
Sore itu Stefan berkunjung ke rumah pak Michael !
Kedatangannya karena ingin mengetahui keadaan dari Nadine yang hari itu tidak datang ke kantor, demikian juga dengan pak Michael yang juga tidak terlihat berada di ruangannya!
Dengan membawa satu kotak coklat besar Stefan pergi ke rumah mencari Nadine!
Alasannya mencari Nadine dan pak Michael ! tapi pandangannya kemana-mana mengawasi tiap sudut rumah dan juga mengawasi orang- orang yang di temui di dalam rumah tersebut !
Hingga akhirnya ketika sampai di pendopo segera di jumpainya Nadine, Tirta , Bayu, Adnan, Irman, Nastiti dan Tomy yang sedang duduk bercengkerama!
"Nadiiiiine!" seru Stefan sambil merentangkan kedua lengannya lebar-lebar seperti mau memeluk sang gadis.
Melihat ini perilaku Stefan yang tak tau malu ini,, Bayu segera bergerak cepat ke depan Nadine dan menyambut Stefan!
Dengan tangan yang besar Bayu sengaja juga merentangkan kedua lengannya!
Terlambat sudah Stefan menghindari dan...
"Hup...!!!"..
Stefan tidak dapat menghindari pelukan pemuda besar ini!
"Kurang ajar?" seru Stefan sembari berontak dari pelukan Bayu.
"He, he, he... kangen sama ayah mu ya! seru Bayu !
"Lepaskan! lepaskan! seru Stefan yang tidak mampu bergerak dalam dekapan Bayu..
Sementara Nadine dan semua yang melihat kejadian itu hanya tersenyum tanpa bertindak apapun.
Bahan Irman tertawa terpingkal pingkal melihat kejadian ini.
Beberapa saat kemudian ketika Stefan sudah putus asa, Bayu segera melepaskan dekapannya dan mengambil bungkusan coklat besar yang berada tangan Stefan!
"Hey ,jangan ambil, ! itu buat Nadine!" seru Stefan tanpa bisa berbuat apapun!
"Punya Nadine juga punya kita juga !" Seru Bayu sambil membuka kotak yang di bawa oleh Stefan yang sekarang sudah ada di tangannya.
Bayu segera membagi coklat- coklat itu pada Tirta, Adnan , Irman dan lain- lain.
Stefan tampak.marah , akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa apa!
Stefan kemudian bergabung dengan Tirta dan kawan -kawannya di pendopo itu, akan tetapi tak ada yang peduli padanya.
Bahkan Nadine kemudian menarik Tirta dan di ajak keluar rumah.
Nastiti yang melihat Tirta akan pergi segera ikut berdiri, akan tetapi Nadine segera mencegahnya...
"Kami hanya sebentar mbak Nastiti !" kata Nadine lembut..
Nastiti ini adalah gadis yang sangat jujur dan polos ! tak ada rasa benci, rasa dengki atau cemburu di hatinya! demikian pula dengan orang orang padukuhan Srengseng!
Mereka adalah orang orang yang menjunjung tinggi kejujuran .
__ADS_1
Nastiti berpikir kalau sang pemuda bahagia maka dirinya juga ikut bahagia! Demikian pula jika Tirta jaya Kusuma sedang mengalami kesusahan ! hati Nastiti juga ikut bersedih!
Sungguh perasaan cinta yang suci murni dari seorang gadis lugu dan polos yang belum terkontaminasi oleh kehidupan kota yang hedonis ini!
"Ayo Ta, temenin aku jalan -jalan sebentar !" kata Nadine seraya menarik tangan si pemuda supaya berdiri dari duduknya.
Nadine dan Tirta jaya Kusuma kemudian berboncengan naik motor menuju sebuah supermarket yang jaraknya beberapa kilo meter dari rumah Nadine.
Tirta sempat juga memperhatikan beberapa mata-mata yang di tana~™¥m oleh pihak Cakar Iblis di sekitar rumah pak Michael ini!
Dan ketika Tirta dan Nadine sampai di tempat Parkir, Tirta sempat memperhatikan juga mata mata dari kelompok Cakar Iblis membuntuti dirinya dan Nadine ke tempat ini.
"Lihatlah Din! orang orangnya Cakar Iblis yang biasanya berada di sekitar rumah mu , sekarang membuntuti kita sampai kemari!" kata Tirta setengah berbisik.
"Mana Ta?" tanya Nadine!
"Jangan menoleh ! Biarkan saja seakan akan kita tidak tahu..!" kata Tirta jaya Kusuma.
"Iya Ta, !" jawab Nadine .
Mereka kemudian memasuki supermarket tanpa memperdulikan orang yang membuntuti tersebut .
Di Supermarket tersebut, Nadine mengajak Tirta Jaya Kusuma bagian pakaian pria!
Ternyata Nadine berniat membelikan pakaian Tirta!
