
Bayu Bajra adalah ajian yang mengutamakan pergerakan cepat dan juga pukulan yang cepat.
Ilmu ini sangat hebat. Sering juga di gunakan untuk pertarungan tanpa senjata seperti ini.
Kali ini pergerakan dari Aryo Seto sepenuhnya di lambari oleh aji Bayu Bajra, kecepatannya benar-benar bagaikan kilat disertai angin dan petir.
Aryo Seto , pemuda pilih tanding dan belum pernah mendapatkan lawan yang seimbang! kali ini dia mendapatkan lawan yang benar-benar tangguh tanggon. Seorang pemuda pewaris ilmu- ilmu kanuragan tanah Jawa!
Tirta segera menyambut serangan Aryo Seto dengan Bayu Bajra pula. Ajian yang baru tadi malam dikuasainya.
Tubuhnya di bentengi dengan aji Lembu Sekilan pula.
Pertarungan segera terjadi dengan serunya! mereka sama- sama menggunakan aji Bayu Bajra.
Benturan- benturan antara kedua kekutan segera terjadi.
"Duar,,, duar,,, duar,,,suara -suara yang ditimbulkan dari benturan dua kekuatan Gajah terasa menggetarkan jantung bagi para penonton yang jaraknya sudah cukup jauh.
Tampak Aryo Seto sangat terkejut ketika Tirta juga melandasi setiap gerakannya dengan Bayu Bajra.
"Hmm tampaknya guru telah benar-benar menurunkan seluruh ilmunya kepada mu ya ?" seru Aryo Seto, diantara serangan serangannya yang membadai, sangat cepat dan kuat itu.
"Karena aku adalah muridnya," jawab Tirta pula.
Perbedaan dari Bayu Bajra yang di gunakan keduanya adalah tentang lamanya mereka menguasai nya.
Bayu Bajra dalam diri Aryo Seto sudah mengalir dalam darah dan sudah mapan karena sudah hampir lima tahun di pelajari!
Sedangkan dalam diri Tirta aji Bayu Bajra barusan saja di kuasai ! Akan tetapi dengan landasan tenaga batin yang luar biasa kuatnya membuat aji Bayu Bajra dalam diri Tirta mempunyai efek menghancurkan yang sama hebatnya dengan yang dikuasai Aryo Seto selama lima tahun ini.
Tirta unggul dari segi tenaga, karena dia mendapatkan dua sumber tenaga yang sangat kuat luar biasa dari eyang Wasis Jayakusuma dan ki Ranu.
Dua bayangan bergerak sangat cepat, kadang saling dekat dan kadang saling jauh. Benturan-benturan dua tenaga dengan landasan aji Bayu Bajra yang sama pula.
Arena pertarungan semakin melebar, deruan seperti badai dan petir berputaran di sekitar dua bayangan itu.
Beberapa kali terdengar suara menggelegar ketika dua kekuatan raksasa saling berbenturan.
Orang-orang yang menjadi saksi pertarungan dua pemuda dengan kekuatan yang luar biasa hebat benar-benar takjub.
Mereka belum pernah menyaksikan pertarungan dua orang yang menguasai ilmu-ilmu kanuragan warisan leluhur tanah Jawa.
__ADS_1
Bayu dan Adnan tampak serius melihat jalannya pertarungan. Mereka juga belum pernah menyaksikan Tirta bertarung dengan segenap kemampuannya seperti sekarang ini.
"Biasanya Tirta hanya sekedar mengimbangi saja," bisik Adnan pada Bayu.
"Tampaknya Tirta sangat serius kali ini Bay, lanjut Adnan.
"Benar Ad, kayaknya Aryo Seto sangat tangguh," balas Bayu.
"Lihatlah ! Tirta tampak nya juga mulai menyerang," kata Bayu sambil mengarahkan pandangan matanya ke arena pertarungan.
Tampak di arena pertarungan, dua pusaran angin puyuh saling libat dan saling serang.
Dan tampaknya pula Aryo Seto sudah berada pada puncak pengerahan Bayu Bajra.
Sedangkan Tirta semakin lama bertarung, aji Bayu Bajra yang di kuasainya menjadi semakin mapan dan semakin kuat yang menyebabkan Aryo Seto perlahan tapi pasti semakin terdesak saja.
Beberapa kali terjangan-terjangan Tirta menyerempet sedikit tubuh Aryo Seto, menyebabkan tubuhnya mulai di hinggapi rasa nyeri akibat Bayu Bajra yang mulai mengenainya sedikit demi sedikit.
