
Kini lawan Bayu tinggallah Kris dan Jhoni..
Setelah mengetahui jatuhnya Will, Kris dan Jhoni semakin hati hati, sedangkan pergerakan Bayu juga semakin menakutkan!
Sang pimpinan Cakar iblis yang mengetahui kejadian demikian menjadi marah bukan main!
" Semua,,, habisi dua pemuda gila itu!" serunya sangat marah!
mendengar perintah ini, semua anggota cakar iblis serentak menyerbu ke arena pertarungan.
Pertaruhan yang sangat kacau..
Bayu dan Adnan segera mengalami tekanan yang berat..
"Aku akan turun gelanggang Bang!" seru Tirta Jaya kusama..
"Jangan Mas Tirta, Biar abang saja yang menghabisi mereka!" seru bang Leo yang segera saja mencabut sepasang belati lengkungnya yang memang sudah disiapkan di pinggangnya..
Kecepatan dan kekuatan bang Leo sekarang ini sudah sangat jauh meningkat sejak dia bergabung dengan padepokan lereng gunung Ungaran.
Adnan yang berada dalam kerubutan para anggota Cakar iblis juga mulai meningkatkan kecepatan dan kekuatannya..
Sepasang belatinya menyambar nyambar mengejar lawan lawannya..
Dan pada suatu kesempatan belati yang berada di tangan kanan nya menahan sebuah sabetan cakar iblis berwarna perak, belati di tangan kirinya membabat kearah kiri dan membentur cakar iblis perunggu yang ada di samping kiri..sedangkan kaki kanannya menendang ke arah perut si Anggota Cakar iblis perak dengan sangat cepat dan sangat kuatnya karena tiap gerakan dari Adnan telah di lambari aji Bayu Bajra !
"Bugh!"
"Arghhh,,, !" tendangan sangat keras menghantam tepat di ulu hati si cakar perak ini..
Tubuh si cakar perak seketika terlontar menghantam beberapa kawannya yang ada di belakangnya.
Dia jatuh telentang di lantai dengan menindih tubuh se orang anak buahnya..
Seketika dia pingsan, karena ulu hati adalah bagian vital bagi seseorang!
Sepak terjang Adnan semakin menggila! Setiap serangannya kali ini menimbulkan deru angin yang menderu-deru, demikian pula dengan Bayu..
Tangannya yang sebesar batang pisang menggampar ke sana kemari tanpa ada yang berani menahannya..
Tangan kanan dan kiri menghantam kesana kemari... membuat kocar kacir para pengeroyok nya..
Tiap kali ada yang menahan gempuran tangan kanan maupun tangan kirinya yang sebesar batang kelapa itu pasti lah akan jatuh karena beratnya tangan dari Bayu..
__ADS_1
Akan tetapi yang lebih gila lagi adalah tandang dari bang Leo..
Tiap gerakannya adalah Maut bagi orang orang Cakar Iblis!
Dua bilah belati lengkungnya sangat cepat dan ganas!
Tiap sabetan pasti ada saja anggota kelompok Cakar Iblis yang berteriak ngeri karena luka oleh sabetan belati lengkung bang Leo..
Untunglah sekarang ini bang Leo sudah semeleh dan mengendap hati dan perasaan nya.. sehingga dia hanya melukai anggota anggota kelompok Cakar Iblis ini tanpa maksud membunuh!
Jika saja ini terjadi seperti pada saat bang Leo masih aktif sebagai pembunuh bayaran, maka niscaya korban akan mati mengerikan .. pembantaian besar-besaran pasti terjadi!
Dalam gilanya pertarungan kali ini, sekelompok pengawal dari pengusaha properti yang tadinya ikut bertarung segera melipir keluar dari arena karena lawan lawan mereka sudah di ambil alih oleh Bayu, Adnan dan Bang Leo!.
Beberapa saat kemudian anggota anggota dari cakar Iblis tinggal sembilan orang yang masih sanggup melakukan perlawanan!
Si pemimpin yang tadinya hanya menonton pertarungan anak buahnya kini mulai sadar bahwa lawan lawannya kali ini bukanlah lawan lawan yang mudah!
