Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
pertarungan di mulai


__ADS_3

Begitu Jadug dan Wulungan masuk kedalam rumah judi, Mawar segera keluar untuk membuat huru hara!


Di sebar nya aji Gendam Kantil miliknya !


Mawar menghampiri para pengawal bersenjatakan pistol di pinggang nya. Dengan senyum manis menggoda membuat iman para lelaki luntur seketika itu juga dan mengikuti segala keinginan Mawar!


Dan beberapa saat kemudian suara pistol segera meletus berkali kali! membelah keheningan malam!


Dalam waktu singkat sepuluh orang tergeletak mandi darah! nyawa melayang menghadap pada yang maha kuasa!


Sepasang pedang Iblis pun tampaknya juga terbawa arus Gendam Kantil sehingga dalam sekejap beberapa orang telah menjadi korbannya!


Tirta dan Mahardika secepat kilat bergerak menerjunkan diri ke arena pertarungan yang kisruh itu..


Dalam keadaan demikian, ternyata Orang- orang yang berada di dalam rumah judi segera keluar dari rumah! karena mendengar suara letusan pistol beberapa kali di luar rumah judi itu.


Jadug segera berseru;


"Hentikan!" Suaranya menggelegar membuat jantung seakan akan di gedor gedor dengan palu dan bergetar keras!


Aji Gelap Ngampar berhasil menyadarkan orang-orang yang terpengaruh oleh aji Gendam Kantil!


Akan tetapi semua sudah agak terlambat! para pengawal sudah saling bunuh!


"Mawaaaaarr! " seru Jadug...


"Sungguh keterlaluan! apa yang telah kamu lakukan hah! "seru Jadug tampak sangat marah..


Mawar dengan santai tersenyum manis ! tampak dia berdiri ditengah dua orang pemuda yang salah satu diantaranya Jadug sudah mengenal nya dengan baik!... Mahardhika.!


"Mahardhika?" seru Jadug kaget!


"Oh ternyata kamu sudah kepincut pada pemuda ini ya Mawar! " seru Jadug terlihat sangat marah!


Mata Jadug tampak memancarkan cahaya kemarahan yang luar biasa! Sorot mata macan kumbang!


Sementara di samping Jadug berdiri juga Aryo Seto yang juga mengenali Tirta Jayakusuma! Pemuda yang selalu menjadi penghalang di setiap usahanya! Pemuda yang menjadi momok baginya!


"Tirta!..Tirta jayakusuma!" desis Aryo Seto .


Jadug tampak terkejut dengan bisikan Aryo Seto ini!


Dalam pertarungannya melawan Tirta Jayakusuma, Jadug tidak begitu jelas dengan wajah Tirta Jayakusuma, karena pada waktu itu Tirta Jayakusuma mengenakan masker menutupi mulut dan hidungnya sehingga hanya terlihat kedua mata nya saja!


Jadug segera mengarahkan pandangannya pada pemuda yang berada di samping kanan Mawar dan tampak Mawar sedang menggamit lengan si pemuda dengan mesra.


Ya, Jadug segera mengenali bahwa pemuda ini lah Tirta Jayakusuma yang telah membuatnya terluka berat pada pertarungan puncak di lembah gunung Ijen !


Dari tatapan matanya dan juga postur tubuh pemuda ini, Jadug sangat yakin, kalau inilah pemuda itu.

__ADS_1


Pemuda tinggi dan agak ceking, rambut ikal agak panjang tapi tidak terlalu panjang dengan sorot mata teduh tapi tajam dan dalam!


Pemuda yang akan selalu di ingatnya karena untuk pertama kalinya Jadug mengalami kekalahan dalam sebuah perang tanding yang jujur dan adil.


"Kamu sudah berkhianat Mawar!" bentak Jadug dengan suara menggelegar karena di barengi dengan aji Gelap Ngampar!


Mawar tampak tersenyum saja mendengar bentakan Jadug!


***


Semetara di tempat lain dalam waktu yang hampir bersamaan .


Di rumah kepala padukuhan dimana Ki Wigati tadinya bertempat tinggal tampak Ki Singo Lodra, di Pradigdo serta sesepuh Dukuh Wuni yang berpihak pada Aryo seto tampak sedang duduk-duduk santai di pendopo !


Tampak asap rokok memenuhi ruang pendopo! Sedangkan di sudut lain beberapa orang tampak sedang teler ! mabuk minuman keras!


Dalam keadaan yang demikian tiba-tiba saja terdengar suara lirih tapi cukup bisa di dengarkan oleh orang-orang yang ada di dalam pendopo itu rumah itu.


"Singo tua,, keluarlah! Janganlah berbuat kejahatan saja kerjaanmu! tobatlah sebelum ajal menjemputmu!" Suara yang sangat jelas menyusup telinga Ki Singo Lodra.


