lain, yaitu sebuah klinik kesehatan juga sebuah lembaga pendidikan untuk anak anak tidak mampu .


ketika sedang duduk mengobrol dan bersantai dengan kopi hangat menemani.


Dari jauh terlihat Nadine sudah muncul dan berjalan ke arah mereka..


Hari masih terlalu pagi, ngapain Nadine sudah kemari?" batin Tirta.


"Nadine sayaaang!" Seru Bayu sambil merentangkan kedua tangannya yang besar siap memeluk Nadine...


Tapi Nadine ternyata tidak menuju kearahnya ...


"Pagi sekali Nadime," sambut Tirta sambil menyeruput secangkir kopi hangat.


"Iya, di rumah gak ada temen, mending kesini ngobrol sama kalian ,"kata Nadine..


"Ya udah , sini duduk!" kata Tirta sambil menarik sebuah kursi untuk Nadine duduk.


Setelah mengobrol beberapa saat, Mahardika dan Intan tampak keluar dari kamar mereka masing masing dan bergabung dengan Tirta , Bayu dan Adnan.. Cerah wajah mereka..


"Kita keluar dari sini Jam sembilan saja ya,,," kata Nadine..


Mereka segera menyetujui nya .


Dan ketika waktu sudah Jam sembilan mereka berangkat menuju klinik kesehatan di bekas markas iblis di cabang Depok .


Ketika mereka sampai di sana , terlihat banyak warga yang sedang antri untuk mendapatkan pelayanan..


klinik yang didirikan sendiri merupakan klinik yang melayani warga tanpa di pungut biaya sepeser pun.


ketika rombongan Nadine ini sampai kemari, Nadia sudah berdiri di depan klinik.


Ya Nadia adik bang Leo lah yang mengelola tempat ini..


Nadia ini adalah calon dokter gigi, dia masih kuliah kedokteran gigi di perguruan tinggi swasta terkenal di kota Jakarta ini.


Klinik ini melayani pelayanan untuk praktik dokter umum dan Gigi.


Selain klinik kesehatan , di tempat ini juga didirikan yayasan pendidikan untuk taman kanak-kanak dan sekolah dasar yang juga gratis tanpa di pungut biaya..


Untuk operasional nya sendiri di ambil dari perusahaan yang lain yang menyisihkan keuntungan untuk operasional yayasan.


Setelah berkeliling di tempat ini, mereka kemudian melanjutkan untuk melihat usaha usaha yang lainnya di bekas bekas markas cabang iblis.


Ketika hari menjelang sore mereka kembali ke tempat semula di asrama di belakang resto.


Sore itu, Mahardika dan Intan berencana akan kembali ke Surabaya karena mereka harus menyiapkan acara pernikahan mereka..


Sementara anak buah Mahardhika ada yang ikut kembali ke Surabaya, adapula yang bertahan di Jakarta untuk ikut bekerja di perusahaan perusahaan ini, sesuai dengan kemampuan mereka.


Sementara Tirta, Bayu dan Adnan masih akan bertahan dulu di Jakarta untuk ikut memikirkan perkembangan perusahaan perusahaan ini.

__ADS_1


Sore itu ketika Tirta dan kawan kawannya sedang bersantai tiba tiba , Tirta jaya Kusuma mendapatkan panggilan ponsel dari Iza...


" Aku , kangen mas.... aku mau ke sana ya... jemput aku ya,, " Rajuk Istrinya ini..


"Iya,,, jam berapa kira- kira sampai Jakarta ? " tanya Tirta Jaya Kusuma.


"menurut jadwal sih jam lima lebih lima puluh menit!" jawab Iza..


"Pakai maskapai batik ya mas !" lanjut Iza..


"Baik lah aku jemput di bandara Sukarno Hatta ," jawab Tirta Jaya Kusuma..


"Istriku mau, kemari...!" kata Tirta pada Bayu dan Adnan serta Nadine..