Dengan menggeram keras, dia segera terjun ke arena pertarungan..
Sasarannya adalah bang Leo!
Kecepatan cakar Emas, memang sangat mengerikan,,
Dalam keanggotaan Cakar iblis sendiri, Cakar Emas hanya ada sepuluh orang dan hanya di bawah dari di ketua besar saja!
Si Cakar Emas melompat tinggi di udara dan langsung menukik ke arah bang Leo yang sedang mengarahkan belati di tangan kanannya kearah dada seorang anggota Cakar Iblis yang hanya bisa pasrah saja menunggu datangnya belati lengkung nya bang Leo...
Kali ini bang Leo tidak mau meremehkan serangan dari Si Cakar Emas.. bang Leo tahu akan kekuatan si Cakar Emas ini.. Dia pernah berhadapan dengan Ujang yang juga pemegang cakar Emas dari kelompok cakar Iblis ini..
"Trang....!" benturan dua kekuatan raksasa terjadi!
Bunga api memercik akibat benturan dua senjata maut itu!
Keduanya segera terlibat dalam duel satu lawan satu yang sangat seru!
Waktu berjalan dengan cepat..
Para anggota cakar iblis satu demi satu jatuh terkapar di lantai akibat gamparan tangan bayu yang sangat kuat! tak ada seorangpun dari anggota kelompok cakar Iblis ini yang mampu menghentikan tiap gambaran tangan kanan maupun kiri dari Bayu yang berat laksana martil ini..
Demikian juga dengan sepak terjang Adnan!
Adnan benar- benar menggila dengan sepasang kerambit di tangan kanan dan kiri.. Adnan bagaikan jelmaan dari bang Leo muda!
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, semua anggota Cakar Iblis sudah tak mampu untuk berdiri lagi.. mereka merintih- rintih kesakitan akibat luka berat dan ringan..
Beberapa di antaranya ada yang tewas karena luka lukanya..
Dalam pertarungan brutal seperti ini, tidak mungkin bisa menghindari jatuhnya korban jiwa..
Kali ini tinggal duel antara Si Cakar Emas dan bang Leo.
Si Cakar Emas telah mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menyerang bang Leo..
Peluh sudah membasahi seluruh tubuhnya...
Akan tetapi lawannya kali ini adalah orang yang benar benar tangguh dan ulet! Dengan mudah bang Leo mematahkan setiap serangan nya .
Si Cakar emas ini mulai berpikir untuk melarikan diri!
Dengan keadaan dirinya sekarang ini, tidaklah mungkin untuk bisa bertahan lebih lama lagi!
Semua anak buahnya sudah bergelimpangan di lantai..
Tinggal dirinya yang masih bertahan..!
Dengan diam-diam si Cakar emas ini sudah menggenggam bom asap...
Dan,,,...
"Boommm...!!" bom asap di tangannya di lemparkan ke lantai ruangan!
Seketika bom asap meledak di ruangan pertemuan ini dan asap memenuhi seluruh ruangan.
Anggota anggota kelompok Cakar iblis ini memang di bekali bom asap untuk melarikan diri apabila dalam keadaan terdesak.
Si Cakar Emas kemudian melompat mendekati jendela kaca dan sekali ayun menggunakan cakar emasnya, kaca jendela yang tebal itu pecah!
Si Cakar Emas ini secepat kilat melompat keluar melalui jendela yang pecah,,
Dengan Cakar emasnya dia menancapkan cakar itu di dinding the Energy building dengan mudahnya dan merayap turun dari gedung pencakar langit ini seperti laba- laba saja!
Tirta, bang Leo, Bayu dan Adnan hanya terdiam, pandangan mereka tertutup asap yang menimbulkan pedih dimata karena ternyata asap ini juga mengandung gas air mata yang banyak di gunakan oleh pihak kepolisian untuk membubarkan aksi unjuk rasa di ibu kota !
Sebelum meloncat keluar dari gedung pencakar langit ini, si Cakar emas masih sempat berseru..
"Aku akan datang lagi,,, akan aku balas kekalahan kali ini dengan lebih menyakitkan........
__ADS_1