Ki Singo Lodra Tampak kaget dan terkejut mendengar suara ini..


Demikian pun Ki Pradigdo!


Dia segera menduga-duga siapa tokoh tua yang mampu mengirimkan suara jarak jauh seperti ini!


Yang pasti orang ini pastilah orang yang punya daya linuwih! Orang dugdeng!


Ketika sampai di halaman rumah dia segera memandang ke segenap penjuru halaman.


Tampak di halaman masih ada beberapa pemuda pengawal dukuh Wuni yang masih berjaga -jaga.


"Keluarlah kau orang tua gila! " seru Ki Singo Lodra keras dengan aji Gelap Ngamparnya! Sehingga mengejutkan para pengawal yang ada di luar maupun di dalam rumah itu.


"Jangan keras-keras singo edan! " kata suara itu lagi,, walaupun tidak terlalu keras tapi mampu mengatasi suara dari Ki Singo Lodra !


"Dasar Orang gila,!!!


"Uhhh,, Kurang ajar, !!


"Fuh,fuh,, fuh, fuhh,,,,sialaaaan! teriak Ki Singo Lodra makin mencak-mencak dan kalap karena tiba- tiba saja ada letong (kotoran sapi/kerbau) yang masih setengah basah yang mampir tepat di mulut Ki Singo Lodra yang sedang berteriak teriak menggetarkan jantung orang yang mendengarnya!


Terasa benda yang agak- agak lembek dengan bau khas nya memyumpal mulut tua Ki Singo Lodra .


"Bang***t !!! pengecut!! ayo keluar tua bangka sialan,,


"Hi, hi, hii..he,,he,, terdengar suara terkekeh dari balik semak semak!


"Enak ya Singo tua!" kata orang di kegelapan itu dengan suara mengejek..

__ADS_1


"Letong anget memang enak rasanya ya Singo Edan?!" gurau suara di kegelapan..


"Huh, Enak palamu! seru Ki Singo Lodra marah!


Ki Singo Lodra segera mengerahkan aji Tapak Lodranya di tangan kanannya dan melontarkan ke arah rerimbunan semak di samping rumah itu yang di duganya adalah tempat persembunyian orang yang telah menumpuknya dengan kotoran kerbau!


"Duar,,,!!" suara pukulan Tapak Lodra menghantam rerimbunan semak itu dan membuat semak-semak itu seperti habis terbakar!


Terlihat sesosok bayangan melompat sangat cepat sebelum aji Tapak Lodra menghantam semak- semak di samping rumah itu.


Ki Singo Lodra segera melesat cepat mengejar dengan cepat bayangan orang yang keluar dari semak-semak itu.


Sementara Ki Pradigdo yang keluar belakangan tampak hanya memandang kepergian ki Singo Lodra saja.


Dia percaya kalau Ki Singo Lodra mampu mengatasi orang yang mengganggunya itu.


Ketika Ki Pradigdo handak kembali ke pendopo,. ..


"Kita selesaikan urusan kita di sini Pradigdo,, kamu sudah terlalu banyak berbuat kejahatan juga seperti Singo Lodra!


Orang-orang tidak bersalah telah kau libatkan demi ambisimu!" terdengar suara dari gelapnya malam di ikuti oleh keluarnya sesosok pria tua dengan diikuti oleh orang- orang di belakangnya!


Dia adalah ki Ranu!


Ya , Ki Ranu bertekad menyelesaikan semua ganjalan dalam hatinya dan menghilangkan bibit bencana bagi padukuhan Srengseng maupun padukuan Wuni!


"Ayo kita selesaikan urusan kita secara laki- laki Pradigdo !" seru Ki Ranu!


"Selama ini aku telah banyak mengalah padamu!" lanjut Ki Ranu!


"Kalau kamu menyadari kesalahan dan bertobat maka aku akan mengampuni Pradigdo!"


"Tapi kalau memilih tetap di jalanmu, maka malam ini adalah hari terakhirmu!" seru Ki Ranu..


Dengan mata berkilat tajam Ki Pradigdo segera berseru;


"Jangan bermimpi Ranu! Kamulah yang harus mati di sini bukan aku!


***


Sebenarnya lah sewaktu masih muda belia antara Ki Ranu muda dan Ki Pradigdo muda adalah dua orang sahabat kental..Mereka tumbuh dewasa bersama-sama! Walaupun berasal dari dua padukuhan yang berbeda !


Mereka sering bermain bersama sama dan kadang juga mengembara bersama sama!


Dan suatu ketika mereka berkenalan dengan seorang gadis dari padukuhan lain !


Gadis itu bernama Wiratri..!


__ADS_1


letong sapi 🐮,,,masih basah


__ADS_2