"Kebetulan juga Ta, kita antar Dhika dan kawan kawan lain, sekalian kamu jemput iza di bandara Sukarno Hatta .." kata Adnan.


Sore itu juga Mereka berangkat mengantarkan Dika dan kawan kawan sekalian akan menjemput Iza.


Sesampai di bandara pukul lima sore , sedangkan pesawat yan menuju Surabaya berangkat dari bandara Sukarno Hatta pukul lima lebih lima belas menit dengan pesawat Garuda GA 320.


Beberapa saat kemudian Dika sudah masuk ke bandara , dan sebelum berpisah dia kembali mengingat kan kembali untuk datang ke Surabaya menghadiri pernikahan nya ..


Setelah Dika dan kawan kawan berangkat, Tirta Bayu, Adan dan Nadine duduk duduk di ruang tunggu di bandar udara Sukarno Hatta .


Tidak terlalu lama., ketika waktu tepat pukul Tujuh , terlihat Seorang wanita cantik sudah berjalan ke arah mereka...


Iza sudah sampai, Tirta segera menyambut sang Istri Tercinta dengan pelukan mesra dan hangat..


Mereka segera menyalami Iza,,


Baru kali ini, Nadine bisa menyaksikan Iza dengan seksama...


"Sungguh seorang gadis cantik ," batin Nadine..


Demikan pun Iza.. dia memandang Nadine dengan kagum..


"'Cantik sekali kamu Nadine!" seru Iza, kemudian keduanya saling berpelukan..


Iza tidak tahu bahwa Nadine ini sangat mencintai Tirta jaya Kusuma ..


Dua wanita yang sama-sama cantik bak bidadari saling memuji..


Karena keduanya mempunyai sifat-sifat yang hampir sama yaitu ceria, terbuka dan mudah bergaul memuat mereka berdua cepat menjadi akrab.


Mereka kemudian keluar dari bandara , Bayu dan Adnan , sedangkan Tirta bersama Iza dan Nadine.


Adnan dan Bayu langsung kembali ke tempat mereka sedangkan Tirta mengantar Nadine pulang kerumahnya dulu..


Sebenarnya Nadine sudah menawarkan Tirta dan Iza untuk menginap di rumahnya , akan tetapi dengan halus Tirta jaya Kusuma sudah menolaknya..


"Aku sudah memesan kamar untuk kita mas," kata Iza ketika mereka sudah keluar dari halaman rumah Nadine..


"Sejak kita menikah, Kita belum pernah berbulan madu.. jadi aku ingin kita menikmati bulan madu disini saja..!" kata Iza..


"Iya,, iya.." balas Tirta..


"Aku juga pengin sih, " kata Tirta seraya menggenggam tangan istrinya dengan lembut dan di ciumnya mesra dengan tangan kiri, karena tangan kanan masih menggenggam stir mobil.


"Aku sudah pesan hotel bintang lima di daerah Kemang Mas, katanya Kan perusahaan kalian ada yang di daerah Kemang!?" kata Sang Istri.


Tirta kemudian menghubungi Bayu , bahwa dia dan Iza akan menginap di hotel saja.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di hotel bintang lima yang ada di daerah Kemang ini.


Kamar yang di pesan Iza ini adalah kamar yang paling mewah di hotel ini.. sangat cocok untuk bulan madu.


Sesampai di dalam kamar, Tirta yang sudah menahan diri sejak kedatangan sang istri sudah tidak sadar , langsung menubruk sang istri dari belakang punggung Iza..


Tangannya langsung kemana mana...


"Mas.. jangan dulu.. kita masih kotor habis dari luar.. aku mandi dulu ya.. bisik iza yang mulai terengah engah karena perlakuan Tirta Jaya Kusuma.

__ADS_1


Tanpa persetujuan sang suami , Iza sudah masuk kedalam kamar mandi , tanpa mau melepaskan sang Istri, Tirta mengikuti saja langkah sang Istri..


Ihh, kok ikut sih , seru Iza kaget..


