Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Kebersamaan


__ADS_3

Setelah dari atas Piramida Tirta mengajak Dinda duduk di atas tebing sebelah Utara dari bukit itu, dimana di tempat itu merupakan lokasi yang digunakan untuk latihan paralayang.


Dinda tampak menikmati pemandangan dari atas bukit Rowosari.


Mereka berdua duduk- duduk di sebelah batu padas yang cukup besar sambil bersandar di batu itu.


Dinda tampak menyandarkan kepalanya di bahu sang pemuda.


Rambutnya yang hitam, panjang dan harum membuat sang pemuda terlena dan terbuai dalam angan angan nya.


Tanpa sadar tangannya telah menggapai dan mengelus lembut rambut lurus, hitam dan lembut tersebut..


Angin semilir menambah suasana makin romantis walau di siang hari.


"Ta,,!


Ta,,.


Ta...


Tirta....!" bisik lembut Dinda.


Tapi Tirta tidak menyahut.


Dinda jadi penasaran,,di dongakkan nya kepalanya ..


Ketika dilihat oleh Dinda,, ternyata Tirta sedang memejamkan matanya ! Tampaknya sang pemuda tertidur..


Dinda membiarkan saja Tirta dalam keadaan nya ini.


Ketika hari menjelang sore hari Tirta jaya Kusuma mengantarkan Dinda pulang ke rumahnya di Bukit Sari Semarang, di daerah kota Semarang atas. ..


Dinda hari itu tampak gembira karena seharian dia sudah di temani Tirta Jayakusuma..


Dia hanya tersenyum ingin menikmati kebersamaan dengan Tirta jaya Kusuma saja.


Hatinya selalu tenteram dan merasa aman dan nyaman ketika si pemuda berada di sisinya.


***


Sementara hari itu Iza sudah menunggu-nunggu kedatangan Tirta Jaya Kusuma dirumahnya!


Berkali-kali dia melihat jam di ponselnya...dan berkali-kali pula dia membuka ponselnya untuk melihat apakah sang pemuda membalas chating nya atau kah tidak.


Tirta berjanji akan datang pada sore hari kira-kira jam empat atau lima sore.


Dan sekarang waktu menunjukkan pukul empat lebih tiga puluh menit sore .


Matahari sudah condong ke ufuk barat, pertanda siang sebentar lagi berganti malam.


Tampak Iza juga sudah sangat jutek menunggu kedatangan Tirta Jayakusuma .


Dia sudah di beritahu oleh Tirta tentang kedatangannya sejak kemarin petang,,


Iza sebenarnya berharap Tirta langsung ke rumahnya, akan tetapi tampaknya Tirta masih capek, sehingga Iza tidak terlalu memaksa kan kehendak nya.


Sebenarnya Tirta juga merasa bersalah pada Iza karena seharian dia malah menemani Dinda.


Tapi Dinda bener-bener masih membutuhkan perhatian dan perawatan dari Tirta Jayakusuma.


Tiap saat depresinya bisa kambuh dan hanya Tirta lah yang menjadi obat penawarnya.


Telah berkali kali ini terjadi. Dan jika depresinya kambuh sedangkan Tirta sedang tidak ada atau pergi merantau maka orang tuanya hanya bisa memberikan obat penenang saja!


Sudah beberapa kali orang tuanya berusaha membawa Dinda ke psikiater, akan tetapi sampai sekarang kondisinya masih tetap labil.


Tirta masih merasa sangat bersalah terhadap kejadian yang telah menimpa diri Dinda beberapa waktu yang lalu!

__ADS_1


Dan hatinya makin rumit memikirkan ini semua.


***


Dipacunya motor nya menyusuri jalan-jalan kota Semarang..


Dia sudah berjanji ke rumah Iza sore ini..


Dari Rumah Dinda menuju ke rumah Iza di kawasan Graha Taman Bunga BSB memakan perjalanan kurang lebih satu jam dalam keadaan normal.


