
Dilepaskannya Tirta dengan pelukan mesra, di benamkannya kepala nya di dada sang pemuda,
Papa dan Mamanya sudah sedari tadi masuk ke dalam rumah memberikan kesempatan bagi mereka berdua.
Diantarkannya Tirta sampai pintu gerbang, sampai bayangan nya menghilang di ujung jalan.
***
Hari itu terlihat tiga pemuda dengan masing-
masing ransel di punggung nya, berjalan menyusuri jalanan pantura, sore hari mereka sudah sampai di Alas Roban. sengaja mereka berjalan kaki untuk melatih fisik dan kesabaran mereka. Mereka bisa memasang mata dan telinga mereka jika ada hal- hal yang seharusnya bisa mereka memberikan sedikit bantuan.
Dan memang sejak berjalan dari Kota Semarang sampai Alas Roban ini memakan waktu sehari, untungnya tadi mereka sempat ikut membantu sebuah mobil yang terperosok di pinggir jalan dan tidak bisa naik ke jalan dan akhirnya mereka mendapat kan tumpangan sampai ke kota Batang.
Kemudian mereka berhenti di sebuah Spbu untuk membersihkan diri, sholat dan beristirahat sejenak
Bayu yang memang suka ngemil segera mengeluarkan bekal cemilannya, makanan makanan kecil yang di sukai anak anak yang banyak di jual di minimarket di sepanjang jalan. Sedangkan Tirta mengeluarkan cemilan Kacang Mete, yang merupakan cemilan favoritnya. Adnan cuma ikut membantu makan saja dari yang di bawa Bayu dan Tirta.
Dilokasi Spbu itu juga ada penjual yang menjajakan berbagai makanan dan cemilan, mereka memesan kopi sebagai pelengkapnya .
Spbu adalah tempat umum dimana banyak pengendara yang beristirahat melepas lelah karena melalukan perjalanan jauh.
Tirta Bayu dan Adnan duduk duduk dan tiduran di depan Mushola di area SPBU tersebut.
Di area Spbu banyak terparkir kendaraan kendaraan pribadi ber nomor polisi luar kota, banyak pula truk-truk kecil yang sopir nya beristirahat disitu dan truknya terparkir di Spbu.
"Nanti malam kita sebaiknya jalan terus atau menginap saja Ta, tanya Bayu.
"Kita jalan dulu saja, sekiranya nanti kita capek , kita beristirahat saja di SPBU atau di masjid dan Musholla di sepanjang jalan, jawab Tirta,
"Habis ini kita cari makan ya Ta, sudah lapar nih,," kata Bayu sambil mengelus perutnya.
"Denger nih suara cacing dalam perutku sudah kelaparan minta makan."
"Itu sih cacing rakus yang yang ada diperutmu, pasti juga cacing nya gendut-gendut kayak kamu," seru Adnan.
__ADS_1
Ketika sedang berbincang, medadak.
"Maling- maling,!" seorang pria tua berteriak-teriak histeris, sambil menunjuk -nunjuk Sebuah truk Colt Diesel keluar dari Spbu.
Tirta segera tanggap, dia segera melompat berdiri dan berlari kearah pria tua tersebut, yang tampaknya seorang sopir truk.
"Ada apa pak!" seru Tirta ,
"Truk ku mas itu di bawa lari orang,!" sambil berlari pria itu masih mengejar truk yang mulai keluar areal SPBU. Tirta segera tanggap dia berlari sambil berseru pada dua kawannya, "kejar Ad, Bay!"
Tirta dengan sekuat tenaga mengejar truk yang sudah hampir keluar dari area Spbu dan menuju jalan Raya, tampak nya sopir truk tidak mengetahui aksinya di pergoki oleh si sopir asli, dan sekarang Tirta dan kawan-kawannya sedang memburunya.
Truk sudah berbelok masuk jalak raya, kecepatan truk juga belum maksimal , apalagi jalanan raya tersebut cukup padat pada jam- jam segitu.
Tirta berlari dengan kencang, beberapa saat dia sudah berada di samping kanan truk yang melaju tidak terlalu kencang, Karena di depannya ada kendaraan lain yang menghalanginya.
Tirta segera melompat dan bergayut pada pintu yang jendela kacanya terbuka.
Pukulan ringan segera di arahkan pada sang sopir gadungan itu.Walaupun ringan bagi Tirta, tapi sudah sangat berat bagi sang sopir gadungan, akibatnya sang sopir gadungan merasa pusing kepalanya akibat terkena pukukan mendadak yang sangat cepat.
Truk seketika oleng kekiri, untunglah di kiri jalan tidak ada kendaraan lain atau pejalan kaki, truk segera nyelonong ke bahu jalan dan masuk ke parit kecil di sebelah jalan raya teraebut dan terhenti si situ.
Tampaknya dua orang tersebut akan memberikan pertolongan pada sang sopir gadungan akan tetapi didahului oleh Adnan yang melihat gelagat keduanya.
Bayu terlihat menyusul dan di ikuti pak Tua yang merupakan sopir asli truk itu dan juga orang-orang yang ikut mengejar.