Kan ini bulan madu,,, Bebas dong kata Tirta yang langsung aja melepaskan baju sang Istri.


Tubuh putih mulus bak lukisan terpampang di depan mata Tirta jaya Kusuma..


Tubuh sexy dan Indah luar biasa dari Iza benar-benar membuat Tirta seperti kalap saja.


Dengan sangat bernafsu, Tirta segera menubruk sang istri , tangannya menjelajah kesana kemari menyusuri lekukkan lekukan indah sang Istri.


Malam itu Tirta dan Iza menghabiskan waktu dengan bercinta semalam suntuk...


Menikmati indahnya hidup yang memang sudah seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri untuk membuat generasi selanjutnya...


Pagi itu, kembali mereka berdua kesiangan setelah semalam suntuk mereka melepas kerinduan dalam suasana yang benar benar mendukung.


Hingga ketika ponsel Tirta jaya Kusuma berdering beberapa kali..


Dengan malas akhirnya Tirta Jaya Kusuma mengangkat nya .


"Heh, sudah siang ! bangun bangun! seru Bayu ..


"Sudah dari tadi Nadine menunggumu ! " lanjut Bayu..


"Maaf Bay, aku masih ngantuk!" bisik Tirta dengan suara lemah..


"Ah, kau... pasti kau semalam lembur yaaa!" seru Bayu..


"I,,, iya Bay!" jawab Tirta jujur..


"Sampaikan pada Nadine, hari ini aku tidak ikut kalian dulu!" bisik Tirta..


"Ya sudahlah kalau begitu, akan aku sampaikan pada Nadine!" kata Bayu..


Usai menerima telpon dari Bayu, Tirta memandang tubuh Iza yang indah di sebelah nya yang tampak lembut ketika tidur dengan dua gundukan kecil di dadanya yang halus sehingga kembali Tirta meraihnya dengan lembut dan sedikit memilinnya sehingga sang empunya gundukan ini terbangun dan di ikuti bangunnya kembali si kecil...


Kembali Iza, harus menerima serangan meriam bertubi tubi tanpa henti.


***


Sementara itu di asrama di belakang Resto.


Nadine tampak kecewa karena ke tidak hadiran Tirta jaya Kusuma .


Apalagi dari penjelasan Bayu dia segera menyadari bahwa Tirta sedang berbulan madu dengan istrinya yang cantik dan lembut itu..


"Harunya aku yang bersama Tirta!" batin Nadine!


"Apakah aku kurang cantik? ataukah aku kurang menarik? atau aku kurang sexy?" batin Nadine..


"Sudahlah tanpa Tirta juga gak papa, biarlah dia nanti menyusul setelah selesai dengan Iza..!" seru Bayu yang seketika membuyarkan lamunan Nadine.


"I,, ii,,, iya Bay,, " jawab Nadine tergagap.


Tanpa adanya Tirta Jaya Kusuma , terlihat sekali kalau Nadine kurang bersemangat.


Hingga ketika hari sudah lewat tengah hari, Tirta jaya Kusuma menghubungi Bayu..


"Sekarang Kalian ada di mana Bay!?" tanya Tirta pada Bayu..


"Ini kami sedang makan di resto sehabis tadi dari Bekasi!" jawab Bayu.


"Baiklah , kami akan segera meluncur kesana!" kata Tirta jaya Kusuma.


Bayu segera memberitahukan pada Adnan dan Nadine tentang Tirta dan Iza yang sedang dalam perjalanan ke resto ini.


Hanya butuh beberapa menit saja Tirta dan Iza sudah sampai di Resto ini karena pada siang itu jalanan tidak begitu ramai.


Ketika sampai...

__ADS_1


"Nadine... !" seru Iza yang segera memeluk dan berciuman pipi


Keduanya segera terlibat dalam pembicaraan seru antara wanita wanita kaya karena pada dasarnya mereka adalah anak anak orang kaya yang tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidup..


__ADS_2