
Pertarungan antara dua aliran perguruan silat segera berlangsung dengan sengit!
Terlihat indah seperti dalam pertunjukkan seni saja!
Ludiro yang tampak menikmati di pertarungan ini, demikian pula dengan bang Jago!
Setelah berlangsung sekian lama , terlihatlah bahwa keduanya mempunyai kemampuan yang relatif seimbang !
Sementara di tempat lainnya Ki Sadewa telah bertarung dengan sengit melawan seorang pria berkumis dan berpakaian serba hitam!
Celana hitam dan baju hitam dengan bagian dada dan perut terbuka, sehingga menunjukkan bagian perutnya yang buncit serta bulu dada yang rimbun ...
Cukup seram juga bagi anak kecil jika melihatnya! tapi terlihat lucu jika lawan yang melihatnya .
Akan tetapi bagi ki Sadewa melihat penampakan seperti ini adalah hal biasa yang sering di jumpai dalam kesehariannya !
Ki Sadewa sudah mulai merambah tengah batin ketika pertarungan menjadi tambah sengit karena lawan yang memegang Celurit ini semkin lama juga mulai mengeluarkan ajian andalanya !
Kecepatannya semakin bertambah tambah dan celuritnya bergerak semakin cepat berputaran mengurung Ki Sadewa!
Akan tetapi ternyata Ki Sadewa juga makin meningkatkan kecepatan nya dalam bergerak ! Aji Kidang Kencana yang makin mapan dalam dirinya membuat pergerakan dari ki Sadewa sangat lah ringan !
Apalagi akhir-akhir ini Ki Sadewa semakin giat melatih ilmu kanuragannya karena tanggung jawabnya yang semakin berat dalam menjaga dukuh Srengseng! Mau tidak mau dia harus bekerja keras menguasai ilmu ilmu warisan para leluhur sebelumnya seperti aji Suryo Dahono dan juga Bayu Bajra!
Dan ketika berada di padepokan lereng gunung Ungaran , dia telah mendapatkan bimbingan dari Tirta Jaya Kusuma sehingga ilmu ilmu itu semakin berkembang dan mapan dalam dirinya.
Ki Sadewa juga disarankan oleh Tirta Jayakusuma , jika urusan di Jakarta dalam memberantas cakar iblis telah usai supaya Ki Sadewa dan juga para perangkat dukuh Srengseng bisa melakukan mesu diri di api biru gunung Ijen yang letaknya tidak terlalu jauh dari dukuh Srengseng .
***
Giliran pria bersenjata Celurit yang kemudian terkejut... Gerakan Ki Sadewa mulai tak dapat di ikutinya !
Terlalu cepat !
Gerakannya seperti hantu saja!
Serangan serangan celuritnya menjadi tak ada artinya ..
Hingga pada suatu saat tangan kanan yang memegang celurit seperti tergetar keras yang akibatnya senjata celurit yang di pegang di tangan kanan harus terpental lepas dari tangan kanan pria berpakaian serba hitam ini..
Selanjutnya Ki Sadewa dengan leluasa menyarangkan pukulan tangan kanan yang telah di lambari aji Suryo Dahono ke dada dari orang berbaju hitam hitam ini ...
"Desss!!..."
Arghhh .....!"
tubuh pria berbaju hitam hitam ini kontan terbang melayang dan jatuh telentang di tanah basah di halaman samping markas Cabang Cakar Iblis di kota Bogor ini, tanpa bisa bangkit lagi!
***
Sementara itu pertarungan antara Ludiro juga sudah berada pada puncak pertarungan !
__ADS_1
Bang Jago dengan golok mautnya sudah mengerahkan segenap kemampuannya untuk bisa segera mengalahkan Ludiro!
Demikian pula dengan Ludiro..
Ludiro yang bertarung dengan tangan kosong dan mengandalkan kekuatan dan kecepatan serta ilmu kebal nya mulai merasakan tekanan tekanan berat dari lawan!
Ternyata ilmu kebalnya tidak bisa sepenuhnya menahan sabetan dan tusukan golok dari bang Jago!
Dan beberapa kali tubuh Ludiro sudah tergores oleh golok bang Jago sehingga darah mulai menitik dari tubuh Ludiro.
Hingga pada suatu serangan yang memadai dengan mengeluarkan seluruh kecepatan dan kekuatannya , bang Jago sudah mengeluarkan jurus andalannya!
"jurus golok seribu!"
Kali ini Ludiro sudah berusaha mati matian menahan jurus ini, akan tetapi ternyata sebuah tusukan di perutnya tidak bisa sepenuhnya di hindari!
Golok itu dengan cepat sudah bersarang di pinggang kiri Ludiro!
Ludiro yang sudah terluka dengan sekuatnya melompat ke belakang menghindari tusukan berikutnya !
Darah langsung membasahi tubuh Ludiro, dia berusaha membekap luka menganga di perut nya ini.
Ki Sadewo yang baru saja membereskan lawannya ketika melihat kejadian ini, Sontak dengan kemarahan yang muluap luap, di langsung melompat menyerang bang Jago yang ketika itu sedang bersiap menyabetkan golok nya ke arah Ludiro yang sedang dalam keadaan tak berdaya.
