Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
persiapan menyambut kedatangan Mahardika dan kawan-kawan


__ADS_3

Sore itu mereka telah kembali lagi di padepokan di lereng gunung Ungaran .


Mereka kembali dengan membawa sejumlah tawanan dan juga Bu Dosen Devania.


Dan ternyata Diky yang menjadi biang kerok dari semua ini telah melarikan diri, begitu melihat gelagat yang tidak menguntungkan baginya.


Tirta jaya Kusuma segera menceritakan pada Mbah Hardjo juga pada eyang pandu tentang apa yang telah terjadi !


"Syukurlah Ngger, kali ini kalian telah berhasil memberi pelajaran pada kelompok Cakar Iblis ini.. Kedepannya mereka pasti akan lebih berhati-hati jika akan bergerak di kota ini." kata Mbah Hardjo.


"Benar , aku kira juga demikian," eyang pandu menambahkan.


"Untuk selanjutnya apa yang akan Angger lakukan untuk menumpas kelompok cakar iblis ini?" tanya Mbah Hardjo !


Kemudian Tirta jaya Kusuma menceritakan tentang tugas yang dibebankan pada dirinya dan juga Irman jaya Kusuma oleh eyang Wasis jayakusuma.


Selanjutnya Tirta jaya Kusuma mempersilakan kawan- kawannya untuk memberikan masukannya.


"Aku kira lawan yang akan kita hadapi kali ini sangatlah berbahaya!" kata bang Leo.


Mereka berjumlah sangat banyak dan mempunyai kemampuan rata-rata yang hebat." lanjut bang Leo.


"Kita harus merencanakan segala sesuatunya dengan matang.. "


"benar bang Leo!" kata Tirta jaya Kusuma.


"Sebenarnya kita sudah meminta bantuan dari Dika dan kawan-kawan dari Jawa timur, untuk menambah kekuatan kita dalam menghadapi kelompok cakar iblis ini,, terang Tirta.


"Kita akan menyusun kekuatan di padepokan ini dulu, kalo sekiranya sudah cukup kita akan ke kota Jakarta untuk menghadapi cakar iblis di sarangnya!


Demikian lah bincang- bincang di sore itu berlangsung cukup serius..


Dan ketika hari menjelang gelap Tirta bermaksud mengantar pulang Bu dosen kerumahnya.


Akan tetapi ternyata Bu Dosen Devania tampak masih trauma dengan kejadian yang menimpanya, sehingga dia ingin berada di padepokan ini untuk beberapa saat lamanya.


Sementara bang Leo dan Mawar segera mengorek keterangan dari tawanan.


Para tawanan kali ini lumayan mempunyai kedudukan di tubuh kelompok Cakar Iblis! juga beberapa berasal dari markas pusat Cakar Iblis!


Dan seperti biasa, dengan mudah nya Mawar sudah bisa mengorek segala sesuatu dari para tawanan ini..

__ADS_1


"Hmm, benar- benar organisasi yang luar biasa besar dan berisi orang-orang kuat ! kata Leo pada Mawar .


Leo sudah merasakan kehebatan dari Ujang! sehingga dia bisa menilai kekuatan rata-rata dari anggota cakar iblis ini.


"Benar bang Leo,! jawab Mawar !


"Kita harus segera membicarakan ini pada Tirta dan kawan-kawan,!" kata bang Leo lagi.


Leo dan Mawar segera beranjak dari ruangan tempat para tawanan dan menemui Tirta, Bayu , Adnan dan juga mbah Hardjo dan juga eyang pandu yang sedang duduk-duduk di lincak di teras pendopo padepokan sambil menikmati udara malam yang berhembus sepoi-sepoi.


Leo segera bergabung dengan mereka, di ambilnya sebatang udud klobot! ya bang Leo sudah mulai ketagihan dengan udud klobot ini dan sudah bisa meracik sendiri!


Mawar duduk agak jauh dari orang-orang ini, karena dia bukanlah seorang ahli hisab!


Untunglah mereka berada di luar ruangan sehingga asap udud langsung ambyar tertiup angin malam !


Setelah beberapa saat kemudian bang Leo segera menceritakan hasil interogasinya bersama dengan Mawar.


Tirta, Bayu, Adnan juga mbah Hardjo dan eyang pandu tampak mendengarkan keterangan bang Leo dengan seksama.


Setelah beberapa saat kemudian Bang Leo mengakhiri ceritanya.


"Bener- bener organisasi kejahatan yang luar biasa!" seru Adnan!


"Tantangan yang kita hadapi makin berat Ta," kata Bayu.


