Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
markas Bogor


__ADS_3

"Baiklah Adnan kita lanjutkan lagi!" seru Badak yang segara saja menerjang ke arah Adnan...


Bagi Adnan, serangan Badak ini sangatlah lambat seperti siput saja! sangat mudah untuk di elakkan!


Dan kali ini Adnan pun sudah mendapatkan kesempatan untuk menyarangkan pukulan aji Suryo Dahono ke tubuh Badak yang setebal kulit badak itu!


Kembali terdengar benturan keras ketika pukulan Adnan kali ini membentur dada dari Badak!


Dan ...


"Blang!......"


"Augh......!"


Kembali tubuh pendek dan kekar dari Badak harus terjungkal dan berguling guling dan membentur lagi pohon rambutan sehingga sampai menggetarkan pohon rambutan tersebut dan membuat jatuhnya beberapa buah rambutan yang sudah masak!


Hal ini membuktikan bahwa benturan yang terjadi jauh lebih kuat dari yang pertama!


Dan memang Adnan sudah menambah kekuatan aji Suryo Dahono!


Beberapa saat Adnan hanya memandang saja!


Terlihat kemudian Badak berusaha bangkit berdiri !


Dengan susah payah dia berusaha berdiri dengan bersandar pada pohon rambutan di belakang punggungnya .


Setelah bisa berdiri tegak tiba-tiba saja tubuh pendek dan kekar itu terlihat limbung dan kembali terjungkal ke tanah !


Kembali dengan susah payah, Badak berusaha untuk duduk di tanah.


Sesaat dia mengatur pernafasannya...


Tiba-tiba saja...


"Hoek....!" darah segar tumpah dari mulut si Badak..


Setelah agak tenang kemudian Badak berkata..


"Terimakasih kamu tidak menyerangku dalam keadaan tidak berdaya ini!" kata si Badak.


"Jarang aku menemui pemuda yang masih berjiwa ksatria sepertimu ini Adnan!" lanjut si Badak lagi.


Kemudian Badak tampak memejamkan mata dan kembali darah tumpah dari mulutnya!


Tampaknya luka dalam yang di deritanya cukup parah!


Sebenarnya pada benturan yang pertama, Badak sudah terluka di dalam! Akan tetapi tidak begitu dirasakannya!


Barulah pada pukulan kedua, luka dalamnya semakin bertambah parah dan dia tak mampu lagi untuk bangkit berdiri.


"Aku sudah kalah Adnan! aku sudah tak berdaya ! kalau mau membunuhku bunuh lah!" desis Badak dalam keadaan masih memejamkan mata.

__ADS_1


Bukan sifat Adnan untuk melakukan kekerasan pada lawan yang sudah menyerah kalah...


***


Pertarungan antara Tetua Sangga Langit melawan Tan Siang Ki masih terus berlangsung ...


Akan tetapi lambat laun Tetua Sangga Langit mulai terdesak !


Tenaga tuanya mulai tidak bisa di ajak kompromi!


Peluh sudah membasahi kening dan lehernya!


Pengerahan ajian Reco Pitu benar- benar sudah menguras tenaga batinnya!


Perlahan satu demi satu bayangan bayangan semu yang di ciptakannya mulai menghilang !


Dari semula tujuh bayangan, pelan tapi pasti satu demi satu menghilang dari peredaran !


Pertarungan dalam jangka waktu lama seperti ini sangat menyedot tenaga tua tetua Sangga Langit.


Dan terakhir tinggal tubuh asli dari tetua Sangga Langit.


Dan dalam suatu kesempatan sabetan pedang Iblis yang sangat sangat cepat sudah dada dari tetua Sangga Langit. Menimbulkan bekas luka melintang di dada Tetua Sangga Langit.


Selesai sudah sepak terjang tetua Sangga Langit di dunia ini, dan selesai kiprah tiga tetua penjaga Cakar Iblis.


Malam ini markas cabang Cakar Iblis di Kebon Jeruk ini jatuh ke tangan Adnan dan kawan kawannya!.


***


Ludiro, Ki Sadewa, Ki Wigati , kapten Waringin Jati sudah mengepung markas cabang Cakar Iblis ini dari berbagai penjuru!


Markas ini jauh dari pemukiman penduduk ! dan berada di tengah-tengah perkebunan warga!


Dengan aba-aba dari Ludiro, serentak mereka menyerbu markas Cakar iblis dari empat penjuru!


Segera terdengar teriakan- teriakan dari orang- orang yang mulai mengayunkan senjatanya dan juga terdengar beberapa kali letusan senjata api!