Dan sore ini Tirta Jaya Kusuma memacu kendaraannya lumayan cepat..


Waktu menunjukkan pukul enam petang dan sayub- sayub suara adzan Maghrib sudah berkumandang.


Sesampai di depan Rumah Iza, Tampak pintu gerbang rumah besar itu sudah terbuka lebar -lebar..


Disana pak Darman , security-nya rumah Iza ini sudah berdiri di pos jaganya dan mempersilakan calon bos muda dari rumah ini untuk masuk..


Ketika Motor Tirta Jayakusuma sudah sampai di depan rumah besar tersebut..


"Tirtaaa,, !!" terdengar suara merdu Iza yang sudah datang mendekat ke arah Tirta Jayakusuma.


Belum sempat Tirta mematikan mesin motor yang masih menyala ternyata Iza sudah naik ke belakang Tirta.


"Aku kangen Tirtaa,,,!" seru Iza seraya memeluk Tirta dari belakang dengan erat sambil menggosok kan hidung dan mulutnya ke punggung sang pemuda dan mencium punggung Tirta dengan dalam dan menikmati bau khas cowok ini yang membuat Iza terbuai dan selalu merindukan Tirta Jaya Kusuma!


"Ih geli! Zaa,,,!" bisik Tirta protes atas kelakuan tunangannya ini..


Walau pun geli, Tirta juga tidak menghindar dari perlakuan gadisnya ini.


"Habis, aku kangen banget Taaa!" bisik Iza yang terus saja menciumi Tirta dari belakang! bener-bener kelakuan Iza seperti anak kecil atau juga seperti anak kucing yang merindukan induknya.


"Kamu janji jam berapa sampai sini, dan sekarang dah jam berapa,!?" tegur Iza sambil bersungut-sungut.


"Yaa,, maaf Iza,, habis jalannya macet,,,!" jawab Tirta ngeles,, padahal seharian dia bersama Dinda!...Tenyata Tirta sudah pintar ngeles juga,,, hi,, hi,, hi...


"Iya,, tapi kita sholat Maghrib dulu yah, pamali keluar rumah di waktu Magrib !" kata Tirta seraya turun dari motornya.


Dan tampak di tengah pintu utama yang terbuka lebar!


Mama Iza sudah menunggu dan menyambut kedatangan calon menantunya ini.


"Ayo mas Tirta segera masuk, jangan diluar saja,, malu di lihat sama kucing! " seru mama Iza.


"Kan yang kangen bukan hanya Iza saja! mama juga kangen lho!" lanjut sang Mama menggoda anak gadisnya.


Bertiga mereka masuk kedalam rumah ..


Setelah usai melaksanakan sholat Maghrib , tampak Iza sudah bersiap- siap untuk pergi!


"Mau kemana anak mama yang cantik ini ,,,!?"


tanya mama Iza seraya mendekat, ketika Melihat Iza dan Tirta Jaya Kusuma tampak bersiap-siap keluar dari rumah.


"Ini ma, Iza baru ngidam pengin jalan-jalan puter- puter kota,!" jawab Tirta jaya Kusuma bercanda.


" Ih, ngidam?!" tanya mama Iza tampak kaget..!


"Jangan, jangan!????,,,"


"Bercanda ma!" kata Tirta cepat, sebelum mamanya si Iza ini menyimpulkan yang enggak -enggak!


"Kirain beneran ngidam,,, mama seneng kalo beneran Iza ngidam,,, berarti mama akan jadi nenek dong?" lanjut mama Iza.


"Dan mama bisa menimang cucu???!" lanjut mama Iza.


"Ngomong ngomong mama ikutan jalan-jalan ya mas Tirta?" tanya mama Iza dengan wajah cuek tanpa dosa..

__ADS_1


"Iya, mah gak papa , " sahut Tirta .