Mereka segera menendang dan memukul beberapa kali, dua orang yang sudah di lumpuhkan Adnan. Sehingga dua orang itu berteriak -teriak minta ampun. Sedang kan sopir gadungan masih pingsan di dalam kabin truk, dang orang orang tersebut segera mengeluarkan sopir gadungan tersebut dan menghajarnya pula sehingga sang sopir gadungan langsung tersadar dari pingsan nya.
Ketiga pencuri tersebut akhirnya di bawa ke kantor polisi terdekat.
"Trimakasih Mas, bapak sangat berterima kasih pada kalian. Bapak hanyalah sopir saja mas , entah apa jadinya jika tidak Ada mas bertiga,"
Selanjutnya sang bapak tua sopir truk itu bercerita kalau diri nya baru saja mengantarkan barang ke kota Kudus dan hendak kembali ke Wiradesa sebuah kota kecil yang berada di barat Kota Pekalongan, akan tetapi karena lelah dan mengantuk dirinya berhenti lebih dahulu melepas penat di Spbu tersebut.
Selanjutnya truk berusaha di keluarkan dari parit bersama-sama orang orang yang ikut mengejar pencuri truk tersebut, Sehingga truk bisa segera di keluarkan dari parit tanpa mengalami kerusakan berarti.
__ADS_1
Pak sopir tua juga menanyakan tujuan Tirta Bayu dan Adnan
"Kami hanya merantau saja pak, berjalan tidak tentu arah, tergantung kaki ini membawa kami kemana, tapi memang kami berjalan menyusuri jalur pantura kearah barat," Tirta menjawab pertanyaan pak sopir tua secara garis besarnya saja.
"Bagaimana kalau Mas bertiga ini mampir ke rumah bapak? kan Mas bertiga malam ini juga perlu istirahat kan ? juga sebagai wujud terima kasih bapak pada kalian," kata pak tua sopir truk tersebut.
Mereka segera menyanggupinya, mereka bertiga segera menaiki truk bersama bertiga di kabin truk semua, akibatnya truk berjejal ketiga pemuda itu.
Bayu yang seperti anak gajah memenuhi kabin truk sehingga Adan dan Bayu terhimpit badannya oleh Bayu, terpaksa Adnan yang dipangku oleh Tirta.
Pak tua sopir truk tersenyum melihat kejadian ini.
Anak anak muda yang baik pemberani dan bersemangat pikirnya.
Truk segera dijalankan menuju ke kantor polisi lebih dahulu untuk memberikan keterangan tentang kejadian tersebut.
Memang truk di mana-mana merupakan incaran komplotan pencuri. Truk -truk hasil curian lebih mudah di jual keluar daerah dengan harga yang lumayan tinggi, juga bisa di preteli, dijual dalam bentuk spare part yang terpisah pisah , sehingga menyulitkan pihak kepolisian untuk menemukannya. Satu contoh adalah ban truk, ban truk baru seharga 1.5 juta , kalo bekas plus velg nya masih bisa laku satu juta dengan cepat. belum lagi spare part yang lain.
Setelah memberikan keterangan di kantor polisi, mereka segera menuju arah Wiradesa.
Truk segera di serahkan ke rumah juragan sang sopir.
Rumah pemilik Truk ternyata sangat besar dengan garasi yang luas pula karena ternyata pemilik Truk tersebut adalah seorang pengusaha transportasi yang mempunyai belasan truk dan juga seorang pengusaha Batik Pekalongan yang mempunyai pabrik Batik di dekat rumahnya.
Pak sopir tersebut segera menceritakan kejadian yang menimpanya tadi kepada sang juragan yang ternyata bernama bu Hajah Latifah, yang ternyata seorang wanita yang terlihat masih muda dan cukup cantik.
Setelah mendengar kan cerita dari sopir tuanya, sang juragan tertarik pada ketiga pemuda tersebut dan meminta pada sopirnya untuk memanggil ketiganya masuk ke ruang tamunya.
Setelah masuk Bayu, Tirta dan Adnan tampak terkejut, ternyata sang juragan adalah wanita muda yang cantik, dengan wajah bulat telur dan bibir tipis dengan senyum ramah menyambut mereka bertiga.
"Silahkan mas - mas , saya Latifah pemilik truk yang kalian selamatkan dari aksi pencurian," Latifah segera menyalami ketiganya.
Bayu yang pertama menyodorkan tangannya dan menggenggam erat dan memperkenalkan dirinya, di ikuti oleh Tirta dan Adnan.
Sebelum masuk tadi pak tua sopir truk yang bernama pak Darman, sempat menceritakan kalau juragannya ini seorang janda yang baru di tinggal mati oleh suaminya karena kecelakaan mobil.
__ADS_1
Makanya mereka sangat terkejut dan tidak menduga ketika berjumpa dengan sang juragan yang ternyata sangat cantik.
Pikir mereka sang juragan adalah emak-emak subur dengan bedak tebal dan bibir tebal serta perhiasan bergemerincing mengelilingi semua bagian tubuhnya. Dan ternyata terkaan mereka salah besar.