Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
si kaki kilat


__ADS_3

Dalam keadaan gelap gulita, karena listrik padam yang memang sengaja dipadamkan oleh pasukan pembunuh dari Mr Budiman , nyala dari layar ponsel saja yang menjadi penerangan.


Terlihat bayangan-bayangan manusia bergerak cepat dari kedua ujung lorong kamar hotel.


Sepuluh orang bergerak di ujung lorong sebelah kanan dan sepuluh dari ujung lorong sebelah kiri.


Leo segera memberikan kode dengan lemparan batu kerikil yang mengarah pintu-pintu kamar yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


Tirta segera bersiap, juga Bayu dan Adnan. karena yang menjadi sasaran utama adalah kamar presidential suite yang mereka tempati ini.


Kali ini Bayu menggunakan belati dari bang Leo, sedangkan Adnan tetap dengan tongkat bajanya yang bisa di buat panjang maupun pendek.


Di tempat lain Kang Damar juga memegang sebilah belati yang di berikan oleh Leo. Sedang eyang Pandu karena menguasai berbagai macam ajian tetap bertangan kosong saja.


Di kamar lain lagi Gendon dan kedua kawannya juga sudah bersiap-siap,


Para pembunuh yang menyerang dari sebelah lorong kiri, otomatis langsung bertemu Leo dan Gendon serta seorang anak buahnya.


Para penyerang kali ini menggunakan parang yang sangat tajam, dengan panjang kurang lebih empat puluhan centi meter.


Tampaknya para penyerang ini juga memperhitungkan lokasi penyerangan yang sempit yang akan kesulitan apabila bertarung menggunakan senjata yang panjang ataupun samurai panjang.


Dalam gelapnya lorong hotel, pertarungan di lorong sebelah kiri segera pecah, dengan serunya!


Sementara di lorong sebelah kanan Jim dan dua orang anak buahnya segera keluar kamar dan langsung menghadang sepuluh orang yang datang,,


Kang Damar dan eyang Pandu juga segera menerjunkan diri dalam riuhnya petarungan yang terjadi. teriakan teriakan kasar dan caci maki terdengar bercampur denting senjata yang saling berbenturan.


Walaupun kalah jumlah akan tetapi karena adanya kang Damar dan Eyang Pandu dengan kemampuan yang tidak lumrah manusia , maka para penyerang mendapatkan perlawanan yang sengit..


Ternyata bahwa Jim mulai merasakan tekanan dari lawan-lawannya.


Lawan-lawan kali ini ternyata jauh lebih kuat dari para penyerang yang di kalahkan sebelumnya.

__ADS_1


Ternyata beberapa saat Jim hanya bisa bertarung seimbang melawan-lawannya, juga dua orang kawannya bertarung dengan sengit nya melawan dua orang penyerbu yang lain lagi..


Sementara eyang Pandu yang walaupun sudah tua tapi langkah nya sangat cepat , meloncat kesana kemari membuat kacau lawan-lawannya, apalagi dengan kedua tangannya yang bergerak laksana kilat tanpa takut terluka sedikitpun.


Sementara kang Damar juga bertarung dengan dua oramg sekaligus dan kadang- kadang juga memberikan bantuan pada kawan- kawan Jim jika mengalami kesulitan..


Di tempat lain, diujung lorong sebelah kiri Leo bertarung laksana banteng ketaton (banteng terluka) dengan sengit bersama Gendon dan satu anak buahnya.


Beberapa lawan tampak menerobos melewatinya dan menuju kamar yang dikira di huni oleh pak Michael.


Alangkah terkejutnya para penyerang ini yang ternyata kamar berisi tiga orang pemuda yang menyambut dengan ayunan belati dan ayunan tongkat baja.


Tirta Bayu dan Adnan bertarung dengan lima orang yang sudah merangsek masuk kamar,


Tanpa menggunakan senjata Tirta menangkis dan merangsek kearah para penyerbu , dengan tameng Waja di badan, dia tidak takut apapun juga, tangannya memukul dan menampar lawan-lawannya.


Sementara itu bang Leo bertarung dengan brutal dan ganas.


Sifat Leo yang asli segera keluar begitu menghadapi lawan-lawannya , gerakan sepasang belati yang cepat dan kuat membuat lawan-lawannya mulai jatuh dalam tekanan.


Begitu di cabut darah menyembur dari dada orang tersebut, diiringi teriakan mengerikan, tubuhnya jatuh berdebum di karpet lorong hotel..


Empat kawannya yang lain tampak terkejut setengah mati ! mereka tampak mulai keder, Leo benar- benar mesin pembunuh yang efektif dan berdarah dingin..