Aji Suryo Dahono yang masih berada di tangan kanan segera di lontarkan ke arah bang Jago!
Dan ...
"Blangg....!" aji Suryo Dahono seketika menghantam tubuh bang Jago hingga terpental jauh !
Bang Jago tampak menggeliat beberapa kali sebelum akhirnya diam tak bergerak entah pingsan entah mati!
Sedangkan kapten Waringin Jati , Ki Wigati dan semua semua anggota masih berjuang mati matian menghadapi serbuan orang orang Cakar Iblis ini yang seakan akan tidak ada habisnya.
Akan tetapi ketika mereka melihat pimpinan mereka sudah tewas, merekapun akhirnya meletakkan senjatanya dan menyerah!
Ludiro yang dalam keadaan terluka parah tampak duduk bersandar pada sebuah pohon jengkol!
Wajahnya tampak pucat pasi!
pertolongan segera di berikan padanya okeh Ki Sadewo dengan merobek pakaiannya sendiri untuk di gunakan sebagai perban dan mengikatkannya ke perut Ludiro...
Akan tetapi tampaknya darah tidak segera berhenti mengalir dari lukanya yang ternyata cukup dalam dan lebar!
"Kakang Sadewo, kakang Wigati, sampaikan permintaan Maafku pada Tirta, aku tidak bisa menemaninya lagi dalam perjuangan menumpas kejahatan..."
Berkata sampai disini nafas Ludiro tampak tersengal sengal..kemudian berkata lagi...
"sampaikan terima kasihku pada Tirta Jaya Kusuma yang telah membawaku kembali ke jalan yang benar..." lanjutnya makin lemah.
"Kali ini aku akan kembali ke sisi Gusti Allah dengan ikhlas! aku sudah melaksanakan darma bakti untuk membela kebenaran.."
__ADS_1
Nafas Ludiro semakin berat saja...
"Sampaikan juga permintaan maafku pada guru dan juga para sahabat seperjuangan ..." bisik Ludiro makin lemah .
Tampak nafas Ludiro tinggal satu satu hingga matanya terpejam maka itulah hembusan nafasnya yang terakhir!
Kepalanya terkulai di pangkuan Ki Sadewo.
Gugur sudah seorang pemuda gagah perkasa yang mendedikasikan hidupnya membela kebenaran dan memberantas kejahatan..
Pemuda yang tadinya semat tersesat jalan dan sekarang dia telah berjuang bersama sama para sahabatnya menegakkan kebenaran sampai ajal menjemputnya!
Pertarungan telah usai!
Mereka kemudian mengumpulkan para tawanan menjadi satu dan juga menolong orang orang yang terluka dari pihak kawan maupun orang orang anggota Cakar Iblis.
Seorang anggota dari kelompok Ludiro selain Ludiro sendiri telah menjadi korban dalam penyerbuan kali ini!
Mereka berani bertarung hingga nafas terakhir demi sebuah keyakinan tentang kebenaran!
Ki Sadewa, Ki Wigati, kapten Waringin Jati tampak tepekur terdiam di depan jenazah Ludiro dan jenazah seorang pemuda yang terbujur kaku di depan mereka!
***
Bayu, Irman ,Tomy dan juga kyai Wonokerti yang memang sengaja ikut untuk mengawal anak muridnya .
Pimpinan Cakar Iblis di Jakarta pusat ini adalah Patrik yang beberapa saat yang lalu sempat bertarung dengan Tirta jaya Kusuma di lereng gunung Ungaran dan menderita kekalahan telak di tangan anak anak muda dari padepokan lereng gunung Ungaran.
Sifat Bayu yang terbuka dan tidak mau terlalu banyak berfikir yang rumit membuat keputusannya juga simpel saja!
"Hoi buka hoi, " seru Bayu sambil menggedor-gedor pintu gerbang berwarna emas tersebut sekerasnya dengan tangan besarnya!
Akan tetapi tak ada pergerakan dari arah dalam gerbang , sehingga kali ini Bayu mengulangi gedoranya..
"Blang....Blang... Blang..!"
Gedoran nya sangat keras sehingga membuat pintu gerbang besar tersebut bergetar dengan keras!
Sebentar orang-orang yang berada di dalam markas Cakar Iblis ini tampaknya tetap tidak mau membukakan pintu gerbang tersebut!
Kyai Wonokerti yang lebih berpengalaman kemudian berkata pada dua muridnya...
"Ngger Irman dan Ngger Tomy, kalian masuklah dengan melompati pagar tembok! pergunakan aji Tameng Waja..!" kata kyai Wonokerti!
"Biarkan Angger Irman dan si Kumbang yang masuk lebih dulu , karena aku kuatir ada sesuatu yang tidak kita duga di balik tembok ini!" lanjut kyai Wonokerti.
"Iya guru !" jawab Irman dan Tomy serentak.
Irman dengan di dampingi si kumbang segera melompat terlebih dahulu keatas pagar tembok markas Cakar Iblis!
Belum juga Irman turun dari atas pagar tembok itu, tiba-tiba sudah terdengar letusan senjat api memecah kesunyian malam itu...
__ADS_1
"Dor.. Dorr...Dorrr...!"
Untunglah kyai Wonokerti telah memperingatkan Irman terlebih dahulu sehingga Irman sudah bersiap diri..