Dalam suatu kesempatan Aryo Seto tampak melakukan lompatan menjauhi Tirta dan kemudian menyerang lagi tapi melakukan perubahan dari cara bertarungnya.
kali ini pergerakannya jauh menjadi lebih lambat.
Nampak sekali dia memusatkan tenaganya pada kedua lengannya.
Tirta segera menyadari akan hal ini.
Dia segera menambah kekuatan batinnya setahap lebih kuat.
Sekarang ini dia mulai mengetahui seberapa kuat tenaga Aryo Seto.
Ternyata Aryo Seto telah mulai menerapkan aji "Sosrogodo".
Sebuah ajian yang diturunkan dari gegedug dukuh Wuni, yang juga guru pertama dari Aryo Seto yang bernama ki Sastro. Seorang gegedug padukuhan Wuni yang juga ayah dari Aryo Seto sendiri !
"Aji Sosrogodo,!" seru paman dari Aryo seto, yang tampaknya ajian yang di kerahkan Aryo Seto di kenali olehnya..karena dirinya juga menguasai ajian Sosrogodo ini pula !
Ajian ini adalah ajian yang menitik beratkan pada kekuatan tangan, dengan mengerahkan semua tenaga wadag dipadu dengan tenga batin yang kuat, sehingga lawan terasa susah untuk menghindari pukulan ini.
Tirta tidak ingin mengecewakan ki Ranu .
Dia ingin menggunakan ilmu-ilmu yang baru saja diturunkan oleh ki Ranu untuk bisa menaklukkan Aryo Seto!
__ADS_1
Aji Suryo Dahono segera di siapkannya!
Dia segera memapaki nya dengan aji Suryo Dahono, dengan landasan untuk pertahanan menggunakan aji Lembu Sekilan agar tubuhnya tidak menderita kerugian .
Cahaya kebiru-biruan menyelimuti lengan kanan Tirta Jayakusuma, sedangkan tangan Aryo Seto nampak membesar beberapa kali dari biasanya, seperti lengan "popeye" saja!..
Pertarungan segera berjalan lagi dengan serunya..Dalam gelapnya malam dengan diterangi puluhan obor , kedua pemuda kembali beradu pukulan..
Aji Suryo Dahono bertemu aji Sosrogodo.
"Bum,,,!!" dua kekuatan kembali beradu, ledakan besar terjadi !
Tampak Aryo seto mundur tiga langkah dari posisi semula, sedangkan Tirta hanya mundur selangkah saja.
kembali Aryo Seto melompat menyerang dengan kepalan tangan kanannya.
pukulan berat segera menerjang datang ke arah Tirta, kali ini Suryo Dahono ditingkatkan lagi kekuatannya,, cahaya biru yang menyelimuti lengannya semakin terlihat pekat menyala di kegelapan malam.
Dan ...
"Bum,, !!! ledakan kedua terdengar jauh lebih kuat dan menggelegar, menyebabkan debaran jantung yang kuat dari para penonton !
Dua tangan dengan kekuatan ajian yang berbeda yang sudah mencapai puncaknya saling bentur dengan kerasnya.
Efek ledakan kali ini benar-benar mengguncang bumi.
Debu membumbung tinggi seperti jamur besar menyelimuti arena sejauh kurang lebih lima atau enam meter.
Seperti efek ledakan dinamit saja, tapi dalam skala yang lebih kecil.
Dan ketika debu mulai memudar, terlihat lubang seperti kawah kecil dengan diameter lebih kurang tiga meter dengan kedalaman sekitar setengah meter menganga di tengah-tengah arena perang tanding antara Arto Seto dan Tirta Jayakusuma !
Tirta dan Aryo Seto tampak berdiri berseberangan di pinggir kawah kecil ini.
Tampak Tirta masih berdiri dengan kokoh diatas kedua kaki yang seakan menancap di bumi!
Sedangkan Aryo seto tampak duduk bersila dengan kedua matanya terpejam, nafasnya terlihat memburu dan setitik darah terlihat di ujung bibirnya !
Dalam benturan kali ini, jantungnya tergetar lumayan parah !
Sekarang ini Aryo Seto mulai menyadari kekuatan dari pemuda di hadapannya ini. Pemuda yang tadinya di remehkan dan dianggap tidak sebanding dengan dirinya !
__ADS_1
Baru kali ini dia menemukan lawan yang sangat tangguh "Ruarrr Biasa!!"