Tirta jaya Kusuma menganggukan kepala tanda membenarkan kata-kata Bayu.


"Kapan kira-kira Dika sampai kemari Mas Tirta?" tanya bang Leo..


"Kita benar- benar harus menggalang kekuatan yang besar!" lanjut bang Leo!


"Mungkin dalam beberapa hari kedepan bang Leo." jawab Tirta .


"kita harus membuat gandok -gandok baru lagi!" kata mbah Hardjo kemudian.


"Jika kedatangan orang-orang lagi, pasti sudah tidak ada tempat bagi mereka untuk beristirahat," lanjut Mbah Hardjo.


"Buatlah gandok yang agak besar ngger, memanjang seperti banjar, yang bisa memuat banyak orang sekaligus nanti di sekat-sekat menjadi ruangan- ruangan kecil!" kata Mbah Hardjo.


"Kita siapkan dulu bahan bahan untuk membuat Gandok, baru lusa kita kerja bakti mendirikan Gandok Gandok baru,," lanjut Mbah Hardjo..

__ADS_1


Setelah malam semakin larut, segenap penghuni padepokan bersiap berlatih Kanuragan di puncak gunung Ungaran.


Leo dengan para mantan anggota cakar iblis yang sudah bergabung dengan padepokan lereng gunung Ungaran sudah membentuk kelompok tersendiri ..


Leo telah membekali pisau lengkung seperti miliknya, sebagai ciri pasukan khusus yang di bentuk nya ini dari para bekas anggota kelompok cakar iblis!


Sebelumnya mereka sudah mempunyai dasar- dasar olah Kanuragan yang mumpuni, sehingga mudah bagi bang Leo untuk membentuk mereka dan meningkatkan kemampuan individu dan kemampuan bertarung secara berkelompok layaknya pasukan perang!


Bang Leo dan pasukan kecil bentukannya telah berangkat mendaki terlebih dahulu.


Sedangkan Tirta jaya Kusuma, Bayu Adnan dan lain-lain berangkat beberapa saat kemudian.


***


Pagi itu seluruh anggota padepokan sudah bersiap mendirikan Gandok Gandok baru untuk menampung orang orang dari Jawa timur yang akan di pimpin oleh Mahardika langsung..


Mereka bergotong- royong bahu membahu mendirikan gandok -gandok baru di sekitar padepokan itu.


Kang Damar memimpin dalam pendirian handok gandok ini.. yang lebih tepat. disebut Banjar, karena ukurannya yang memanjang dan cukup besar!


Berhubung kali ini gandok yang di buat agak besar, seperti Banjar! maka sampai sore hari, pekerjaan masih separuh jadi! akan tetapi sudah kelihatan cukup artistik dan indah walaupun dengan bahan bahan seadanya!


Sore itu mereka duduk duduk di sekitar Banjar yang masih belum selesai sepenuhnya..


Mereka duduk sambil menikmati hidangan yang. telah di siapkan oleh Mawar, Bu Devania dan juga Delima..


Mereka asyik menikmati hidangan seperti jagung rebus, ketela pohon, ubi jalar dan lain lain. Juga jahe geprek hangat yang masih terlihat mengebul.


Ketika sedang leyeh -leyeh(bersantai) inilah mendadak beberapa orang yang di rasa asing sudah muncul menuju arah mereka!


"Dika?!, kyai Wonokerti!!" Ludiro, Fatih, Cemani!" Seru Bayu yang segera melompat berdiri dari duduknya! dan menyongsong orang orang ini dengan hangat nya.


Adnan dan juga Tirta jaya Kusuma dan juga Mawar segera juga menyambut kehadiran rombongan dari Mahardhika ini.


Dan dari belakang Dika segera muncul pula orang orang dari persatuan padepokan silat se-Jawa timur dan juga tak kalah kagetnya ternyata ada Nastiti, Ki Sadewa dan beberapa orang dari padukuhan Srengseng dan juga dukuh Wuni seperti Ki Wigati dan perangkat nya.


Tirta jayakusuma tampak sangat terkejut dan gembira melihat kedatangan mereka semua!


Nastiti yang anggun bak bidadari tampak ingin mengatakan sesuatu pada Tirta jaya Kusuma, akan tetapi dia ragu, sehingga dia hanya memandangi saja wajah pemuda yang selalu di rindukan nya siang dan malam.


Tirta , Bayu dan Adnan segera memeluk sahabat- sahabatnya dengan erat!

__ADS_1


Sahabat yang telah berjuang bersama-sama menegakkan. kebenaran dan memberantas kejahatan!


__ADS_2