Kemudian Leo bergerak lagi menyerang , kali ini seseorang yang berdiri sekitar dua meter di samping kirinya menjadi sasarannya,


Belati di tangan kanannya secepat tatit mendadak sudah muncul di depan orang itu.


Gerakan ini sangat cepat, orang itu segera mengangkat perangnya menahan gerakan belati di tangan kanan Leo, tapi ternyata Leo sudah memperkirakan gerakan ini, Leo segera menunduk sedikit dan mengarahkan sabetan belati di tangan kirinya keperut sang lawan,,


"Sret...!" belati tajam Leo segera mengoyak perut lawan! luka menganga menyobek perut lawan dari kiri ke kanan.


Luka selebar dua puluh centi. Orang itu terlihat terkejut dan membekap perutnya yang robek, detik berikutnya belati Leo lah yang kemudian bersarang di leher orang tersebut yang akhirnya. mengakhiri kiprahnya di dunia ini..

__ADS_1


Tiga lawan yang tersisa langsung jatuh mentalnya,,


Lawan ini benar benar bukan manusia, pikirnya .. benar- benar jelmaan iblis!


Setelah menghabisi dua lawan dengan cepat. Leo kemudian membuat gerakan melompat sambil mengarahkan belati di tangan kirinya ke arah lawan ketiga.. Lawan ketiga kali ini tampak lebih sigap dan berhati hati. Dia segera membuat gerakan melompat agak jauh ke samping sambil mengayunkan parang menebas ke arah lengan Leo yang memegang belati lengkung yang mengerikan itu.


Kecepatan Leo benar-benar sangat mengerikan. Leo tidak menarik serangannya akan tetapi tangan kirinya yang lebih dulu sampai di lengan kanan si penyerang . Akhirnya gerakan menyerang dari lawan Leo berubah menjadi tangkisan.


Senjata parang dan belati di tangan kiri Leo saling berbenturan dan mengeluarkan suara berdenting dan timbul percikan api.


Belati di tangan kanan Leo kini mengarah dengan sangat cepat berubah menjadi tusukan ke arah wajah dari lawan dengan sangat sangat cepat, sebuah gerakan serangan yang sangat brutal.


Belati tajam leo langsung menghunjam dada lawan , darah berceceran di mana-mana,, lawan ketiga Leo inipun langsung mati dan menghadap pada sang pencipta.


Ketika Leo hendak menerjang orang keempat yang sedang bertarung melawan Gendon,


Mendadak muncul salah seorang Tiongkok yang tadi sore di lihat Leo, tampaknya dia sangat marah pada Leo dan langsung menyerang Leo dengan tendangan tendangan super cepatnya.


Ternyata selain mengandalkan serangan kaki orang Tiongkok ini juga menggengam sebilah belati kecil di tangan kanannya. juga sepatu tipisnya ternyata terselip pisau tipis di sisi luarnya,


Awalnya Leo tidak mengetahuinya tapi ketika dalam sebuah tendangan kilat yang hampir menyambar mukanya , Terlihat sekilas kilatan pisau yang terselip di sisi sepatu sebelah luar.


Kali ini Leo mendapatkan lawan yang benar-benar tangguh!


Inilah si Kaki kilat dari Tiongkok , salah satu orang kuat utusan dari Mr Budiman selain si Tangan Petir.


Leo bergerak lincah kesana kemari menghindari serangan kilat dari si Kaki Kilat ini,


Tendangannya benar- bener kuat dan cepat seperti kilat saja. Setiap sambarannya mengandung hawa dingin yang membuat lawan gemetar,, beberapa kali Leo hampir terlambat menghindar..


Setelah beberapa saat bertarung lawan mulai terlihat sangat marah, karena tidak dapat segera menjatuhkan Leo,,.


Dikiranya tugas di Indonesia ini Tugas yang enteng-enteng saja, tapi ternyata di sini dia mendapatkan lawan setara yang sangat tangguh..

__ADS_1


Sementara Gendon dan seorang anak buah Leo yang lain bertarung dengan sengit melawan dua orang anggota pembunuh yang lain..


Gendon yang bersenjatakan sepasang belati juga sudah berhasil mendesak lawannya, sepasang belatinya mengejar kemanapun tubuh lawan menghindar, hingga suatu saat belati Gendon mampu melukai lengan kiri lawannya, sehingga darah berceceran keluar dari luka menganga di lengan kiri orang tersebut.. akhirnya sang lawan jatuh karena sebuah tebasan belati lengkung menghunjam deras di perutnya..tamatlah riwayatnya.


__ADS_2