Ternyata anak buah dari kapten Waringin Jati sedang terlibat adu tembak dari jarak dekat dengan orang-orang cakar iblis yang memegang senjata api!


Terlihat ada lima orang anggota Cakar iblis yang memegang pistol di tangannya !


Meraka berlindung di balik pohon-pohon buah yang lumayan besar yang ada di sekitar markas cakar iblis ini.


Tampaknya agak sulit bagi anak buah kapten Waringin Jati untuk segera melumpuhkan lawan-lawannya karena memang terdapat banyak pohon yang lumayan gede yang bisa di gunakan untuk tempat berlindung !


Melihat hal ini, Ki Wigati dan Ki Sadewa yang menguasai ilmu Kidang Kencana segera berinisiatif bergerak cepat mendekati orang orang Cakar iblis yang memegang pistol di tangannya!


Bagaimanapun senjata api sangat mematikan bagi mereka !


Satu-satunya cara untuk menembus markas ini harus melumpuhkan para penjaga markas cakar Iblis yang bersenjatakan pistol ini.

__ADS_1


Dengan kecepatan dari Ki Wigati dan Ki Sadewa mereka berdua sudah berada di depan para anggota cakar iblis yang sedang beradu tembak dengan anak buah kapten Waringin jati!.


Alangkah kaget orang orang ini ketika tiba tiba saja ada orang yang telah berada di dekat mereka !


Belum sempat mereka bertindak...


"Bugh.... Bugh.... Bugh .... bugh. !"


"Argh ...Auh... Hegh ...!"


"Jan***k...!!!


"Sialaaaan....!"


Terdengar seruan kesakitan dan sumpah serapah dari orang-orang cakar iblis, ketika tangan tangan dari Ki Wigati dan ki Sadewa telah menghajar beberapa orang ini sehingga jatuh terjungkal dan pingsan akibat pukulan berat dari Ki Wigati dan Ki Sadewa.


Begitu para penembak ini berhasil di lumpuhkan, segera mereka semua merangsek maju menuju bangunan utama markas cakar Iblis.


Puluhan orang tampak mulai keluar dari bangunan besar tersebut!


Dua kekuatan saling berhadapan dan dalam waktu singkat telah terjadi pertarungan campuh yang melibatkan puluhan orang sekaligus!


Walaupun kalah dalam hal jumlah, akan tetapi kelompok yang di pimpin oleh Ludiro ini beranggotakan para pemuda tangguh dari dukuh Srengseng dan dukuh Wuni yang mempunyai dasar kemampuan tinggi!


Mereka sanggup mengimbangi sepak terjang orang-orang cakar iblis ini walaupun jumlah orang orang cakar iblis ini berjumlah jauh lebih banyak!


Perbandingan nya adalah satu orang menghadapi kurang lebih empat orang!


Setelah bertarung beberapa saat, Ki Sadewa sudah mendapatkan seorang lawan tangguh yang bersenjatakan sebuah Celurit ! Sedangkan Ludiro sudah di hadang oleh seorang lawan yang tangguh bersenjatakan sebuah golok!


Sedangkan ki Wigati, kapten Waringin jati dan yang lainnya berjuang menghadapi kerubutan dari orang-orang cakar Iblis ini.


Lawan Ludiro kali ini adalah seorang pria dengan latar belakang ilmu beladiri Silat yang penuh kembangan! Seperti silat yang sering digunakan untuk pertunjukan di daerah jakarta ini!


Walaupun silat ini menggunakan gerakan gerakan yang cukup indah, ternyata di balik itu semua terselip kecepatan dan gerak tipu yang sangat berbahaya!


Ludiro sendiri juga merupakan pesilat yang hebat, akan tetapi gerakannya cenderung efektif dan tidak terlalu banyak kembangan!


Kemampuan nya sendiri di serap dari Ki Suromenggolo sang guru !


Pertarungan antara kedunya segera pecah!


Golok tangan bang Jago tampak berubah seperti ribuan golok yang mengincar tubuh Ludiro!


Dalam serangan pertama ini terlihat betapa berbahayanya golok di tangan bang Jago ini!


Ludiro segera waspada terhadap lawan nya ini yang tampaknya bukanlah ahli silat biasa!


Kekuatan Ludiro sendiri sebenarnya terletak pada keuletannya dalam bertarung!! Ototnya lentur dan kuat!


Tendangan dan pukulannya walaupun tidak di lambari ajian tapi dengan kebiasaan nya dalam bertani dan bekerja keras, membuat otot-otot nya terbentuk dengan alami !

__ADS_1


__ADS_2