"Gak boleh! " seru Iza spontan smbil mencubit pinggang si pemuda.


Tirta tampak menggeliat kesakitan karena cubitan ini.


"Iza baru pengin berduaan sama Tirta Saja ma ! " seru Iza sewot.


"Ih, gitu aja gak boleh !?" goda mama Iza.


"Mamaaaaaaa! Iza gak pengin mama ikut! titik!" seru Iza.


"Kalo mama mau jalan-jalan, besok aja ! akan Iza anter sampai puas mau pergi kemanapun boleh asal malam ini Mama tidak ikut!" lanjut Iza.


Tampak kali ini gantian mama nya Iza yang memasang wajah cemberut...


"Tuh kan mas Tirta,,,, dulu saja sebelum kenal mas Tirta,, kalau mau keluar kemana saja pasti ngajakin Mama!


Eh sekarang nih ! mama mau ikutan saja gak boleh!" kata mama Iza. ngadu pada calonnya menantu nya ini.


Ya,, memang begitulah. kedekatan antara anak gadis dan mamanya ini..


Sebagai putri tunggal dan anak tunggal dari keluarga pak Fajrul, Hidup Faiza bergelimang kasih sayang dari orang orang di sekeliling nya!


Dia tidak pernah merasakan penderitaan tidak pernah merasakan kekurangan!


Beruntung pak Fajrul mendidik putrinya dengan baik!


Penuh kesederhanaan dan menghargai orang lain.


Candaan dan gurauan membuat hangat hubungan antara Iza dan sang Mama.


Malam itu, IZA mengajak Tirta mengabiskan waktu dengan berkendara motor berkeliling- keliling kota Semarang saja..


Mereka berputar-putar mengelilingi lapangan Pancasila (simpang lima) beberapa kali, berputar putar ke pecinan, ke kota lama, kemudian Tirta mengarahkan motor nya yang tidak lagi butut menuju ke pelabuhan Tanjung emas di Semarang Utara.


Beberapa saat mereka menikmati suasana di pinggir laut !


Malam Itu Iza lebih banyak diamnya,, karena akhirnya dia bisa merasakan kenyamanan dan kebersamaan dengan tunangannya ini..


Ketika malam bertambah larut, Iza mengajak Tirta untuk kembali ke rumah dan sebelum itu mereka berhenti di sebuah rumah makan Padang di Jl. Pandanaran kota Semarang.


Rumah makan Padang "Salero Bundo"!


Tirta dan Iza memang mempunyai selera yang sama dalam memilih makanan..


Nasi Padang!


****


Sampai kembali di rumah Iza pada pukul Sepuluh malam,, dan mereka berdua tampak.duduk bersama di gazebo yang ada di halaman rumah yang sangat luas tersebut..


Dalam kesempatan itu Iza menanyakan tentang perjalanan nya ke Jawa Timur.


Tirta segera bercerita tentang perjalannya ke Jawa timur, dan keberhasilan dia dan teman-temannya dalam meringkus gembong narkoba, Mr Budiman dan juga Aryo Seto yang akhirnya karena luka- lukanya akhirnya meninggal dunia.


"Syukurlah Ta,, Mr Budiman sudah berhasil kalian tangkap dan akhirnya Aryo Seto juga menerima akibatnya!" kata Iza ikut senang..


Malam itu Iza melepas kangennya pada pada pemuda tunangannya ini..


Suasana malam dengan bulan dan bintang menghiasi malam itu, seakan ikut merasakan dan merestui kebersamaan mereka..


Malam itu, Iza tidak mau ditinggal pulang oleh Tirta jaya Kusuma..


Dia ingin malam itu Tirta menemani nya ...


Walhasil , malam itu Tirta menginap di rumah besar yang memang seluruh penghuninya sudah menganggap Tirta jayakusuma sebagai calon tuan muda di rumah keluarga pak Fajrul.

__ADS_1


__ADS_2