Nadine memilih beberapa stel pakaian untuk di coba oleh Tirta Jayakusuma.
"Wow,, keren sekali kamu Sayang ! seru Nadine seraya masuk kamar pas!
Spontan Bibir Nadine mampir ke bibir Tirta jaya Kusuma!
Ciuman panas dari Nadine bagai banjir bandang yang tidak tertahankan!
Sudah beberapa saat Nadine mencari kesempatan seperti ini!.
Dan Tirta pun yang tadinya terkejut, akhirnya menikmati perlakuan Nadine ini.
Sebagai laki laki normal , siapa yang bisa menolak perlakuan dari gadis secantik dan seseksi Nadine!?.
Beberapa saat ciuman Nadine yang panas masih menghujani sang pemuda sehingga terasa sesuatu telah bangkit dalam dirinya..
"Mmh,, mmh, Cukup ,,, cukup Nadine! ini di tempat umum!" bisik Tirta di sela sela hujan ciumannya Nadine...
"Aku rindu padamu Ta! " bisik Nadine lembut di sela sela napas keduanya yang memburu .
"Aku sudah menunggu kesempatan berdua sejak kedatangan mu Ta,, ...
Tapi kamu malah tidak perduli padaku!" keluh Nadine.
"Maaf Nadine, tapi keadaannya memang sedang genting!" jawab Tirta..
"Sudah,,, ayo kita keluar ajak Tirta seraya membuka pintu kamar pas seraya melangkahkan kakinya keluar di ikuti Nadine!
__ADS_1
Setelah membayar semua pakaian yang diambil, Nadine kemudian mengajak Tirta ke resto yang terletak di lantai tiga dan berada di lantai yang menjorok keluar dan bernuansa outdoor tanpa atap..
Dari tempat ini mereka bisa menikmati pemandangan di sekitar tempat itu!
Dan juga bisa melihat ke tempat parkir motor!
"Lihat tuh Din! orang yang mengikuti Kita masih berada di tempat parkir !" akta Tirta..
Nadine segera melihat ke bawah!
Dia segera melihat seorang pria agak berisi dengan kulit agak kehitaman dan berambut keriting sedang duduk di atas motor di tempat parkir!
Setelah usai mengisi perut , mereka kemudian kembali ke rumah Nadine, karena nanti Malam Tirta dan kawan kawan akan melakukan penyerbuan ke beberapa markas cabang Cakar Iblis!
Si penguntit juga tetap mengikuti Tirta jaya Kusuma dan Nadine sampai keduanya tiba di rumah.
Ternyata sesampai di rumah pun Stefan tetap setia menunggu kepulangan Nadine!
"Heh, Srefan! Ngapain juga kamu masih tetap di sini! " Seru Nadine tampak sangat tidak senang dengan keberadaan Stefan ini.
Mendengar suara Nadine yang ketus dan mengusir dirinya ini,.Stefan tampak tersenyum saja..
Dalam hati Stefan berkata...
"Suatu saat keketusanmu akan berubah menjadi panggilan manja ketika kamu sudah menjadi milikku Nadine!" batin Stefan.
Selepas Magrib , Tirta dengan sengaja telah memanggil orang orang dari padukuhan Srengseng ke rumah utama pak Michael!
Ada sepuluh orang yang akan di ajak Tirta jaya Kusuma diantaranya ada Ki Sadewa, Kerto, Jaladri dan tentu saja Nastiti yang selalu ingin bersama sang pemuda!
Tirta sengaja menunjukkan pada mata mata dari Cakar Setan untuk mengalihkan perhatian mereka!
Stefan yang melihat ini pun secara diam-diam telah melaporkannya pada Tony!
"Bos! ada perkembangan baru dari mereka!" kata Stefan setelah panggilan ponselnya tersambung dengan Tony.
"Tampaknya mereka akan bergerak malam ini!" lanjut Stefan .
"Beberapa orang asing yang berlogat Jawa timur telah datang kemari! dan sekarang mereka sedang bersiap siap entah kemana tujuan mereka?" kata Stefan Lagi.
"Dan tampaknya mereka di pimpin oleh Tirta jaya Kusuma Bos!" pungkas Stefan.
"Coba kamu cari tau kemana tujuan mereka!" kata Tony.
Setelah menutup pembicaraan dengan Tony
Kemudian Stefan mencoba mendekat ke arah Tirta jaya Kusuma yang sedang mengatur orang orang Srengseng!
***
Sementara itu Tony segera melaporkan berita dari Stefan kepada sang pemimpin besar Cakar Iblis!
"Suruh cari tau orangmu itu kemana arah tujuan mereka!" kata sang big Bos.
__ADS_1
"Siap Bos!" jawab Tony!
Sang big Bos kemudian menghubungi dua kelompok mata matanya yang masih mengawasi rumah pak Michael siang dan malam serta memerintahkan mereka memusatkan perhatian pada pergerakan dari orang orang di rumah pak Michael ini.